Minggu, 11 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan

by A. Burhany
20/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
sisipan-2

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya tempat saya pernah menumpang hidup, kesunyian adalah barang mewah. Harganya jauh lebih mahal dari secangkir kopi artisan.

Kita dikepung dari segala penjuru: knalpot kendaraan, notifikasi yang berdentang di saku celana setiap beberapa menit, dan yang paling melelahkan—riuhnya percakapan di dalam kepala kita sendiri.

Kita hidup dalam kecepatan yang gila. Berhenti sejenak sering dianggap kerapuhan, bahkan kekalahan. Lalu Ramadan datang, dan seperti ada tangan tak kasat mata yang menekan tombol mute pada seluruh rutinitas kita.

Memang, atmosfer Ramadan di kota besar tidak sekental di kampung-kampung. Kesibukan di jam kerja nyaris tak berubah. Tapi ada sesuatu yang diam-diam berbeda—sesuatu yang terjadi di dalam, bukan di luar.

Di hari kedua ini, saya teringat seorang petani di lereng desa yang jauh dari jangkauan sinyal 4G.

Di kota, kita mengeluh karena harus menahan lapar selama tiga belas jam. Tapi bagi petani itu, hidup memang selalu tentang menunggu yang jauh lebih panjang: menunggu musim berganti, menunggu hujan turun, menunggu benih yang ia tanam untuk akhirnya bicara pada tanah.

Ada kontras yang tajam di sana. Tapi ada akar yang sama.

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - image 1

Eksekutif di kawasan SCBD yang menahan lapar di sela rapat Zoom, dan petani yang menyeka keringat di bawah pohon kelapa—keduanya sedang berada dalam frekuensi yang sama. Mereka sedang belajar sesuatu yang mulai punah di abad ini: seni menunggu dengan bermartabat. Menunggu tanpa mendikte apa atau siapa yang harus datang.

Kita sudah lama kehilangan otot itu.

Dalam kehidupan modern, hampir setiap keinginan bisa dipenuhi saat itu juga. Lapar? Buka aplikasi, makanan datang dalam tiga puluh menit. Haus? Ada dispenser di sudut ruangan. Nafsu fisik jarang dibiarkan menunggu terlalu lama. Kita terbiasa menjadi tuan atas keinginan kita sendiri—dan justru di situlah kita mulai lemah.

Puasa memulangkan kita pada fitrah petani. Ia mengingatkan bahwa ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa dibeli atau dipercepat. Kita boleh punya uang untuk membeli seluruh menu restoran paling mahal di kota. Tapi di hadapan waktu—di hadapan detik-detik menuju Magrib—kita semua sama-sama tak berdaya. Kita semua adalah penunggu.

Dan menjadi penunggu, ternyata, adalah salah satu latihan kemanusiaan yang paling jujur.

Bagi Anda yang mungkin tidak menjalani ritual ini secara religius, esensi ini tetap relevan. Puasa adalah mindfulness dalam bentuknya yang paling radikal: mengosongkan diri dari kebisingan luar supaya kita bisa mendengar suara dari dalam yang selama ini tenggelam.

Ada kerinduan purba yang menyatukan kita semua. Petani merindukan hujan karena hujan adalah perjumpaannya dengan keberlangsungan hidup. Kita merindukan Magrib karena di sana ada perjumpaan dengan diri kita yang paling jujur—diri yang sudah cukup lama kita abaikan.

Jika kemarin kita bicara tentang niat sebagai arsitektur, maka hari ini kita bicara tentang kesunyian sebagai ruang tamunya. Ruang di mana kita akhirnya bisa duduk, diam, dan mendengar.

Dalam lapar dan haus yang kita rasakan hari ini, coba jangan terburu-buru mengutuk teriknya matahari atau lambatnya jarum jam. Coba dengarkan suara dari kekosongan itu. Di pedesaan, kesunyian adalah guru. Di kota, kesunyian adalah obat.

Entah Anda sedang menatap kemacetan dari balik kaca jendela kantor, atau menatap cakrawala di tepi sawah—kita sedang melakukan hal yang sama: merawat rindu.

Sebab hanya mereka yang berani menanggung haus yang benar-benar mengerti betapa sucinya rasa seteguk air. Dan hanya mereka yang sabar dalam penantian yang akan merasakan—ketika perjumpaan itu akhirnya tiba—bahwa menunggu itu sendiri adalah bagian dari hadiah.

Selamat merawat sunyi di tengah bisingnya dunia.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna puasapuasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Ribuan Warga Mataram Sambut Meriah Bintang MotoGP dalam Riders Parade

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.