Asap pekat dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah menimbulkan dampak kesehatan serius bagi ratusan warga. Hingga Kamis (2/7/2026), sedikitnya 154 warga tercatat menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan langsung asap yang terus membubung tinggi.
- 154 Warga Terjangkit ISPA: Dampak langsung kebakaran TPA Jatiwaringin memicu peningkatan kasus ISPA.
- Prioritas Balita dan Ibu Hamil: Kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil menjadi perhatian utama dalam penanganan medis.
- Posko Kesehatan Didirikan: Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bergerak cepat dengan mendirikan empat posko kesehatan untuk pelayanan warga terdampak.
- Kewaspadaan Meluas: Seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang diinstruksikan siaga mengantisipasi perluasan dampak asap.
- Distribusi Masker: Stok masker ditambah dan didistribusikan untuk melindungi masyarakat dari paparan asap.
Dampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Mengkhawatirkan
Peristiwa kebakaran di TPA Jatiwaringin dilaporkan terus memunculkan asap tebal yang tidak kunjung padam. Hingga Rabu (1/7/2026) malam, api dilaporkan masih berkobar hebat, bahkan titik api dilaporkan bertambah, memperparah situasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menegaskan bahwa paparan asap ini memberikan dampak langsung pada kesehatan warga, khususnya yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran. Ia merinci, dari 154 warga yang mengalami ISPA, mayoritas adalah balita dan ibu hamil.
“Ada 154 orang, tapi berobat jalan semua dan sudah diobati,” ujar Hendra Tarmizi, memberikan kepastian bahwa penanganan medis awal telah diberikan kepada seluruh pasien. Namun, ia juga menyebutkan adanya satu kasus ibu hamil yang harus dirujuk ke rumah sakit. Kondisi ibu hamil tersebut mengalami gangguan pernapasan yang diperparah oleh penyakit penyerta, sehingga memerlukan perawatan lebih intensif.
Respons Cepat Dinkes Tangerang dan Upaya Penanggulangan
Menyikapi situasi darurat kesehatan ini, Dinkes Kabupaten Tangerang segera mengambil langkah proaktif dengan mendirikan empat posko kesehatan di area sekitar TPA Jatiwaringin. Sebanyak 25 tenaga kesehatan dikerahkan secara bergantian untuk memastikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan bagi warga yang terdampak.
Wilayah Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri menjadi area yang paling merasakan dampak asap secara signifikan. Namun, Dinkes tidak tinggal diam dan telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas di Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan. Instruksi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi perluasan dampak asap ke wilayah lain, seiring dengan pergerakan arah angin.
“Jadi semua puskesmas kami sudah buat kewaspadaan agar jika terjadi bencana asapnya sampai ke daerah mereka, mereka harus sudah siap siaga dan sudah menyiapkan masker,” jelas Hendra Tarmizi. Langkah ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana asap yang lebih luas.
Selain itu, stok masker juga terus ditambah untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang tinggal di wilayah terdampak asap. Dinkes Kabupaten Tangerang juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat, terutama yang berdomisili di sekitar TPA atau yang terpapar asap, untuk sebisa mungkin menghindari area berasap. Penggunaan masker juga sangat dianjurkan, terutama jika perpindahan tempat tidak memungkinkan.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin ini menjadi perhatian serius, bahkan upaya pemadaman pun telah melibatkan teknologi canggih seperti helikopter water bombing untuk menjinakkan api. Berita ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak lingkungan terhadap kesehatan publik.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























