Selasa, 9 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

by Redaktur
22/01/2026
in Berita Terkini, Nasional
Reading Time: 8 mins read
A A
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Seorang guru PPPK paruh waktu di Pamekasan yang telah mengabdi satu dekade namun hanya menerima gaji Rp500.000 per bulan, sementara di sisi lain, rencana pengangkatan 32.000 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK penuh mulai Februari 2026 dengan gaji jutaan rupiah, menimbulkan pertanyaan serius.

Situasi ini semakin diperparah dengan nasib ribuan guru honorer kategori R4 yang masih terkatung-katung tanpa kepastian status, menciptakan kontradiksi yang tajam dalam prioritas pembangunan dan kesejahteraan sumber daya manusia.

Wartakita.id – Polemik pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kembali memantik perhatian publik, kali ini menyoroti disparitas kesejahteraan yang mencolok antara para guru honorer dan pegawai baru dalam program prioritas pemerintah. Isu ini mengemuka setelah beredarnya curahan hati seorang guru PPPK paruh waktu di Pamekasan, Jawa Timur, yang telah mengabdikan diri selama sepuluh tahun namun hanya menerima gaji bulanan sebesar Rp500.000.

Kontrasnya, rencana pemerintah untuk mengangkat 32.000 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK penuh mulai Februari 2026, dengan estimasi gaji yang mencapai jutaan rupiah, menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keadilan dan prioritas pembangunan nasional.

Sementara itu, nasib ribuan guru honorer kategori R4, yang terperangkap dalam ketidakjelasan status dan minimnya pengakuan, semakin terabaikan.

Sorotan Program Pengangkatan Pegawai SPPG: Janji Kesejahteraan Gizi

Latar belakang pengangkatan massal pegawai SPPG ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah. SPPG sendiri merupakan unit pelayanan yang memiliki peran krusial dalam memastikan kelancaran program MBG, meliputi berbagai posisi mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, hingga staf pendukung lainnya.

Menurut keterangan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sekitar 32.000 pegawai SPPG diproyeksikan akan diangkat menjadi PPPK pada tanggal 1 Februari 2026.

Proses pengangkatan ini merujuk pada landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Presiden Nomor 111/2025 atau 115/2025, yang memberikan peluang bagi pegawai SPPG yang memenuhi kriteria untuk dapat langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam status PPPK.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa pengangkatan ini tidak bersifat otomatis. Para pegawai SPPG harus melalui serangkaian seleksi yang ketat, yang didasarkan pada jabatan inti serta persyaratan lapangan, termasuk pengalaman operasional yang relevan, misalnya pengalaman di dapur MBG. Keberadaan program pengangkatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program MBG.

Gaji yang dijanjikan bagi para pegawai SPPG ini diperkirakan akan mencapai jutaan rupiah setiap bulannya, sebuah angka yang secara signifikan jauh melampaui pendapatan yang diterima oleh sebagian besar guru honorer.

Dukungan dan Kritik terhadap Kebijakan SPPG

Rencana pengangkatan pegawai SPPG ini mendapat respons positif dari sejumlah pihak di parlemen. Anggota Komisi IX DPR, Edy Wuryanto, misalnya, memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah ini, sembari menekankan pentingnya pengawasan yang ketat untuk memastikan para pegawai baru ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional.

Meskipun demikian, kebijakan ini juga tidak lepas dari kritik dan kontroversi. Sebagian kalangan menilai bahwa percepatan pengangkatan pegawai dalam program MBG ini terlalu dini, sementara sektor-sektor krusial lainnya, seperti pendidikan, masih tertinggal dalam hal pemerataan kesejahteraan dan kepastian status kepegawaian.

Nasib Guru Honorer Kategori R4: Terjebak dalam Database dan Birokrasi

Di sisi lain spektrum, ribuan guru honorer yang masuk dalam kategori R4 menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks dan memilukan. Kategori R4 ini merujuk pada guru honorer yang tidak terdata dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), meskipun mereka telah mendedikasikan waktu dan tenaga bertahun-tahun untuk dunia pendidikan.

Klasifikasi R4 ini muncul saat proses penyusunan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan sangat menentukan prioritas dalam seleksi PPPK.

Banyak guru yang masuk dalam kategori ini sebenarnya telah lolos uji publik atau verifikasi awal, namun gagal dimasukkan ke dalam database BKN karena berbagai kendala administratif.

Faktor-faktor seperti ketiadaan “jalur orang dalam” yang memadai, kesalahan dalam input data, atau ketidaksesuaian format data seringkali menjadi penyebab utama kegagalan mereka.

Akibatnya, ribuan guru R4 ini harus rela tersingkir dari seleksi PPPK, sebuah kenyataan pahit yang harus mereka terima meski telah mengajar selama tujuh hingga sepuluh tahun, bahkan lebih.

Mengutip nasional.kompas.com, “Di sisi lain, guru honorer kategori R4 menghadapi masalah yang lebih pelik. R4 adalah kode klasifikasi untuk guru honorer yang tidak masuk ke database Badan Kepegawaian Negara (BKN), meskipun mereka telah mengabdi bertahun-tahun.”

Salah satu kisah yang menggugah simpati adalah pengalaman seorang guru honorer R4 asal Bengkulu yang menangis histeris saat menghadiri rapat dengar pendapat di DPR pada Juli 2025.

Ia mengungkapkan bahwa gajinya hanya sebesar Rp30.000 per jam, yang jika dihitung secara penuh waktu, hanya mencapai sekitar Rp540.000 per bulan.

Lebih menyedihkan lagi, mereka tidak memiliki jaminan pensiun maupun bentuk kesejahteraan lainnya.

Bandingkan dengan anggota dewan yang menjabat lima tahun dengan gaji fantastis dan mendapat pensiun seumur hidupnya, yang juga bernilai fantastis.

Situasi serupa dialami oleh ribuan guru R4 lainnya di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kepahiang dan wilayah lainnya, yang merasa masa depan mereka semakin tidak pasti di tengah laju inflasi dan tuntutan ekonomi yang terus meningkat.

Situasi ini menegaskan betapa rumitnya persoalan yang dihadapi oleh para pendidik yang tidak terakomodir dalam sistem database resmi, meskipun kontribusi mereka terhadap pendidikan tidak bisa diremehkan.

Dan berdasarkan hasil penelusuran redaksi, istilah dan status ‘guru honorer’ hanya dikenal di Indonesia.

Kritik Tajam: Ketidakadilan Struktural dalam Prioritas Anggaran

Kebijakan pengangkatan pegawai SPPG ini secara luas dinilai telah menciptakan ketidakadilan struktural yang mendalam dalam sistem kepegawaian nasional. Di satu sisi, pegawai baru dalam program gizi mendapatkan status PPPK dengan gaji yang layak dan menjanjikan, sementara di sisi lain, para guru honorer veteran, termasuk kategori R4 dan PPPK paruh waktu, masih berjuang dengan pendapatan yang sangat minim setelah bertahun-tahun mengabdikan diri.

Perbandingan gaji ini menimbulkan pertanyaan etis dan moral mengenai prioritas alokasi anggaran negara. Banyak yang berpendapat bahwa pendidikan, sebagai fondasi utama kemajuan bangsa, seharusnya mendapatkan prioritas yang lebih tinggi dibandingkan program-program lain, termasuk program gizi, meskipun program gizi juga penting.

Situasi ini tidak hanya memicu kekecewaan, tetapi juga gelombang protes dari kalangan guru dan tenaga kesehatan yang merasa diabaikan oleh kebijakan pemerintah.

Ungkapan seorang netizen yang viral, “Sopir MBG gajinya lebih tinggi dari guru yang mendidik anak-anak,” menjadi cerminan dari rasa ketidakadilan yang dirasakan oleh banyak pihak.

Tanpa adanya penanganan yang serius dan komprehensif, isu ketidakadilan ini berpotensi memicu gejolak sosial yang lebih luas, termasuk kemungkinan terjadinya aksi demonstrasi massal dari para tenaga honorer di sektor pendidikan.

Solusi Konkret dan Aplikabel untuk Mengatasi Ketidakadilan

Meskipun kritik yang dilayangkan sangat tajam, pemerintah masih memiliki peluang untuk melakukan perbaikan dan menata kembali sistem pengangkatan kepegawaian agar lebih adil dan merata. Berikut adalah beberapa usulan solusi yang dapat diimplementasikan secara praktis dan aplikabel:

  • Audit dan Reformasi Database BKN yang Komprehensif

    Melakukan audit menyeluruh terhadap database BKN untuk memastikan seluruh guru R4 yang memenuhi kriteria pengabdian minimal 5 tahun dapat dimasukkan. Proses ini dapat melibatkan verifikasi lapangan oleh tim independen yang terdiri dari perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta DPR, dengan target penyelesaian dalam kurun waktu enam bulan. Solusi ini dianggap aplikabel karena hanya memerlukan koordinasi antarlembaga dan tidak membutuhkan anggaran besar yang signifikan.

  • Prioritaskan Kuota PPPK untuk Honorer Veteran

    Mengalokasikan kuota khusus dalam seleksi PPPK tahun 2026-2027 untuk guru honorer R4 dan PPPK paruh waktu, dengan estimasi minimal 50% dari total formasi yang tersedia. Alokasi ini dapat diintegrasikan dengan rencana pengangkatan pegawai SPPG sehingga tidak ada sektor yang terabaikan. Pengawasan terhadap realisasi kuota ini dapat dilakukan oleh DPR melalui rapat kerja rutin untuk menjamin transparansi.

  • Program Pelatihan dan Sertifikasi Cepat yang Efektif

    Menyediakan program pelatihan gratis bagi guru R4 untuk membantu mereka memenuhi persyaratan kompetensi yang dibutuhkan dalam seleksi PPPK, seperti sertifikasi kompetensi digital atau pedagogi. Kerjasama dengan universitas negeri dapat mempercepat pelaksanaan program ini dalam rentang waktu 3-6 bulan, dengan pendanaan yang dapat dialokasikan dari anggaran pendidikan yang direvisi dari program-program yang kurang esensial.

  • Dialog Multi-Stakeholder yang Inklusif

    Menggelar forum nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan guru honorer, BGN, Kemdikbud, dan DPR, untuk membahas reformasi sistem kepegawaian secara mendalam. Forum ini dapat diawali dengan rapat dengar pendapat seperti yang telah dilaksanakan di DPR, dan dilanjutkan dengan perumusan kebijakan bersama. Solusi ini tergolong murah namun sangat efektif dalam membangun kembali kepercayaan publik.

  • Reformasi Anggaran Berbasis Prioritas yang Jelas

    Melakukan evaluasi ulang terhadap alokasi anggaran negara untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik antara program gizi dan pendidikan. Sebagai contoh, dapat dialokasikan sekitar 10% dari anggaran Program MBG untuk memberikan subsidi gaji sementara bagi para guru honorer hingga mereka mendapatkan status PPPK. Implementasi solusi ini dapat dilakukan melalui revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan dukungan dari Komisi XI DPR.

Dengan mengimplementasikan solusi-solusi yang diusulkan ini, pemerintah tidak hanya berupaya mengatasi ketidakadilan yang ada, tetapi juga secara substansial memperkuat fondasi pendidikan nasional. Sudah saatnya prioritas kebijakan dan anggaran diberikan kepada para tenaga pendidik yang telah lama mengabdikan diri, demi mewujudkan Indonesia yang maju melalui pembangunan sumber daya manusia yang sejahtera dan dihargai.

BACA JUGA:

IHSG Anjlok Pasca Pengumuman BUMN Ekspor, Ini Respons Menteri Keuangan

Menko Yusril sebut tak ada larangan nobar Film Pesta Babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

Industri Kecantikan Indonesia Melejit: Pemerintah Dukung Inovasi Lokal!

Unhas Resmikan Satuan Pelayanan Gizi, Langkah Krusial Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden

Tags: giziGuru HonorerKebijakan PemerintahKesejahteraan GuruKetidakadilan PPPK SPPG Guru Honorer R4nalar wargaPendidikanPPPKSPPG
Share13Tweet8Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Buronan Pelecehan Seksual AS Tertangkap di Depok Setelah 15 Tahun Kabur: Kisah Penyelidikan Imigrasi Indonesia

08/06/2026
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

CFD Rasuna Said Diharapkan Rutin, Gubernur Ajak Cinta Laura Kampanyekan Pilah Sampah di Jakarta

07/06/2026
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Kejaksaan Agung Ungkap Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi: Motor Listrik Rp 42 Juta Jadi Sorotan

07/06/2026
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Penembakan Massal Guncang Old West End Festival Toledo: Puluhan Korban, Pelaku Diburu

07/06/2026
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Program Makan Bergizi Gratis 2026: Prioritas Kualitas dan Kelompok Rentan, Bukan Lagi Kuantitas Massal

05/06/2026
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Skandal Pengadaan BGN: Mantan Petinggi Diduga Mark-up Miliaran Rupiah untuk Program Makan Bergizi Gratis

05/06/2026
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Jambret Sadis Pelajar di Tamalate Dibekuk, Aksi Kejar-kejaran hingga Terseret Terekam

03/06/2026
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Tutupnya Ribuan Gerai Indomaret: Karyawan Ungkap Konflik Upah Lembur dan Beban Barang Hilang

02/06/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

    Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Jambret Sadis Pelajar di Tamalate Dibekuk, Aksi Kejar-kejaran hingga Terseret Terekam

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa M 7,7 Filipina Selatan Picu Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia: Analisis BMKG dan Imbauan Kewaspadaan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bebas Denda 100% & Diskon Pokok 50% Pajak Kendaraan di Sulsel: Peluang Emas Wajib Pajak Manfaatkan Hingga 30 Juni 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gubernur Sulsel Pimpin Penanaman 1.000 Mangrove di Selayar: Investasi Hijau untuk Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Skandal OJK dan Ancaman Monopoli Negara di Bursa Efek: Analisis Mendalam Demutualisasi BEI

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • CFD Rasuna Said Diharapkan Rutin, Gubernur Ajak Cinta Laura Kampanyekan Pilah Sampah di Jakarta

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Restorative Justice: Memperbaiki Hubungan, Bukan Sekadar Menghukum

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • 4.200 Pengurus Bank Sampah Seluruh Indonesia Ikut E-Learning

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.