Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengintensifkan program kewirausahaan di Makassar sebagai langkah strategis untuk membuka lapangan kerja baru dan memberantas pengangguran, menyasar 59 persen tenaga kerja Indonesia yang beroperasi di sektor informal.
- Kemenaker memperkuat program kewirausahaan, pelatihan vokasi, dan perluasan kesempatan kerja.
- Pemerintah Kota Makassar mengapresiasi dan berkomitmen bersinergi dengan Kemenaker dalam program ini.
- Pemberdayaan penyandang disabilitas menjadi fokus penting untuk memberikan kesempatan kerja yang setara.
- Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi layanan kewirausahaan, sosialisasi penempatan disabilitas, dan pemberdayaan tenaga kerja mandiri pemula.
Kemenaker Perkuat Pilar Kewirausahaan untuk Kemandirian Ekonomi Lokal
Menyadari dominasi sektor informal dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia yang mencapai sekitar 59 persen, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengambil langkah proaktif dengan mendorong penguatan program kewirausahaan. Inisiatif ini dirancang secara khusus untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi lahirnya lapangan kerja baru dan secara signifikan menekan angka pengangguran di tanah air.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Sukro Muhab, menegaskan komitmen Kemenaker yang tidak hanya berfokus pada penyiapan tenaga kerja siap pakai di sektor industri, tetapi juga pada upaya mencetak masyarakat yang memiliki kapasitas dan keberanian untuk menjadi wirausaha mandiri. “Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Prof. Sukro Muhab dalam keterangannya di Makassar pada Minggu.
Makassar Menjadi Saksi Sinergi Pemberdayaan Ekonomi
Dalam semangat memperluas kesempatan kerja, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan apresiasi tinggi terhadap upaya Kemenaker. Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima cinderamata sebagai simbol kolaborasi yang erat. Prof. Sukro Muhab secara khusus mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan program-program Kemenaker.
Aliyah Mustika Ilham menyambut baik pemilihan Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan oleh Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari. Beliau menyatakan, “Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.” Komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus memperkuat sinergi dengan Kemenaker, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi fondasi penting dalam upaya perluasan kesempatan kerja, peningkatan kompetensi angkatan kerja, pengurangan angka pengangguran, serta akselerasi pertumbuhan pelaku usaha mikro di wilayahnya.
Inklusivitas sebagai Kunci Pemberdayaan: Fokus pada Penyandang Disabilitas
Salah satu aspek krusial dari program pemberdayaan yang digalakkan Kemenaker adalah inklusivitas. Hal ini termasuk perhatian mendalam terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas. Aliyah Mustika Ilham dengan tegas menyampaikan pandangannya bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi dan kapabilitas yang setara dengan individu lainnya, asalkan diberikan ruang dan kesempatan yang adil.
“Sesungguhnya penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama seperti kita semua. Yang membedakan hanya kondisi fisik, tetapi semangat, kemampuan, dan tekad mereka tidak kalah dengan siapa pun,” tegas Aliyah, menekankan pentingnya menghilangkan stigma dan membuka peluang yang lebih luas.
Rangkaian Kegiatan Nyata untuk Angkatan Kerja Makassar
BPKK Kendari Kemenaker RI telah melaksanakan serangkaian kegiatan strategis di Makassar sebagai bagian dari upaya pemberdayaan angkatan kerja, meliputi:
- Layanan Kewirausahaan
- Sosialisasi Penempatan Disabilitas
- Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP)
Melalui penguatan kewirausahaan dan perluasan kesempatan kerja yang inklusif, Kemenaker meneguhkan posisinya sebagai motor penggerak penciptaan tenaga kerja yang mandiri, inovatif, dan mampu berkontribusi aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi solusi jitu untuk menekan angka pengangguran.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























