Minggu, 27 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya

by Pewarta Warga
17/08/2026
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

BACA JUGA:

BNPB Perkuat Pemadaman Darat Karhutla Kalimantan Tengah di Tengah Asap Tebal

Rute Kapal Cepat Makassar-Selayar Kini Beroperasi 3 Kali Sehari, Waktu Tempuh Hanya 2,5 Jam

Kekeringan Ekstrem Landa 8 Kabupaten di Sulsel, BPBD Tetapkan Status Siaga

Status Siaga Gunung Sinabung: BNPB Imbau Warga Karo Segera Mengungsi

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

Peristiwa gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, tak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi sebagian warga di wilayah lain yang turut merasakannya. Di Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah 50 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan masih memilih untuk tinggal di pengungsian, sebuah pilihan yang didorong oleh ingatan pahit akan dampak gempa dahsyat di masa lalu.

  • Sebanyak 50 KK di Selayar masih mengungsi akibat trauma gempa Flores.
  • Trauma berakar dari gempa M 7,4 tahun 2021 yang merusak rumah warga di Pasilambena dan Pasimarannu.
  • Gempa M 7,0 Flores terbaru memicu pengungsian mandiri warga ke perbukitan.
  • Meskipun sebagian warga telah kembali, 50 KK di Pasimarannu memilih bertahan di pengungsian karena kekhawatiran gempa susulan.
  • Kondisi geografis Selayar menyulitkan akses logistik bantuan, dengan warga memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.
  • Selain trauma, gempa Flores juga menyebabkan kerusakan fisik pada 13 rumah dan perahu nelayan di Selayar.

Kronologi Trauma Mendalam Akibat Gempa Flores di Selayar

Peristiwa gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, tak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi sebagian warga di wilayah lain yang turut merasakannya. Di Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah 50 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan masih memilih untuk tinggal di pengungsian, sebuah pilihan yang didorong oleh ingatan pahit akan dampak gempa dahsyat di masa lalu.

Muhammad Ikbal, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, menjelaskan bahwa trauma yang masih membekas ini sangat terasa di Kecamatan Pasimarannu. Keputusan untuk tetap berada di perbukitan sebagai lokasi pengungsian merupakan respons langsung terhadap ingatan kejadian serupa pada gempa besar tahun 2021.

Pada 14 Desember 2021, gempa magnitudo 7,4 yang berpusat di Flores memang terasa sangat kuat hingga ke Selayar, khususnya di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Dampaknya tak main-main; banyak rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan rata dengan tanah. Pengalaman mengerikan inilah yang kembali terbayang ketika gempa Magnitudo 7,0 kembali mengguncang Flores baru-baru ini.

Respons Mandiri dan Kekhawatiran Gempa Susulan

Menghadapi getaran gempa M 7,0 yang kembali terasa, warga di dua kecamatan tersebut, Pasimarannu dan Pasilambena, bertindak sigap. Mereka secara mandiri menyelamatkan diri dan berlindung di kawasan perbukitan yang dianggap lebih aman.

Data yang dihimpun BPBD menunjukkan skala pengungsian awal yang signifikan. Di Pasimarannu, tercatat sekitar 278 KK mengungsi, sementara di Pasilambena sebanyak 130 KK. Meskipun situasi berangsur membaik dan warga Pasilambena kini telah kembali ke rumah mereka, fenomena yang menarik perhatian terjadi di Pasimarannu.

Hingga kini, sekitar 20 persen dari total pengungsi di Pasimarannu, atau diperkirakan kurang lebih 50 KK, masih memilih untuk bertahan di perbukitan. Hal ini mengindikasikan betapa kuatnya kekhawatiran mereka terhadap potensi gempa susulan. Bahkan, beberapa warga dilaporkan kembali ke rumah pada siang hari untuk melakukan aktivitas, namun kembali ke lokasi pengungsian yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari permukiman saat sore menjelang. Tradisi mengungsi di Selayar, menurut penjelasan Ikbal, biasanya berlangsung selama tiga hingga empat hari pascagempa.

Tantangan Geografis dan Penanganan Logistik di Kepulauan

Selain faktor psikologis berupa trauma yang mendalam, penanganan pengungsi di Selayar juga dihadapkan pada tantangan geografis yang tidak ringan. Sebagai wilayah kepulauan, akses menuju lokasi terdampak menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi BPBD Selayar.

Untuk dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan dan menyalurkan logistik, petugas BPBD harus menempuh perjalanan laut yang memakan waktu cukup lama, yaitu sekitar 12 jam. Dalam situasi seperti ini, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi untuk sementara waktu masih ditopang secara mandiri oleh warga melalui kekeluargaan dan gotong royong.

Dampak Fisik Gempa Flores di Selayar

Meskipun gelombang pengungsian terbesar di Selayar dipicu oleh trauma, gempa M 7,0 Flores yang lalu juga tercatat memberikan dampak kerusakan fisik pada sejumlah bangunan di wilayah tersebut.

BPBD melaporkan adanya 13 rumah yang mengalami kerusakan. Rinciannya, sembilan rumah rusak ringan dan empat rumah lainnya mengalami kerusakan sedang. Di Kecamatan Pasilambena, beberapa rumah bahkan terdampak oleh fenomena tak terduga: hempasan air laut yang masuk ke permukiman pascagempa.

Selain merusak rumah, beberapa perahu milik nelayan juga dilaporkan mengalami kerusakan atau bahkan terseret hingga ke daratan. Namun, patut disyukuri bahwa gempa kali ini tidak menyebabkan rumah warga ambruk di Selayar, dan yang terpenting, tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa di wilayah kepulauan tersebut.


Kontributor: RR. Nur

Penyunting: H. Gunadi


Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BPBDgempa Floreskepulauan selayarNTTpasilambenapasimarannupengungsianSelayartrauma
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

27/09/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Gubernur Sulsel Desak Percepatan Mattoanging: Mampukah PSM Makassar Pulang Kandang 2027?

27/09/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Stadion Mattoanging: Janji yang Terus Tertunda, Ancaman Nyata bagi PSM Makassar di Liga 1 2026/2027

27/09/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Makassar Percantik Kota: Revitalisasi Pedestrian Jalan Kajaolalido dan MH Thamrin Jadi Percontohan

27/09/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Ahli Arborist Diturunkan di Makassar: Penataan Pohon Demi Keamanan dan Kelestarian Ekosistem

27/09/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

PSM Makassar Siap Tempur: Juku Eja Genjot Fisik, Taktik, dan Mentalitas Juara Hadapi Lanjutan Liga 1

25/09/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Makassar Atasi Antrean Solar: Kolaborasi Pemkot dan Pertamina untuk Kelancaran Kendaraan Besar

25/09/2026
Trauma Gempa Flores: 50 KK di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian, Begini Kronologinya - Featured

Bendungan Karet Sungai Tallo: Solusi Strategis Perkuat Pasokan Air Bersih Makassar Jangka Panjang

25/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.