Pasca gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dini hari, getarannya terasa hingga ke sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, bahkan memicu tsunami kecil di beberapa titik. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar secara sigap mengeluarkan imbauan kewaspadaan.
- Peringatan dini tsunami telah dicabut setelah dua jam.
- Gempa susulan dilaporkan terjadi 82 kali dengan intensitas menurun.
- Tsunami kecil tercatat hingga ketinggian 0,5 meter di pesisir Sulsel.
- Belum ada laporan kerusakan bangunan signifikan di Sulsel, namun kerusakan lebih berat terjadi di NTT.
Analisis BMKG Makassar: Getaran Gempa dan Dampak Tsunami Kecil di Sulsel
Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, menjelaskan bahwa gempa utama yang berpusat di 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer, memang memiliki potensi merambat hingga ke wilayah Sulsel.
Beliau menambahkan, getaran gempa terutama terasa kuat di pulau-pulau wilayah Selayar. Hal ini disebabkan kedekatan geografisnya dengan pusat gempa dan karakteristik patahan yang bersifat naik, yang dapat memicu pergerakan vertikal dasar laut. Pengalaman saya saat bertugas di lapangan, getaran kuat yang tiba-tiba dapat menimbulkan kepanikan, namun penting untuk tetap mengedepankan informasi resmi dari BMKG.
Tsunami Kecil Melanda Pesisir Sulsel
BMKG mencatat adanya perubahan ketinggian air laut yang signifikan, membentuk tsunami kecil setinggi 0,5 meter di beberapa lokasi Sulawesi Selatan. Wilayah yang terdampak meliputi Pulau Jampea, Kabupaten Selayar, dan sebagian pesisir Kabupaten Bulukumba. Getaran gempa juga dilaporkan dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kota Makassar, menambah rasa waspada.
Perubahan ketinggian air laut ini, sekecil apapun, menjadi indikator penting bahwa potensi bahaya belum sepenuhnya hilang. Seperti yang pernah saya saksikan, gelombang yang tidak biasa sekecil apapun tetap perlu diwaspadai, terutama di area pesisir.
Gempa Susulan dan Pencabutan Peringatan Dini
Dalam periode pascagempa utama, BMKG mendeteksi adanya 82 kali gempa susulan. Syukurlah, kekuatan gempa susulan ini terus menurun, memberikan sinyal positif. Menanggapi dinamika tersebut, BMKG Wilayah IV Makassar akhirnya mencabut peringatan dini tsunami setelah dua jam pascakejadian, mengimbau masyarakat untuk kembali ke aktivitas normal dengan tetap menjaga kewaspadaan.
Laporan Kerusakan: NTT Lebih Parah, Sulsel Aman
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan bangunan yang berarti di wilayah Sulawesi Selatan maupun Barat. Kontras dengan kondisi di Nusa Tenggara Timur, di mana laporan kerusakan lebih banyak diterima, termasuk rumah roboh dan fasilitas pelabuhan yang retak, khususnya di Kabupaten Ende. Laporan dari BPBD Selayar pun mengonfirmasi tidak ada kerusakan bangunan di wilayah mereka.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa dampak gempa tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik. Potensi dampak psikologis dan disrupsi sosial juga perlu diperhatikan. Pengalaman dari bencana-bencana sebelumnya mengajarkan kita pentingnya kesiapan dan mitigasi bencana yang komprehensif.
Kontributor: M. Ridham
Penyunting: RR. Nur
Add wartakita.id as a preferred source on Google























