Sabtu, 26 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Menjadi Pahlawan Kesiangan

by Redaktur
10/11/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Ilustrasi: Pahlawan Kesiangan

Ilustrasi: Pahlawan Kesiangan

Ungkapan pahlawan kesiangan sebenarnya ejekan pada seseorang yang ingin menjadi pahlawan, namun aksinya tidak tepat waktu dan momen, biasanya motivasinya juga naif. Bukannya mendapat tepokan dan sanjungan, malah ledekan.

Seorang kawan melakukan tindakan heroik (bagi anak SMA), berkeras tidak mau menyebut nama kawannya yang ikut membolos dan melompat pagar. Celakanya, karena melompat paling akhir, dengan rambut keriting mie instan satu-satunya di kelas, dia mudah dikenali. Esoknya dipanggil menghadap kepala sekolah. Risikonya dikeluarkan. Kepala sekolah tidak main-main, kelompok yang berusaha diungkap identitasnya memang biang kerok beragam kekacauan di sekolah.

Melihat kemungkinan hukuman lebih ringan bila dibagi rata untuk tujuh orang, kami sepakat mengakui bersama, jangan dia sendiri yang menanggung. Dia menolak, dan dikeluarkan dari sekolah.

Puluhan tahun tak bertemu dengannya, suatu hari di acara reuni. Agak terkejut melihat perawakannya yang berubah banyak, dipenuhi ciri-ciri kemakmuran. Pahlawan kami masa SMA kini wakil rakyat di daerahnya.

Masih berusaha mencari hubungan kisah kepahlawanannya masa SMA dengan tanggung jawab di bahunya sekarang, dia sudah cerita duluan. Kepala sekolah mengejeknya pahlawan kesiangan karena melindungi kami. Dia pulang kampung ke Kalimantan melanjutkan sekolah, hingga akhirnya seperti sekarang. Ingin membuktikan ejekan Kepala Sekolah, pahlawan walau kesiangan tetap pahlawan.

Ada rasa bangga di suaranya saat menyebut tanggung jawabnya sekarang. Tentu saja. Tidak mudah menjadi wakil rakyat, berat ongkos dan tanggung jawabnya. Tidak ingin merusak romantisme kepahlawanan masa SMA, kami sepakat tidak meledek.

Bagi kepala sekolah dia pahlawan kesiangan, bagi kami yang tidak dikeluarkan dia pahlawan yang tepat waktu dan pas momen. Pahlawan, yang kesiangan atau tidak tergantung siapa yang melihat.

Perbedaan perspektif seperti di atas juga salah satu sebab guru dianggap pahlawan tanpa tanda jasa, guru dan orang tua, pahlawan dengan tanda jasa nyata dan hidup. Putera puteri dan murid-murid tanda jasanya.

Jaman bercampur aduknya antara krisis alami yang memang harus tercipta sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pembelajaran sebagai sebuah bangsa dan manusia, dengan krisis yang sengaja diciptakan, atau krisis alami yang berusaha ditumpangi atau dikendalikan skala kekacauannya agar tepat waktu mengeluarkan tokoh yang diplot menjadi pahlawan dan tokoh penjahatnya (baca: kambing hitam). Semua rindu sosok pahlawan.

Ketimbang merindu tanpa akhir, dengan krisis yang sedemikian banyak hingga setiap manusia Indonesia bisa bergantian menjadi pahlawan, baik yang kesiangan maupun tidak.

Maka demi kebutuhan yang nyata akan pahlawan, hari pahlawan kali mungkin bisa disebut sebagai hari untuk semua orang yang telah menyelesaikan krisis, sekalipun krisis keburukan dalam skala diri sendiri, boleh merasa hari ini 10 November sebagai harinya, boleh merasa pahlawan. Tidak ada yang melarang. Kalau pahlawan kesiangan saja boleh, apa lagi yang tepat waktu.

Aksi damai 4 November 2016 dan penyebabnya belum krisis. Kecuali mau dibawa ke sana, dan kita yang semua pahlawan bila memakai definisi paragraf di atas harus mencegah potensi sebab membesar menjadi krisis yang terlihat nyata.

Bingkai negara kita NKRI, bukan khilafah, bukan monarki. Sepakat.

Kesatuan dalam NKRI, sampai sekarang masih harus melalui berbagai krisis. Saat kesatuan mencapai kemapanan sekalipun, sifatnya sementara. Tidak ada yang abadi, kecuali perubahan.

Dari berbagai bangsa di dunia, kemajemukan dan heterogenitas yang berada dalam bingkai kesatuan NKRI juara. Paling kaya gradasi warna. Tak ada ruang bagi penjara sempit berupa fanatisme, ras, suku, agama, dan budaya yang terbingkai dalam kesatuan. Perbedaan potensi luar biasa sekaligus sumber masalah.

Amerika dan Tiongkok cuma nomor dua soal banyaknya perbedaan yang disatukan dalam bingkai sebuah bangsa.

Dari segi dialek bahasa satu suku saja, suku Kaili di Palu Sulawesi Tengah tidak kurang ada 100 jumlah dialek dengan gaya intonasi pengucapan dan kosa kata yang berbeda. Dari segi doktirinisasi bawah tanah atau terang-terangan akan ras unggul, agama terbaik, dan suku paling hebat, syukurnya Indonesia belum juara dibandingkan bangsa lain dan jangan sampai juara.

Asyiknya dunia ciptaan memang pada paradoksnya. Mau menemukan potensi, mari bermasalah dan selesaikan. Sayangnya masih banyak yang belum selesai bermasalah dengan pikiran dan dirinya sendiri, dipaksa keadaan untuk bermasalah di skala bangsa kesatuan.

BACA JUGA:

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Kopral Azmiadi dan Kisah Pelayanan Tanpa Batas: Ketika Seragam Melebur dalam Pengabdian Tulus

Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Qurban dan Keberanian Melepaskan yang Kita Cintai

Hikmah utama aksi damai 4 November, yang oleh sebagian media asing dianggap gerakan anti pemimpin (gubernur) Kristen, disatukan pada hari itu bukan oleh kebencian, meski ada juga yang masih meluapkan kemarahan lewat teks penuh kebencian.

Ada rasa haru saat melihat perubahan dari ormas yang dianggap mengutamakan aksi kekerasan menjadi aksi cinta damai. Ormas Islam yang sering diberitakan media sebagai anarkis, bisa bergandengan tangan dengan sesama muslim yang mungkin sekali sering menghujat dan tidak setuju dengan mereka.

Sesama muslim walau tidak sepakat tafsir Al Maidah 51, ditafsirkan pemimpin atau sahabat setia, bila yang tidak mengimani Qur’an yang mengucapkan bukan masalah. Sudah ada hukum yang mengatur mana yang penistaan agama.

Sesama Islam harus bersatu, bila ingin menunjukkan bahwa tujuan Baginda Nabi Muhammad SAW membawa risalah Islam adalah agar menjadi rahmat bagai alam semesta, bukan membentuk kerajaan atau kekhalifaan apalagi memaksakan agama. Tegak dan membuminya nilai-nilai luhur dalam Islam jelas lebih islami ketimbang menegakkan panji dan bendera keislaman dengan menumpahkan darah sesama manusia.

Atau bingkai kesatuan NKRI hanya akan menjadi kolam lumpur yang membatasi kekacauan sesama muslim yang berjumlah paling besar, tempat nyaman untuk memancing di air keruh, bila setiap orang tidak berusaha menjadi pahlawan kesiangan bagi diri sendiri.

Dalam sebuah negeri yang nilai-nilai luhur Islam (yang dahulu) diterima oleh para Raja tanpa peperangan, paksaan dan imbalan, kemudian memadukan nilai islami dengan kearifan milik leluhur, seolah kearifan bumi dan kebijaksanaan langit bertemu di Nusantara. Keteduhan bagi alam semesta. Jangankan dengan yang berbeda agama dan keyakinan, perampok, pencuri, dan para teroris pun merasa nyaman tinggal di Indonesia.

Mari menjadi pahlawan kesiangan, meski tanpa tepokan dan mungkin malah ledekan, namun bila itu bisa membuat kita bukan bagian dari masalah, tambahan sebutan kesiangan bagi seorang pahlawan bukan masalah.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: IndonesianaOpini
Share20Tweet13Send

ARTIKEL TERKAIT

Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Menjadi Pahlawan Kesiangan - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    186 shares
    Share 74 Tweet 47
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    806 shares
    Share 322 Tweet 202
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Jejak Bisnis Haji Isam: Mengurai Kepemilikan di BYAN, PACK, JARR, hingga RANS

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.