Amerika Serikat melancarkan serangan balasan yang signifikan terhadap Iran, menggempur puluhan target yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Langkah ini merupakan respons langsung atas percobaan serangan rudal balistik Iran terhadap pasukan AS.
Eskalasi Ketegangan: Serangan Balasan Berat AS ke Iran
Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan “gelombang serangan berat” terhadap Iran sebagai respons atas percobaan serangan rudal balistik Iran ke pasukan AS pada Selasa (28/07). Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pihaknya menyasar “puluhan” target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai balasan atas gempuran Iran ke pangkalan-pangkalan AS di Yordania dan kapal-kapal di Selat Hormuz.
Dampak Serangan dan Korban
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan terbaru AS telah menyebabkan tiga orang tewas, termasuk seorang anak berusia dua tahun, di Pulau Qeshm. Serangan juga dilaporkan melanda wilayah selatan dan barat Iran. Serangan balasan AS ini dimulai pada Rabu (29/07) pukul 20.00 waktu setempat dan berlangsung sekitar satu jam. Centcom menyebut serangan tersebut sebagai “respons yang kuat terhadap percobaan serangan Iran kemarin ke pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah”.
Kronologi dan Motif
Peristiwa ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama lima bulan. Konflik kembali memanas setelah sempat relatif tenang selama beberapa hari, di mana kedua pihak menghentikan serangan seiring berlanjutnya proses negosiasi yang tampaknya bertujuan untuk mencapai solusi diplomatik. Namun, setelah serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Yordania pada Selasa, Presiden AS Donald Trump bersumpah untuk membalas.
- Senin (28/07): Iran melancarkan percobaan serangan rudal balistik ke pasukan AS di Yordania.
- Selasa (28/07): IRGC mengklaim menargetkan pangkalan udara AS dan pusat komando di Yordania, serta tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
- Selasa (28/07): AS dan Arab Saudi melancarkan serangan gabungan terhadap milisi pendukung Iran di Irak timur, menewaskan setidaknya 20 anggota Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak.
- Rabu (29/07): AS melancarkan “gelombang serangan berat” ke Iran, menyasar “puluhan” target IRGC.
Target dan Penjelasan AS
Centcom merinci bahwa serangan AS menyasar “pusat-pusat komando militer, fasilitas rudal dan pesawat nirawak, pusat pertahanan dan pengawasan pesisir, serta kemampuan maritim.” Media pemerintah Iran, Irib, melaporkan bahwa Pulau Qeshm dan Abadan, yang merupakan pusat industri minyak, termasuk di antara wilayah yang diserang.
Penegasan Pihak Terkait
- Centcom: Menyatakan serangan AS adalah respons kuat terhadap percobaan serangan Iran.
- Media Iran: Melaporkan tiga korban tewas di Pulau Qeshm, termasuk seorang anak dua tahun.
- Angkatan Bersenjata Yordania: Berhasil menembak jatuh lima rudal Iran yang menargetkan wilayah mereka pada Kamis.
- IRGC: Mengklaim menargetkan pangkalan AS di Yordania dan kapal tanker di Selat Hormuz sebagai balasan atas “tindakan agresi tentara pembunuh anak-anak asal Amerika.”
- Pemerintah Irak: Mengecam pemboman pangkalan PMF dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan.
Upaya Diplomasi dan Kekhawatiran
Dalam perkembangan terkait, media Axios melaporkan pada Rabu (29/07) bahwa Presiden Trump bertemu dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, yang disebut ingin meredakan ketegangan. Namun, Teheran membantah adanya pembahasan yang terjadi. Konflik ini menambah daftar panjang ketegangan antara Arab Saudi dan Iran yang telah berlangsung selama dekade-dekade.
Insiden Terpisah
Sementara itu, pemerintah Mesir mengonfirmasi bahwa kebakaran di sebuah pelabuhan pada Rabu lalu disebabkan oleh serangan pesawat nirawak (drone). Mesir, sekutu AS, sebelumnya tidak pernah diserang secara langsung selama konflik ini.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























