Upaya pencarian terhadap delapan orang, termasuk lima jurnalis, yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kedua dengan intensifikasi operasi. Tim SAR Gabungan berupaya keras memperluas jangkauan penyisiran demi menemukan seluruh korban.
Perluasan Area Pencarian Menjadi Fokus Utama H2
Memasuki hari kedua operasi SAR, Sabtu (8/6/2024), Tim SAR Gabungan mengambil keputusan strategis untuk memperluas area pencarian. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi dinamika pencarian sebelumnya dan pengerahan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) yang ditugaskan di berbagai sektor yang telah ditentukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S. Sos., menegaskan komitmen penuh dalam operasi ini.
“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad, menekankan keseriusan dan maksimalkan sumber daya.
Detail Operasi SAR Hari Kedua (H2)
Untuk menyisir area yang lebih luas, berbagai unit dan kapal dikerahkan dengan rute dan sektor spesifik:
- KN SAR Tetuka 247 dan KAL Anyer melakukan penyisiran di Sektor 2, mencakup jarak tempuh masing-masing 68,3 dan 69,5 nautical mile (NM).
- RIB 02 dan RIB 03 Lampung menyisir Sektor 1 dengan total jarak 67 NM.
- Tim juga fokus pada pemantauan visual di sekitar pulau-pulau strategis seperti Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga kawasan Krakatau.
- RIB 02 Banten melakukan penyisiran sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
- KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan total jarak 67,3 NM.
- Kapal-kapal dari unsur TNI Angkatan Laut, KRI Leuser dan KRI Lepu, juga turut serta dalam pencarian di sektor masing-masing.
- Sejumlah SRU lainnya melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal, hingga laporan ini diterima, belum ada tanda-tanda positif atau keberadaan dari kedelapan orang yang dicari. Kondisi ini tentu menambah kekhawatiran banyak pihak, termasuk keluarga korban dan komunitas jurnalis.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Prioritas Keselamatan Personel
Menariknya, pada pukul 13.31 WIB, saat KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan koordinat SAR Map, teramati adanya aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Tebalnya material debu vulkanik yang dikeluarkan sempat menjadi perhatian khusus. Al Amrad kembali menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel SAR adalah prioritas utama dalam setiap tahapan operasi.
“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Hingga pukul 15.22 WIB, KP Sanjaya pun masih melakukan penyisiran sesuai titik koordinat SAR Map, namun belum berhasil menemukan jejak korban. Hal ini menunjukkan tantangan medan dan kondisi alam yang turut mempengaruhi jalannya operasi.
Identitas Korban dan Kekuatan Personel yang Terlibat
Delapan orang yang masih dalam proses pencarian adalah:
- Warta (55), kapten kapal.
- Surakman (60), ABK.
- Heriyanto (49), guide.
- M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara).
- Ari Basuki (Jurnalis Merdeka).
- Yudhis (Jurnalis iNews).
- Daus (Jurnalis Anadolu).
- Donal (Jurnalis freelance).
Operasi SAR H2 ini menunjukkan sinergi luar biasa antar berbagai instansi, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, serta elemen masyarakat:
- Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung.
- Unit Keamanan Laut (Kamla) PPLP, USS Pandeglang dan USS Merak.
- TNI (Angkatan Darat, Laut, Udara) dan Polri.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
- Potensi SAR (relawan, komunitas).
- Perwakilan Media.
- Keluarga korban.
- Nelayan dan masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan.
Berbagai armada laut dan teknologi juga dikerahkan, meliputi KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.
Kondisi Cuaca dan Prospek Kelanjutan Operasi
Kondisi cuaca di wilayah pencarian pada hari kedua terpantau cukup mendukung, cerah berawan dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot. Tinggi gelombang di perairan Selat Sunda berkisar antara 0,4 hingga 1 meter, memungkinkan operasi pencarian berjalan relatif aman.
Al Amrad kembali menegaskan, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan upaya pencarian tanpa henti dan akan terus mengevaluasi perkembangan operasi secara berkala. Keputusan strategis selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika situasi di lapangan.
“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.”
Operasi pencarian ini akan terus dilaksanakan sesuai hasil evaluasi dan perkembangan situasi di lapangan hingga kedelapan orang tersebut berhasil ditemukan. Semangat dan harapan untuk penemuan seluruh korban terus dikedepankan oleh seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: RR. Nur























