Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah mengajukan usulan strategis agar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ditetapkan sebagai pusat Khazanah Maritim Indonesia. Usulan ini disambut antusias oleh Pemerintah Provinsi Sulsel, membuka babak baru bagi penguatan ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip di kawasan timur Indonesia.
Makassar, Jantung Sejarah Maritim Indonesia Timur
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Muhammad Jufri, menyoroti signifikansi pembentukan pusat khazanah maritim ini. “Ini akan menjadi ruang pembelajaran yang sangat bernilai bagi masyarakat kita. Lebih dari itu, ini akan memperkuat posisi Sulsel sebagai salah satu episentrum sejarah maritim nasional,” ujar Jufri. Ia menekankan bahwa penguatan arsip bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan fondasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam sejarah, identitas, dan jejak peradaban daerah mereka.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Andi Abu Bakar, menjelaskan alasan pemilihan Sulsel. “Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis. Wilayah ini menyimpan begitu banyak jejak sejarah dan peradaban maritim yang berperan krusial dalam perkembangan Indonesia bagian timur,” papar Andi Abu Bakar. Ia menambahkan bahwa Sulsel memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan tradisi pelayaran dan perdagangan Nusantara, serta jejak peradaban suku bangsa yang reputasinya telah mendunia.
Konsep Pengembangan Fasilitas Inovatif
ANRI tidak hanya membayangkan sebuah tempat penyimpanan arsip, namun sebuah pusat komprehensif. Konsep pengembangannya mencakup fungsi dokumentasi, penelitian, pendidikan, dan bahkan pariwisata yang berfokus pada kekayaan maritim Indonesia timur. Fasilitas ini rencananya akan dilengkapi dengan diorama interaktif dan berbagai media edukatif lain untuk menyajikan pengalaman belajar sejarah yang menarik dan partisipatif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pengembangan pusat khazanah maritim ini dipandang selaras dengan upaya global dalam memperkuat literasi sejarah dan melestarikan memori kolektif bangsa, terutama di era transformasi digital yang serba cepat ini. Di Makassar, kota yang telah lama dikenal sebagai pelabuhan penting, inisiatif ini akan semakin mengukuhkan warisan maritimnya.
Arsip: Fondasi Akuntabilitas dan Keamanan Administrasi
Dalam diskusi yang sama, Andi Abu Bakar turut menggarisbawahi peran vital arsip bagi berbagai sektor. “Pentingnya arsip tidak hanya bagi penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga krusial bagi dunia usaha,” tegasnya. Menurutnya, arsip adalah instrumen fundamental yang menopang akuntabilitas dan keamanan administrasi suatu lembaga. Baik di lingkup pemerintahan, kementerian, hingga sektor swasta, arsip berfungsi sebagai bukti otentik, sumber informasi tak ternilai, sekaligus perlindungan administrasi strategis bagi keberlangsungan lembaga di masa depan, khususnya dalam aspek pengelolaan anggaran dan keuangan.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.






















