Memulai tahun ajaran baru seringkali menjadi momen emosional bagi orang tua dan anak. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memahami pentingnya kehadiran orang tua di hari pertama sekolah anak, dengan memberikan kebijakan yang menunjukkan kepedulian mendalam.
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memberikan dispensasi khusus bagi ASN untuk mengantar anak di hari pertama sekolah.
- ASN dapat memulai kerja lebih lambat, asalkan mengutamakan pendampingan anak ke sekolah pada 13 Juli 2026.
- Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor B-100.3.4.1_12/SE/VII/2026 dan ditujukan kepada seluruh Kepala OPD Sulbar.
- Tujuan utamanya adalah menciptakan iklim pembelajaran positif dan mempererat hubungan orang tua-guru.
- Inisiatif serupa telah diterapkan secara internal di Bapperida Sulbar untuk fleksibilitas kerja yang lebih luas.
Inisiatif Hangat: ASN Sulbar Diberi Kelonggaran Khusus di Hari Pertama Sekolah
Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengukuhkan komitmennya terhadap keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga ASN. Pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 13 Juli 2026, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulbar diberikan dispensasi khusus untuk menunda jam masuk kerja. Kebijakan ini memungkinkan mereka untuk terlebih dahulu mengantarkan dan mendampingi putra-putri mereka yang memulai jenjang pendidikan baru atau kembali ke bangku sekolah.
Rincian Kebijakan dan Filosofi di Baliknya
Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, secara resmi menggarisbawahi kebijakan ini melalui Surat Edaran Nomor B-100.3.4.1_12/SE/VII/2026 tentang Hari Pertama Sekolah. Surat edaran ini secara spesifik menginstruksikan para Kepala Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sulbar untuk mengimbau serta mendorong ASN di bawah binaan mereka agar meluangkan waktu di pagi hari untuk mengantar anak ke sekolah. Kelonggaran waktu kerja diberikan setelah ASN menyelesaikan kewajiban mendampingi anak mereka.
Lebih dari sekadar memberikan izin terlambat masuk kerja, surat edaran tersebut juga menekankan peran aktif OPD dalam mendukung seluruh rangkaian acara menyambut siswa baru. Hal ini mencakup interaksi positif dengan orang tua murid dan penyebarluasan informasi mengenai kampanye ‘Hari Pertama Sekolah’ melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk platform media sosial. Pemprov Sulbar memandang kampanye ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah upaya strategis untuk membangun iklim pembelajaran yang lebih positif dan memperkuat kolaborasi antara orang tua dan pendidik demi kesuksesan pendidikan anak selama satu tahun ke depan.
Fleksibilitas Kerja yang Lebih Luas: Inspirasi dari Internal
Menariknya, inisiatif ini tidak sepenuhnya baru di lingkungan birokrasi Sulbar. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulbar, Amujib, berbagi pengalaman bahwa Bapperida telah menerapkan kebijakan serupa bahkan sebelum gerakan resmi ‘Ayah Mengantar Anak ke Sekolah’ digalakkan secara luas oleh Pemprov. Pendekatan Bapperida terbilang sistematis, dimulai dengan pendataan cermat terhadap kebutuhan pegawai, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, pegawai dengan anak usia sekolah, hingga mereka yang memiliki tanggung jawab merawat orang tua di rumah.
Berdasarkan data tersebut, Bapperida berhasil merumuskan kebijakan kerja yang fleksibel secara terstruktur. Dispensasi kehadiran apel pagi diberikan kepada pegawai yang sedang mengantar anak ke sekolah, sementara pegawai hamil dan menyusui memperoleh kelonggaran waktu untuk memenuhi kebutuhan kesehatan diri dan keluarga sebelum memulai tugas pokok mereka di kantor. Amujib menegaskan bahwa kebijakan fleksibilitas kerja ini merupakan manifestasi konkret dari dukungan Pemprov Sulbar terhadap upaya penurunan angka stunting dan pembangunan lingkungan kerja yang benar-benar ramah keluarga.
“Logikanya sederhana,” ujar Amujib, menekankan pandangannya yang berorientasi pada hasil jangka panjang, “kalau ingin ASN mendorong nilai-nilai keluarga sehat di masyarakat, ASN-nya sendiri harus sudah merasakannya dulu.” Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif ayah dalam pengasuhan anak, perhatian mendalam terhadap kebutuhan ibu hamil dan menyusui, serta dukungan komprehensif bagi pegawai yang menghadapi kondisi khusus, adalah investasi krusial dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Hal ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya generasi penerus yang unggul di masa depan.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: Budi S.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























