Sabtu, 8 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

by A. Burhany
12/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
utama-23

Saya mengakui: tadi malam saya juga melirik kalender.

Malam ke-23. Angka ganjil. Dan ada sesuatu di kepala saya yang langsung mulai menghitung peluang—seolah Lailatulkadar adalah undian berhadiah yang bisa dioptimalkan dengan strategi yang tepat.

Saya tersenyum sendiri menyadarinya. Dua puluh tiga hari berpuasa, dan ternyata naluri untuk mengontrol dan menghitung masih belum pergi jauh.

Mungkin Anda merasakan hal yang sama malam ini.


Di kota-kota kita, saf-saf masjid yang sempat melonggar di pertengahan bulan kembali merapat. Ada energi yang berbeda—lebih tegang, lebih bersemangat, lebih penuh perhitungan. Kita seolah sedang bermain lotre spiritual, bertaruh pada tanggal-tanggal tertentu sembari berharap keberuntungan jatuh di pangkuan kita.

Di tengah keriuhan ini, saya teringat pada satu nama Tuhan: Al-Witr. Yang Maha Ganjil. Yang Maha Tunggal.

Tuhan mencintai yang ganjil karena keganjilan adalah simbol keunikan yang tak terbagi. Tapi ironinya, kita sering memburu Yang Ganjil dengan batin yang masih compang-camping. Kita mengejar malam ganjil, sementara hubungan kita dengan sesama—urusan yang seharusnya sudah tuntas—masih menyisakan lubang-lubang yang kita biarkan seolah akan menutup sendiri jika dilupakan cukup lama. Kita membuat masalah di laut, tapi ingin menyelesaikannya di gunung. Pintu depan terbuka lebar, tapi karena gengsi kita lebih suka menyusup lewat pintu belakang.


Saya masih bekerja dengan sistem biner. Nol dan satu. Dan ada sesuatu yang selalu saya ingat dari dunia itu: untuk mencapai angka ‘1’ yang fungsional dan bermakna, deretan angka ‘0’ di belakangnya harus tersusun dengan presisi. Satu yang berdiri di atas fondasi yang kacau tidak akan menghasilkan apa pun yang bermakna.

Namun yang lebih mengusik saya bukan matematikanya—melainkan filosofinya.

Deretan ya dan tidak, diterima dan ditolak, hadir dan abai, adalah pembentuk karakter yang terbaca hari ini. Setiap keputusan kecil yang kita anggap remeh—membalas atau tidak membalas, menepati atau menunda—adalah digit-digit yang terus terakumulasi, membentuk siapa kita sebenarnya jauh di bawah permukaan.


Dan di sinilah saya menyadari bahwa ini bukan hanya bahasa sistem komputer.

Saya sedang berbicara tentang diri saya sendiri—tentang berapa banyak ‘0’ yang saya tinggalkan berantakan karena terlalu sibuk mengejar ‘1’ yang terasa lebih mulia. Berapa banyak urusan kecil yang saya anggap bisa menunggu, sementara saya mendirikan saf di barisan terdepan. Berapa banyak angka nol di pinggiran hidup saya, sementara saya sibuk membangun arsitektur spiritual yang—jika diperiksa lebih jujur—fondasinya masih berlubang di sana-sini.

Spiritualitas, saya kira, bekerja dengan logika yang serupa. Kita tidak akan bisa menyentuh Yang Satu jika urusan kemanusiaan kita—dengan pasangan, keluarga, sesama—masih berantakan dan kita anggap bisa ditunda sampai setelah Lebaran.


Keseimbangan batin adalah arsitektur, bukan ornamen.

Dan saya bicara ini kepada diri saya sendiri juga. Ada janji yang belum saya penuhi. Ada hak orang lain yang masih tersangkut di suatu tempat yang nyaman untuk saya abaikan. Ada penolakan yang tidak mau saya terima. Ada maaf yang seharusnya sudah saya kirim tapi saya tunda karena menunggu momen yang “tepat”—yang ternyata tidak pernah datang sendiri.

Genap berarti menuntaskan yang belum selesai. Genap berarti memberikan porsi yang adil antara bekerja dan berdoa, antara mengejar Lailatulkadar dan memastikan orang-orang di sekitar kita tidak merasa ditinggalkan dalam prosesnya.


Jika niat kita jatuh pada angka, kita hanya akan mendapatkan penatnya begadang. Tapi jika niat kita jatuh pada keseimbangan—pada kegenapan yang jujur—maka setiap malam, baik ganjil maupun genap, bisa terasa seperti perjumpaan. Sebab bagi orang yang batinnya sudah tenang, Tuhan hadir di setiap detak, bukan hanya di tanggal-tanggal tertentu.


Malam ini, sebelum kita sibuk menatap kalender, mungkin ada baiknya kita menatap ke tempat lain sebentar.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Apakah ada urusan yang belum genap? Apakah ada hak orang lain yang masih tersangkut di saku kita? Apakah ada seseorang yang menunggu kabar dari kita sejak lama—dan kita biarkan menunggu karena kita sedang sibuk mencari malam seribu bulan?

Genapkanlah satu hal malam ini. Hanya satu. Dan rasakan bagaimana Yang Maha Ganjil itu terasa lebih dekat dari sebelumnya.

Selamat menjadi ganjil di mata dunia, namun genap di hadapan Pencipta.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: al witr yang maha ganjilberbuka puasaesai Ramadanfilosofi ganjil genap islamjebakan spiritualitaskeseimbangan ibadah dan sosialmakna malam ganjil ramadanmakna niat puasamengejar lailatul qadar hari 23menyelesaikan urusan manusianiat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share14Tweet9Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • “Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Parfum Lokal Wangi Mewah, Harga Terjangkau!

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.