Jumat, 22 Mei 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing

by Warteknet
27/12/2025
in Berita Terkini
Reading Time: 4 mins read
A A
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Wartakita.id – Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) masih terperangkap dalam jaringan penipuan online (online scam) di Kamboja. Data terbaru dari Bareskrim Polri menyebutkan, diperkirakan ada sekitar 600 WNI yang diduga dipaksa bekerja untuk sindikat tersebut, mayoritas dikendalikan oleh warga negara asing.

Informasi ini dihimpun dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, yang terus berupaya memfasilitasi pemulangan para korban. Kepada wartawan, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni, membenarkan adanya temuan ini.

“Setelah berkoordinasi dengan KBRI Kamboja dan otoritas Imigrasi Kamboja, kesembilan korban berhasil mendapatkan izin keluar. Karena tidak mudah, tentunya di sana masih ada warga negara kita kurang lebih 600 orang, menurut informasi dari kedutaan,” ujar Irhamni usai konferensi pers pemulangan sembilan WNI di Bareskrim Polri, Jumat (26/12).

Jaringan Kompleks, Korban Tersebar

Brigjen Pol. Irhamni menjelaskan bahwa ke-600 WNI yang masih terjebak itu tidak semuanya berada dalam satu jaringan atau perusahaan yang sama. Mereka tersebar di berbagai tim dan lokasi berbeda di Kamboja.

“Ada satu dari saudara kita yang hadir di sini itu bergabung dengan 40 orang warga negara kita. Ada satunya lagi 30 orang. Jadi total kurang lebih 600 orang itu ada yang satu tim juga, tetapi tim-tim yang lain juga banyak di sana,” tuturnya.

Lebih lanjut, Irhamni mengungkapkan bahwa sindikat yang mempekerjakan para WNI ini dikendalikan oleh pihak asing, khususnya dari Tiongkok.

“Kebetulan bosnya adalah dari luar negeri juga, dari China. Tidak dari warga lokal Kamboja,” tegas Irhamni.

Upaya Pemulangan dan Pencegahan

Polri bertekad untuk menghimpun data yang lebih lengkap mengenai ratusan WNI tersebut. Data yang dibutuhkan mencakup asal daerah, kondisi terkini, lokasi kerja, serta jenis pekerjaan yang mereka jalani.

“Harapannya ke depan, data 600 orang itu lengkap. Dari mana asalnya, bagaimana kondisinya di sana, kemudian bekerja di mana, lengkap sekali,” harap Irhamni.

Koordinasi lintas instansi, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi kunci utama. Polri akan melibatkan berbagai stakeholder di Indonesia seperti Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Hubungan Internasional (Hubinter), dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Oleh sebab itu, mohon dukungan dari semua pihak yang ada, sehingga kami bisa melaksanakan lanjutan dari sembilan orang ini. Kurang lebih 600 orang masih ada di sana,” imbuhnya.

Selain upaya pemulangan, Polri juga menekankan pentingnya langkah pencegahan dan penegakan hukum yang tegas di Kamboja. Koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendorong aparat penegak hukum Kamboja agar lebih proaktif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Menlu tadi juga untuk mendorong penegak hukum Kamboja, Kepolisian Kamboja, melakukan penegakan hukum di sana, sehingga nanti kami tinggal melakukan penegakan hukum kepada pihak yang merekrut di Indonesianya,” jelas Irhamni.

Sinergi lintas negara diharapkan dapat memberantas praktik perdagangan orang dan kejahatan online scam, serta mencegah para pelaku merekrut WNI untuk dikirim ke luar negeri.

Peran Anda: Waspada dan Laporkan

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang mencurigakan, terutama yang menjanjikan gaji tinggi di luar negeri tanpa proses rekrutmen yang jelas.

Jika Anda atau keluarga/kerabat mengetahui adanya WNI yang terjebak atau menjadi korban, jangan ragu untuk melaporkan kepada pihak berwenang atau KBRI terdekat.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  • Berapa banyak WNI yang diduga terjebak jaringan online scam di Kamboja?
    Berdasarkan informasi dari KBRI Phnom Penh, diperkirakan ada sekitar 600 WNI yang masih terjebak.
  • Siapa yang mengendalikan jaringan online scam tersebut?
    Menurut Bareskrim Polri, jaringan ini dikendalikan oleh pihak asing, khususnya dari Tiongkok.
  • Bagaimana proses pemulangan WNI yang menjadi korban?
    Proses pemulangan membutuhkan koordinasi lintas instansi antara KBRI Kamboja, otoritas Imigrasi Kamboja, dan pihak terkait di Indonesia.
  • Apa yang dilakukan Polri untuk mengatasi masalah ini?
    Polri berupaya menghimpun data korban secara lengkap, melakukan koordinasi dengan stakeholder di Indonesia, serta mendorong penegakan hukum di Kamboja.
  • Bagaimana cara masyarakat berkontribusi dalam pencegahan?
    Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran pekerjaan mencurigakan dan melaporkan jika mengetahui adanya korban atau potensi rekrutmen ilegal.

BACA JUGA:

Eks Kasat Narkoba Kutai Barat Ditetapkan Jadi Tersangka TPPU Narkoba oleh Bareskrim Polri

Doris Candra: Kisah Kelam WNI yang Nyaris Dibuang ke Laut Akibat Penipuan Bisnis Timah di Malaysia

Markas Judi Online Ratusan WNA di Hayam Wuruk Dibongkar: Susno Duadji Minta Pengusutan Tuntas Hingga ke ‘Backing’

Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Plaza Digerebek, Brimob Jaga Ketat Gedung

Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Atas Dugaan Pemotongan Video Jusuf Kalla, PSI Tak Beri Bantuan Hukum

Tags: Bareskrim PolriKambojaKBRI Phnom PenhKejahatan SiberOnline Scampencegahanperdagangan orangWNI terjebak
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Eks Kasat Narkoba Kutai Barat Ditetapkan Jadi Tersangka TPPU Narkoba oleh Bareskrim Polri

20/05/2026
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Israel Tahan 40 Kapal Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, 9 WNI di Antara 332 Orang yang Ditahan

20/05/2026
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Bromocorah yang Tembak Polisi di Lampung Ditembak Mati, Diduga Resindivis Lintas Pengadilan

20/05/2026
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Kecewa Tuntutan 5 Tahun Penjara, Eks Wamenaker Noel Sesalkan Tidak Korupsi Lebih Banyak

19/05/2026
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Menkeu Purbaya Jelaskan Lelucon Prabowo Soal Dolar di Desa: “Untuk Menghibur Rakyat”

19/05/2026
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Intersepsi Misi Kemanusiaan: Israel Tangkap Sembilan WNI, Kemlu Tuntut Pembebasan Segera

19/05/2026
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Bedah Artikel The Economist: Ancaman Krisis Ekonomi dan Demokrasi Indonesia di Era Prabowo?

18/05/2026
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Doris Candra: Kisah Kelam WNI yang Nyaris Dibuang ke Laut Akibat Penipuan Bisnis Timah di Malaysia

17/05/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • 600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

    Intersepsi Misi Kemanusiaan: Israel Tangkap Sembilan WNI, Kemlu Tuntut Pembebasan Segera

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Dekranasda Kota Makassar Meriahkan Parade Budaya di Solo dengan Pesona Kuliner

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Review Samsung Galaxy S20 FE, Lebih Murah dari Galaxy S20

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Tantangan dalam Membangun Smart City: Antara Teknologi dan Realita

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Simak Petunjuk BNPB Saat Puting Beliung

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Daftar Rumah Sakit dan Bidan Penerima Vaksin Palsu

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • NIKKOR Z 35mm f/1.4: Cahaya Berlimpah dengan Harga Terjangkau

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Pocari Sweat Run Edisi 10 Tahun Ukir Sejarah Baru

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Pelindo IV Gelar Jalan Sehat Dan Nonton Bareng

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Lee Jae-myung: Tiongkok Salip Korea Selatan di Sektor Teknologi, Hubungan Ekonomi Perlu Disesuaikan

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.