Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, berdiri tegak sebagai duta Kota Makassar dalam ajang bergengsi Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Penunjukan ini bukan sekadar formalitas, melainkan penanda kesiapan dan ambisi Makassar untuk mempertahankan supremasi dan meraih hasil gemilang.
Makassar Optimistis Raih Hasil Terbaik di Lomba Kelurahan 2026
Pemerintah Kota Makassar telah memantapkan langkahnya dengan menetapkan Kelurahan Gunung Sari sebagai garda terdepan dalam ajang Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026. Keputusan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah strategi matang untuk melanjutkan tren positif yang telah diraih Makassar selama beberapa tahun terakhir.
Pentingnya Lomba: Lebih dari Sekadar Penghargaan
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa partisipasi dalam lomba ini memiliki makna yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar mengejar tropi. Beliau menekankan bahwa ajang ini merupakan sebuah momentum krusial untuk:
- Memperkuat fundamental kualitas pelayanan publik di seluruh lapisan masyarakat.
- Mendorong akselerasi pembangunan wilayah yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan riil.
- Mengukuhkan gerakan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
“Dengan semangat kolaborasi, kerja keras yang tak kenal lelah, serta komitmen yang solid dari seluruh pemangku kepentingan, saya sangat yakin Kota Makassar akan mampu mempersembahkan yang terbaik. Harapan kita tidak hanya terhenti pada keberhasilan di tingkat provinsi, tetapi juga mampu mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional,” ujar Aliyah Mustika Ilham dengan penuh keyakinan saat membuka sesi persiapan intensif.
Menyelaraskan Arah Pembangunan dengan Tema Lomba
Tema: “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”
Tema yang diusung dalam lomba tahun ini dinilai sangat relevan dan sejalan dengan visi serta arah pembangunan jangka panjang Kota Makassar. Tema tersebut secara fundamental menggarisbawahi pentingnya penguatan pada tiga pilar utama yang telah menjadi fokus pemerintah kota:
- Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance): Memastikan setiap program dan kebijakan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi publik.
- Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat: Mengedepankan pendekatan partisipatif dalam mengidentifikasi dan menjawab prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh warga.
- Peningkatan Kualitas Lingkungan: Menggalakkan program-program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan nyaman bagi generasi sekarang dan mendatang.
Proses Penilaian yang Kian Komprehensif dan Dinamis
Aliyah Mustika Ilham memberikan peringatan penting terkait metode penilaian yang kini semakin matang dan komprehensif. Beliau mengingatkan seluruh elemen terkait agar siap menghadapi kemungkinan adanya kunjungan mendadak dari tim penilai, bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak bisa dicapai hanya melalui persiapan dadakan.
“Seluruh indikator penilaian harus tercermin dalam program kerja yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Kesiapan ini bukan hanya untuk menghadapi lomba, tetapi merupakan cerminan dari komitmen kita terhadap pembangunan dan pelayanan publik yang optimal setiap saat,” tegasnya.
Kelurahan Gunung Sari: Tuan Rumah Bersejarah
Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, Andi Anshar, menjelaskan bahwa penetapan Kelurahan Gunung Sari sebagai duta kota telah melalui proses evaluasi yang cermat. Sistem evaluasi perkembangan desa dan kelurahan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri menjadi landasan utama dalam pemilihan ini. Sebagai warga yang sering berinteraksi dengan berbagai program pemberdayaan di Makassar, saya melihat konsistensi dan komitmen BPM dalam memilih representasi terbaik.
Rekam Jejak Gemilang Makassar di Ajang Lomba
Tak dapat dipungkiri, Kota Makassar memiliki tradisi prestasi yang patut dibanggakan dalam kompetisi Desa dan Kelurahan Berprestasi. Selama tiga tahun berturut-turut, mulai dari 2023, 2024, hingga 2025, Makassar secara konsisten berhasil menyabet gelar Juara I di Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Bahkan, di kancah nasional, perwakilan Makassar juga telah berkali-kali masuk dalam jajaran nominasi terbaik, menunjukkan konsistensi dan kualitas pembangunan yang diakui secara luas. Pengalaman saya mengikuti beberapa acara penghargaan di tingkat kota menegaskan bahwa kebiasaan menang ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras terstruktur.
Sinergi Lintas Perangkat Daerah untuk Kemenangan Berkelanjutan
Tiga Aspek Utama Penilaian: Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial
Sekretaris Daerah Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menekankan urgensi sinergi lintas perangkat daerah sebagai kunci utama dalam memenuhi seluruh indikator penilaian yang kompleks. Lomba tahun ini akan memfokuskan penilaian pada tiga pilar esensial:
- Pengembangan Ekonomi Kerakyatan: Melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta revitalisasi peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
- Ketahanan Lingkungan: Implementasi program-program inovatif dalam pengelolaan sumber daya alam, pelestarian ekosistem, dan mitigasi dampak perubahan iklim.
- Penguatan Ketahanan Sosial dan Ekonomi Masyarakat: Peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan, dan resiliensi masyarakat terhadap berbagai tantangan.
“Kunci keberhasilan kita terletak pada kolaborasi yang kuat antar semua elemen pemerintah daerah. Setiap dinas, setiap bagian, harus bergerak bersama, bahu-membahu, memastikan seluruh indikator terpenuhi secara maksimal. Ini bukan hanya tentang lomba, tetapi tentang mewujudkan Makassar yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih sejahtera bagi seluruh warganya,” tutup Andi Zulkifly Nanda dengan penuh semangat.
Dari pengamatan saya di lapangan, sinergi ini krusial. Tanpa koordinasi yang baik antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Sosial, program-program unggulan akan berjalan sendiri-sendiri. Lomba ini menjadi pemantik yang baik untuk memastikan semua berjalan selaras demi kemajuan Kelurahan Gunung Sari dan Kota Makassar secara keseluruhan.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: M. Ridham






















