Sebagai seorang yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan, saya selalu antusias melihat inisiatif kolaboratif yang mampu mendobrak batas geografis dan sosial demi kemajuan bangsa. Kolaborasi antara Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Pemerintah Kabupaten Nunukan ini adalah contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam pembangunan di wilayah yang seringkali terpinggirkan.
Sinergi Strategis Unhas dan Pemkab Nunukan: Membuka Akses Pendidikan Berkualitas di Wilayah Perbatasan
Universitas Hasanuddin (Unhas), sebuah institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia Timur yang berpusat di Makassar, baru-baru ini menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Fokus utama kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah perbatasan, sebuah area yang memegang peranan krusial bagi kedaulatan bangsa.
Program Afirmasi: Jembatan Menuju Pendidikan Tinggi bagi Putra-Putri Perbatasan
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, secara tegas menyampaikan bahwa penekanan utama dalam kerja sama ini adalah penguatan program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui jalur afirmasi. Program ini, yang telah menunjukkan buah manis sejak tahun lalu, dirancang khusus untuk membuka pintu lebar-lebar bagi putra-putri terbaik daerah perbatasan agar dapat mengakses pendidikan tinggi.
Menurut Irwan Sabri, jalur afirmasi ini bukan sekadar program penerimaan mahasiswa biasa. Ini adalah sebuah investasi strategis daerah yang berorientasi pada pembentukan generasi muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki visi dan kemampuan untuk menjawab serta memimpin tantangan pembangunan di masa depan. Beliau berharap Unhas dapat memberikan dukungan penuh, memastikan masyarakat Nunukan mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih luas dan kelak dapat kembali membangun serta mengabdi pada daerah asal mereka.
Keberhasilan Awal dan Komitmen Penguatan Implementasi
Kisah sukses program afirmasi ini telah terbukti. Pada tahun sebelumnya, program ini berhasil mengantarkan 33 mahasiswa asal Nunukan untuk menempuh pendidikan di berbagai fakultas di Unhas. Untuk tahun ini, baik Pemerintah Kabupaten Nunukan maupun Unhas sepakat untuk tidak hanya melanjutkan, tetapi juga memperkuat implementasi program yang telah terbukti manfaatnya ini.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, yang akrab disapa Prof. JJ, memberikan pandangan yang sangat berbobot. Beliau menekankan bahwa kesuksesan program afirmasi sejatinya tidak hanya diukur dari berapa banyak mahasiswa yang berhasil diterima. Lebih dari itu, yang terpenting adalah kemampuan seluruh elemen yang terlibat untuk memastikan para mahasiswa ini dapat menyelesaikan studi mereka dengan baik dan pada akhirnya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah asalnya.
“Daerah perbatasan merupakan garda terdepan Indonesia yang memerlukan sentuhan dari perguruan tinggi,” ujar Prof. JJ, menekankan signifikansi wilayah perbatasan. Ia juga menambahkan, sebuah aspek krusial yang harus menjadi perhatian adalah pengawalan terhadap calon mahasiswa afirmasi. Hal ini penting untuk memastikan mereka tidak menghadapi kendala akademis maupun non-akademis selama menjalani masa perkuliahan di Unhas. Pengalaman saya mendampingi mahasiswa dari berbagai latar belakang mengajarkan betapa pentingnya pendampingan holistik ini.
Perjanjian Kerja Sama Lebih Lanjut: Tridarma Perguruan Tinggi di Perbatasan
Sebagai langkah konkrit dan tindak lanjut dari kesepakatan awal, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas. Lingkup kerja sama ini sangat luas, mencakup implementasi tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Secara spesifik, fokusnya adalah penguatan layanan kesehatan dan pengembangan SDM di wilayah perbatasan, sebuah area yang seringkali menghadapi tantangan akses kesehatan yang lebih besar.
Kontributor: M. Ridham
Penyunting: H. Gunadi
Add wartakita.id as a preferred source on Google























