Kamis, 15 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Sulawesi Selatan Tetapkan KLB Campak: Ratusan Anak Terinfeksi, Apa Langkah Dinkes?

by Pewarta Warga
12/04/2026
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 3 mins read
A A
img-1775967959-cf81eff11e386b60

Kementerian Kesehatan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di tujuh wilayah Sulawesi Selatan akibat peningkatan kasus yang signifikan, membahayakan ratusan anak di provinsi ini.

Penetapan Status KLB Campak di Tujuh Wilayah Sulsel

Penyebaran penyakit campak yang meluas secara nasional mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengambil tindakan tegas. Sebagai respons, Kemenkes telah mengeluarkan edaran yang berujung pada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di tujuh wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Daerah-daerah yang kini berstatus KLB meliputi Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, penetapan status KLB ini merupakan langkah strategis meskipun kasusnya telah menyebar secara nasional. “Kemudian ditetapkanlah tujuh daerah KLB campak, meski sebenarnya status KLB ini ditetapkan kabupaten/kota masing-masing, tapi kasusnya telah menyebar secara nasional,” ujar Yusri di Makassar pada Minggu.

Kronologi dan Data Kasus: Lonjakan Infeksi Campak

Situasi terkini menunjukkan peningkatan kasus yang mengkhawatirkan. Hingga tanggal 8 April, Dinkes Sulsel mencatat sebanyak 169 anak terkonfirmasi positif campak setelah melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium. Angka ini menjadi bukti nyata urgensi penanganan lebih lanjut.

Tren Peningkatan Kasus

Yusri menjelaskan bahwa peningkatan kasus campak mulai terdeteksi sejak akhir tahun 2025 dan terus berlanjut secara konsisten pada awal tahun 2026, mencakup bulan Januari, Februari, dan Maret. Tren ini menandakan adanya kerentanan dalam cakupan imunisasi atau faktor lain yang memicu penyebaran virus.

  • Pada Desember 2025, kasus campak pertama kali dilaporkan menyebar di tiga kabupaten dalam bentuk diagnosis suspek.
  • Setelah dilakukan uji klinik dan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut, kasus-kasus tersebut dinyatakan positif campak.
  • Sejak awal deteksi diagnosis suspek, Dinkes Sulsel telah berupaya melakukan upaya pencegahan.

Upaya Pencegahan dan Imbauan Mendesak dari Dinkes Sulsel

Menyikapi situasi KLB campak, Dinkes Sulsel telah bergerak cepat menindaklanjuti edaran Kemenkes terkait pemetaan penyebaran sejak akhir tahun 2025. Kesiapsiagaan dini menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman penyakit menular ini.

Kesiapsiagaan Dini dan Imunisasi Darurat

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, pada Desember 2025, Dinkes Sulsel telah mengeluarkan edaran kesiapsiagaan dini mengenai kasus campak yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di provinsi tersebut. Edaran ini menekankan pentingnya menjaga stabilitas layanan kesehatan, mendorong pola hidup bersih, dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak darurat telah digalakkan. Program ini menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 59 bulan dengan tujuan utama untuk menghentikan penyebaran KLB campak.

Pentingnya Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)

Yusri menyoroti temuan krusial bahwa sebagian besar anak yang terinfeksi campak belum pernah mendapatkan imunisasi. Hal ini menegaskan kembali pentingnya upaya untuk membangun kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat. Tanpa kekebalan yang memadai, virus campak berpotensi menyebar luas dan menyerang siapa saja, baik yang sudah diimunisasi maupun yang belum.

“Tidak adanya kekebalan tubuh secara menyeluruh, sehingga yang terkena bisa yang sudah imunisasi dan yang belum kalau virus ini menyebar, artinya semua bisa kena,” ungkap M Yusri Yunus.

Dinkes Sulsel secara tegas mengimbau seluruh masyarakat, terutama di daerah yang terdampak langsung oleh KLB seperti Sinjai, untuk bersikap proaktif. Segera bawa anak-anak Anda untuk mendapatkan vaksin campak, baik bagi yang belum lengkap imunisasinya maupun yang sudah pernah divaksin sebelumnya. Langkah ini krusial untuk melindungi anak-anak dari ancaman campak dan memutus rantai penularan.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

Eksplorasi Keindahan Geopark Maros-Pangkep, Warisan Dunia di Sulawesi Selatan

Polisi Amankan 2 Remaja Makassar, Diduga Berperan dalam Tawuran dan Pendanaan Rp 100 Ribu

Wali Kota Makassar Dorong Pendidikan Lalu Lintas di Forum PBB untuk Generasi Tertib Sejak Dini

Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

Tags: Anak TerinfeksiBulukumbaDinkes SulselImunisasi Campakjenepontokesehatan masyarakatKLB CampakLuwuLuwu TimurMakassarPencegahan PenyakitSinjaiSulawesi SelatanWajo
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Sebuah jalan di Makassar yang ramai pada sore hari, dengan orang-orang berjalan dan kendaraan berlalu. Tiba-tiba, sekelompok pengendara motor, berpakaian hitam dan memakai helm, muncul dari keramaian.

Rekaman CCTV Ungkap Aksi Brutal Geng Motor Serang Warga di Makassar

15/10/2026
Budi S., seorang warga lokal, berdiri di tengah kabut asap yang tebal di Maros, Sulsel. Ia memakai masker untuk melindungi diri dari polusi udara yang tinggi. Di latar belakang, terlihat asap dari pab

Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

14/10/2026
Budi S. berjalan di sebuah jalan setapak yang menuruni tebing karst di Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Latar belakangnya adalah pemandangan alam yang indah dengan formasi batuan karst yang un

Eksplorasi Keindahan Geopark Maros-Pangkep, Warisan Dunia di Sulawesi Selatan

14/10/2026
AI Visual: Geger di Polresta Deli Serdang: Oknum Polisi Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

Polisi Amankan 2 Remaja Makassar, Diduga Berperan dalam Tawuran dan Pendanaan Rp 100 Ribu

14/10/2026
munafri-arifuddin-1

Wali Kota Makassar Dorong Pendidikan Lalu Lintas di Forum PBB untuk Generasi Tertib Sejak Dini

13/10/2026
Budi S., seorang warga Makassar yang memakai masker, berjalan di jalanan yang terpapar asap, di depan Alun-Alun Makassar yang tampak kabut. Pada latar belakang, matahari tampak pudar dan berwarna kuni

Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

13/10/2026
Ratusan jemaah umrah dari Sulawesi Selatan terkatung-katung di lobi bandara internasional Makassar. Mereka tampak lelah dan khawatir sambil menunggu instruksi lebih lanjut. Di latar belakang, petugas

Ratusan Jemaah Umrah Sulsel Terkatung-Katung di Bandara Makassar, Akibat Serangan Bandara Riyadh

12/10/2026
PSS Sleman players celebrate their victory over PSM Makassar in a Super League match. The stadium crowd, predominantly supporting PSS Sleman, watches as the final score is 3-0. PSM Makassar players lo

PSS Sleman Sikat PSM Makassar 3-0 di Super League: Dominasi di Babak Kedua

11/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Sulawesi Selatan Tetapkan KLB Campak: Ratusan Anak Terinfeksi, Apa Langkah Dinkes? - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    501 shares
    Share 200 Tweet 125
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Bos Rongsok Dianiaya, Uang Rp100 Juta Raib

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 90 Persen Orang dengan Depresi di Indonesia Belum Terjangkau Pengobatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Letkol Arman Ditahan Mabes TNI, Rumah Dinasnya Diduga Jadi Markas Judi Online

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.