Jumat, 17 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan

by A. Burhany
20/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
sisipan-2

Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya tempat saya pernah menumpang hidup, kesunyian adalah barang mewah. Harganya jauh lebih mahal dari secangkir kopi artisan.

Kita dikepung dari segala penjuru: knalpot kendaraan, notifikasi yang berdentang di saku celana setiap beberapa menit, dan yang paling melelahkan—riuhnya percakapan di dalam kepala kita sendiri.

Kita hidup dalam kecepatan yang gila. Berhenti sejenak sering dianggap kerapuhan, bahkan kekalahan. Lalu Ramadan datang, dan seperti ada tangan tak kasat mata yang menekan tombol mute pada seluruh rutinitas kita.

Memang, atmosfer Ramadan di kota besar tidak sekental di kampung-kampung. Kesibukan di jam kerja nyaris tak berubah. Tapi ada sesuatu yang diam-diam berbeda—sesuatu yang terjadi di dalam, bukan di luar.

Di hari kedua ini, saya teringat seorang petani di lereng desa yang jauh dari jangkauan sinyal 4G.

Di kota, kita mengeluh karena harus menahan lapar selama tiga belas jam. Tapi bagi petani itu, hidup memang selalu tentang menunggu yang jauh lebih panjang: menunggu musim berganti, menunggu hujan turun, menunggu benih yang ia tanam untuk akhirnya bicara pada tanah.

Ada kontras yang tajam di sana. Tapi ada akar yang sama.

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - image 1

Eksekutif di kawasan SCBD yang menahan lapar di sela rapat Zoom, dan petani yang menyeka keringat di bawah pohon kelapa—keduanya sedang berada dalam frekuensi yang sama. Mereka sedang belajar sesuatu yang mulai punah di abad ini: seni menunggu dengan bermartabat. Menunggu tanpa mendikte apa atau siapa yang harus datang.

Kita sudah lama kehilangan otot itu.

World Cup 2026

Dalam kehidupan modern, hampir setiap keinginan bisa dipenuhi saat itu juga. Lapar? Buka aplikasi, makanan datang dalam tiga puluh menit. Haus? Ada dispenser di sudut ruangan. Nafsu fisik jarang dibiarkan menunggu terlalu lama. Kita terbiasa menjadi tuan atas keinginan kita sendiri—dan justru di situlah kita mulai lemah.

Puasa memulangkan kita pada fitrah petani. Ia mengingatkan bahwa ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa dibeli atau dipercepat. Kita boleh punya uang untuk membeli seluruh menu restoran paling mahal di kota. Tapi di hadapan waktu—di hadapan detik-detik menuju Magrib—kita semua sama-sama tak berdaya. Kita semua adalah penunggu.

Dan menjadi penunggu, ternyata, adalah salah satu latihan kemanusiaan yang paling jujur.

Bagi Anda yang mungkin tidak menjalani ritual ini secara religius, esensi ini tetap relevan. Puasa adalah mindfulness dalam bentuknya yang paling radikal: mengosongkan diri dari kebisingan luar supaya kita bisa mendengar suara dari dalam yang selama ini tenggelam.

Ada kerinduan purba yang menyatukan kita semua. Petani merindukan hujan karena hujan adalah perjumpaannya dengan keberlangsungan hidup. Kita merindukan Magrib karena di sana ada perjumpaan dengan diri kita yang paling jujur—diri yang sudah cukup lama kita abaikan.

Jika kemarin kita bicara tentang niat sebagai arsitektur, maka hari ini kita bicara tentang kesunyian sebagai ruang tamunya. Ruang di mana kita akhirnya bisa duduk, diam, dan mendengar.

Dalam lapar dan haus yang kita rasakan hari ini, coba jangan terburu-buru mengutuk teriknya matahari atau lambatnya jarum jam. Coba dengarkan suara dari kekosongan itu. Di pedesaan, kesunyian adalah guru. Di kota, kesunyian adalah obat.

Entah Anda sedang menatap kemacetan dari balik kaca jendela kantor, atau menatap cakrawala di tepi sawah—kita sedang melakukan hal yang sama: merawat rindu.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Sebab hanya mereka yang berani menanggung haus yang benar-benar mengerti betapa sucinya rasa seteguk air. Dan hanya mereka yang sabar dalam penantian yang akan merasakan—ketika perjumpaan itu akhirnya tiba—bahwa menunggu itu sendiri adalah bagian dari hadiah.

Selamat merawat sunyi di tengah bisingnya dunia.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna puasapuasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • featured 1_tn1

    Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Pendidikan Anti-Korupsi di Sekolah: Membangun Generasi Jujur Sejak Usia Dini

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Prediksi Argentina vs Swiss: Duel Juara Bertahan Melawan Kuda Hitam di Perempat Final Piala Dunia 2026

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Mandarin Haircut vs Two Block vs French Crop: Pilih Gaya Rambut Pria Terbaik

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Ketika Anak Muda Menulis Ulang Wajah Pertanian Indonesia dengan Drone, Data, dan Determinasi

    478 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    685 shares
    Share 274 Tweet 171
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    482 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Agen Subsidi Desa Tetap Aman: Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Utama Barang Subsidi dan Bantuan Pemerintah

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.