Suasana malam yang seharusnya penuh kegembiraan di sebuah tempat hiburan di Palembang berubah menjadi mencekam. Insiden penembakan yang melibatkan dua anggota TNI merenggut nyawa seorang personel militer, menyisakan pertanyaan dan duka mendalam.
- Seorang anggota TNI berinisial Pratu PS (23) tewas tertembak di tempat hiburan malam di Palembang.
- Pelaku diduga kuat adalah rekan sesama anggota TNI berinisial Sertu RN (23).
- Peristiwa tragis berawal dari cekcok yang dipicu senggolan saat keduanya berjoget.
- Situasi ricuh berkembang menjadi baku hantam sebelum penembakan terjadi.
- Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.
- Denpom II/4 Palembang saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas insiden tersebut.
Malam yang Berakhir Tragis di Ilir Barat I
Palembang, Sumatera Selatan – Kehidupan malam di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1, Palembang, menjadi saksi bisu dari sebuah tragedi yang merenggut nyawa seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (16/5/2026) dini hari ini, bermula dari suasana santai yang seketika berubah menjadi kepanikan massal.
Korban, yang diidentifikasi berinisial Pratu PS (23), dilaporkan sedang menikmati hiburan malam bersama sejumlah rekannya. Di tengah alunan musik dan keramaian pengunjung, sebuah insiden kecil namun fatal memicu serangkaian kejadian dramatis. Keterangan saksi menyebutkan, korban terlibat adu mulut dengan salah seorang rekannya. Situasi yang awalnya hanya berupa perselisihan verbal itu, dengan cepat memanas dan berkembang menjadi keributan yang sulit dikendalikan di tengah kerumunan.
Dari Cekcok Menjadi Rentetan Maut
Dalam suasana yang sudah tidak kondusif, di tengah riuhnya pengunjung yang mencoba menjauh dari pusat keributan, terdengar suara letusan senjata api. Kepanikan seketika melanda. Pengunjung berhamburan keluar mencari keselamatan. Di tengah kekacauan itulah, Pratu PS tersungkur setelah terkena tembakan di bagian tubuhnya.
Yang menambah ironi dan kesedihan dalam peristiwa ini adalah identitas pelaku. Dugaan kuat menyebutkan bahwa pelaku penembakan adalah rekan sesama anggota TNI, yang diidentifikasi berinisial Sertu RN (23). Kronologi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa kejadian berawal ketika Pratu PS dan Sertu RN sedang berjoget di lokasi tersebut. Tanpa disengaja, keduanya terlibat senggolan, yang kemudian memicu cekcok. Perdebatan itu tak berlangsung lama, melainkan berlanjut menjadi adu fisik atau baku hantam.
Dalam situasi yang ricuh dan penuh emosi tersebut, Sertu RN diduga kuat mencabut senjata api dari pinggangnya dan melepaskan tembakan ke arah Pratu PS. Tembakan tersebut mengenai tubuh korban, menyebabkan luka serius.
Evakuasi dan Penyelidikan Mendalam
Meskipun sempat segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Permata untuk mendapatkan penanganan medis intensif, nyawa Pratu PS tidak berhasil diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.30 WIB. Kabar duka ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan dan keluarga besar TNI.
Kapolsek Ilir Barat I, Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan pada Sabtu (16/5/2026) dini hari dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Betul, ada kejadian keributan yang berujung penembakan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia,” ujar Kompol Fauzi.
Namun, Kompol Fauzi tidak dapat memberikan keterangan lebih rinci mengenai detail kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan lebih lanjut kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Denpom II/4 Palembang. “Untuk penanganan lebih lanjut dan detail kasus, silakan konfirmasi langsung ke Denpom,” tandasnya.
Saat berita ini ditulis, tim dari Denpom II/4 Palembang masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP lanjutan dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk proses penyelidikan. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik, terutama dalam situasi yang melibatkan penggunaan senjata api, serta menegaskan komitmen aparat berwenang untuk mengungkap tuntas kasus ini.























