Sebuah insiden tragis kembali mengguncang perairan internasional. Kapal kargo MV Tihamah menjadi sasaran serangan mematikan yang dilancarkan kelompok Houthi di dekat Selat Bab al-Mandeb, lepas pantai Yaman, menyebabkan korban jiwa di antara awak kapal, termasuk satu warga negara Indonesia.
Kronologi Mengerikan: Serangan Dua Gelombang Houthi
Menurut laporan penjaga pantai dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah terjadi dalam dua gelombang yang mengerikan. Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam atas keamanan pelayaran di jalur vital tersebut.
Gelombang Serangan Pertama
Serangan awal menghantam kapal kargo tersebut, memicu kebakaran hebat dan menyebabkan kerusakan signifikan. Dalam gelombang pertama ini, empat awak kapal dilaporkan tewas, yang terdiri dari tiga warga negara Pakistan dan satu warga negara Indonesia.
Gelombang Serangan Kedua dan Korban Tambahan
Ketika tim penyelamat bergerak cepat untuk mengevakuasi para awak kapal yang selamat dari dampak serangan pertama, gelombang serangan kedua yang tak terduga terjadi. Rudal dilaporkan menghantam lokasi operasi penyelamatan, menambah jumlah korban tewas menjadi dua anggota pasukan yang terlibat dalam tanggap darurat. Selain itu, sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan brutal ini.
Klaim Houthi: Target Peralatan Militer Arab Saudi
Menyusul insiden tersebut, sebuah media yang terafiliasi dengan Houthi melaporkan bahwa kelompok tersebut memang menargetkan sebuah kapal di Selat Bab al-Mandeb pada hari Selasa (11/8). Houthi mengklaim kapal yang diserang tersebut sedang membawa peralatan militer milik Arab Saudi.
Klarifikasi Kementerian Luar Negeri RI: Tiga ABK WNI Terdampak Langsung
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia telah memberikan konfirmasi mengenai dampak serangan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia. Tiga ABK WNI berada di atas kapal MV Tihamah saat insiden penyerangan oleh drone kelompok Houthi terjadi.
Satu WNI Meninggal Dunia, Proses Verifikasi Lanjut
Salah satu dari tiga ABK WNI tersebut dilaporkan meninggal dunia dalam insiden serangan ini. Kemlu RI menyatakan bahwa informasi ini masih dalam proses verifikasi lebih lanjut untuk memastikan detailnya.
Dua WNI Mengalami Luka-luka
Dari total tiga ABK WNI yang berada di kapal, dua di antaranya mengalami luka-luka. Satu WNI mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan medis lebih lanjut di rumah sakit. Sementara itu, satu ABK WNI lainnya mengalami luka dan telah menerima perawatan di rumah sakit.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat terus memantau perkembangan situasi terkini. KBRI Muscat juga telah menjalin komunikasi dengan ABK WNI yang berada di kapal MV Tihamah untuk memberikan dukungan yang diperlukan.
Kapal MV Tihamah dilaporkan membawa total 11 awak kapal, yang terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga warga negara Indonesia, menambah dimensi internasional pada tragedi ini.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























