Minggu, 12 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi

by Redaktur
16/12/2025
in Berita Terkini, Internasional
Reading Time: 5 mins read
A A
aksi ahmed di sydney

Wartakita.id, SYDNEY — Di Archer Park, sebuah ruang hijau yang terjepit di antara debur ombak Bondi Beach dan hiruk pikuk kota, lilin-lilin Menorah raksasa baru saja dinyalakan. Itu adalah hari Selasa, 16 Desember 2025. Udara musim panas Sydney terasa hangat, membawa aroma laut yang bercampur dengan manisnya sufganiyot (donat goreng).

Matilda Bee Britvan, gadis kecil berusia 10 tahun dengan tawa yang renyah, sedang berdiri di dekat panggung utama. Matanya berbinar memantulkan cahaya lilin. Di dekatnya, duduk Alex Kleytman (87), seorang pria sepuh dengan tatapan teduh. Alex adalah saksi hidup dari kekejaman tergelap abad ke-20; ia selamat dari Holocaust, lolos dari kamp kematian Nazi di Eropa, dan memilih Australia sebagai tempat untuk menua dengan damai bersama istrinya, Larisa.

Pukul 19.30, kedamaian itu pecah. Bukan oleh sorak-sorai perayaan, melainkan oleh suara “krak-krak-krak” yang tajam dan berirama dari arah jembatan penyeberangan (footbridge) yang menghadap ke taman.

“Kembang api!” seru seorang anak kecil, polos. Namun Matilda tidak sempat menyadari kekeliruan itu. Peluru pertama menembus kerumunan.

World Cup 2026

Maut dari Jembatan Penyeberangan

Posisi penembak sangat strategis dan mematikan. Dari atas jembatan penyeberangan, dua pria—yang kemudian diidentifikasi sebagai Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24)—memiliki pandangan bebas ke arah kerumunan di bawah.

Berbekal senapan bolt action dan shotgun, pasangan ayah-anak ini melepaskan setidaknya 50 tembakan ke arah massa yang panik. Jeritan menggantikan tawa. Archer Park berubah menjadi zona perang dalam hitungan detik.

Matilda, gadis kecil itu, tewas di tempat. Alex Kleytman, yang sepanjang hidupnya berlari dari kematian, akhirnya terkejar oleh peluru kebencian saat berusaha melindungi istrinya. Sebuah ironi yang menyayat hati: selamat dari genosida Hitler, hanya untuk gugur di tangan fanatisme baru di pantai paling damai di dunia.

Sang Penjual Buah yang Menolak Lari

Di tengah kekacauan itu, Ahmed al Ahmed (42) sedang berada di dekat lokasi. Pria kelahiran Suriah ini adalah pemilik toko buah lokal yang dikenal ramah. Sebagai seorang Muslim yang taat dan imigran yang pernah merasakan pahitnya konflik di tanah kelahirannya, Ahmed tahu betul suara apa yang sedang ia dengar.

Naluri bertahan hidup memerintahkan siapa pun untuk tiarap atau lari menjauh. Namun, Ahmed melihat sesuatu yang lain.

Ia melihat Sajid Akram, sang ayah sekaligus otak serangan, sedang bergerak di posisi bawah jembatan, mungkin untuk mengisi peluru atau mencari sudut tembak baru. Sajid mengenakan celana khaki dan memegang senapan laras panjang.

Dalam momen yang menentukan sejarah malam itu, Ahmed tidak lari menjauh. Ia berlari menuju arah suara tembakan.

World Cup 2026

Dengan memanfaatkan kekacauan dan mobil-mobil yang terparkir sebagai pelindung, Ahmed menyelinap di belakang pelaku. Tanpa senjata, hanya bermodalkan nyali, ia menerjang Sajid Akram dari belakang.

“Dia menjatuhkannya ke tanah seperti singa,” ujar seorang saksi mata.

Pergulatan hidup-mati terjadi di atas aspal. Ahmed berhasil mencengkeram laras senapan Sajid, memutarnya, dan melucuti senjata tersebut dari tangan teroris itu. Menurut laporan kepolisian New South Wales, Ahmed bahkan sempat menodongkan senjata rampasan itu kembali ke arah pelaku untuk menguncinya agar tidak bergerak, memberi waktu emas bagi Polisi Taktis untuk merangsek masuk.

Aksi Ahmed memecah konsentrasi serangan. Naveed, sang anak yang berada di posisi lain, kehilangan dukungan tembakan. Dalam baku tembak berikutnya dengan polisi, Sajid tewas, dan Naveed berhasil dilumpuhkan dan ditangkap.

Ayah yang Mewariskan Kebencian, Ayah yang Mewariskan Keberanian

Tragedi Bondi menyingkap dua potret “Ayah” yang kontras secara ekstrem.

Di satu sisi, ada Sajid Akram. Investigasi menunjukkan ia dan putranya baru saja kembali dari Davao, Filipina, bulan lalu—sebuah perjalanan yang diduga kuat untuk “wisata teror” dan pelatihan militer. Di dalam mobil mereka, polisi menemukan bendera ISIS buatan tangan dan bahan peledak rakitan. Sajid adalah ayah yang memilih mewariskan racun ideologi kepada putranya, mengajak darah dagingnya sendiri menuju kehancuran.

Di sisi lain, ada Ahmed al Ahmed. Seorang ayah dan suami yang bekerja keras di toko buahnya. Ia tidak memiliki hubungan darah dengan komunitas Yahudi yang sedang merayakan Hanukkah. Ia berbeda agama, berbeda latar belakang etnis. Namun, ia memilih mewariskan teladan keberanian kemanusiaan.

BACA JUGA:

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

Strategi Penyelamatan Rupiah dan Tiga Pos Kritis APBN 2026

Bedah Artikel The Economist: Ancaman Krisis Ekonomi dan Demokrasi Indonesia di Era Prabowo?

Menko Yusril sebut tak ada larangan nobar Film Pesta Babi

Ketika Perdana Menteri Anthony Albanese mengunjungi Ahmed yang terbaring dengan perban di Rumah Sakit St. Vincent, ia tidak menahan pujiannya. “Anda adalah pahlawan Australia sejati, Ahmed. Anda melihat kejahatan, dan Anda berdiri melawannya.”

Cahaya di Atas Kegelapan

Malam ini, garis polisi kuning masih melingkari area sekitar Bondi Pavilion. Bunga-bunga mulai menumpuk di trotoar—mawar putih untuk Matilda, lili untuk Alex.

Namun, narasi yang tertinggal di benak warga Sydney bukanlah tentang keberhasilan teror ISIS. Narasi itu adalah tentang seorang pria Muslim Suriah yang menyelamatkan tetangga Yahudinya.

Dalam ajaran Yahudi, ada konsep Tikkun Olam (memperbaiki dunia). Dalam ajaran Islam, ada prinsip bahwa menyelamatkan satu nyawa seperti menyelamatkan seluruh umat manusia.

Di Bondi Beach, pada malam Hanukkah 2025, Ahmed al Ahmed tidak sedang berkhotbah tentang kedua dalil tersebut. Ia sedang mempraktikkannya. Di bawah bayang-bayang jembatan penyeberangan itu, ia membuktikan bahwa darah kita semua berwarna merah yang sama.


[Catatan Redaksi] Artikel ini disusun berdasarkan fakta terverifikasi hingga pukul 20:00 WITA, 16 Desember 2025. Kami menghormati privasi keluarga korban dan menunggu hasil investigasi penuh kepolisian terkait jaringan teror di Filipina.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: #SydneyStrongAhmed Al AhmedBondi BeachHanukkah 2025KemanusiaanPahlawan Kemanusiaanterorismewartakita
Share11Tweet7Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Fleksibilitas Kerja ASN: Menteri PANRB Imbau Dukungan Orang Tua di Hari Pertama Sekolah

12/07/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Remaja 15 Tahun di Sampang Jadi Korban Pemerkosaan 27 Orang, KPAI Mendesak Polisi Segera Tangkap Pelaku

12/07/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

11/07/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Prabowo Subianto Bertemu Thaksin Shinawatra di Jakarta, Bahas Dinamika Global

09/07/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

08/07/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

PM Singapura Kunjungi Jakarta: Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Protokol

05/07/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

KLHK Prioritaskan Pemadaman TPA Jatiwaringin: Investigasi Penyebab Ditunda Hingga Api Benar-Benar Padam

05/07/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Kebakaran TPA Jatiwaringin Lumpuhkan 154 Warga dengan ISPA, Dinkes Tangerang Bentuk Posko Darurat

03/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • AI Visual: APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Piala Dunia 2026 Berlanjut ke 16 Besar, Siapa Saja yang Lolos?

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gelombang Panas Brutal di Prancis: 2.025 Jiwa Melayang dalam Sepekan, Krisis Iklim Semakin Nyata

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kiper Paraguay Kritik Kylian Mbappé: Tuduhan Perilaku Tidak Sportif Usai Laga Prancis

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pesta Makin Cetar di Usia 30-an, 40-an, 50-an? Ini Rahasia Makeup Party Glowing & Nggak Ketinggalan Zaman ala Salwa! ✨

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Prediksi Argentina vs Swiss: Duel Juara Bertahan Melawan Kuda Hitam di Perempat Final Piala Dunia 2026

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.