Selasa, 7 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Menjadi Pahlawan Kesiangan

by Redaktur
10/11/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Ilustrasi: Pahlawan Kesiangan

Ilustrasi: Pahlawan Kesiangan

Ungkapan pahlawan kesiangan sebenarnya ejekan pada seseorang yang ingin menjadi pahlawan, namun aksinya tidak tepat waktu dan momen, biasanya motivasinya juga naif. Bukannya mendapat tepokan dan sanjungan, malah ledekan.

Seorang kawan melakukan tindakan heroik (bagi anak SMA), berkeras tidak mau menyebut nama kawannya yang ikut membolos dan melompat pagar. Celakanya, karena melompat paling akhir, dengan rambut keriting mie instan satu-satunya di kelas, dia mudah dikenali. Esoknya dipanggil menghadap kepala sekolah. Risikonya dikeluarkan. Kepala sekolah tidak main-main, kelompok yang berusaha diungkap identitasnya memang biang kerok beragam kekacauan di sekolah.

Melihat kemungkinan hukuman lebih ringan bila dibagi rata untuk tujuh orang, kami sepakat mengakui bersama, jangan dia sendiri yang menanggung. Dia menolak, dan dikeluarkan dari sekolah.

Puluhan tahun tak bertemu dengannya, suatu hari di acara reuni. Agak terkejut melihat perawakannya yang berubah banyak, dipenuhi ciri-ciri kemakmuran. Pahlawan kami masa SMA kini wakil rakyat di daerahnya.

World Cup 2026

Masih berusaha mencari hubungan kisah kepahlawanannya masa SMA dengan tanggung jawab di bahunya sekarang, dia sudah cerita duluan. Kepala sekolah mengejeknya pahlawan kesiangan karena melindungi kami. Dia pulang kampung ke Kalimantan melanjutkan sekolah, hingga akhirnya seperti sekarang. Ingin membuktikan ejekan Kepala Sekolah, pahlawan walau kesiangan tetap pahlawan.

Ada rasa bangga di suaranya saat menyebut tanggung jawabnya sekarang. Tentu saja. Tidak mudah menjadi wakil rakyat, berat ongkos dan tanggung jawabnya. Tidak ingin merusak romantisme kepahlawanan masa SMA, kami sepakat tidak meledek.

Bagi kepala sekolah dia pahlawan kesiangan, bagi kami yang tidak dikeluarkan dia pahlawan yang tepat waktu dan pas momen. Pahlawan, yang kesiangan atau tidak tergantung siapa yang melihat.

Perbedaan perspektif seperti di atas juga salah satu sebab guru dianggap pahlawan tanpa tanda jasa, guru dan orang tua, pahlawan dengan tanda jasa nyata dan hidup. Putera puteri dan murid-murid tanda jasanya.

Jaman bercampur aduknya antara krisis alami yang memang harus tercipta sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pembelajaran sebagai sebuah bangsa dan manusia, dengan krisis yang sengaja diciptakan, atau krisis alami yang berusaha ditumpangi atau dikendalikan skala kekacauannya agar tepat waktu mengeluarkan tokoh yang diplot menjadi pahlawan dan tokoh penjahatnya (baca: kambing hitam). Semua rindu sosok pahlawan.

Ketimbang merindu tanpa akhir, dengan krisis yang sedemikian banyak hingga setiap manusia Indonesia bisa bergantian menjadi pahlawan, baik yang kesiangan maupun tidak.

Maka demi kebutuhan yang nyata akan pahlawan, hari pahlawan kali mungkin bisa disebut sebagai hari untuk semua orang yang telah menyelesaikan krisis, sekalipun krisis keburukan dalam skala diri sendiri, boleh merasa hari ini 10 November sebagai harinya, boleh merasa pahlawan. Tidak ada yang melarang. Kalau pahlawan kesiangan saja boleh, apa lagi yang tepat waktu.

Aksi damai 4 November 2016 dan penyebabnya belum krisis. Kecuali mau dibawa ke sana, dan kita yang semua pahlawan bila memakai definisi paragraf di atas harus mencegah potensi sebab membesar menjadi krisis yang terlihat nyata.

Bingkai negara kita NKRI, bukan khilafah, bukan monarki. Sepakat.

Kesatuan dalam NKRI, sampai sekarang masih harus melalui berbagai krisis. Saat kesatuan mencapai kemapanan sekalipun, sifatnya sementara. Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan.

World Cup 2026

Dari berbagai bangsa di dunia, kemajemukan dan heterogenitas yang berada dalam bingkai kesatuan NKRI juara. Paling kaya gradasi warna. Tak ada ruang bagi penjara sempit berupa fanatisme, ras, suku, agama, dan budaya yang terbingkai dalam kesatuan. Perbedaan potensi luar biasa sekaligus sumber masalah.

Amerika dan Tiongkok cuma nomor dua soal banyaknya perbedaan yang disatukan dalam bingkai sebuah bangsa.

Dari segi dialek bahasa satu suku saja, suku Kaili di Palu Sulawesi Tengah tidak kurang ada 100 jumlah dialek dengan gaya intonasi pengucapan dan kosa kata yang berbeda. Dari segi doktirinisasi bawah tanah atau terang-terangan akan ras unggul, agama terbaik, dan suku paling hebat, syukurnya Indonesia belum juara dibandingkan bangsa lain dan jangan sampai juara.

Asyiknya dunia ciptaan memang pada paradoksnya. Mau menemukan potensi, mari bermasalah dan selesaikan. Sayangnya masih banyak yang belum selesai bermasalah dengan pikiran dan dirinya sendiri, dipaksa keadaan untuk bermasalah di skala bangsa kesatuan.

BACA JUGA:

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Kopral Azmiadi dan Kisah Pelayanan Tanpa Batas: Ketika Seragam Melebur dalam Pengabdian Tulus

Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Qurban dan Keberanian Melepaskan yang Kita Cintai

Hikmah utama aksi damai 4 November, yang oleh sebagian media asing dianggap gerakan anti pemimpin (gubernur) Kristen, disatukan pada hari itu bukan oleh kebencian, meski ada juga yang masih meluapkan kemarahan lewat teks penuh kebencian.

Ada rasa haru saat melihat perubahan dari ormas yang dianggap mengutamakan aksi kekerasan menjadi aksi cinta damai. Ormas Islam yang sering diberitakan media sebagai anarkis, bisa bergandengan tangan dengan sesama muslim yang mungkin sekali sering menghujat dan tidak setuju dengan mereka.

Sesama muslim walau tidak sepakat tafsir Al Maidah 51, ditafsirkan pemimpin atau sahabat setia, bila yang tidak mengimani Qur’an yang mengucapkan bukan masalah. Sudah ada hukum yang mengatur mana yang penistaan agama.

Sesama Islam harus bersatu, bila ingin menunjukkan bahwa tujuan Baginda Nabi Muhammad SAW membawa risalah Islam adalah agar menjadi rahmat bagai alam semesta, bukan membentuk kerajaan atau kekhalifaan apalagi memaksakan agama. Tegak dan membuminya nilai-nilai luhur dalam Islam jelas lebih islami ketimbang menegakkan panji dan bendera keislaman dengan menumpahkan darah sesama manusia.

Atau bingkai kesatuan NKRI hanya akan menjadi kolam lumpur yang membatasi kekacauan sesama muslim yang berjumlah paling besar, tempat nyaman untuk memancing di air keruh, bila setiap orang tidak berusaha menjadi pahlawan kesiangan bagi diri sendiri.

Dalam sebuah negeri yang nilai-nilai luhur Islam (yang dahulu) diterima oleh para Raja tanpa peperangan, paksaan dan imbalan, kemudian memadukan nilai islami dengan kearifan milik leluhur, seolah kearifan bumi dan kebijaksanaan langit bertemu di Nusantara. Keteduhan bagi alam semesta. Jangankan dengan yang berbeda agama dan keyakinan, perampok, pencuri, dan para teroris pun merasa nyaman tinggal di Indonesia.

Mari menjadi pahlawan kesiangan, meski tanpa tepokan dan mungkin malah ledekan, namun bila itu bisa membuat kita bukan bagian dari masalah, tambahan sebutan kesiangan bagi seorang pahlawan bukan masalah.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: IndonesianaOpini
Share20Tweet13Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Anggaran Rp 30 Juta per Orang untuk Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Hasanuddin Usulkan Penghapusan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Windows 12 Lite: Sang Penyelamat Perangkat Keras Jadul? Mengupas Tuntas Potensi OS Ringan Microsoft

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kiper Paraguay Kritik Kylian Mbappé: Tuduhan Perilaku Tidak Sportif Usai Laga Prancis

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Piala Dunia 2026 Berlanjut ke 16 Besar, Siapa Saja yang Lolos?

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.