Di tengah kompleksitas tantangan komunikasi modern, Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia Cabang Makassar menegaskan kesiapannya untuk memimpin kolaborasi strategis. Organisasi ini fokus memperkuat sinergi dan kompetensi demi menghadapi krisis komunikasi yang tak terduga.
- Perhumas Makassar fokus pada penguatan sinergi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi pengurus.
- Pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam mitigasi krisis.
- Pelantikan pengurus baru menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun jejaring kolaborasi yang solid.
- Nilai lokal Makassar seperti ‘Siri’ na Pacce’ diintegrasikan sebagai modal sosial dalam praktik kehumasan.
- BPC Perhumas Makassar berperan strategis sebagai ujung tombak organisasi di daerah, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Perhumas Makassar: Garda Terdepan dalam Mitigasi Krisis Komunikasi dengan Sinergi Pentahelix
Ketua BPC Perhumas Makassar, Devo Khadafi, secara lugas menyatakan bahwa menghadapi krisis komunikasi di masa depan menuntut sebuah ekosistem kolaborasi yang kuat. “Yang paling pertama, kita berusaha meningkatkan kerja sama dengan semua **pentahelix kehumasan** di Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Devo. Pendekatan pentahelix ini merangkul lima pilar utama: pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha/swasta, dan komunitas. Sinergi yang terjalin antar elemen ini diharapkan mampu membangun fondasi yang kokoh, tidak hanya dalam penanganan krisis, namun juga dalam upaya mitigasi proaktif.
Penguatan fondasi organisasi ini dipertegas melalui pelantikan puluhan pengurus BPC Perhumas Makassar yang baru saja dilaksanakan. Kehadiran perwakilan dari sektor perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan komunitas dalam acara tersebut menggarisbawahi komitmen kolektif untuk memperkuat tali silaturahmi dan memfasilitasi sinergi antar pengurus. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk membangun jaringan yang solid dan responsif terhadap berbagai dinamika.
Mengulas Dinamika Krisis Komunikasi Melalui Perspektif Multidimensional
Rangkaian acara pelantikan ini juga diisi dengan sebuah talkshow bertajuk “Reinventing PR through Multidimensional Communication Crisis”. Topik ini sangat relevan di era digital yang serba cepat, di mana informasi menyebar tanpa batas dan krisis dapat muncul kapan saja. Narasumber yang dihadirkan, termasuk Anggota DPR RI Syamsu Rizal, Sekretaris Umum Perhumas Indonesia Benny Siga Butar Butar, dan perwakilan dari Humas PT Vale Indonesia, memberikan pandangan mendalam mengenai peran humas yang harus bertransformasi dari sekadar reaktif menjadi proaktif. Ini berarti humas tidak hanya dituntut untuk merespons krisis yang terjadi, tetapi juga mampu mengantisipasi dan memitigasinya sebelum eskalasi.
Memanfaatkan Nilai Lokal Makassar: Siri’ na Pacce sebagai Pilar Kehumasan Strategis
Dalam konteks lokal, Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Kehumasan Perhumas Indonesia, Glory Oyong, memberikan penekanan khusus pada kekayaan modal sosial masyarakat Makassar. Beliau menyoroti karakter masyarakat yang terbuka, tangguh, dan berani, serta yang terpenting, menjunjung tinggi nilai Siri’ na Pacce. “Komunikasi yang baik selalu dimulai dari rasa saling menghormati, menjaga harga diri, membangun empati, dan menumbuhkan kepercayaan. Nilai-nilai ini menjadi landasan penting bagi Perhumas di Makassar,” tegas Glory Oyong. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal ini menjadi kekuatan unik bagi praktisi humas di Makassar, memungkinkan mereka membangun hubungan yang lebih otentik dan mendalam dengan publik.
Peran Krusial BPC Perhumas Makassar dalam Lanskap Komunikasi Nasional
Glory Oyong juga menegaskan peran strategis Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas. Organisasi ini bukan sekadar perpanjangan tangan dari pengurus pusat, melainkan merupakan ujung tombak yang memiliki otonomi dan tanggung jawab besar di daerah. BPC memiliki peran krusial dalam membangun kompetensi praktisi PR, memperkuat marwah profesi, mengembangkan regenerasi praktisi PR yang handal, serta menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor. Mengingat posisi Makassar sebagai gerbang ekonomi, pendidikan, logistik, dan pertemuan beragam budaya di Indonesia Timur, BPC Perhumas Makassar diharapkan menjadi pusat rujukan penyelenggaraan praktik PR yang inovatif di kawasan tersebut. Organisasi ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru, mempromosikan praktik komunikasi terbaik, dan menjadi platform kolaborasi yang efektif.
“Mari kita jadikan Perhumas sebagai organisasi profesi yang hadir membawa solusi, memperkuat kompetensi, membangun kepercayaan, dan menjadi mitra strategis pembangunan nasional,” tutup Glory Oyong, menggarisbawahi visi besar Perhumas dalam berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui kehumasan yang profesional dan berintegritas.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham
Add wartakita.id as a preferred source on Google























