Senin, 7 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu

by Redaktur
02/06/2026
in Ekonomi dan Bisnis, Finansial
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1778969641-a6ea15bd1c68ace5

Pemberlakuan kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di dalam negeri sejak Senin, 1 Juni 2026, disambut dengan penguatan nilai tukar Rupiah di pasar domestik. Mata uang Garuda berhasil membukukan apresiasi 76 poin, mengakhiri perdagangan di level Rp 17.805 per Dolar AS. Meskipun demikian, para pelaku pasar dan pengamat masih menahan napas, menantikan bukti nyata efektivitas kebijakan ini dalam menopang stabilitas nilai tukar Rupiah dalam jangka panjang, mengingat sentimen pasar global yang masih menjadi faktor dominan.

  • Rupiah menguat 76 poin ke Rp 17.805 per Dolar AS pada 1 Juni 2026.
  • Penguatan terjadi bertepatan dengan hari pertama aturan baru DHE SDA berlaku.
  • Aturan mewajibkan eksportir SDA menempatkan devisa hasil ekspor di dalam negeri.
  • Pengamat pasar uang menilai kebijakan ini berkontribusi pada penguatan awal.
  • Namun, sentimen geopolitik global masih menjadi perhatian utama investor.

Wartakita.id – Senin, 1 Juni 2026, menandai dimulainya era baru dalam pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia. Pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026, yang merupakan perubahan ketiga atas PP Nomor 36 Tahun 2023, mewajibkan seluruh eksportir SDA untuk menempatkan devisa mereka di dalam negeri dengan tingkat kepatuhan 100 persen. Kebijakan ini disambut oleh penguatan nilai tukar Rupiah di pasar keuangan domestik, yang berhasil ditutup menguat 76 poin ke posisi Rp 17.805 per Dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp 17.880 per Dolar AS.

Dampak Awal Kebijakan DHE SDA Terhadap Rupiah

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa penerapan aturan baru DHE SDA menjadi salah satu faktor krusial di balik penguatan Rupiah pada awal pekan ini. Menurutnya, kewajiban menempatkan dana hasil ekspor di perbankan domestik, khususnya Himpunan Bank Negara (Himbara), memberikan suntikan likuiditas valuta asing yang signifikan bagi pasar domestik. “Yang membuat Rupiah hari ini mengalami penguatan adalah penerapan aturan baru DHE yang harus terparkir di perbankan Himbara. Ini cukup bagus,” ujar Ibrahim.

Namun, Ibrahim mengingatkan bahwa penguatan yang terjadi belum tentu berlanjut dalam jangka panjang. Perhatian utama para investor global saat ini masih tertuju pada dinamika geopolitik internasional, terutama tensi antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi besar memengaruhi pergerakan Dolar AS. “Sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang menentukan arah Rupiah. Karena itu, kebijakan DHE belum tentu mampu sepenuhnya meredam tekanan dari luar negeri. Ini hanya bersifat sementara,” tegasnya.

Detail Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026

Pemerintah secara resmi memberlakukan PP Nomor 21 Tahun 2026 mulai 1 Juni 2026. Aturan ini menetapkan kewajiban bagi eksportir SDA untuk merepatriasi DHE ke dalam negeri dengan tingkat kepatuhan 100 persen. Untuk sektor nonmigas, dana wajib ditempatkan dalam rekening khusus di dalam negeri selama minimal 12 bulan. Sementara itu, eksportir komoditas minyak dan gas (migas) diwajibkan menempatkan minimal 30 persen DHE SDA mereka selama tiga bulan.

Pemerintah memiliki harapan besar bahwa kebijakan ini akan memperkuat cadangan devisa, menjaga likuiditas valuta asing, serta menopang stabilitas nilai tukar Rupiah. Namun, pasar masih menantikan bukti nyata efektivitas implementasinya, termasuk tingkat kepatuhan eksportir dan sejauh mana kebijakan ini mampu meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri.

Insentif Pajak untuk Kepatuhan Eksportir

Untuk mendorong kepatuhan para eksportir, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan adanya insentif pajak yang menarik. Para pengusaha yang patuh menempatkan DHE SDA pada sistem keuangan dalam negeri berhak mendapatkan insentif pajak hingga 0 persen. “Pemerintah memberikan fasilitas perpajakan bagi eksportir yang patuh menempatkan DHE SDA di dalam negeri. Ini meliputi tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang lebih rendah dibandingkan instrumen investasi reguler,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Besaran tarif dan insentif pajak yang diberikan akan disesuaikan dengan jangka waktu penempatan dana oleh masing-masing pelaku usaha. Purbaya menjelaskan bahwa insentif pemotongan PPh hingga 0 persen pada penempatan DHE SDA ini jauh lebih menguntungkan bagi eksportir dibandingkan jika dana ditempatkan pada instrumen investasi reguler lainnya, yang biasanya dikenakan pajak hingga 20 persen. “Biasanya kalau di bond (obligasi), yield (imbal hasil)-nya dikenakan pajak 20 persen. Kalau menempatkan dananya dari DHE SDA, maka pajak instrumen itu 0 persen,” jelasnya.

Relaksasi dan Pengecualian dalam Penempatan DHE

Penempatan dana hasil ekspor wajib dilakukan melalui rekening bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara). Selain itu, pemerintah juga membatasi konversi DHE SDA dalam valuta asing (valas) ke Rupiah maksimal sebesar 50 persen.

Namun, terdapat relaksasi bagi eksportir di sektor pertambangan migas dan nonmigas yang memiliki pembeli (buyer) dari negara mitra dagang Indonesia yang telah menjalin perjanjian bilateral maupun kerja sama perdagangan. “Eksportir yang sudah terikat perjanjian bilateral diperbolehkan menempatkan sebagian DHE SDA pada bank non-Himbara. Porsi penempatan pada bank non-Himbara maksimal sebesar 30 persen dengan jangka waktu penempatan paling lama tiga bulan,” imbuh Purbaya.

Dengan adanya berbagai insentif dan relaksasi tersebut, pemerintah berharap kebijakan DHE SDA dapat berjalan efektif dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, mulai dari penguatan cadangan devisa hingga stabilitas nilai tukar Rupiah. Namun, evaluasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk mengukur keberhasilan penuh dari kebijakan strategis ini.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Menkeu Purbaya Akui Kelas Menengah Tertekan, Strategi Genjot Ekonomi Nasional Diungkap

OJK Perluas Akses Pendanaan Produktif UMKM: Pindar Jadi Penopang Krusial di Tengah Lonjakan Pembiayaan

Pajak Marketplace Ditunda Hingga Waktu yang Belum Ditentukan: Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Perputaran Uang Judi Online Semester I 2026 Capai Rp 86,8 Triliun: Penurunan Nominal, Lonjakan Transaksi, dan Modus Mikro

Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250: Perang Melawan Pemborosan Uang Rakyat

Tags: Aturan Devisa Hasil EksporDevisa Hasil EksporDolar ASEkonomi IndonesiaKebijakan Moneterrupiah
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

BRI Makassar Berdayakan 90 Difabel Lewat Program Magang Kerja: Peluang Berkarier Terbuka Lebar

06/09/2026
Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) 2027 Akan Dipangkas di Bawah Rp200 Triliun, BGN Ungkap Strategi Efisiensi

04/09/2026
Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

Menkeu Purbaya Akui Kelas Menengah Tertekan, Strategi Genjot Ekonomi Nasional Diungkap

04/09/2026
Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

Kopdes Merah Putih “Cicil” Sebelum Beroperasi, Menkop Ferry Juliantono Ditekan DPR

04/09/2026
Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

Makassar Cooperative Expo 2026 Resmi Dibuka: Momentum Koperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan Makassar

30/08/2026
Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

OJK Perluas Akses Pendanaan Produktif UMKM: Pindar Jadi Penopang Krusial di Tengah Lonjakan Pembiayaan

27/08/2026
Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

Harga Emas di Pegadaian Melonjak: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik Hari Ini

26/08/2026
Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam

25/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor Diterapkan: Rupiah Menguat Sementara, Evaluasi Jangka Panjang Ditunggu - Featured

    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    215 shares
    Share 86 Tweet 54
  • PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Panduan Lengkap: Jenis Rambut dan Faktor Penentunya

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Sistem: Jadwal dan Wilayah Terdampak Pengaturan Beban Listrik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hair Tonic dan Kesuburan Rambut, Manfaat dan Cara Pakai yang Tepat

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.