MAKASSAR, Wartakita.id – PSM Makassar, salah satu tim kebanggaan Sulawesi Selatan, menunjukkan keseriusan dan persiapan matang untuk menghadapi lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Di bawah arahan pelatih kepala Bernardo Tavares, skuad berjuluk Juku Eja ini fokus pada pemulihan fisik pemain, penguatan strategi tim, dan menjaga mentalitas juara, demi menyongsong sisa pertandingan dengan optimisme tinggi dan target mempertahankan posisi di papan atas klasemen. Persiapan intensif ini telah berlangsung sejak awal pekan ini, Senin, 21 September 2026, di Lapangan Bosowa Sport Center, Makassar, menyusul jeda internasional dan beberapa pertandingan tunda yang telah diselesaikan pada pertengahan September 2026 lalu.
Mempertahankan Momentum di Papan Atas
PSM Makassar saat ini berada di posisi strategis di papan atas klasemen sementara Liga 1, sebuah pencapaian yang ingin terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Performa konsisten yang ditunjukkan oleh tim dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk kemenangan krusial 2-1 atas Persik Kediri pada Sabtu, 19 September 2026 lalu, menjadi modal berharga. Namun, kompetisi yang semakin ketat menuntut PSM untuk tidak lengah dan terus berbenah.
“Kami tahu Liga 1 musim ini sangat kompetitif. Setiap tim memiliki ambisi yang sama. Oleh karena itu, kami tidak boleh mengendurkan fokus sedikit pun,” ujar Bernardo Tavares dalam sesi latihan terbuka pada Rabu, 23 September 2026. “Persiapan kami bukan hanya tentang fisik atau taktik, tetapi juga bagaimana menjaga mentalitas para pemain agar tetap lapar kemenangan dan tidak cepat puas.”
Analisis Performa Terkini dan Tantangan ke Depan
Paruh pertama musim ini telah menyajikan berbagai dinamika bagi PSM. Meskipun sempat terseok di awal, Juku Eja berhasil menemukan ritme permainan mereka, ditandai dengan solidnya lini belakang dan ketajaman di lini depan. Namun, beberapa pertandingan tandang yang sulit dan cedera pemain kunci menjadi tantangan yang harus diatasi.
- Kekuatan: Soliditas pertahanan, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, dan semangat juang tinggi.
- Kelemahan: Terkadang kurang efektif dalam memanfaatkan peluang, serta kedalaman skuad yang perlu diuji di tengah jadwal padat.
- Peluang: Posisi di papan atas memberikan kepercayaan diri, dukungan suporter fanatik.
- Ancaman: Jadwal padat, kualitas lawan yang merata, potensi cedera pemain.
Fokus Utama Persiapan: Fisik, Taktik, dan Mental
Manajemen dan tim pelatih PSM Makassar telah menyusun program latihan komprehensif yang mencakup tiga pilar utama: kebugaran fisik, strategi taktik, dan kekuatan mental.
1. Pemulihan dan Peningkatan Kebugaran Fisik
Aspek fisik menjadi prioritas utama mengingat jadwal pertandingan yang padat di sisa musim. Tim pelatih fisik PSM, di bawah koordinasi Robertus Eka, merancang program yang fokus pada pemulihan kebugaran pemain setelah jeda dan pertandingan intens.
“Kami memadukan latihan di gym untuk kekuatan otot, latihan di lapangan untuk daya tahan dan kecepatan, serta sesi pemulihan aktif seperti hidroterapi,” jelas Robertus Eka. “Nutrisi juga menjadi perhatian serius. Setiap pemain mendapatkan program diet yang disesuaikan untuk memastikan mereka berada di kondisi puncak.”
Beberapa pemain yang sebelumnya mengalami cedera ringan, seperti Yuran Fernandes dan Kenzo Nambu, dilaporkan telah pulih sepenuhnya dan siap kembali bergabung dalam sesi latihan penuh. Kehadiran mereka tentu akan menambah kekuatan PSM di lini belakang dan tengah.
2. Penguatan Strategi dan Adaptasi Taktik
Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih yang detail dalam urusan taktik. Sesi latihan PSM banyak diisi dengan simulasi pertandingan, analisis video lawan, dan pemantapan skema permainan.
“Kami terus mengasah berbagai skema, baik saat menyerang maupun bertahan. Penting bagi pemain untuk memahami peran masing-masing dalam setiap situasi,” kata Tavares. “Kami juga menganalisis kekuatan dan kelemahan calon lawan kami. Misalnya, untuk pertandingan tandang melawan Borneo FC pada Rabu, 30 September 2026 mendatang, kami sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam lini serang mereka yang agresif.”
Pemain sayap lincah, Yakob Sayuri, mengungkapkan pentingnya adaptasi taktik. “Coach Tavares selalu menekankan pentingnya fleksibilitas. Kami harus siap bermain dengan formasi berbeda atau menyesuaikan diri dengan gaya lawan. Latihan taktik ini sangat membantu kami untuk lebih kompak dan efektif di lapangan.”
3. Menjaga Mentalitas Juara dan Kekompakan Tim
Tekanan ekspektasi dari suporter dan persaingan ketat di Liga 1 bisa menjadi beban bagi pemain. Oleh karena itu, aspek mentalitas dan kekompakan tim menjadi krusial. Sesi motivasi, diskusi tim, dan kegiatan kebersamaan menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan PSM.
“Mentalitas juara itu bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tapi juga bagaimana kita bangkit dari kekalahan, bagaimana kita tetap fokus di bawah tekanan,” tutur Kapten Tim, Wiljan Pluim. “Kami sering berkumpul di luar lapangan, sekadar makan bersama atau bercengkrama. Ini penting untuk membangun chemistry dan memastikan semua pemain merasa menjadi bagian dari keluarga besar PSM.”
Manajemen PSM juga berperan aktif dalam menjaga suasana tim tetap kondusif. “Kami memastikan semua kebutuhan tim terpenuhi, mulai dari fasilitas latihan hingga dukungan psikologis jika diperlukan,” kata Direktur Utama PSM Makassar, Sadikin Aksa. “Kami ingin para pemain hanya fokus pada performa mereka di lapangan.”
Tantangan Menjelang Laga Krusial
Meskipun persiapan berjalan optimal, PSM Makassar menyadari bahwa tantangan di depan tidaklah ringan. Jadwal pertandingan yang padat, ditambah dengan perjalanan tandang yang melelahkan, akan menguji kedalaman skuad dan ketahanan fisik para pemain.
Pertandingan selanjutnya yang akan dihadapi PSM adalah laga tandang melawan Borneo FC pada Rabu, 30 September 2026, dilanjutkan dengan menjamu Persib Bandung pada Senin, 5 Oktober 2026. Kedua pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Juku Eja.
“Borneo FC adalah tim yang kuat di kandang mereka, sementara Persib selalu menjadi lawan yang sulit. Kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk kedua pertandingan ini,” tegas Tavares.
Selain itu, tekanan dari suporter fanatik PSM, yang dikenal dengan julukan The Macz Man dan Red Gank, juga menjadi faktor yang harus dikelola. Harapan tinggi dari publik Makassar untuk melihat tim kesayangan mereka kembali berjaya di kancah sepak bola nasional adalah motivasi sekaligus beban.
Optimisme Tinggi dari Juku Eja
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, optimisme tinggi menyelimuti kubu PSM Makassar. Seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen, menunjukkan komitmen penuh untuk memberikan yang terbaik di sisa kompetisi.
“Kami percaya dengan proses yang telah kami jalani. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan penuh dari suporter, kami yakin bisa mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkas Sadikin Aksa. “PSM Makassar akan terus berjuang demi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.”
Dengan persiapan yang matang di segala lini, PSM Makassar berharap dapat mengatasi segala rintangan dan terus melaju di jalur kemenangan. Mampukah Juku Eja menjaga konsistensi, mengatasi tekanan, dan mempertahankan mentalitas juara mereka untuk meraih hasil maksimal di sisa kompetisi Liga 1 yang semakin ketat? Jawabannya akan segera terlihat di lapangan hijau.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























