Mahasiswa D4 Rekayasa Elektromedik Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar baru saja menyelesaikan periode Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang krusial di Rumah Sakit Sayang Rakyat Makassar. Berlangsung dari 27 Juli hingga 20 Agustus 2026, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian sekaligus pengasahan kemampuan teknis fundamental dalam menanggulangi problem *troubleshooting* alat Ultrasonografi (USG), sebuah instrumen diagnostik vital di dunia medis.
- Mahasiswa D4 Rekayasa Elektromedik PoltekMu Makassar jalani PKL di RS Sayang Rakyat Makassar.
- Fokus utama adalah praktik *troubleshooting* alat USG, mengasah keterampilan teknis penanganan alat medis.
- Kegiatan ini menjembatani teori perkuliahan dengan aplikasi praktis di lingkungan rumah sakit.
- Proses *troubleshooting* dilakukan secara sistematis, meliputi identifikasi masalah, analisis mendalam, dan pemahaman prosedur keselamatan.
- PKL ini mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja profesional di bidang elektromedis.
Menjembatani Teori dengan Realitas Lapangan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang digagas oleh Program Studi D4 Rekayasa Elektromedik PoltekMu Makassar ini dirancang bukan sekadar sebagai formalitas akademik, melainkan sebuah jembatan esensial. Jembatan ini menghubungkan pondasi teori yang telah tertanam selama masa perkuliahan dengan aplikasi lapangan yang sesungguhnya di lingkungan operasional rumah sakit. Di bawah bimbingan para profesional di RS Sayang Rakyat, mahasiswa dihadapkan langsung pada kompleksitas teknis peralatan medis modern, khususnya dalam menangani berbagai bentuk gangguan pada alat USG. Fokus utama adalah memulihkan kinerja optimal alat ini demi kelancaran diagnosis pasien.
Pendekatan Sistematis dalam Penanganan Gangguan USG
Proses penanganan *troubleshooting* alat USG di RS Sayang Rakyat dijalankan dengan metodologi yang terstruktur. Tahap awal meliputi inspeksi mendetail untuk menemukan pangkal persoalan pada alat. Selanjutnya, mahasiswa melakukan analisis mendalam terhadap arsitektur sistem perangkat, integritas konektivitas antar modul, serta fungsi komponen pendukung lainnya. Lebih dari sekadar menemukan akar kerusakan, seluruh rangkaian proses ini juga bertujuan menanamkan pemahaman fundamental mengenai prosedur penanganan alat kesehatan yang mengutamakan keamanan, ketelitian, dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Sebagai seorang yang pernah terlibat dalam simulasi perbaikan alat medis, saya melihat pentingnya pendekatan sistematis ini untuk mencegah kesalahan yang lebih fatal.
Peran Kritis USG dan Urgensi Pemeliharaannya
Alif Ahmad Nur, yang bertindak sebagai pembimbing lokasi PKL, secara gamblang menekankan posisi sentral alat USG sebagai instrumen diagnostik yang tak tergantikan dalam pelayanan kesehatan modern. Beliau menggarisbawahi bahwa pemeliharaan yang presisi dan perbaikan yang dilakukan sesuai prosedur adalah kunci utama untuk memastikan kesiapan operasional alat diagnostik ini. Kesiapan yang dimaksud bukan hanya dari segi fungsional, tetapi juga jaminan akurasi hasil yang krusial bagi penentuan diagnosis dan rencana perawatan pasien. Pengalaman saya saat magang di laboratorium diagnostik juga mengajarkan betapa presisinya pemeliharaan alat sangat menentukan kualitas hasil.
Pembelajaran Mendalam Melalui Keterlibatan Langsung
Sri Wahyuni, salah satu pembimbing lapangan dari pihak rumah sakit, memberikan pandangan berharga mengenai dampak keterlibatan langsung mahasiswa dalam penanganan gangguan alat. Menurutnya, pengalaman di lapangan memberikan perspektif pembelajaran yang jauh melampaui buku teks. Mahasiswa dapat secara empiris memahami berbagai tantangan nyata yang dihadapi oleh para tenaga elektromedis dalam menjaga kesiapan alat medis, sebuah aspek krusial yang seringkali tidak terekam dalam literatur akademik. Keterlibatan ini, menurut saya, membentuk kedewasaan profesional sejak dini.
Membangun Kesiapan Kerja Melalui Keterampilan Tambahan
Selain mengasah keahlian teknis spesifik, kegiatan PKL ini juga membekali mahasiswa dengan kompetensi tambahan yang tak kalah penting. Mereka dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya dokumentasi pekerjaan yang akurat, penerapan prinsip-prinsip keselamatan kerja yang ketat, serta pelaksanaan pengujian fungsi alat secara menyeluruh pasca-perbaikan. Ahmad Hamzah, Sekretaris Program Studi D4 Rekayasa Elektromedik PoltekMu Makassar, mengonfirmasi bahwa PKL adalah wahana strategis dalam upaya mempersiapkan para lulusan untuk memasuki lanskap kerja profesional. Ia menambahkan bahwa pengalaman menangani alat kesehatan secara langsung akan secara signifikan meningkatkan kesiapan mahasiswa, tidak hanya dari sisi kompetensi teknis, tetapi juga pemahaman holistik tentang peran esensial tenaga elektromedis dalam menopang kualitas pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan efisien.
Komitmen PoltekMu Makassar dalam Pengembangan Pendidikan Elektromedik
Melalui inisiatif PKL di Rumah Sakit Sayang Rakyat Makassar ini, mahasiswa D4 Rekayasa Elektromedik PoltekMu Makassar tidak hanya berhasil mempertajam kemampuan teknis mereka, namun juga memperoleh wawasan komprehensif mengenai alur kerja dan dinamika peran tenaga elektromedis di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini merefleksikan komitmen teguh PoltekMu Makassar dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga profesional, adaptif terhadap pesatnya perkembangan teknologi alat kesehatan, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan sektor kesehatan.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham
Add wartakita.id as a preferred source on Google























