Kamis, 15 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Warga Sumatara Diupah Rp125 Ribu Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

by Warteknet
02/01/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1767327501-2c436ae682cb6a96

Wartakita.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meluncurkan Program Padat Karya Tunai (PKT) sebagai solusi cepat pemulihan ekonomi lokal di wilayah terdampak bencana Sumatera. Inisiatif ini tidak hanya memfokuskan pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga memberikan kesempatan kerja langsung kepada masyarakat terdampak, dengan imbalan harian yang signifikan.

Warga Sumatra Jadi Ujung Tombak Pemulihan Infrastruktur

Bencana alam tak hanya merusak fisik, namun juga melumpuhkan sendi-sendi ekonomi masyarakat. Menyadari hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah strategis dengan menerapkan Program Padat Karya Tunai (PKT) di wilayah Sumatera yang baru saja dilanda musibah. Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan masyarakat lokal, memberikan mereka pekerjaan sekaligus berkontribusi langsung pada pemulihan infrastruktur dasar yang vital.

Pelaksanaan PKT ini menyasar langsung lokasi-lokasi yang paling parah terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor. Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi prioritas utama. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. “Pelaksanaan padat karya diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus mempercepat perbaikan infrastruktur dasar,” ujar Kementerian PU dalam keterangan resminya.

Upah Harian Rp125 Ribu: Stimulus Ekonomi Langsung

Salah satu daya tarik utama dari Program Padat Karya Tunai adalah skema upah yang ditawarkan. Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa setiap warga yang terlibat dalam program ini akan menerima upah harian sebesar Rp125.000 per orang. Pembayaran saat ini masih dilakukan secara tunai, memberikan stimulus ekonomi yang cepat dan terukur bagi keluarga-keluarga yang terdampak.

Dewi Chomistriana menambahkan bahwa Kementerian PU terus berupaya meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas program. “Ke depan, Kementerian PU bekerja sama dengan perbankan untuk memfasilitasi pembukaan rekening bagi masyarakat agar pembayaran dapat dilakukan secara non-tunai dengan nilai yang sama,” paparnya. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk modernisasi layanan publik sekaligus memastikan transparansi.

Jenis Infrastruktur yang Dipulihkan Melalui PKT

Program Padat Karya Tunai tidak hanya berhenti pada perbaikan jalan atau jembatan. Direktorat Jenderal Cipta Karya menyalurkan program ini secara berkelanjutan melalui dukungan pembangunan dan pemulihan berbagai infrastruktur permukiman yang sangat dibutuhkan masyarakat. Beberapa program unggulan yang dilibatkan antara lain:

  • Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS): Memastikan akses air bersih yang berkelanjutan.
  • Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS): Meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan melalui sanitasi yang layak.
  • Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK): Memfasilitasi sanitasi yang memadai di lingkungan pendidikan keagamaan.
  • Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW): Mendukung pembangunan infrastruktur yang mendorong aktivitas sosial dan ekonomi.
  • Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R): Menerapkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Skala Kerusakan dan Target Pemulihan

Data identifikasi hingga akhir tahun 2025 menunjukkan skala kerusakan infrastruktur berbasis masyarakat yang cukup signifikan di tiga provinsi tersebut. Di Aceh, tercatat 31 unit PISEW, 2 unit PAMSIMAS, 44 unit SANIMAS, 4 unit Sanitasi LPK, dan 1 unit TPS3R yang terdampak.

Sumatra Utara juga tidak luput dari dampak, dengan 4 unit PISEW yang terhenti, 6 unit SANIMAS, dan 3 unit SPAM IBM perdesaan yang memerlukan perbaikan. Di Sumatra Barat, kerusakan lebih luas meliputi 6 unit PISEW, 150 unit SPAM IBM perdesaan, 90 unit SANIMAS, 2 unit SANIMAS IDB, 10 unit Sanitasi LPK, 3 unit TPA, dan 1 unit TPS3R.

Dalam menghadapi skala kerusakan ini, pelibatan tenaga kerja lokal melalui skema padat karya menjadi kunci. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pemulihan layanan dasar, tetapi juga memberikan sumber pendapatan yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak bencana.

Dampak Ekonomi Langsung dan Visi Strategis PU

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa program padat karya ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. “Tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan visi besar Kementerian PU untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata.

Pelibatan warga dalam skala kecil, terutama pada Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), menjadi tulang punggung program ini. Melalui pembersihan dan perbaikan infrastruktur permukiman, masyarakat tidak hanya mendapatkan upah, tetapi juga rasa kepemilikan dan kebanggaan atas kontribusi mereka.

Secara strategis, inisiatif ini selaras dengan Visi PU 608. Pelaksanaan padat karya yang melibatkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Direktorat Jenderal Cipta Karya ini, secara langsung mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang rentan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang berorientasi pada manusia adalah kunci pemulihan yang berkelanjutan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa saja jenis infrastruktur yang dipulihkan melalui Program Padat Karya Tunai?

Program ini mencakup pemulihan infrastruktur permukiman seperti Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK), Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta pembersihan jalan nasional.

Berapa upah yang diterima warga yang direkrut dalam Program Padat Karya Tunai?

Setiap warga yang terlibat dalam program ini akan menerima upah harian sebesar Rp125.000 per orang.

Di provinsi mana saja Program Padat Karya Tunai ini dilaksanakan?

Program ini dilaksanakan di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Bagaimana mekanisme pembayaran upah dalam program ini?

Saat ini pembayaran dilakukan secara tunai. Ke depannya, Kementerian PU bekerja sama dengan perbankan untuk memfasilitasi pembayaran secara non-tunai melalui pembukaan rekening.

Apa tujuan utama dari Program Padat Karya Tunai yang dijalankan Kementerian PU?

Tujuan utamanya adalah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat terdampak bencana, mempercepat perbaikan infrastruktur dasar, serta mendorong pemulihan ekonomi lokal.

Program Padat Karya Tunai ini adalah contoh nyata bagaimana pembangunan dapat dirancang untuk memberikan manfaat ganda: perbaikan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini adalah langkah penting menuju pemulihan yang lebih tangguh dan inklusif bagi seluruh warga Sumatra.

BACA JUGA:

Kelangkaan BBM Hantam Makassar: Harga Sembako Meroket Akibat Lonjakan Biaya Angkut

Revitalisasi Jalan Poros Ujung Lamuru-Palattae di Bone: Fondasi Baru Konektivitas dan Kemakmuran Warga

Sekda Bengkulu Tegas: ASN Wajib Jauhi Joget Berseragam Dinas di Medsos

Kloter 6 Haji Bone Pulang Utuh 393 Jamaah, Pesan ‘Jaga Kemabruran’ Menggema

Dari Saling Ancam di Dermaga: Kronologi Mengerikan Pembunuhan di Pelabuhan Benoa

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Infrastruktur PascabencanaKementerian PUPadat Karya TunaiPemulihan EkonomiPewarta WargaRp125 RibusumatraUpah Warga
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Sebuah ruangan konferensi pers dengan spanduk besar yang menulis 'KPK Gelar OTT di BNPB'. Empat pejabat tinggi BNPB sedang dibawa pergi oleh petugas KPK yang memakai pakaian formal, dengan kuncian tan

KPK Gelar OTT di BNPB: 4 Fakta Terkini soal Penangkapan Pejabat Tinggi dan Dugaan Korupsi

14/10/2026
Roy Suryo duduk di meja konferensi di ruang DPR, mendengarkan presentasi dari anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ruangan dipenuhi dengan orang-orang dalam pakaian formal, menunjukkan suasana ser

Roy Suryo dan AKSI Temui PKB di DPR, Dorong Hak Angket Ijazah Gibran

13/10/2026
Sebuah debat hangat antara eks Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, yang duduk dengan berkas-berkas di meja, dan anggota DPR yang berdiri, bergerak-gerak dengan ekspresi serius. Latar belakang menampilkan layar

Eks Ketua KPU dan Anggota DPR Beradu Kata Soal PKPU, Ini Penjelasan Hasyim Asy’ari

13/10/2026
Foto jurnalistik profesional menampilkan pertemuan di ruang komisi X DPR, dengan anggota komisi duduk di sekitar meja rapat, terlihat serius dalam diskusi. Anggota komisi MA. Untung berada di tengah-t

Komisi X DPR: Indonesia Belum Memiliki Regulasi Penyetaraan Ijazah LN, Risiko Hukum Menjelang

12/10/2026
Anggota DPR MA. Untung berdiri di depan hutan yang terbakar dengan api terlihat di latar belakang. Dia mengenakan pakaian seragam dan membawa megafon, sambil berbicara kepada sekelompok warga yang kha

Anggota DPR Ingatkan Prioritas Keselamatan Warga dalam Mengatasi Karhutla Merajalela

12/10/2026
Seorang pria muda berpakaian seragam, kemungkinan MA. Untung, berdiri di depan meja hakim dengan ekspresi cemas dan memikirkan, menahan kepalanya dengan tangan. Ruangan pengadilan yang terang dengan b

Setelah Putusan MK Ijazah Gibran, Arah Politik Ke Mana?

12/10/2026
Suatu pertemuan politik di ruang rapat dengan meja besar dan beberapa politisi duduk di sekitarnya. Ruangan terpapar cahaya alami dari beberapa jendela. Salah satu politisi, MA. Untung, sedang mempela

PAN Kaji Putusan MK terhadap Wacana Pemakzulan Gibran, PKB dan DPR RI Ikut Berdiskusi

12/10/2026
Sebuah adegan ruang sidang dengan seorang hakim berpakaian roba formal duduk di meja hakim, di sekelilingnya berisi dokumen hukum dan guling. Di latar belakang, layar besar menampilkan emblema Mahkama

Putusan MK: Apa Arti Yudisialisasi Politik dan Politisasi Yudisial?

12/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Warga Sumatara Diupah Rp125 Ribu Pulihkan Infrastruktur Pascabencana - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    501 shares
    Share 200 Tweet 125
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Bos Rongsok Dianiaya, Uang Rp100 Juta Raib

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 90 Persen Orang dengan Depresi di Indonesia Belum Terjangkau Pengobatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Letkol Arman Ditahan Mabes TNI, Rumah Dinasnya Diduga Jadi Markas Judi Online

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.