Selasa, 29 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi

by Redaktur
16/12/2025
in Berita Terkini, Internasional
Reading Time: 5 mins read
A A
aksi ahmed di sydney

Wartakita.id, SYDNEY — Di Archer Park, sebuah ruang hijau yang terjepit di antara debur ombak Bondi Beach dan hiruk pikuk kota, lilin-lilin Menorah raksasa baru saja dinyalakan. Itu adalah hari Selasa, 16 Desember 2025. Udara musim panas Sydney terasa hangat, membawa aroma laut yang bercampur dengan manisnya sufganiyot (donat goreng).

Matilda Bee Britvan, gadis kecil berusia 10 tahun dengan tawa yang renyah, sedang berdiri di dekat panggung utama. Matanya berbinar memantulkan cahaya lilin. Di dekatnya, duduk Alex Kleytman (87), seorang pria sepuh dengan tatapan teduh. Alex adalah saksi hidup dari kekejaman tergelap abad ke-20; ia selamat dari Holocaust, lolos dari kamp kematian Nazi di Eropa, dan memilih Australia sebagai tempat untuk menua dengan damai bersama istrinya, Larisa.

Pukul 19.30, kedamaian itu pecah. Bukan oleh sorak-sorai perayaan, melainkan oleh suara “krak-krak-krak” yang tajam dan berirama dari arah jembatan penyeberangan (footbridge) yang menghadap ke taman.

“Kembang api!” seru seorang anak kecil, polos. Namun Matilda tidak sempat menyadari kekeliruan itu. Peluru pertama menembus kerumunan.

Maut dari Jembatan Penyeberangan

Posisi penembak sangat strategis dan mematikan. Dari atas jembatan penyeberangan, dua pria—yang kemudian diidentifikasi sebagai Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24)—memiliki pandangan bebas ke arah kerumunan di bawah.

Berbekal senapan bolt action dan shotgun, pasangan ayah-anak ini melepaskan setidaknya 50 tembakan ke arah massa yang panik. Jeritan menggantikan tawa. Archer Park berubah menjadi zona perang dalam hitungan detik.

Matilda, gadis kecil itu, tewas di tempat. Alex Kleytman, yang sepanjang hidupnya berlari dari kematian, akhirnya terkejar oleh peluru kebencian saat berusaha melindungi istrinya. Sebuah ironi yang menyayat hati: selamat dari genosida Hitler, hanya untuk gugur di tangan fanatisme baru di pantai paling damai di dunia.

Sang Penjual Buah yang Menolak Lari

Di tengah kekacauan itu, Ahmed al Ahmed (42) sedang berada di dekat lokasi. Pria kelahiran Suriah ini adalah pemilik toko buah lokal yang dikenal ramah. Sebagai seorang Muslim yang taat dan imigran yang pernah merasakan pahitnya konflik di tanah kelahirannya, Ahmed tahu betul suara apa yang sedang ia dengar.

Naluri bertahan hidup memerintahkan siapa pun untuk tiarap atau lari menjauh. Namun, Ahmed melihat sesuatu yang lain.

Ia melihat Sajid Akram, sang ayah sekaligus otak serangan, sedang bergerak di posisi bawah jembatan, mungkin untuk mengisi peluru atau mencari sudut tembak baru. Sajid mengenakan celana khaki dan memegang senapan laras panjang.

Dalam momen yang menentukan sejarah malam itu, Ahmed tidak lari menjauh. Ia berlari menuju arah suara tembakan.

Dengan memanfaatkan kekacauan dan mobil-mobil yang terparkir sebagai pelindung, Ahmed menyelinap di belakang pelaku. Tanpa senjata, hanya bermodalkan nyali, ia menerjang Sajid Akram dari belakang.

“Dia menjatuhkannya ke tanah seperti singa,” ujar seorang saksi mata.

Pergulatan hidup-mati terjadi di atas aspal. Ahmed berhasil mencengkeram laras senapan Sajid, memutarnya, dan melucuti senjata tersebut dari tangan teroris itu. Menurut laporan kepolisian New South Wales, Ahmed bahkan sempat menodongkan senjata rampasan itu kembali ke arah pelaku untuk menguncinya agar tidak bergerak, memberi waktu emas bagi Polisi Taktis untuk merangsek masuk.

Aksi Ahmed memecah konsentrasi serangan. Naveed, sang anak yang berada di posisi lain, kehilangan dukungan tembakan. Dalam baku tembak berikutnya dengan polisi, Sajid tewas, dan Naveed berhasil dilumpuhkan dan ditangkap.

Ayah yang Mewariskan Kebencian, Ayah yang Mewariskan Keberanian

Tragedi Bondi menyingkap dua potret “Ayah” yang kontras secara ekstrem.

Di satu sisi, ada Sajid Akram. Investigasi menunjukkan ia dan putranya baru saja kembali dari Davao, Filipina, bulan lalu—sebuah perjalanan yang diduga kuat untuk “wisata teror” dan pelatihan militer. Di dalam mobil mereka, polisi menemukan bendera ISIS buatan tangan dan bahan peledak rakitan. Sajid adalah ayah yang memilih mewariskan racun ideologi kepada putranya, mengajak darah dagingnya sendiri menuju kehancuran.

Di sisi lain, ada Ahmed al Ahmed. Seorang ayah dan suami yang bekerja keras di toko buahnya. Ia tidak memiliki hubungan darah dengan komunitas Yahudi yang sedang merayakan Hanukkah. Ia berbeda agama, berbeda latar belakang etnis. Namun, ia memilih mewariskan teladan keberanian kemanusiaan.

BACA JUGA:

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

RUU Perampasan Aset: 13 Pidana Terancam Sita Aset Tanpa Vonis Pengadilan

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Ketika Perdana Menteri Anthony Albanese mengunjungi Ahmed yang terbaring dengan perban di Rumah Sakit St. Vincent, ia tidak menahan pujiannya. “Anda adalah pahlawan Australia sejati, Ahmed. Anda melihat kejahatan, dan Anda berdiri melawannya.”

Cahaya di Atas Kegelapan

Malam ini, garis polisi kuning masih melingkari area sekitar Bondi Pavilion. Bunga-bunga mulai menumpuk di trotoar—mawar putih untuk Matilda, lili untuk Alex.

Namun, narasi yang tertinggal di benak warga Sydney bukanlah tentang keberhasilan teror ISIS. Narasi itu adalah tentang seorang pria Muslim Suriah yang menyelamatkan tetangga Yahudinya.

Dalam ajaran Yahudi, ada konsep Tikkun Olam (memperbaiki dunia). Dalam ajaran Islam, ada prinsip bahwa menyelamatkan satu nyawa seperti menyelamatkan seluruh umat manusia.

Di Bondi Beach, pada malam Hanukkah 2025, Ahmed al Ahmed tidak sedang berkhotbah tentang kedua dalil tersebut. Ia sedang mempraktikkannya. Di bawah bayang-bayang jembatan penyeberangan itu, ia membuktikan bahwa darah kita semua berwarna merah yang sama.


[Catatan Redaksi] Artikel ini disusun berdasarkan fakta terverifikasi hingga pukul 20:00 WITA, 16 Desember 2025. Kami menghormati privasi keluarga korban dan menunggu hasil investigasi penuh kepolisian terkait jaringan teror di Filipina.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: #SydneyStrongAhmed Al AhmedBondi BeachHanukkah 2025KemanusiaanPahlawan Kemanusiaanterorismewartakita
Share12Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Kemenkumham Sulbar Tegaskan Tak Ada Perda Izinkan Pembukaan Lahan dengan Bakar

29/09/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Bupati Gowa Tersangka Kasus Korupsi & TPPU: Gubernur Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

29/09/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

DPR Mendesak KemenPUPR & BMKG: Perlu Mitigasi El Nino untuk Cegah Krisis Air Bersih

28/09/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Menteri Agus Andrianto Sebut Sidak Ombudsman Momentum Penertiban Lapas

27/09/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Gubernur Sulsel Tunggu Surat Resmi: Nasib Bupati Gowa Ditentukan Proses Hukum

27/09/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Terbongkar: Buron Judi Online Internasional FP Ditangkap di Thailand, Polri Ungkap Perputaran Uang Rp1 Triliun

27/09/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

26/09/2026
Darah di Menorah dan Keberanian Ahmed: Saat Penjual Buah Muslim Menjadi Perisai Hanukkah di Bondi - Featured

Garuda Perkasa: Indonesia Taklukkan Singapura 2-0, Tatap Laga Krusial Kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

26/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.