Selasa, 18 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran

Pemagaran laut dinilai ilegal, pemerintah bakal tinjau ulang izin HGB di kawasan reklamasi Makassar.

by Redaktur
30/01/2025
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 7 mins read
A A
pemancangan tiang bendera di pantai losari makassar

pemancangan tiang bendera di pantai losari makassar

Makassar, kota pesisir yang dinamis, kembali diguncang oleh pusaran isu agraria yang memantik perdebatan sengit. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada keberadaan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan reklamasi Jalan Metro Tanjung Bunga. Polemik ini bukan sekadar sengketa lahan biasa; ia menguak dugaan manipulasi sistematis, ancaman serius terhadap lingkungan pesisir dan mata pencaharian nelayan, serta memunculkan pertanyaan mendalam tentang integritas tata ruang dan administrasi pertanahan di Indonesia. Kasus ini, yang oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, disamakan dengan preseden pembongkaran pagar laut di Tangerang, menuntut perhatian serius dari semua pihak untuk menjamin keadilan dan keberlanjutan.

Dugaan Manipulasi: Dari Pematang Sawah Menjadi HGB di Atas Laut

Awal mula polemik ini bersemi dari kecurigaan serius yang dilayangkan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Koordinator Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekosob) LBH Makassar, Hasbi Assiddiq, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran citra satelit Google Earth pada tahun 2015, kawasan yang kini dipermasalahkan dengan sertifikat HGB tersebut masih berupa perairan terbuka. Yang lebih mencurigakan, citra tersebut menunjukkan pola “pematang sawah” di tengah laut, sebuah indikasi kuat adanya aktivitas penimbunan atau upaya penguasaan lahan yang tidak alami sebelum penerbitan sertifikat.

Pola “pematang sawah” di tengah laut pada tahun 2015 ini menjadi inti dari dugaan manipulasi. Dalam konteks hukum pertanahan, tanah yang belum terbentuk secara alami atau yang masih berstatus perairan biasanya tidak serta-merta dapat diterbitkan HGB tanpa melalui prosedur reklamasi yang sah dan transparan. HGB sendiri merupakan hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri, dengan jangka waktu tertentu. Penerbitan HGB di atas lahan yang diduga kuat masih berstatus laut atau hasil reklamasi ilegal akan sangat problematis, karena mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta peraturan terkait agraria dan tata ruang lainnya.

Sayangnya, upaya untuk mendapatkan detail lebih lanjut terkait sertifikat HGB ini terbentur tembok kerahasiaan. Kepala Seksi Penanganan Masalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Makassar, Andrie Saputra, meskipun mengonfirmasi keberadaan sertifikat HGB di lokasi tersebut, enggan memberikan informasi mengenai identitas pemilik maupun tanggal penerbitannya. Dalihnya, “informasi terbatas.” Keterbatasan informasi ini, alih-alih meredakan, justru semakin menguatkan dugaan adanya proses yang tidak transparan dan berpotensi menyembunyikan pelanggaran.

Sikap Tegas Pemerintah dan Refleksi Kasus Tangerang

Menyikapi gaduhnya dugaan manipulasi ini, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, tak tinggal diam. Ia dengan tegas menyuarakan keprihatinannya, bahkan membandingkan kasus di Makassar ini dengan insiden pagar laut di Tangerang, Banten, yang telah dibongkar paksa karena terbukti melanggar hukum. “Saya belum mendapat laporan detail, tapi ini hampir sama dengan pagar di Tangerang itu,” ungkap Fadjry, menekankan bahwa pemagaran atau penguasaan laut secara ilegal sama sekali tidak diperbolehkan.

Pernyataan Pj Gubernur Fadjry ini mengandung bobot penting. Kasus pagar laut di Tangerang menjadi preseden kuat bagi penegakan hukum dalam pengelolaan wilayah pesisir. Di sana, sebuah bangunan permanen yang memagari akses publik ke pantai dirobohkan setelah terbukti tidak memiliki izin dan melanggar hak masyarakat atas akses ke laut. Perbandingan ini menjadi peringatan keras bagi para pihak di Makassar bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan serupa jika ditemukan pelanggaran. Fadjry Djufry secara eksplisit menyatakan, “Laut tidak boleh dipagari karena akan mengganggu aktivitas nelayan kita,” menggarisbawahi dampak langsung bagi masyarakat pesisir.

Lebih lanjut, Pj Gubernur menegaskan bahwa perizinan terkait kawasan reklamasi ini akan dikaji ulang secara mendalam oleh Kementerian ATR/BPN. Komitmen ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya penegakan hukum dan penertiban tata ruang. Jika hasil kajian menemukan adanya pelanggaran hukum, Pemprov Sulsel siap mengambil tindakan tegas. Hal ini diharapkan menjadi sinyal bagi semua pemangku kepentingan untuk mematuhi regulasi dan menjaga amanah dalam pengelolaan sumber daya alam.

Dampak Jangka Panjang: Nelayan, Lingkungan, dan Tata Ruang

Polemik sertifikat HGB di laut Makassar ini bukan hanya sekadar sengketa administratif, melainkan memiliki dampak multi-dimensi yang serius bagi publik, lingkungan, dan integritas tata ruang kota. Pertama dan terpenting, adalah ancaman terhadap mata pencarian nelayan tradisional. Laut yang dipagari atau dikuasai secara privat akan membatasi akses nelayan ke area tangkapan ikan mereka. Ini secara langsung mengancam keberlanjutan ekonomi ribuan keluarga nelayan yang bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan utama.

Kedua, dampak lingkungan yang tak terhindarkan. Reklamasi yang tidak direncanakan dengan baik atau didasari manipulasi akan merusak ekosistem pesisir dan laut. Terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove – habitat penting bagi berbagai biota laut – dapat musnah akibat penimbunan. Hal ini juga berpotensi memperparah abrasi pantai, mengubah pola arus laut, dan mengurangi keanekaragaman hayati, yang pada akhirnya akan merugikan seluruh masyarakat. Proses reklamasi yang tidak transparan seringkali mengabaikan studi AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang komprehensif, sehingga risiko ekologis menjadi lebih tinggi.

Ketiga, masalah tata ruang kota. Makassar sebagai kota pesisir memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang mengatur pemanfaatan ruang laut dan pesisir. Penerbitan sertifikat HGB di lokasi yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi pembangunan privat atau yang dilakukan dengan cara ilegal, akan merusak masterplan kota dan menciptakan preseden buruk bagi pembangunan masa depan. Ini juga akan memperlemah kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam mengelola aset negara dan menjaga kepentingan umum.

Menelusuri Akar Masalah: Celah Regulasi atau Praktik Koruptif?

Keberadaan sertifikat HGB di kawasan yang dulunya laut memunculkan pertanyaan kritis: Apakah ini akibat celah dalam regulasi, kurangnya pengawasan, atau justru indikasi praktik koruptif sistematis? Hukum pertanahan di Indonesia, khususnya terkait lahan reklamasi dan pesisir, cukup kompleks. Ada serangkaian izin yang harus dipenuhi, mulai dari Izin Lokasi, Izin Pelaksanaan Reklamasi, hingga penerbitan hak atas tanah seperti HGB. Setiap tahapan ini memerlukan studi kelayakan, AMDAL, dan persetujuan dari berbagai instansi pemerintah.

Urgensi Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Dugaan manipulasi ini menunjukkan adanya kemungkinan pelanggaran pada salah satu atau bahkan semua tahapan tersebut. Bisa jadi ada pemalsuan dokumen, penyalahgunaan wewenang, atau kongkalikong antara oknum-oknum terkait dengan pihak pengembang. Kurangnya transparansi dalam data kepemilikan dan proses penerbitan HGB semakin memperkuat kecurigaan ini.

Oleh karena itu, urgensi audit menyeluruh oleh Kementerian ATR/BPN, didukung oleh lembaga independen seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika diperlukan, menjadi sangat krusial. Audit ini harus mencakup tidak hanya aspek legalitas penerbitan sertifikat, tetapi juga proses perizinan reklamasi, studi dampak lingkungan, dan kesesuaian dengan rencana tata ruang yang berlaku. Penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu harus diterapkan kepada siapa pun yang terbukti terlibat, baik dari unsur pemerintah maupun pihak swasta.

Kesimpulan: Menjaga Integritas Pesisir, Menjamin Keadilan Publik

Polemik kaveling laut di Makassar adalah cermin dari tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya agraria dan pesisir di Indonesia. Ini bukan hanya tentang selembar sertifikat, melainkan tentang menjaga integritas ruang, melindungi hak-hak dasar masyarakat, dan menegakkan supremasi hukum. Dugaan manipulasi dalam penerbitan HGB di atas laut adalah alarm keras yang menuntut respons cepat, transparan, dan akuntabel dari pemerintah.

Pernyataan Pj Gubernur Sulawesi Selatan dan komitmen untuk mengkaji ulang perizinan adalah langkah awal yang patut diapresiasi, namun harus diikuti dengan tindakan nyata. Publik, melalui LBH Makassar dan elemen masyarakat lainnya, harus terus mengawal proses ini. Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah amanah konstitusi yang harus dilakukan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Keadilan harus ditegakkan, dan setiap jengkal tanah, termasuk yang baru saja diwujudkan dari lautan, harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan untuk kepentingan umum, bukan segelintir elite atau korporasi semata. Makassar dan masyarakatnya berhak atas pesisir yang lestari, adil, dan transparan.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru NH dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

PTUN Bandung Perintahkan Gubernur Jabar Pecat Bupati Bogor, Ada Apa?

Kejagung Hentikan Pengumpulan Data Program MBG: Ada Deal Penegakan Hukum dengan Polri?

Perkuat Sinergi Pertahanan dan Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Temui Panglima TNI dan Jaksa Agung

DPR Mendesak LPSK Tolak JC Sony, Tegaskan Fungsi Lindungi Saksi dan Korban

Tags: ATR/BPNDampak LingkunganHak Guna BangunanHGB Laut Makassarhukum agrariakaveling lautKementerian ATR-BPNLBH Makassarpenegakan hukumPj Gubernur SulSelPolemik Agrariareklamasi MakassarSertifikat HGBTata Ruang Pesisir
Share17Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

Wali Kota Makassar: Keberagaman Adalah Kekuatan Pemersatu, Bukan Sekat

18/08/2026
Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

Gubernur Sulsel Serukan Kedaulatan Pangan dan Solidaritas Menuju Indonesia Emas 2045 pada HUT Ke-81 RI

18/08/2026
Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya

17/08/2026
Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

Pemprov Sulsel Terima Rp48,3 Miliar Dana Kekurangan DBH untuk Gaji ASN dan PPPK

17/08/2026
Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Luwu dengan 30 Oxygen Concentrator, Apresiasi Atlet Berprestasi HUT RI ke-81

17/08/2026
Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

BMKG Makassar Imbau Waspada Pasca Gempa NTT, Tsunami Kecil Melanda Sulsel

16/08/2026
Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

16/08/2026
Menguak Tabir Sertifikat HGB di Laut Makassar: Antara Manipulasi Agraria, Ancaman Lingkungan, dan Preseden Pembongkaran - Featured

Pedagang Atribut Kemerdekaan di Makassar Keluhkan Sepi Pembeli Jelang HUT RI: Anjloknya Omzet dan Tantangan Bisnis

14/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    628 shares
    Share 251 Tweet 157
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • 11 Gaya Rambut Pria Korea Terkini yang Bikin Wanita Jatuh Hati: Dijamin Keren Maksimal!

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Koordinasi APIK Dinas PU Makassar & Dinas PU Provinsi Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.