Senin, 7 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik

by Redaktur
02/06/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1779401953-3c257e68c3c7c671

Nilai tukar Rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, terperosok ke level Rp 17.839 per Dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai penurunan sebesar 34 poin dibandingkan hari sebelumnya, menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas mata uang nasional di tengah gejolak ekonomi global dan isu geopolitik yang memanas. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut dengan volatilitas tinggi di hari-hari mendatang, dipengaruhi oleh sentimen negatif dari berbagai sumber.

  • Rupiah Melemah: Penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, Rupiah berada di level Rp 17.839 per USD, terdepresiasi 34 poin.
  • Prediksi Volatilitas: Analis memprediksi Rupiah akan bergerak fluktuatif dengan potensi ditutup melemah di rentang Rp 17.840-Rp 17.900 per USD.
  • Faktor Eksternal: Ketegangan di Timur Tengah, terutama antara Iran dan Amerika Serikat, serta konflik Israel-Hizbullah menjadi pemicu utama pelemahan Dolar AS.
  • Faktor Internal: Data inflasi Mei 2026 sebesar 3,08% (yoy) dan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) juga turut memengaruhi sentimen pasar domestik.
  • Sektor Manufaktur: Indikator PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada Mei 2026, menunjukkan potensi pemulihan industri.

Wartakita.id – Mata uang Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan sesi Selasa, 2 Juni 2026, mencatat rekor pelemahan di angka Rp 17.839 per Dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan penurunan tajam sebesar 34 poin dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya, mengindikasikan tren pelemahan yang terus berlanjut dan mengikis nilai tukar mata uang Garuda. Pergerakan Rupiah yang kian merosot ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan ekonomi.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, dalam analisis rutinnya pada Selasa, 2 Juni 2026, memberikan proyeksi mengenai pergerakan Rupiah untuk sesi perdagangan mendatang. “Saya memprediksi Rupiah bakal bergerak fluktuatif pada perdagangan besok. Namun, secara keseluruhan, mata uang kita diperkirakan akan ditutup melemah di rentang Rp 17.840 hingga Rp 17.900 per dolar AS,” ujar Ibrahim. Prediksi ini menyoroti ketidakpastian yang terus membayangi pergerakan Rupiah, yang sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global maupun domestik.

Analisis Data Kurs dan Sentimen Pasar

Data resmi dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Selasa, 2 Juni 2026, mencatat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berada di level Rp 17.863. Angka ini sedikit berbeda dengan kurs transaksi jual beli Dolar AS yang ditetapkan oleh Bank Indonesia di hari yang sama, yaitu sebesar Rp 17.972. Perbedaan ini mengindikasikan adanya variasi dalam penetapan kurs di pasar antarbank dan pasar ritel, namun secara umum menunjukkan tren pelemahan yang konsisten.

Faktor Geopolitik Global Memicu Pelemahan Rupiah

Pelemahan Rupiah ini tidak terlepas dari penguatan nilai tukar Dolar AS di pasar global. Menurut Ibrahim Assuabi, salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan kurs mata uang secara global saat ini adalah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi ini semakin memanas dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengindikasikan adanya pembicaraan yang masih berlangsung dengan Iran. Namun, di sisi lain, Teheran dilaporkan telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington, menambah ketidakpastian.

Di samping itu, konflik yang terus berkecamuk antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon berpotensi besar untuk meluas dan menimbulkan ketidakstabilan regional yang lebih parah. Iran sendiri sempat melontarkan ancaman untuk menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat dan mengambil tindakan tegas apabila Israel terus melanjutkan serangan di wilayah Lebanon. Ancaman tersebut menciptakan iklim ketidakpastian yang tinggi, mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti Dolar AS, sehingga memperkuat mata uang Paman Sam terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Dampak Data Ekonomi Domestik terhadap Stabilitas Rupiah

Sementara gejolak geopolitik internasional menjadi sorotan utama, kondisi domestik juga memberikan sentimen yang perlu dicermati. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data inflasi Indonesia untuk periode Mei 2026. Tercatat, inflasi tahunan (year on year/yoy) berada di angka 3,08 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami sedikit kenaikan menjadi 111,40, dibandingkan dengan bulan sebelumnya (April 2026) yang tercatat sebesar 111,09. Angka inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) mencapai 1,35 persen, sementara inflasi bulanan tercatat sebesar 0,28 persen.

Sektor Manufaktur Menunjukkan Sinyal Pemulihan

Di tengah kekhawatiran pelemahan Rupiah dan inflasi, terdapat kabar positif dari sektor manufaktur Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru dari S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia untuk bulan Mei 2026 menunjukkan tren perbaikan yang signifikan. PMI Manufaktur Indonesia berhasil naik ke level 50,0, yang menandakan kembali masuknya sektor manufaktur ke dalam zona ekspansi. Angka ini merupakan perbaikan yang cukup berarti setelah sebelumnya terkontraksi di angka 49,1 pada bulan April 2026.

Kembalinya PMI Manufaktur ke zona ekspansi ini dapat diartikan sebagai sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam aktivitas produksi, pesanan baru, dan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur. Pemulihan ini, meskipun belum cukup kuat untuk sepenuhnya menahan pelemahan Rupiah, setidaknya memberikan sedikit optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang. Keberlanjutan tren positif di sektor manufaktur ini akan sangat bergantung pada stabilitas makroekonomi dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan global.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Ekonomi Sulawesi Menggeliat: Kawasan Industri Hijau dan Hilirisasi Mineral Pacu Pertumbuhan Nasional Menuju 2026

Deflasi 0,18 Persen di Sulsel Awal Juli 2026: Mengurai Penyebab dan Implikasinya

Rupiah Mendunia: Indonesia & Hong Kong Jalin Kesepakatan Transaksi Mata Uang Lokal

Dolar AS Tembus Rp 18.100: Analisis Mendalam Pelemahan Rupiah di Awal Perdagangan

Rupiah Sentuh Rp18.000/USD: Pengusaha Respons dengan Efisiensi dan Pertimbangkan Hiring Freeze

Tags: Dolar ASEkonomiInflasikursrupiahRupiah melemah
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

BRI Makassar Berdayakan 90 Difabel Lewat Program Magang Kerja: Peluang Berkarier Terbuka Lebar

06/09/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) 2027 Akan Dipangkas di Bawah Rp200 Triliun, BGN Ungkap Strategi Efisiensi

04/09/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Menkeu Purbaya Akui Kelas Menengah Tertekan, Strategi Genjot Ekonomi Nasional Diungkap

04/09/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Kopdes Merah Putih “Cicil” Sebelum Beroperasi, Menkop Ferry Juliantono Ditekan DPR

04/09/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Makassar Cooperative Expo 2026 Resmi Dibuka: Momentum Koperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan Makassar

30/08/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

OJK Perluas Akses Pendanaan Produktif UMKM: Pindar Jadi Penopang Krusial di Tengah Lonjakan Pembiayaan

27/08/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

Harga Emas di Pegadaian Melonjak: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik Hari Ini

26/08/2026
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam

25/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Rupiah Tertekan di Level Rp 17.839, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Data Inflasi Domestik - Featured

    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    215 shares
    Share 86 Tweet 54
  • PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Panduan Lengkap: Jenis Rambut dan Faktor Penentunya

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Sistem: Jadwal dan Wilayah Terdampak Pengaturan Beban Listrik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hair Tonic dan Kesuburan Rambut, Manfaat dan Cara Pakai yang Tepat

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.