Senin, 27 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Menjadi Pahlawan Kesiangan

by Redaktur
10/11/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Ilustrasi: Pahlawan Kesiangan

Ilustrasi: Pahlawan Kesiangan

Ungkapan pahlawan kesiangan sebenarnya ejekan pada seseorang yang ingin menjadi pahlawan, namun aksinya tidak tepat waktu dan momen, biasanya motivasinya juga naif. Bukannya mendapat tepokan dan sanjungan, malah ledekan.

Seorang kawan melakukan tindakan heroik (bagi anak SMA), berkeras tidak mau menyebut nama kawannya yang ikut membolos dan melompat pagar. Celakanya, karena melompat paling akhir, dengan rambut keriting mie instan satu-satunya di kelas, dia mudah dikenali. Esoknya dipanggil menghadap kepala sekolah. Risikonya dikeluarkan. Kepala sekolah tidak main-main, kelompok yang berusaha diungkap identitasnya memang biang kerok beragam kekacauan di sekolah.

Melihat kemungkinan hukuman lebih ringan bila dibagi rata untuk tujuh orang, kami sepakat mengakui bersama, jangan dia sendiri yang menanggung. Dia menolak, dan dikeluarkan dari sekolah.

Puluhan tahun tak bertemu dengannya, suatu hari di acara reuni. Agak terkejut melihat perawakannya yang berubah banyak, dipenuhi ciri-ciri kemakmuran. Pahlawan kami masa SMA kini wakil rakyat di daerahnya.

Masih berusaha mencari hubungan kisah kepahlawanannya masa SMA dengan tanggung jawab di bahunya sekarang, dia sudah cerita duluan. Kepala sekolah mengejeknya pahlawan kesiangan karena melindungi kami. Dia pulang kampung ke Kalimantan melanjutkan sekolah, hingga akhirnya seperti sekarang. Ingin membuktikan ejekan Kepala Sekolah, pahlawan walau kesiangan tetap pahlawan.

Ada rasa bangga di suaranya saat menyebut tanggung jawabnya sekarang. Tentu saja. Tidak mudah menjadi wakil rakyat, berat ongkos dan tanggung jawabnya. Tidak ingin merusak romantisme kepahlawanan masa SMA, kami sepakat tidak meledek.

Bagi kepala sekolah dia pahlawan kesiangan, bagi kami yang tidak dikeluarkan dia pahlawan yang tepat waktu dan pas momen. Pahlawan, yang kesiangan atau tidak tergantung siapa yang melihat.

Perbedaan perspektif seperti di atas juga salah satu sebab guru dianggap pahlawan tanpa tanda jasa, guru dan orang tua, pahlawan dengan tanda jasa nyata dan hidup. Putera puteri dan murid-murid tanda jasanya.

Jaman bercampur aduknya antara krisis alami yang memang harus tercipta sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pembelajaran sebagai sebuah bangsa dan manusia, dengan krisis yang sengaja diciptakan, atau krisis alami yang berusaha ditumpangi atau dikendalikan skala kekacauannya agar tepat waktu mengeluarkan tokoh yang diplot menjadi pahlawan dan tokoh penjahatnya (baca: kambing hitam). Semua rindu sosok pahlawan.

Ketimbang merindu tanpa akhir, dengan krisis yang sedemikian banyak hingga setiap manusia Indonesia bisa bergantian menjadi pahlawan, baik yang kesiangan maupun tidak.

Maka demi kebutuhan yang nyata akan pahlawan, hari pahlawan kali mungkin bisa disebut sebagai hari untuk semua orang yang telah menyelesaikan krisis, sekalipun krisis keburukan dalam skala diri sendiri, boleh merasa hari ini 10 November sebagai harinya, boleh merasa pahlawan. Tidak ada yang melarang. Kalau pahlawan kesiangan saja boleh, apa lagi yang tepat waktu.

Aksi damai 4 November 2016 dan penyebabnya belum krisis. Kecuali mau dibawa ke sana, dan kita yang semua pahlawan bila memakai definisi paragraf di atas harus mencegah potensi sebab membesar menjadi krisis yang terlihat nyata.

Bingkai negara kita NKRI, bukan khilafah, bukan monarki. Sepakat.

Kesatuan dalam NKRI, sampai sekarang masih harus melalui berbagai krisis. Saat kesatuan mencapai kemapanan sekalipun, sifatnya sementara. Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan.

Dari berbagai bangsa di dunia, kemajemukan dan heterogenitas yang berada dalam bingkai kesatuan NKRI juara. Paling kaya gradasi warna. Tak ada ruang bagi penjara sempit berupa fanatisme, ras, suku, agama, dan budaya yang terbingkai dalam kesatuan. Perbedaan potensi luar biasa sekaligus sumber masalah.

Amerika dan Tiongkok cuma nomor dua soal banyaknya perbedaan yang disatukan dalam bingkai sebuah bangsa.

Dari segi dialek bahasa satu suku saja, suku Kaili di Palu Sulawesi Tengah tidak kurang ada 100 jumlah dialek dengan gaya intonasi pengucapan dan kosa kata yang berbeda. Dari segi doktirinisasi bawah tanah atau terang-terangan akan ras unggul, agama terbaik, dan suku paling hebat, syukurnya Indonesia belum juara dibandingkan bangsa lain dan jangan sampai juara.

Asyiknya dunia ciptaan memang pada paradoksnya. Mau menemukan potensi, mari bermasalah dan selesaikan. Sayangnya masih banyak yang belum selesai bermasalah dengan pikiran dan dirinya sendiri, dipaksa keadaan untuk bermasalah di skala bangsa kesatuan.

BACA JUGA:

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Kopral Azmiadi dan Kisah Pelayanan Tanpa Batas: Ketika Seragam Melebur dalam Pengabdian Tulus

Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Qurban dan Keberanian Melepaskan yang Kita Cintai

Hikmah utama aksi damai 4 November, yang oleh sebagian media asing dianggap gerakan anti pemimpin (gubernur) Kristen, disatukan pada hari itu bukan oleh kebencian, meski ada juga yang masih meluapkan kemarahan lewat teks penuh kebencian.

Ada rasa haru saat melihat perubahan dari ormas yang dianggap mengutamakan aksi kekerasan menjadi aksi cinta damai. Ormas Islam yang sering diberitakan media sebagai anarkis, bisa bergandengan tangan dengan sesama muslim yang mungkin sekali sering menghujat dan tidak setuju dengan mereka.

Sesama muslim walau tidak sepakat tafsir Al Maidah 51, ditafsirkan pemimpin atau sahabat setia, bila yang tidak mengimani Qur’an yang mengucapkan bukan masalah. Sudah ada hukum yang mengatur mana yang penistaan agama.

Sesama Islam harus bersatu, bila ingin menunjukkan bahwa tujuan Baginda Nabi Muhammad SAW membawa risalah Islam adalah agar menjadi rahmat bagai alam semesta, bukan membentuk kerajaan atau kekhalifaan apalagi memaksakan agama. Tegak dan membuminya nilai-nilai luhur dalam Islam jelas lebih islami ketimbang menegakkan panji dan bendera keislaman dengan menumpahkan darah sesama manusia.

Atau bingkai kesatuan NKRI hanya akan menjadi kolam lumpur yang membatasi kekacauan sesama muslim yang berjumlah paling besar, tempat nyaman untuk memancing di air keruh, bila setiap orang tidak berusaha menjadi pahlawan kesiangan bagi diri sendiri.

Dalam sebuah negeri yang nilai-nilai luhur Islam (yang dahulu) diterima oleh para Raja tanpa peperangan, paksaan dan imbalan, kemudian memadukan nilai islami dengan kearifan milik leluhur, seolah kearifan bumi dan kebijaksanaan langit bertemu di Nusantara. Keteduhan bagi alam semesta. Jangankan dengan yang berbeda agama dan keyakinan, perampok, pencuri, dan para teroris pun merasa nyaman tinggal di Indonesia.

Mari menjadi pahlawan kesiangan, meski tanpa tepokan dan mungkin malah ledekan, namun bila itu bisa membuat kita bukan bagian dari masalah, tambahan sebutan kesiangan bagi seorang pahlawan bukan masalah.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: IndonesianaOpini
Share20Tweet13Send

ARTIKEL TERKAIT

Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Pajak Kekayaan 2%: Solusi Rasional Mengurai Ketimpangan Rp4.651 Triliun Milik Oligarki

27/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Modus “Kencing di Laut” dan Transfer Pricing: Mengurai Menguapnya Rp16.144 Triliun dari Ekspor SDA

27/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

27/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Beban Pajak Kelas Menengah 2026: Saat Korporasi Dapat Karpet Merah

27/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

27/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Paradoks APBN 2026: Ancam Fiskal & Kelas Menengah

27/07/2026
ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

    Kalla Toyota Palopo Hadirkan KIDDO ART-venture: Dealer Berubah Jadi Taman Bermain & Belajar Anak

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    175 shares
    Share 70 Tweet 44
  • PTUN Bandung Perintahkan Gubernur Jabar Pecat Bupati Bogor, Ada Apa?

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    704 shares
    Share 282 Tweet 176
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    267 shares
    Share 107 Tweet 67
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Hore! Markas PSM Makassar Stadion BJ Habibie Parepare Akan Direnovasi

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Beban Pajak Kelas Menengah 2026: Saat Korporasi Dapat Karpet Merah

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • DJP Bisa Intip Rekening Keluarga Wajib Pajak: Analisis Mendalam Kewenangan Baru, Tujuannya, dan Perlindungan Data

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.