Senin, 30 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2020

Selamat Jalan Buya Kamba

by A. Burhany
21/06/2020
in Arsip 2020, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Selamat Jalan Buya Kamba - Arsip

Belakangan baru tahu kalau almarhum Buya Kamba kampungnya di Minang, jauh setelah merasa akrab dengan tauziah dan esai-esai mendiang di internet. Baik dari saluran video resmi Maiyah, atau tulisannya di caknun.com keduanya memiliki ciri yang sama, terlihat sebesar kelereng sebelum dinikmati.

Namun, setelah terhidang luasnya menyelimuti cakrawala pembaca dan pendengarnya. Butuh semalaman sebelum mulai menulis ucapan selamat jalan ini yang semoga makin melapangkan sudut pandang, seperti keinginan mendiang lewat karya-karyanya.

Mendiang yang setia berdua Cak Nun membangun kesadaran umat muslim di Indonesia lewat Maiyahan, yang sebenarnya, Maiyah adalah ikhtiar membangun kesadaran umat manusia di tengah serbuan berlapis-lapis ketidaksadaran. Menjaga ruang pertemuan bagi mereka yang berkesadaran sama. Pertama kali menyadari, akhirnya, kami ternyata tengah berbincang dalam ruang kesadaran yang tidak mampu disusupi ketidaksadaran dengan beraneka kepentingan, ketika membaca esainya yang begitu ringkas.

“Jika kita mengenali peran diri, maka akan merestui pilihan-pilihan hidup kita. Mungkin kita bersungguh-sungguh memainkan peran hidup yang kita pilih karena memenuhi hasrat dan keinginan kita. Tapi sungguh mengecewakan jika kemudian pilihan hidup tidak memenuhi hasrat dan tidak sesuai dengan keinginan. Nah, apakah sesungguhnya peran yang menentukan pilihan atau pilihan yang menentukan peran? Kalau peran yang menentukan pilihan, maka takdir menentukan nasib. Jika pilihan yang menentukan peran, maka nasib menentukan takdir.”

Tulisan mendiang dimuat pada tanggal 31 Januari 2020 di caknun.com, hampir bersamaan selesainya satu adegan dialog dalam tulisan semi fiksi. Berpesan sama dengan esai mendiang Buya Kamba, tetapi kami belum mampu tanpa berpanjang lebar.

“Coba Bapak ikut pemilihan Walikota mengusung slogan kampanye Makassarku Tangkasa’, saya anak pejabat sekarang.” Seloroh Baso.

Sebelum pensiun, bapaknya berulang kali ditawari posisi basah. Kepala dinas, dirjen, sampai wakil rakyat di daerah dan pusat. Semua ia tolak.

“Mendiang ibumu tidak setuju. Kenapa bukan kau saja? Terlalu lama sesepuh bangsa seperti Bapak merasa paling tahu dan berhak atas masa depan bangsa, yang belum tentu sempat kami alami, yang sebenarnya hak dan kewajiban kalian para pemuda.”

“Banyak cara membangun kota, negeri ini hingga peradaban dunia. Jabatan wali kota, gubernur, presiden, dan lain-lain hanya sebagian kecil posisi dan fungsi, dari banyak struktur dengan fungsi serupa walau tanpa panggung, sorot lampu, kamera, dan tanpa bandar sponsor. Setelah biaya super besar yang dibutuhkan untuk berdiri di atas panggung politik, selanjutnya ada ongkos mengurusi panggung politik. Biaya bukan hanya uang, termasuk nyawa orang, hajat hidup dan kesejahteraan orang banyak, belum intrik dan drama politik yang tidak ada saat sepakat membuat struktur politik, demi kesejahteraan rakyat. Mereka yang memandang kekuasaan politik syarat menyejahterakan rakyat akan menjadikan kekuasaan sebagai cita-cita dan tujuan. Mereka yang benar-benar ingin membuat perubahan ke arah lebih baik tidak akan mensyaratkan posisi dan jabatan tertentu sebelum berbuat, karena mencita-citakan keadaan bukan jabatan. Kalaupun akhirnya menjabat, dipandang pelengkap menuntaskan cita-cita dan harapan.

Dulu mendiang Ibu tidak setuju saya masuk fakultas hukum. Bercita-cita menjadi praktisi hukum. Kata ibu, dari hakim, jaksa, pengacara, notaris, sampai polisi semua mulia, tetapi menjadikan profesi sebagai cita-cita, sama saja membatasi medan perjuangan menegakkan keadilan. Menurut Ibu, seharusnya cita-citaku menegakkan keadilan agar bisa lewat semua profesi. Begitu juga menjadi wali kota, gubernur, menteri, wakil rakyat sampai presiden seharusnya bukan cita-cita. Manfaat dari fungsi profesi dan jabatan tersebut yang seharusnya menjadi cita-cita.”

“Kekasihku merumitkan sesuatu untuk menyederhanakan. Perspektif ibumu kalau dipakai umat beragama memandang cita-cita dan tujuan memeluk agama masing-masing, alangkah damai dunia. Beragama karena ingin mengenal kebenaran bukan karena ingin dibenarkan. Orang tidak lagi mengedepankan agama masing-masing sebagai yang terbenar, karena akhirnya hanya Tuhan yang tahu setelah mati, tanpa kehilangan akidah masing-masing. Semua sibuk membagikan tanpa syarat kebaikan dan manfaat yang ia cita-citakan dengan agamanya, dan karena semua agama kepingin umatnya masuk surga, maka umat beragama berlomba-lomba membuat surga di bumi.”

Bapaknya yang menanggapi dari perspektif lebih luas pandangan mendiang istrinya, membuat Baso tersadar, betapa sepi malam-malamnya kini tanpa kawan yang saling memahami perasaan dan pikiran.

***

“Izinkan aku mati setelah mengenal-Mu Tuhan, bisiknya dalam doa. Dan sejak mengenal Tuhan, ia tak pernah mati.” – Jalaluddin Rumi.

Sabtu pagi (20/6), jenazah Syeikh Nursamad Kamba disemayamkan di rumah duka, di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jemaah Maiyah dilaporkan berdatangan takziyah di rumah duka, membacakan tahlil, doa dan surat yasin di samping jenazah. Jenazah dimakamkan Sabtu sore di TPU Kampung Rambutan.

Sebagai informasi, Nursamad Kamba telah menulis sejumlah buku terutama di bidang, Tasawuf. Buku pertamanya adalah terjemahan Indonesia-Arab berjudul ‘Fatawa Majlis Al-Ulama Indunisi yang diterbitkan oleh CENSIS pada 1996.

Dia juga sempat berkolaborasi dengan Sujiwo Tejo untuk menyelesaikan bukunya yang berjudul Tuhan Maha Asyik 2.

Mengutip hadits riwayat Muslim no.2392, Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”

Kini Buya telah dimerdekakan Tuhan dari penjara duniawi, berpulang menuju yang Sejati. Selamat jalan syekh, berbahagialah di sisi Kekasihmu.

BACA JUGA:

Selamat Jalan, Pak Umar

Antasari Azhar dan Gema Palu Hakim yang Tak Pernah Padam

Paus Fransiskus, “World’s Parish Priest”, Wafat

Duka Mendalam: Liam Payne Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Balkon di Argentina

Innalillahi, Priya Prayogha Pratama, S.Sos. (5 Juni 1989 – 9 April 2024) wafat

Tags: Buya KambaObituariTepekur
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

    Macet Parah GT Parungkuda Tol Bocimi H+3 Idulfitri 2026: Kendaraan Nyaris Tak Bergerak

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pembangunan Wisma Negara di Kawasan CPI Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Mengapa Laptop Lawas, Macbook Pro 2014 13 inch Masih Banyak Dicari

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Veda Ega Pratama Ukir Sejarah: Pembalap Indonesia Pertama Podium Moto3 Brasil 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar dan Yokohama Berkolaborasi Menuju Kota Nol Karbon: Fokus pada Transportasi dan Energi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Malam pergantian tahun di Makassar relatif aman

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kota Makassar Memasuki Musim Penghujan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub Imbau Pemudik Pulang Lebih Awal atau Tunda

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Prabowo dan PM Anwar Sepakat Jaga Jalur Perdagangan Global di Tengah Konflik Asia Barat

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Selamat Jalan Buya Kamba - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.