Upaya pencarian terhadap 18 korban KM Nurul Salsa yang masih hilang di Perairan Selayar terus digencarkan. Basarnas dan tim SAR gabungan telah memperluas area operasi secara signifikan, didukung penuh oleh kekuatan maritim dan udara dari TNI.
Pencarian Intensif di Perairan Selayar Diperluas
Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) bersama tim SAR gabungan menunjukkan komitmen penuh dalam menemukan 18 korban KM Nurul Salsa yang belum ditemukan. Area pencarian kini telah diperluas mencakup 1.980 mil laut persegi di sekitar perairan strategis Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Keputusan ini diambil mengingat belum tuntasnya operasi penyelamatan.
Kronologi Singkat dan Dukungan Armada Gabungan
Tragedi KM Nurul Salsa terjadi pada Rabu, 15 Juli, sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal yang membawa 78 penumpang itu sedang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar. Gangguan mesin yang dialami di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari tujuan akhir, menjadi pemicu tenggelamnya kapal nahas tersebut.
Memasuki hari keenam operasi pencarian, skala dukungan yang diberikan semakin masif. TNI Angkatan Laut (Kodaeral VI) turut serta dengan mengerahkan dua kapal perang andalan, KRI Marlin dan KRI Hiu. Tak ketinggalan, TNI Angkatan Udara (Lanud Sultan Hasanuddin) memberikan dukungan vital melalui patroli udara menggunakan pesawat Boeing 737-200 dan helikopter Caracal, memastikan cakupan pengawasan yang maksimal dari udara.
Basarnas sendiri tidak tinggal diam. Tiga armada kapal KN SAR, yakni KN SAR Kamajaya (dari Makassar), KN SAR Pacitan (dari Kendari), dan KN SAR Puntadewa (dari Maumere), telah dikerahkan untuk memaksimalkan daya jelajah. Selain itu, Kantor SAR Mataram turut mengirimkan tim Rescue Boat (RB) dengan 17 personel rescue terlatih, memperluas jangkauan pencarian ke area-area yang lebih terpencil.
Perkembangan Jumlah Korban dan Prediksi Arus
Hingga memasuki hari keempat operasi SAR, tim gabungan berhasil mengevakuasi lima korban dalam kondisi selamat. Perkembangan positif terus berlanjut di hari kelima, di mana dua korban lagi ditemukan selamat. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, dari total 78 orang yang berada di atas kapal, 59 dinyatakan selamat, dan satu orang meninggal dunia. Namun, 18 penumpang lainnya masih dalam status pencarian.
Direktur Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, memberikan analisis mendalam terkait kemungkinan arah terbawa arus. Prediksi sementara mengarah bahwa para korban mungkin terbawa arus ke arah barat daya, menuju wilayah Kepulauan Nusa Tenggara Barat (NTB). Analisis ini mendorong kesiagaan ekstra dari SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar untuk mengantisipasi pergerakan.
Pembagian area pencarian pada hari keenam dilakukan secara strategis ke dalam lima sektor. Masing-masing sektor memiliki luas 396 mil laut, disesuaikan dengan kemampuan operasional unsur kapal yang dikerahkan agar setiap area dapat tersisir secara efektif.
Penemuan Swimvest Menjadi Titik Penting
Dalam rangkaian upaya penyisiran yang intensif, KRI Marlin-877 berhasil menemukan satu unit *swimvest* atau rompi pelampung yang memiliki identifikasi bertuliskan KM Nurul Salsa. Penemuan signifikan ini terjadi di perairan utara Pulau Sanipadan. Barang bukti ini segera diamankan dan dianalisis oleh Tim SAR Gabungan untuk dijadikan petunjuk berharga yang dapat mendukung pengembangan area pencarian selanjutnya. Ini adalah momen krusial yang memberikan arah baru bagi tim.
Operasi pencarian ini terus dioptimalkan dengan penambahan personel dan armada. Tantangan luasnya area pencarian serta kondisi perairan yang bergelombang dengan ketinggian mencapai dua hingga tiga meter, tidak menyurutkan semangat tim SAR untuk terus bekerja keras demi menemukan seluruh korban yang masih hilang.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: Budi S.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























