Kabar baik menyelimuti pasokan pangan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Perum Bulog Wilayah Sulselbar, melalui Pimpinan Wilayah Fahrurozi, memberikan jaminan bahwa stok beras di Sulsel saat ini sangat aman, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sepuluh bulan ke depan.
- Ketersediaan Melimpah: Stok beras di Sulsel mencapai 862 ribu ton, menjamin ketahanan pangan.
- Peran Bulog: Bulog memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk penyaluran bantuan pangan dan stabilisasi harga.
- Imbauan Bijak: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian panik guna menjaga stabilitas pasokan.
- Dukungan Pemerintah: Program Bantuan Pangan Beras (BPB) periode Juli-September 2026 turut memperkuat jaring pengaman sosial.
Jaminan Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan: Stok Beras Mencapai 862 Ribu Ton
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bapak Fahrurozi, secara tegas menyatakan bahwa stok beras di wilayah Sulawesi Selatan berada dalam kondisi yang sangat aman. Data terkini menunjukkan angka yang mengesankan, yaitu sekitar 862 ribu ton beras. Angka ini merupakan bukti nyata dari upaya Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penduduk di Kota Makassar dan sekitarnya. Ketersediaan stok yang melimpah ini menjadi pondasi kuat bagi stabilitas pasokan beras di pasar, meminimalkan potensi lonjakan harga yang tidak diinginkan.
Peran Strategis Bulog dalam Penyaluran Bantuan dan Stabilisasi Harga
Fahrurozi menekankan peran vital Bulog dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok yang tersimpan di gudang Bulog tidak hanya berfungsi sebagai penopang kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi instrumen krusial dalam kelancaran penyaluran berbagai program bantuan pangan. Lebih dari itu, keberadaan stok CBP ini adalah kunci utama Bulog dalam menjaga dan menstabilkan harga beras di pasaran, terutama selama periode distribusi program bantuan pangan berlangsung. Pengalaman kami di lapangan membuktikan bahwa ketersediaan stok yang memadai adalah garda terdepan dalam memastikan program pemerintah berjalan efektif tanpa distorsi pasar.
Bulog juga telah mempersiapkan segala aspek logistik dengan matang. Hal ini krusial untuk menjamin bahwa setiap bantuan pangan yang disalurkan akan sampai ke tangan penerima yang berhak, tepat sasaran, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kami memahami betul betapa pentingnya koordinasi logistik yang efektif di lapangan untuk mencegah penyelewengan dan memastikan seluruh program berjalan optimal sesuai harapan.
Menyikapi ketersediaan stok yang melimpah, Bapak Fahrurozi mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja. “Jadi tidak perlu pembelian panik karena stok beras di Sulsel cukup melimpah,” tegasnya. Imbauan ini sangat penting agar roda perekonomian dan pasokan pangan tetap berjalan stabil tanpa terdistorsi akibat kepanikan yang tidak perlu.
Program Bantuan Pangan Beras (BPB): Dukungan Konkret untuk Masyarakat Sulsel
Sejalan dengan upaya Bulog, Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, turut memberikan detail mengenai Program Bantuan Pangan Beras (BPB) yang dialokasikan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Program strategis ini dirancang untuk menjangkau 948.089 penerima bantuan pangan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Tujuan utama dari program ini sangat jelas: yaitu untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi mereka yang rentan secara ekonomi, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. Keberadaan program BPB ini, ditambah dengan stok beras Bulog yang melimpah, menciptakan sebuah jaring pengaman sosial yang kokoh bagi seluruh masyarakat Sulsel.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham
Add wartakita.id as a preferred source on Google























