Kabar baik datang dari perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Tim gabungan berhasil menemukan lima penumpang KM Nurul Salsa yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden kapal tenggelam. Penemuan ini memberikan secercah harapan di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung.
Penemuan Lima Penumpang Selamat KM Nurul Salsa
Tim SAR gabungan yang beroperasi di perairan Selayar berhasil menemukan lima orang penumpang KM Nurul Salsa dalam keadaan selamat. Kelimanya ditemukan mengapung di laut dan berhasil bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan di sekitar Pulau Mattalang. Lokasi penemuan ini menjadi titik penting dalam operasi pencarian yang kompleks.
Kronologi dan Identitas Korban Selamat
Lima orang yang berhasil ditemukan ini merupakan bagian dari 25 penumpang yang sebelumnya dinyatakan hilang pasca tenggelamnya kapal. Penyelamatan dilakukan oleh awak kapal nelayan KMN Sinar Mattoangin 04. Identitas kelima penumpang yang selamat adalah:
- Sitti Amang (55 tahun) – Perempuan
- Asseng (23 tahun) – Perempuan
- Diska (7 tahun) – Perempuan
- Sri Ardita (17 tahun) – Perempuan
- Andi Samad (62 tahun) – Laki-laki
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi bahwa kapal KN SAR Kamajaya telah segera bergerak menuju lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi. Tujuannya adalah untuk memberikan penanganan medis awal dan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap para korban.
Operasi Pencarian dan Dukungan Tambahan
Penemuan kelima korban selamat ini menjadi suntikan semangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang tanpa kenal lelah terus melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya. Laporan mengenai penemuan ini disampaikan langsung oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang juga merupakan Anggota DPR RI, Iwan Darmawan Aras, memberikan penegasan pada urgensi pencarian.
Hingga hari keempat operasi SAR, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang dilaporkan meninggal dunia, dan 25 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Dengan tambahan lima korban selamat ini, jumlah penumpang yang masih belum ditemukan menyisakan 20 orang.
Untuk mengoptimalkan upaya pencarian di perairan Selayar yang luas dan terkadang menantang, Basarnas telah menerima dukungan armada dan personel tambahan dari Kantor Basarnas Kendari dan Kantor Basarnas Maumere. Kekuatan tambahan ini meliputi keberadaan KN SAR Pacitan dari Basarnas Kendari dan KN SAR Puntadewa dari Basarnas Maumere, serta mobilisasi Kapal TNI Angkatan Laut untuk memperluas jangkauan pencarian.
Detail Kejadian Kapal Tenggelam KM Nurul Salsa
Peristiwa nahas ini bermula ketika KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada hari Rabu, 15 Juli, sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tersebut mengangkut total 78 orang penumpang. Gangguan mesin terjadi di tengah perjalanan, tepatnya di perairan barat Pulau Polassi, yang berjarak sekitar 43 Nautical Mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan kapal tersebut tenggelam.
Sebagai seorang yang kerap berinteraksi dengan dinamika maritim di wilayah seperti Selayar, insiden ini sungguh memilukan. Pengalaman saya dalam liputan kejadian serupa mengajarkan betapa pentingnya respons cepat dan koordinasi lintas sektor. Keberhasilan penemuan lima penumpang ini, meskipun masih menyisakan pekerjaan besar, menunjukkan ketangguhan manusia dalam menghadapi alam dan dedikasi para tim SAR yang bekerja tanpa lelah di bawah terik matahari Selayar.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham
Add wartakita.id as a preferred source on Google























