Sabtu, 8 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan

by A. Burhany
20/02/2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
sisipan-2

Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya tempat saya pernah menumpang hidup, kesunyian adalah barang mewah. Harganya jauh lebih mahal dari secangkir kopi artisan.

Kita dikepung dari segala penjuru: knalpot kendaraan, notifikasi yang berdentang di saku celana setiap beberapa menit, dan yang paling melelahkan—riuhnya percakapan di dalam kepala kita sendiri.

Kita hidup dalam kecepatan yang gila. Berhenti sejenak sering dianggap kerapuhan, bahkan kekalahan. Lalu Ramadan datang, dan seperti ada tangan tak kasat mata yang menekan tombol mute pada seluruh rutinitas kita.

Memang, atmosfer Ramadan di kota besar tidak sekental di kampung-kampung. Kesibukan di jam kerja nyaris tak berubah. Tapi ada sesuatu yang diam-diam berbeda—sesuatu yang terjadi di dalam, bukan di luar.

Di hari kedua ini, saya teringat seorang petani di lereng desa yang jauh dari jangkauan sinyal 4G.

Di kota, kita mengeluh karena harus menahan lapar selama tiga belas jam. Tapi bagi petani itu, hidup memang selalu tentang menunggu yang jauh lebih panjang: menunggu musim berganti, menunggu hujan turun, menunggu benih yang ia tanam untuk akhirnya bicara pada tanah.

Ada kontras yang tajam di sana. Tapi ada akar yang sama.

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - image 1

Eksekutif di kawasan SCBD yang menahan lapar di sela rapat Zoom, dan petani yang menyeka keringat di bawah pohon kelapa—keduanya sedang berada dalam frekuensi yang sama. Mereka sedang belajar sesuatu yang mulai punah di abad ini: seni menunggu dengan bermartabat. Menunggu tanpa mendikte apa atau siapa yang harus datang.

Kita sudah lama kehilangan otot itu.

Dalam kehidupan modern, hampir setiap keinginan bisa dipenuhi saat itu juga. Lapar? Buka aplikasi, makanan datang dalam tiga puluh menit. Haus? Ada dispenser di sudut ruangan. Nafsu fisik jarang dibiarkan menunggu terlalu lama. Kita terbiasa menjadi tuan atas keinginan kita sendiri—dan justru di situlah kita mulai lemah.

Puasa memulangkan kita pada fitrah petani. Ia mengingatkan bahwa ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa dibeli atau dipercepat. Kita boleh punya uang untuk membeli seluruh menu restoran paling mahal di kota. Tapi di hadapan waktu—di hadapan detik-detik menuju Magrib—kita semua sama-sama tak berdaya. Kita semua adalah penunggu.

Dan menjadi penunggu, ternyata, adalah salah satu latihan kemanusiaan yang paling jujur.

Bagi Anda yang mungkin tidak menjalani ritual ini secara religius, esensi ini tetap relevan. Puasa adalah mindfulness dalam bentuknya yang paling radikal: mengosongkan diri dari kebisingan luar supaya kita bisa mendengar suara dari dalam yang selama ini tenggelam.

Ada kerinduan purba yang menyatukan kita semua. Petani merindukan hujan karena hujan adalah perjumpaannya dengan keberlangsungan hidup. Kita merindukan Magrib karena di sana ada perjumpaan dengan diri kita yang paling jujur—diri yang sudah cukup lama kita abaikan.

Jika kemarin kita bicara tentang niat sebagai arsitektur, maka hari ini kita bicara tentang kesunyian sebagai ruang tamunya. Ruang di mana kita akhirnya bisa duduk, diam, dan mendengar.

Dalam lapar dan haus yang kita rasakan hari ini, coba jangan terburu-buru mengutuk teriknya matahari atau lambatnya jarum jam. Coba dengarkan suara dari kekosongan itu. Di pedesaan, kesunyian adalah guru. Di kota, kesunyian adalah obat.

Entah Anda sedang menatap kemacetan dari balik kaca jendela kantor, atau menatap cakrawala di tepi sawah—kita sedang melakukan hal yang sama: merawat rindu.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Sebab hanya mereka yang berani menanggung haus yang benar-benar mengerti betapa sucinya rasa seteguk air. Dan hanya mereka yang sabar dalam penantian yang akan merasakan—ketika perjumpaan itu akhirnya tiba—bahwa menunggu itu sendiri adalah bagian dari hadiah.

Selamat merawat sunyi di tengah bisingnya dunia.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna puasapuasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • “Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Parfum Lokal Wangi Mewah, Harga Terjangkau!

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.