Minggu, 8 November 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya

by Pewarta Warga
17/08/2026
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

BACA JUGA:

BMKG Jelaskan Gempa M 5,3 di Labuan Bajo Tak Berhubungan dengan M 7,7

BNPB Perkuat Pemadaman Darat Karhutla Kalimantan Tengah di Tengah Asap Tebal

Rute Kapal Cepat Makassar-Selayar Kini Beroperasi 3 Kali Sehari, Waktu Tempuh Hanya 2,5 Jam

Kekeringan Ekstrem Landa 8 Kabupaten di Sulsel, BPBD Tetapkan Status Siaga

Status Siaga Gunung Sinabung: BNPB Imbau Warga Karo Segera Mengungsi

Peristiwa gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, tak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi sebagian warga di wilayah lain yang turut merasakannya. Di Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah 50 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan masih memilih untuk tinggal di pengungsian, sebuah pilihan yang didorong oleh ingatan pahit akan dampak gempa dahsyat di masa lalu.

  • Sebanyak 50 KK di Selayar masih mengungsi akibat trauma gempa Flores.
  • Trauma berakar dari gempa M 7,4 tahun 2021 yang merusak rumah warga di Pasilambena dan Pasimarannu.
  • Gempa M 7,0 Flores terbaru memicu pengungsian mandiri warga ke perbukitan.
  • Meskipun sebagian warga telah kembali, 50 KK di Pasimarannu memilih bertahan di pengungsian karena kekhawatiran gempa susulan.
  • Kondisi geografis Selayar menyulitkan akses logistik bantuan, dengan warga memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.
  • Selain trauma, gempa Flores juga menyebabkan kerusakan fisik pada 13 rumah dan perahu nelayan di Selayar.

Kronologi Trauma Mendalam Akibat Gempa Flores di Selayar

Peristiwa gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, tak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi sebagian warga di wilayah lain yang turut merasakannya. Di Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah 50 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan masih memilih untuk tinggal di pengungsian, sebuah pilihan yang didorong oleh ingatan pahit akan dampak gempa dahsyat di masa lalu.

Muhammad Ikbal, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, menjelaskan bahwa trauma yang masih membekas ini sangat terasa di Kecamatan Pasimarannu. Keputusan untuk tetap berada di perbukitan sebagai lokasi pengungsian merupakan respons langsung terhadap ingatan kejadian serupa pada gempa besar tahun 2021.

Pada 14 Desember 2021, gempa magnitudo 7,4 yang berpusat di Flores memang terasa sangat kuat hingga ke Selayar, khususnya di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Dampaknya tak main-main; banyak rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan rata dengan tanah. Pengalaman mengerikan inilah yang kembali terbayang ketika gempa Magnitudo 7,0 kembali mengguncang Flores baru-baru ini.

Respons Mandiri dan Kekhawatiran Gempa Susulan

Menghadapi getaran gempa M 7,0 yang kembali terasa, warga di dua kecamatan tersebut, Pasimarannu dan Pasilambena, bertindak sigap. Mereka secara mandiri menyelamatkan diri dan berlindung di kawasan perbukitan yang dianggap lebih aman.

Data yang dihimpun BPBD menunjukkan skala pengungsian awal yang signifikan. Di Pasimarannu, tercatat sekitar 278 KK mengungsi, sementara di Pasilambena sebanyak 130 KK. Meskipun situasi berangsur membaik dan warga Pasilambena kini telah kembali ke rumah mereka, fenomena yang menarik perhatian terjadi di Pasimarannu.

Hingga kini, sekitar 20 persen dari total pengungsi di Pasimarannu, atau diperkirakan kurang lebih 50 KK, masih memilih untuk bertahan di perbukitan. Hal ini mengindikasikan betapa kuatnya kekhawatiran mereka terhadap potensi gempa susulan. Bahkan, beberapa warga dilaporkan kembali ke rumah pada siang hari untuk melakukan aktivitas, namun kembali ke lokasi pengungsian yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari permukiman saat sore menjelang. Tradisi mengungsi di Selayar, menurut penjelasan Ikbal, biasanya berlangsung selama tiga hingga empat hari pascagempa.

Tantangan Geografis dan Penanganan Logistik di Kepulauan

Selain faktor psikologis berupa trauma yang mendalam, penanganan pengungsi di Selayar juga dihadapkan pada tantangan geografis yang tidak ringan. Sebagai wilayah kepulauan, akses menuju lokasi terdampak menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi BPBD Selayar.

Untuk dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan dan menyalurkan logistik, petugas BPBD harus menempuh perjalanan laut yang memakan waktu cukup lama, yaitu sekitar 12 jam. Dalam situasi seperti ini, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi untuk sementara waktu masih ditopang secara mandiri oleh warga melalui kekeluargaan dan gotong royong.

Dampak Fisik Gempa Flores di Selayar

Meskipun gelombang pengungsian terbesar di Selayar dipicu oleh trauma, gempa M 7,0 Flores yang lalu juga tercatat memberikan dampak kerusakan fisik pada sejumlah bangunan di wilayah tersebut.

BPBD melaporkan adanya 13 rumah yang mengalami kerusakan. Rinciannya, sembilan rumah rusak ringan dan empat rumah lainnya mengalami kerusakan sedang. Di Kecamatan Pasilambena, beberapa rumah bahkan terdampak oleh fenomena tak terduga: hempasan air laut yang masuk ke permukiman pascagempa.

Selain merusak rumah, beberapa perahu milik nelayan juga dilaporkan mengalami kerusakan atau bahkan terseret hingga ke daratan. Namun, patut disyukuri bahwa gempa kali ini tidak menyebabkan rumah warga ambruk di Selayar, dan yang terpenting, tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa di wilayah kepulauan tersebut.


Kontributor: RR. Nur

Penyunting: H. Gunadi


Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BPBDgempa Floreskepulauan selayarNTTpasilambenapasimarannupengungsianSelayartrauma
Share8Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

"Foto mekanik memeriksa komponen mesin mobil putih terbuka kap di jalan kota Makassar dengan pencahayaan matahari sore yang hangat.

Panduan Klaim Asuransi Mobil All Risk dan Biaya Own Risk di Makassar

08/11/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Estimasi Modal Franchise Minuman dan Kuliner Cuan di Makassar 2026

08/11/2026
Foto jurnalistik setelah kebakaran di stasiun kereta api yang menunjukkan petugas pemadam membasahi sisa puing panas di dekat rel dan papan informasi elektronik, dengan pencahayaan sore hari dramatis.

Kebakaran Stasiun Gambir, PT KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Lancar

08/11/2026
Tiga atlet Indonesia berdiri berbaris tanpa menampilkan wajah dekat atau bangunan latar belakang yang jelas; mereka memegang medali perak dan perunggu dengan pita warna-warni yang mengkilap terkena ca

Tiga Medali Tambahan untuk Bone di Porprov XVIII Sulsel 2026

07/11/2026
Foto dokumenter seorang bupati menerima medali emas di atas panggung dengan latar belakang bendera resmi dan audiens yang duduk.

Bupati Gowa Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026

07/11/2026
Ragam Kuliner Tradisional Bugis Makassar: Dari Konro Hingga Pallubasa

Ragam Kuliner Tradisional Bugis Makassar: Dari Konro Hingga Pallubasa

06/11/2026
Garis polisi kuning melintang di jalan basah saat senja dengan lampu darurat biru-merah bercahaya di latar belakang kabur; suasana ketegangan tanpa menampilkan bangunan atau orang.

Pria Makassar Tipu 13 Wanita Lewat Medsos Berujung Perampokan

04/11/2026
Foto editorial menampilkan ratusan rumah kayu miniatur yang dipajang dalam pameran indoor dengan pencahayaan dramatis.

Disperkim Makassar Bedah 419 Rumah Warga sebagai Kado HUT ke-419 Kota

03/11/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Tampilan antarmuka balapan siberpunk dengan menu permainan masa depan di atas papan ketik mekanis modern.

    Game Baru November-Desember 2026: Wajib Lirik Gamer PC

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Smoothing dan Coloring Bersamaan Bisa Merusak Rambut?

    3582 shares
    Share 1433 Tweet 896
  • Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Setoran Rutin di Kementerian ATR/BPN

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Bentuk Satgas Gabungan dengan Singapura Atasi Laba Perusahaan ke Tax Haven

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Presiden Prabowo dan Sejumlah Pejabat Diduga Disadap Sejak 2025

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Chandra Asri Petrochemical Merambah Bisnis Otomotif, Bukan Sekadar Petrokimia

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Serangan Siber Lumpuhkan Freezer Supermarket Eropa, Stok Makanan Ludes

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.