Selasa, 22 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS?

by Pewarta Warga
08/02/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1770472859-fd7f77e20302eb5e

BACA JUGA:

MK Kabulkan Gugatan: Anggaran Program Makan Bergizi (MBG) Dipisah dari Anggaran Pendidikan

MK Kabulkan Gugatan Kuota Internet Hangus: Hak Konsumen Dilindungi Penuh!

Putusan MK: Frasa “Tidak Langsung” dalam Pasal Perintangan Penyidikan Dinyatakan Inkonstitusional, Ruang Tafsir Subjektif Tertutup

Adies Kadir Dilantik: Ketua MK Ingatkan Independensi dan Integritas Hakim Konstitusi di Atas Segalanya

Gugatan Pilkada Takalar: Dugaan Pelanggaran TSM hingga Keterlibatan Aparat

Hanya sehari setelah dilantik, Hakim Konstitusi Adies Kadir menghadapi laporan di Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Laporan ini diajukan oleh Constitutional and Administrative Law Society (CALS), yang terdiri dari 21 guru besar, dosen, dan praktisi hukum, menyoroti dugaan pelanggaran etik dan kejanggalan proses pencalonannya.

  • 21 tokoh hukum laporkan Adies Kadir ke MKMK tak lama setelah dilantik.
  • Pelaporan menyoroti dugaan pelanggaran kode etik dan kejanggalan proses seleksi Adies Kadir sebagai hakim konstitusi.
  • CALS mendesak MKMK untuk terlibat dalam pemeriksaan proses pencalonan, bukan hanya pasca-pelantikan.
  • Kejanggalan proses seleksi meliputi pembatalan calon sebelumnya dan penunjukan Adies Kadir tanpa uji kelayakan memadai.
  • Latar belakang politik Adies Kadir dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan di MK.
  • CALS menuntut pemberhentian Adies Kadir sebagai hakim konstitusi dan berencana mengajukan gugatan ke PTUN.

Detil Pelaporan Adies Kadir ke MKMK oleh CALS

Pelantikan Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi yang seharusnya menjadi sorotan positif, justru dibayangi oleh laporan ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Laporan ini diajukan oleh Constitutional and Administrative Law Society (CALS), sebuah kelompok yang terdiri dari 21 guru besar, dosen, dan praktisi hukum terkemuka. CALS mengajukan laporan ini dengan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim konstitusi, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam proses pencalonan Adies Kadir yang diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Peran MKMK dalam Proses Pencalonan Hakim

Perwakilan CALS, Yance Arizona, menyatakan bahwa pelaporan ini bertujuan untuk menjaga keluhuran dan martabat Mahkamah Konstitusi. Berbeda dengan praktik umumnya yang hanya memeriksa laporan setelah hakim resmi bertugas, CALS ingin MKMK memiliki peran lebih jauh untuk ikut memeriksa proses seseorang sebelum menjadi hakim. Mereka berargumen bahwa keterlibatan MKMK sejak awal dapat mengoreksi kekeliruan yang dianggap tidak etis dalam proses seleksi.

“Kami ingin MKMK juga terlibat lebih jauh untuk ikut memeriksa proses seseorang untuk menjadi hakim,” ujar Yance Arizona. Ia menambahkan, “Kami melaporkan Bapak Adies Kadir karena seleksinya itu tidak saja bertentangan dengan undang-undang, tapi juga kami melihat banyak hal yang tidak pantas terjadi dalam proses itu yang merupakan pelanggaran terhadap beberapa norma etika.”

Kejanggalan dalam Proses Seleksi Adies Kadir

CALS mengidentifikasi beberapa kejanggalan mendasar dalam proses pencalonan dan penunjukan Adies Kadir. Salah satu poin krusial adalah penunjukan Adies dilakukan setelah Komisi III DPR RI sebelumnya telah memilih calon lain, yaitu Inosentius Samsul, yang bahkan telah disetujui pada Agustus 2025. Namun, pada Januari 2026, Komisi III tiba-tiba menganulir hasil seleksi tersebut dan menggantinya dengan Adies Kadir.

Proses penggantian ini dinilai CALS terjadi secara mendadak tanpa melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang semestinya bagi Adies Kadir. Yance Arizona menjelaskan, “Proses penunjukkan Adies Kadir dinilai CALS tidak sejalan dengan prinsip integritas, imparsialitas, dan kesopanan.” Lebih lanjut, CALS menyoroti latar belakang Adies Kadir sebagai mantan Wakil Ketua DPR RI, yang secara tidak langsung terlibat dalam proses seleksi calon sebelumnya. Hal ini menimbulkan kesan adanya privilese yang didapatkan Adies Kadir.

“Seakan-akan Pak Adies Kadir mendapatkan privilese dalam proses seleksi, bahkan dia bisa menganulir putusan komisi yang sebelumnya sudah mengusulkan orang lain, tiba-tiba untuk mengusulkan dirinya, dan dia tidak menolak untuk diusulkan dalam mekanisme yang sebenarnya cacat secara prosedur hukum,” tegas Yance.

Pelanggaran Undang-Undang MK

Selain itu, CALS berpendapat bahwa pencalonan Adies Kadir melanggar Pasal 19 dan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Undang-undang tersebut mengamanatkan bahwa proses pencalonan hakim konstitusi harus dilaksanakan secara transparan, partisipatif, objektif, dan akuntabel.

Potensi Konflik Kepentingan Latar Belakang Politik

Isu lain yang diangkat oleh CALS adalah potensi konflik kepentingan yang besar mengingat latar belakang Adies Kadir sebagai seorang politisi. CALS berpandangan bahwa ketika Adies Kadir duduk sebagai hakim konstitusi, terutama dalam perkara pengujian undang-undang atau sengketa hasil pemilu, latar belakang politiknya dapat memengaruhi independensinya.

“Dalam konteks seperti itu, beliau tidak bisa ikut dalam pengujian undang-undang yang mana Partai Golkar punya kontribusi besar di situ, atau sengketa pilpres, atau sengketa PHPU (perselisihan hasil pemilihan umum), lalu untuk apa beliau menjadi hakim konstitusi?” tanya Yance Arizona, menyiratkan keraguan terhadap independensi dan efektivitas Adies Kadir dalam memegang amanah sebagai hakim konstitusi.

Tuntutan CALS: Pemberhentian dan Gugatan

Menyikapi seluruh kejanggalan dan potensi masalah tersebut, CALS menuntut agar MKMK memberhentikan Adies Kadir dari jabatannya sebagai hakim konstitusi. Permintaan ini diajukan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah potensi kerusakan pada integritas dan kepercayaan publik terhadap Mahkamah Konstitusi di masa depan.

Para pelapor Adies Kadir ke MKMK adalah tokoh-tokoh hukum yang dihormati, antara lain: Denny Indrayana, Hesti Armiwulan Sochma Wardiah, Muchamad Ali Safaat, Susi Dwi Harijanti, Iwan Satriawan, Zainal Arifin Mochtar, Mirza Satria Buana, Herdiansyah Hamzah, Herlambang P. Wiratraman, Dhia Al Uyun, Richo Andi Wibowo, Yance Arizona, Idul Rishan, Charles Simabura, Titi Anggraini, Warkhatun Najidah, Allan Fatchan Gani Wardhana, Beni Kurnia Illahi, Bivitri Susanti, Taufik Firmanto, dan Feri Amsari.

Tidak berhenti pada laporan ke MKMK, CALS juga menyatakan rencananya untuk melaporkan pencalonan Adies Kadir ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam waktu dekat, menunjukkan keseriusan mereka dalam memperjuangkan proses seleksi yang adil dan sesuai hukum.

Sekilas Latar Belakang Adies Kadir

Adies Kadir baru saja mengucap sumpah sebagai hakim konstitusi di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/2/2026). Ia langsung memulai tugasnya dengan bersidang di Mahkamah Konstitusi pada Jumat (6/2/2026), sehari setelah pelaporannya ke MKMK menjadi sorotan publik.

Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Adies KadirCALSDugaan Konflik KepentinganMahkamah KonstitusiMKMKPelanggaran Kode EtikSeleksi HakimTokoh Hukum
Share11Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

Bangga! Indonesia Raih 5 Medali di Asian Games 2026 Nagoya, Jepang: Perunggu Soft Tennis dan Wushu Mengibarkan Merah Putih

21/09/2026
Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

PLN Pastikan Transparansi Kompensasi Lahan SUTT 150 kV di Morowali Melalui Sosialisasi Mendalam

20/09/2026
Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

TNI AL Serahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke PT PAL & Fincantieri untuk Retrofit: Detail Kerja Sama dan Potensi Operasional

19/09/2026
Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Angkat Bicara Soal Kasus Suap HGB BPN Bogor

19/09/2026
Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

Strategi Multidimensi Melawan Dampak Kebakaran Hutan & Lahan di Kalimantan: Respons Komprehensif Melampaui Krisis Asap

18/09/2026
Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa, China-Rusia Peringatkan Perang Antariksa

16/09/2026
Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

Pemecatan Menteri Lewat Telepon: Sorotan Analis Komunikasi Politik Unpad Terhadap Etika Birokrasi

16/09/2026
Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS? - Featured

Absen di DPR, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Jadi Sorotan Pasca OTT KPK

16/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    202 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • AXA Financial Indonesia Perkuat Perlindungan Berbasis Syariah dengan Peluncuran AXA Sharia Life Insurance

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Grab Akuisisi Atome Financial: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Layanan Keuangan Indonesia

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Teras Perwira 2026: Grab & OVO Finansial Bekali Ribuan Mitra UMKM di 10 Kota

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Reshuffle Mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Analisis Mendalam Politik dan Anggaran

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Sejarah Lunas: Utang Krisis 1998 Berakhir Agustus 2026, Dibayar Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.