Sabtu, 7 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2021

Vaatu dan Raava

by A. Burhany
30/03/2021
in Arsip 2021, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Vaatu dan Raava - Arsip

Ilustrasi Vaatu dan Raava

“Kebencian memberiku nafas, pertikaian memberiku kekuatan” ~ Vaatu.

Vaatu karakter yang mewakili semangat keburukan, kegelapan dan kekacauan. Vaatu berpasangan dengan Raava, karakter semangat kebaikan dalam film animasi avatar Korra.

Film animasi yang membawa sepotong ingatan kisah tentang nabi Musa yang geram kepada Iblis.

Suatu hari Nabi Musa alaihisalam berjalan berkeliling kota di mana umatnya bermukim. Menyapa umat sudah menjadi rutinitas harian, mendamaikan pertikaian, menyelesaikan masalah, juga menjawab pertanyaan.

Menjelang siang, Musa alaihisalam akhirnya tiba di sebuah pasar.

Betapa sedih hati Musa setiba di dalam pasar. Ia menemukan aneka rupa praktik kecurangan dan keculasan manusia di sana. Pedagang, pembeli dan pengunjung pasar semua asyik berlaku curang.

Menyadari Iblis berada di balik semua kerusakan yang ia temui di pasar. Musa geram, lalu mengadu kepada Tuhan.

“Mengapa harus ada Iblis Tuhan? Dunia akan menjadi lebih tenang dan damai tanpa kehadiran Iblis yang menghasut manusia agar berlaku zalim seperti dirinya.”

“Jadi maumu bagaimana Musa?”

“Hilangkan saja Iblis dari muka Bumi ya Tuhan.”

“Begini saja, sebelum kamu menyesali permintaanmu sebagaimana dahulu ketika mengikuti hambaKu Khidir. Selama tiga hari Iblis Aku ikat, tidak berdaya menggoda umat manusia.”

“Baiklah Tuhan.” Musa tidak berani mendebat.

Hari pertama Iblis diikat, pasar sepi, tidak ada pembeli dan pengunjung yang datang. Hari kedua, pasar bak kuburan, para pedagang meninggalkan lapak-lapak dagangannya. Hari ketiga, kota sepi bak kota mati. Umatnya sibuk beribadah di rumah masing-masing.

Setelah hari berganti, sebelum Tuhan melepas ikatan Iblis, buru-buru Musa kembali bermunajat kepada Tuhan, “Mohon lepaskan saja ikatan Iblis ya Tuhan.” Lirih Musa bermohon.

Pada riwayat yang lain, nabi Musa alaihisalam yang terkenal kritis dan suka protes, suatu kali diberi kesempatan bertemu nabi Adam alaihisalam.

Musa tidak dapat mengendalikan dirinya, menyalahkan Adam sebagai sebagai sebab terbuangnya umat manusia dari surga, tempat di mana tidak dibutuhkan usaha apa pun ketika membutuhkan dan menginginkan sesuatu, apa yang melintas dalam hati dan pikiran seketika terwujud. Tempat yang disebut Allah dalam Al Quran kenikmatannya tidak bisa terlintas dalam pikiran dan hati manusia, sebaliknya begitu pula dengan neraka. (Bila surga dan neraka saja tidak mampu kita bayangkan dan pikirkan, bagaimana dengan pencipta keduanya?)

Adam yang semakin arif dan bijaksana sejak menjalani hukuman terbuang dari surga ke muka bumi, yang menemui pertumpahan darah pertama oleh dua pasang anak kembarnya sendiri yang katanya atas nama cinta, dan beraneka hal pertama kali yang dilakukan manusia lainnya di atas bumi, tidak menanggapi emosi yuniornya dengan kemarahan.

“Apakah kamu lupa? Sebelum alam semesta ini, sebelum surga dan neraka diciptakan, sebelum ada aku, Tuhan telah menetapkan takdirku dan Hawa akan memakan buah Khuldi?”

Musa tersenyum kecut, kapok membantah moyangnya, atau ia termasuk orang-orang yang gagal berbaik sangka pada ketetapan Tuhan.

BACA JUGA:

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

Kecerdasan Buatan Tanpa Muatan Kepentingan Bisa Lebih Cerdas Dari Yang Membuatnya

Selamat Jalan Buya Kamba

Punggung Baginda Nabi Muhammad SAW.

Pilihan: Menegakkan Nilai Tauhid atau Membela Simbol Tauhid

***

Sunatullah, tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia termasuk Iblis. Juga Sunatullah, semua yang berada dalam dimensi ciptaan saling berpasangan. Hanya Khalik yang Esa dan Tunggal.

Dalam film animasi Avatar Korra yang kami tamatkan di setiap kesempatan ‘working from home’ selama pandemi (membuat ‘doing nothing at home’ menjadi sedikit bernilai, sebenarnya) Raava memberi tahu Korra, bahwa ia maupun Vaatu tidak dapat dihancurkan selama belum tiba masanya semesta ciptaan berakhir.

Jika avatar Korra berhasil membunuh Vaatu, maka Vaatu akan lahir kembali melalui dirinya. Jika Vaatu melalui hamba kegelapan dan keburukan berhasil membunuh Raava, maka ia akan kembali tercipta melalui diri Vaatu.

Alih-alih kemarahan Korra akan sanggup menghentikan, bagi Vaatu kebencian jadi nafasnya, dan pertikaian adalah sumber tenaganya. Satu-satunya cara mengendalikan Vaatu dengan mengurung dan memenjarakannya, bentuk simbolik berpuasa.

***

Kedua kisah tersebut membawa pesan yang sama. Kebencian, kemarahan, dan pertikaian bukanlah cara untuk menundukkan keburukan dan kegelapan.

Dalam perjalanan hidup manusia sejak bangun tidur hingga kembali tidur, hampir semua berisi pilihan-pilihan, bahkan konon sebelum ruh dilahirkan ke bumi, sebelum ditiupkan ke dalam janin manusia, lebih dahulu diperlihatkan takdirnya selama hidup, mengenal dan mengakui Tuhan, jika menolak, maka janin tersebut gugur atau digantikan dengan ruh lain yang bersedia.

Kerap manusia sendiri yang memilih keburukan dan kegelapan, Tuhan menegaskan, segala yang buruk-buruk akibat kesalahan (pilihan) kita sendiri, dan yang baik-baik adalah dari Tuhan, tak jarang membuat pilihan berada di posisi Iblis atau Vaatu.

Posisi yang sebenarnya juga bermanfaat, tetapi kemanfaatan tersebut tetap tidak menghilangkan konsekuensi dari memilih sisi kelam dan buruk.

Tentu, andai bisa kembali mengulang pilihan-pilihan, dan lepas dari takdir harus memilih keburukan sebagai bagian dari pelajaran hidup, alangkah beruntungnya jika selalu bisa memilih kebaikan saja.

Namun, Tuhan lebih tahu kapan seseorang harus menjalani peran sebagai bagian dari keburukan, dan kapan harus menjadi bagian dari kebaikan. Karena itu baginda Nabi Muhammad ﷺ mewasiatkan doa, agar umatnya bermohon kepada Allah Ta’ala yang suka membolak-balik hati manusia, agar ditetapkan pada kebaikan.

Tiga hari setelah peristiwa bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar, sudah adakah yang membuat daftar ‘manfaat’ apa saja yang diambil dari kejadian tersebut, yang mesti ada selain target memecah belah dan mengadu domba antar umat beragama dan umat manusia?

Melakukan aksi bom bunuh diri adalah pilihan yang buruk, pasti. Tetapi, memanipulasi pikiran dan keyakinan orang lain agar berbuat keburukan dan kerusakan jauh lebih buruk dari keburukan itu sendiri. Mengambil alih posisi dan kewenangan Tuhan kapan seorang manusia harus menjadi bagian dari keburukan agar akhirnya bisa berhenti setelah mengambil pelajaran, dan kapan seseorang menjadi bagian dari kebaikan agar menyadari berbuat dan berbagi kebaikan hanya menghasilkan lebih banyak kebaikan.

Kemudian, setelah tidak lagi terombang-ambing di dua tempat yang berlawanan, seseorang akan menyadari kedua sisi tersebut hanyalah jalan agar ia mengenal Tuhannya, tidak lagi cemas akan neraka dan harap ke surga, hanya berharap cinta yang juga dari-Nya menjembatani perjumpaan dengan Tuhannya.

Wallahu’alaam..

Tags: baik dan burukTepekurvaatu dan raava
Share144Tweet90Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

04/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #14: Mengapa Jurang Antara Sajadah dan Integritas Kita Masih Lebar?

04/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita

03/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

01/03/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

28/02/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

27/02/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat

26/02/2026
Vaatu dan Raava - Featured

Esai Ramadan #8: Berhala Etiket dan Sopan Santun

25/02/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Vaatu dan Raava - Featured

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    525 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Negara Teraman Dunia di Tengah Eskalasi Geopolitik Global, Adakah Indonesia Termasuk?

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Viral Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 Bersinar di UV, BI Jelaskan Perbedaan dengan Rupiah Asli

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Pemkot Makassar Target SDN 1 Bawakaraeng Masuk 45 Besar Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Sabu-sabu 1 Ton di Kepulauan Riau

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Vaatu dan Raava - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Vaatu dan Raava - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Vaatu dan Raava - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.