Sabtu, 17 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Menjunjung dan Memikul

Uluada terdiri dari dua kata, "Ulu" yang berarti utama, kepala, adiluhung, "Ada" atau ade' berarti kata, yang pernah diikrarkan atau dikatakan.

by A. Burhany
01/03/2017
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 7 mins read
A A
Menjunjung dan Memikul - Utama

Gulungan serat daun lontar dengan aksara Lontara khas suku Bugis-Makassar

Kemarin menemukan buku langka. Fotokopian tulisan yang diketik dengan mesin ketik konvensional. Nama penulisnya A.A. Punagi, diterbitkan (diperbanyak dengan mesin fotokopi tepatnya) oleh Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan di tahun 1983.

Dua buku karya penulis terdaftar di katalog perpustakaan nasional Australia. Buku langka karena sulit menemukan orang yang mau berbaik hati menerjemahkan huruf lontar dari serat lontar arsip kerajaan Gowa, Bone dan kerajaan lain di Sulawesi Selatan ke huruf latin, lengkap dengan terjemahan dan tafsiran oleh penulisnya.

Sampai artikel ini ditulis, telah membaca ulang buku tersebut hingga dua kali dan masih memberikan kesan yang sama, sejarah memang berulang. Pesan-pesan dalam Uluade atau Ulukanayya masih aktual di masa sekarang, utamanya tentang pemimpin dan rakyat dalam sebuah bangsa dan kerajaan.

Tentang Pemimpin
Bukunya di beri judul “Uluada”. Uluada terdiri dari dua kata, “Ulu” yang berarti utama, kepala, adiluhung, “Ada” atau ade’ berarti kata, yang pernah diikrarkan atau dikatakan. “Uluada” dalam bahasa Makassar disebut “Ulukanayya” makna dan artinya sama dengan Uluada dalam bahasa Bugis atau Bone.

Uluada umumnya tidak dituliskan, orang-orang terdahulu benar-benar meletakkan kehormatan diri, keluarga dan kaumnya pada lisan. Setiap ucapan yang dianggap sebagai “Uluada” kalaupun dicatat dalam lontar, bukan sebagai bukti yang berkekuatan hukum seperti di jaman sekarang, melainkan sekedar arsip oleh pihak-pihak yang mengikrarkan “Uluada”.

Uluada yang telah diikrarkan otomatis menjadi aturan dan hukum yang mengikat, untuk ikatan yang sifatnya penting, seperti perjanjian damai antara kerajaan Bone dan Gowa diikuti dengan sumpah siap menanggung sanksi berat bila melanggar kesepakatan ikrar Uluada.

Ulukanayya atau Uluada yang terkenal antara kerajaan Bone dan kerajaan Gowa, adalah “ULUKANAYA (ULUADE) RI TAMALATE”, antara raja Gowa yang bergelar “TUMAPARISI KALLONNA” Raja Gowa ke IX (arti gelarnya: raja yang lehernya sakit) dengan “LA ULIYO BOTE’E”, Raja Bone ke VI. Ulukana ini diikrarkan sekitar abad XVI, sesuai dengan masa bertakhta La Uliyo Bote’E  (1543 – 1568 Masehi).

Isi Uluade-nya sungguh mulia, jauh dari bayangan kelak Aru Palakka dan Sultan Hasanuddin bisa berseteru diadu kolonial Belanda. Dalam bahasa Bugis sebagai berikut: “Narekka engka perikna Bone, Maddaungngi tasie naola Mangkase, Narekko engka perikna Gowa, makkumpellek buleu naola to Bone.”

Artinya oleh A.A. Punagi: “Sekiranya orang Bone mengalami kesukaran maka membentang luaslah lautan itu diarungi orang Makassar menuju Bone untuk membantu, dan sekiranya orang Makassar mengalami kesukaran, maka ratalah gunung-gunung dilalui orang Bone menuju Makassar untuk membantu.”

Ulukanayya Ri Tamalate terdiri dari empat butir, butir terakhir ditutup dengan sanksi yang akan diterima oleh kedua kerajaan dan keturunannya jika melanggar perjanjian perdamaian yang telah disepakati, dalam bahasa Bugis ditulis: “Nigi-nigi temmarengngerang ri ada torioloe, mareppai urikku kurinna, lowak-lowakna. Padai itello ri addampessangnge ri batue tanana.”

“Barangsiapa yang tidak mengindahkan akan perkataan (ikrar, uluade, ulukana) orang-orang terdahulu, maka pecah berantakanlah periuk-belanganya, negerinya mengalami kehancuran bagaikan sebutir telur yang dihempaskan ke atas batu.”

Uluade di atas gambaran bagaimana raja-raja terdahulu membangun tata negara, sistem pemerintahan dan sistem kemasyarakatan hanya dengan lisan atau ucapan yang menjadi undang-undang, pemimpin menjaga lurusnya niat sejak dari dalam hati, hingga terucap dan menjadi laku. Ucapan raja menjadi hukum tak tertulis  juga dikenal di kesultanan Yogyakarta dan kerajaan Inggris Raya.

Monarkis di kerajaan Bone dan Gowa berdasarkan permusyawaratan, tidak murni turun dari bapak ke anak, dan tidak membuka kesempatan seluas yang diberikan oleh sistem demokrasi, yang memungkinkan semua orang yang memiliki hak dipilih untuk diamanahi tanggung jawab memimpin.

Keturunan bangsawan tidak serta merta mewarisi tahta, masih ada para patih dan arif yang mewakili rakyat akan menentukan siapa dari keturunan dan kerabat sang raja yang akan diangkat menjadi raja berikutnya, berdasarkan kompetensi atau kecakapan.

Sistem demokrasi bukan sistem yang buruk, seandainya terpisah antara tugas kepemimpinan dan tugas kepemerintahan atau administratur. Kekuatan modal yang mau diakui atau tidak, telah menjadi faktor penentu kemenangan dalam pesta demokrasi, memungkinkan pemilik modal menaruh pion yang akan mewakili kepentingannya dalam sebuah sistem kenegaraan atau kekuasaan.

Namun bila terpisah antara tugas memimpin dan tugas administratur, kendali pemerintahan masih bisa diharapkan berpihak pada pemilik suara atau rakyat, bukan pada pemilik modal, minimal berimbang dengan adanya pemimpin negara di samping pemimpin pemerintahan.

Sementara dalam sistem kerajaan kekuatan modal tak serta merta mampu membeli keterpihakan kebijakan istana hanya dengan mengirim upeti kepada seorang raja, selain kekuatan modal terbesar biasanya juga milik istana, bukan pihak luar.

Tergabungnya amanah dan tanggung jawab antara pemimpin negara dan pemimpin pemerintahan bukan mustahil mampu dilakukan oleh seseorang yang terpilih melalui sistem demokrasi. Walau dari yang sudah-sudah, masih terjadi tumpang tindih menjalankan dua amanah sekaligus dan dibuat sibuk oleh pemilik modal yang ikut berperan dalam kemenangannya saat pemilihan, mengabaikan pemberi amanah sesungguhnya, para rakyat.

BACA JUGA:

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Qurban dan Keberanian Melepaskan yang Kita Cintai

Perayaan Hari Pers Nasional 2024: Menjelajahi Era Baru Pers, Pewarta Warga dan Kecerdasan Buatan

Ketika Udara Bersih Harus Diperjuangkan

Belikan Anak-Anak Komputer, Informatika Nanti Jadi Kebutuhan Manusia Keempat

Bila terpisah antara pemimpin negara dan pemimpin pemerintahan, keriuhan opera sabun dan intrik kekuatan-kekuatan politik tidak akan mengganggu program dan sistem pemerintahan yang dibentuk dari, demi dan untuk rakyat.

Kalaupun tetap menjadi satu kepemimpinan dan sistem, maka sebaiknya para politikus mulai menyadari diri, penjahatnya bukanlah mereka yang berbeda partai, ideologi atau agama yang masih bangsa sendiri, tetapi diri mereka sendiri yang ‘mau’ mengambil tanggung jawan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan untuk masyarakat dan rakyat banyak, yang masih jauh untuk bisa disebut tercapai.

Mengartikan kembali melawan bangsa sendiri bukan melawan orangnya, tapi melawan dengan membuka ruang dialog terhadap sudut pandang, cita-cita, dan ideologi, bagaimana mencapai tujuan bersama. Melawan bangsa sendiri seperti melawan keburukan diri sendiri. Memperbaiki kebiasaan buruk tidak harus sampai memotong anggota tubuh sendiri. Berarti bersama-sama menyingkirkan penghalang dan mengobati penyakit yang membuat bangsa ini terus terpuruk.

Tentang Rakyat
Enaknya menjadi rakyat atau raja sesungguhnya, rakyat tidak pernah salah. Bila sebuah negeri sengsara, rakyat tidak akan disalahkan, mesti kesalahan para pemimpin atau rajanya, padahal para pemimpin adalah gambaran rakyat mereka yang pimpin.

Tidak demikian yang tertulis dalam Uluade, dimana rakyat dan pemimpin di masa lalu saling bergantian menjadi cahaya dan bayangan. Rakyat dan pemimpin tidak ada yang manja dan dimanjakan, tidak ada yang sambat dan berpangku tangan.

Kondisi tersebut tergambar dari Ulukana antara ‘Tomanurung’ atau yang diyakini mengemban amanah dari langit untuk menjadi raja dengan Kasuwiyang Salapanga (patih yang berjumlah sembilan orang) yang mewakili rakyat jelata, saat menemui Tomanurung untuk membawa hasil mufakat mereka, siapa yang akan diangkat menjadi raja.

“Bertahtalah engkau, dan kami para patih beserta rakyat tunduk dan patuh. Kalau kami menjunjung maka kami tidak memikul; kalau kami memikul maka kami tidak menjunjung.”

Penulis A.A. Punagi menafsirkan ikrar tersebut sebagai tuntutan para patih yang mewakili rakyat, agar tomanurung yang telah diangkat menjadi raja, harus berlaku adil.

Ada nuansa lebih luas yang terbawa dengan kondisi aktual saat ini pada dua kata kerja yang digunakan oleh sembilan patih yang saling menjadi syarat, “menjunjung” dan “memikul” saat mereka berikrar mewakili rakyat.

Sesuatu yang dijunjung tinggi, pastilah sesuatu yang dipuja. Sedangkan sesuatu yang dipikul, mesti sesuatu yang berat atau membebani.

Kondisi kontras tergambar pada dua keadaan tersebut. Ketika rakyat menjunjung tentu masalah kesejahteraan telah selesai diatur oleh sang raja, namun saat rakyat memikul, ada masalah dengan keadilan dan kesejahteraan yang dikelola oleh sang raja dan mereka siap membantu.

Menggelitik pikiran, mengapa patih yang sembilan tidak menggunakan kalimat: “Bila kami tidak menjunjung, maka kami akan mengeritik, memaki dan merundung (bully).”

Rakyat di masa lalu jauh lebih arif menghadapi permasalahan bangsanya. Mereka memilih memikul menyelesaikan beban bersama agar mampu menjunjung raja dan bangsa mereka dengan kesejahteraan, keadilan, dan kejayaan, ketimbang menjadi oportunistis dan pragmatis di daerah abu-abu antara “menjunjung” dan “memikul”. Kondisi yang jamak saat ini.

Terkagum bagaimana ‘chemistry’ dan semangat para raja dan rakyat di masa lalu bisa menyatu sedemikian kuat hanya dengan Uluade atau Ulukana, dengan saling mempercayai lisan.

Jauh sebelum proklamator Soekarno menyebut perjuangan penerusnya lebih berat karena harus melawan bangsa sendiri, mereka telah selesai memaknai melawan bangsa sendiri bukan person, bukan pembawa pesan, tapi menyelesaikan masalah dalam tubuh diri, golongan, partai, dan bangsa sendiri.

Tags: OpiniTepekur
Share24Tweet15Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara - Utama

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

15/01/2026
Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran - Utama

Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

08/01/2026
Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat - Utama

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

28/12/2025
TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata - Utama

TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata

26/12/2025
di balik curah hujan 400mm

Di Balik Curah Hujan 400mm: Menguji Logika “Sawit Tak Bisa Disalahkan” dalam Banjir Sumatera

08/12/2025
menyewa hutan 3

Membajak “Senjata” Korporasi: Mengapa Pandawara Harus Berhenti Ingin ‘Membeli’ dan Mulai ‘Menyewa’ Hutan

08/12/2025
preventif atau reaktif antisipatif

Rp 51,8 Triliun untuk Pemulihan: Sebuah Kalkulasi Jujur Andai Dana Bencana Sumatera untuk Pencegahan

08/12/2025
inisiatif pandawara group patungan beli hutan wartakita.id

Patungan Beli Hutan: Mimpi Liar Pandawara Group Jadi Gerakan Nasional

07/12/2025

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

    Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks Tautan Pinjaman BRI hingga Rp500 Juta

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Fenomena Cahaya Biru dan Gempa Beruntun di Aceh: Kronologi dan Penjelasan Ilmiah

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
  • Dari Luka yang Dicuri Menuju Janji yang Dinanti: Babak Baru Aurelie Moeremans

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian - Utama
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026 - Utama
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini - Utama
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup - Utama
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas - Utama
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah - Utama
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang - Utama
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda - Utama
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern - Utama
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau - Utama
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.