Jumat, 2 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik

by Redaktur
02/06/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1779401953-3c257e68c3c7c671

Nilai tukar Rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, terperosok ke level Rp 17.839 per Dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai penurunan sebesar 34 poin dibandingkan hari sebelumnya, menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas mata uang nasional di tengah gejolak ekonomi global dan isu geopolitik yang memanas. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut dengan volatilitas tinggi di hari-hari mendatang, dipengaruhi oleh sentimen negatif dari berbagai sumber.

  • Rupiah Melemah: Penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, Rupiah berada di level Rp 17.839 per USD, terdepresiasi 34 poin.
  • Prediksi Volatilitas: Analis memprediksi Rupiah akan bergerak fluktuatif dengan potensi ditutup melemah di rentang Rp 17.840-Rp 17.900 per USD.
  • Faktor Eksternal: Ketegangan di Timur Tengah, terutama antara Iran dan Amerika Serikat, serta konflik Israel-Hizbullah menjadi pemicu utama pelemahan Dolar AS.
  • Faktor Internal: Data inflasi Mei 2026 sebesar 3,08% (yoy) dan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) juga turut memengaruhi sentimen pasar domestik.
  • Sektor Manufaktur: Indikator PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada Mei 2026, menunjukkan potensi pemulihan industri.

Wartakita.id – Mata uang Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan sesi Selasa, 2 Juni 2026, mencatat rekor pelemahan di angka Rp 17.839 per Dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan penurunan tajam sebesar 34 poin dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya, mengindikasikan tren pelemahan yang terus berlanjut dan mengikis nilai tukar mata uang Garuda. Pergerakan Rupiah yang kian merosot ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan ekonomi.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, dalam analisis rutinnya pada Selasa, 2 Juni 2026, memberikan proyeksi mengenai pergerakan Rupiah untuk sesi perdagangan mendatang. “Saya memprediksi Rupiah bakal bergerak fluktuatif pada perdagangan besok. Namun, secara keseluruhan, mata uang kita diperkirakan akan ditutup melemah di rentang Rp 17.840 hingga Rp 17.900 per dolar AS,” ujar Ibrahim. Prediksi ini menyoroti ketidakpastian yang terus membayangi pergerakan Rupiah, yang sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global maupun domestik.

Analisis Data Kurs dan Sentimen Pasar

Data resmi dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Selasa, 2 Juni 2026, mencatat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berada di level Rp 17.863. Angka ini sedikit berbeda dengan kurs transaksi jual beli Dolar AS yang ditetapkan oleh Bank Indonesia di hari yang sama, yaitu sebesar Rp 17.972. Perbedaan ini mengindikasikan adanya variasi dalam penetapan kurs di pasar antarbank dan pasar ritel, namun secara umum menunjukkan tren pelemahan yang konsisten.

Faktor Geopolitik Global Memicu Pelemahan Rupiah

Pelemahan Rupiah ini tidak terlepas dari penguatan nilai tukar Dolar AS di pasar global. Menurut Ibrahim Assuabi, salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan kurs mata uang secara global saat ini adalah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi ini semakin memanas dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengindikasikan adanya pembicaraan yang masih berlangsung dengan Iran. Namun, di sisi lain, Teheran dilaporkan telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington, menambah ketidakpastian.

Di samping itu, konflik yang terus berkecamuk antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon berpotensi besar untuk meluas dan menimbulkan ketidakstabilan regional yang lebih parah. Iran sendiri sempat melontarkan ancaman untuk menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat dan mengambil tindakan tegas apabila Israel terus melanjutkan serangan di wilayah Lebanon. Ancaman tersebut menciptakan iklim ketidakpastian yang tinggi, mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti Dolar AS, sehingga memperkuat mata uang Paman Sam terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Dampak Data Ekonomi Domestik terhadap Stabilitas Rupiah

Sementara gejolak geopolitik internasional menjadi sorotan utama, kondisi domestik juga memberikan sentimen yang perlu dicermati. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data inflasi Indonesia untuk periode Mei 2026. Tercatat, inflasi tahunan (year on year/yoy) berada di angka 3,08 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami sedikit kenaikan menjadi 111,40, dibandingkan dengan bulan sebelumnya (April 2026) yang tercatat sebesar 111,09. Angka inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) mencapai 1,35 persen, sementara inflasi bulanan tercatat sebesar 0,28 persen.

Sektor Manufaktur Menunjukkan Sinyal Pemulihan

Di tengah kekhawatiran pelemahan Rupiah dan inflasi, terdapat kabar positif dari sektor manufaktur Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru dari S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia untuk bulan Mei 2026 menunjukkan tren perbaikan yang signifikan. PMI Manufaktur Indonesia berhasil naik ke level 50,0, yang menandakan kembali masuknya sektor manufaktur ke dalam zona ekspansi. Angka ini merupakan perbaikan yang cukup berarti setelah sebelumnya terkontraksi di angka 49,1 pada bulan April 2026.

Kembalinya PMI Manufaktur ke zona ekspansi ini dapat diartikan sebagai sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam aktivitas produksi, pesanan baru, dan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur. Pemulihan ini, meskipun belum cukup kuat untuk sepenuhnya menahan pelemahan Rupiah, setidaknya memberikan sedikit optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang. Keberlanjutan tren positif di sektor manufaktur ini akan sangat bergantung pada stabilitas makroekonomi dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan global.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Waspadai Risiko Lonjakan Harga Pangan Akhir 2026: Strategi Efisiensi Distribusi dan Ujian Daya Beli Masyarakat

Pemprov Sulsel dan Perbankan Syariah Perkuat SRG Jaga Harga Pangan

Harga Beras Premium Naik 15% Jelang Akhir Tahun 2026, Ini Penyebabnya

Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Sektor UMKM

Kelangkaan BBM Hantam Makassar: Harga Sembako Meroket Akibat Lonjakan Biaya Angkut

Tags: Dolar ASEkonomiInflasikursrupiahRupiah melemah
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Pemerintah Dorong Produksi Jagung Nasional, Sasar Desa Pesisir dan Terpencil

01/10/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Waspadai Risiko Lonjakan Harga Pangan Akhir 2026: Strategi Efisiensi Distribusi dan Ujian Daya Beli Masyarakat

01/10/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Pemprov Sulsel dan Perbankan Syariah Perkuat SRG Jaga Harga Pangan

01/10/2026
the-rinra2-_wartakita

Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus PKWT, Menko Pangan: Memberikan Kepastian Kerja

30/09/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Terkait Fasilitas Mewah

28/09/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

26/09/2026
semangka-5

Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

25/09/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

OJK dan Kemendikdasmen Integrasikan Literasi Keuangan Digital dan Syariah ke Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah

25/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

    Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Oops! Noda Cat Rambut Nempel di Baju? Salwa Punya Jurus Anti-Gagal Nih!

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    818 shares
    Share 327 Tweet 205
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.