Sebuah peristiwa dramatis terjadi di perairan Sumenep, Jawa Timur, ketika Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 dilalap si jago merah pada Minggu pagi, 2 Agustus. Insiden ini memicu kepanikan penumpang dan mengerahkan upaya pencarian intensif.
Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
Pada Minggu pagi, 2 Agustus, KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar hebat di perairan sekitar Sumenep. Api dengan cepat menjalar, memaksa penumpang berjuang menyelamatkan diri dari kobaran api yang melahap bagian bawah kapal. Penyebab pasti dari insiden yang menghebohkan ini masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.
Kesaksian Dramatis Para Korban Selamat
Beberapa penumpang yang berhasil lolos dari maut menceritakan detik-detik mencekam yang mereka alami.
Arya: Lima Jam Bertahan di Laut Lepas
Arya, seorang sopir ekspedisi, harus menghadapi kenyataan pahit terpisah dari rombongannya saat berusaha mencari keselamatan. Ia terapung di lautan selama kurang lebih lima jam sebelum akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh awak Kapal Pertamina. “Bisa diselamatkan, alhamdulillah. Sama-sama teman bertiga. Pertama berempat, terus pisah. Mau ambil pelampung dari kapal, mau ditarik,” tuturnya dengan lega. Kondisinya kini dilaporkan sehat walafiat.
Reza: Titik Api Diduga dari Area Kendaraan
Reza, salah seorang saksi mata, menggambarkan kepanikan massal yang terjadi. Asap tebal dengan cepat memenuhi bagian bawah kapal, mendorong para penumpang berlarian menuju bagian haluan. Reza menduga sumber api berasal dari area kendaraan, tepatnya di Dek 3 lantai 2 kapal.
Denik Rohana dan Arif Hidayat: Terpaksa Melompat Demi Nyawa
Pasangan suami istri, Denik Rohana dan Arif Hidayat, yang sedang dalam perjalanan mengangkut tujuh ekor kuda menuju Makassar, harus menyaksikan seluruh harapan mereka lenyap. Denik menceritakan kepulan asap mulai terlihat sejak pagi, dan api pertama kali menjalar pada truk yang mengangkut beras. Situasi memburuk dengan cepat ketika asap hitam pekat menyelimuti seluruh ruangan. Tanpa adanya alarm bahaya, informasi mengenai musibah ini hanya berasal dari teriakan awak kapal. Pasangan ini terpaksa melompat ke laut dan akhirnya diselamatkan oleh sebuah kapal tanker. Mereka harus merelakan seluruh barang bawaan, termasuk ketujuh ekor kuda yang mereka bawa. Arif masih menanti kabar dua rekannya yang ikut dalam perjalanan dan berharap adanya kompensasi bagi para korban.
Upaya Pencarian dan Evakuasi yang Masih Berlangsung
Tim SAR gabungan terus bekerja tanpa lelah untuk menemukan korban yang belum berhasil dievakuasi. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa data penumpang masih terus diperbarui. Data awal mencatat total 236 penumpang, dengan 234 di antaranya telah berhasil dievakuasi.
- KM SAR Permadi dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
- Unsur TNI AL dan Polri turut memberikan dukungan penuh dalam operasi laut dan pemantauan udara.
- Pemerintah berupaya keras untuk memvalidasi data penumpang, mengingat adanya perbedaan antara manifes kapal dan temuan di lapangan.
Nasib Sopir Truk yang Masih Misteri
Di darat, keluarga korban menanti kabar dengan penuh kecemasan. Devi, istri dari Denny Kristiawan, seorang sopir tronton yang menumpangi KMP Mutiara Sentosa 2, belum menerima kabar pasti mengenai keberadaan suaminya. Komunikasi terakhir terjadi melalui WhatsApp pada Minggu pagi, setelah itu suaminya tidak dapat dihubungi kembali. Devi mengetahui musibah ini justru dari siaran langsung di TikTok, bukan dari perusahaan tempat suaminya bekerja maupun pihak berwenang. Ia hanya bisa menunggu tanpa kepastian yang jelas.
Hingga berita ini ditayangkan, penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























