Kamis, 18 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi

Membangun karakter bangsa melalui hukum yang tegak dan pendidikan yang melahirkan keteladanan

by A. Burhany
27/04/2025
in Hukum & Keadilan, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Ilustrasi karikatur Dewi Keadilan, oleh Grok AI

Indonesia, negeri dengan lebih dari 554.000 organisasi masyarakat (ormas), adalah cerminan semangat kolektif yang luar biasa. Dari “Persatuan Pembela Tanah Air” hingga “Paguyuban Pecinta Bakso Kuah Bening”, kreativitas ormas kita tak tertandingi.

Namun, di balik semangat itu, ada bayang-bayang gelap: ormas yang lebih mirip preman berseragam, memeras pedagang kecil dengan dalih “sumbangan sosial”.

Fenomena ini, bersama korupsi yang masih merajalela dan minimnya keteladanan pejabat publik, menunjukkan bahwa Indonesia masih berjuang menuju status negara maju.

Membawa kita pada satu kesimpulan: hukum harus menjadi panglima, dan pendidikan karakter harus menjadi fondasi. Tanpa keduanya, kemajuan ekonomi yang adil dan pemerintahan yang transparan hanyalah mimpi.

World Cup 2026

Cermin Lemahnya Penegakan Hukum

Data terbaru dari Kementerian Hukum dan HAM (2024) menunjukkan jumlah ormas di Indonesia terus bertambah, kini mendekati 560.000, jauh melebihi jumlah desa (83.000). Banyak ormas, sayangnya, menyalahgunakan statusnya. Laporan Amnesty International (2022) mencatat kasus intimidasi oleh ormas terhadap aktivis, sementara Human Rights Watch (2023) menyoroti lemahnya pengawasan terhadap organisasi yang bertindak di luar hukum. Di pasar tradisional, pedagang kerap menghadapi “pungutan keamanan” oleh ormas yang berlagak sebagai pelindung.

Bandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat, yang memiliki 1,5 juta organisasi nirlaba untuk 331 juta penduduk. Di sana, hukum ketat dan institusi seperti Southern Poverty Law Center mengawasi kelompok ekstremis, memastikan tindakan represif ditekan. Di Indonesia, UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas belum diimplementasikan secara konsisten. Hukum yang lemah memungkinkan ormas beroperasi di wilayah abu-abu, menjadi “negara dalam negara”. Untuk menjadi negara maju, Indonesia harus menjadikan hukum sebagai panglima, menindak tegas ormas yang melanggar tanpa pandang bulu.

Melawan Mental Denial: Belajar dari yang Terbaik

Ada kecenderungan di kalangan kita untuk menolak perbandingan dengan negara maju seperti Amerika, dengan dalih, “Mereka sudah maju, kita masih berkembang!” Ini adalah mental denial yang harus kita lawan. Jika kita hanya membandingkan diri dengan negara yang setara atau lebih lemah dalam penegakan hukum, seperti beberapa tetangga di Asia Tenggara, kita hanya akan stagnan. Negara maju seperti Singapura atau Jepang menjadi patokan karena mereka telah membuktikan bahwa hukum yang tegas dan pendidikan yang kuat adalah kunci kemajuan.

Membandingkan dengan yang terbaik bukanlah merendahkan diri, melainkan menantang diri untuk melangkah lebih jauh. Jika kita terus berdalih bahwa kondisi kita “berbeda”, kita hanya akan terjebak dalam zona nyaman, sementara ormas represif dan korupsi terus menggerogoti potensi bangsa.

Korupsi: Penghalang Kemajuan Ekonomi

Korupsi adalah musuh lain yang menghambat Indonesia maju. Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024 oleh Transparency International menempatkan Indonesia di peringkat 115 dari 180 negara, turun dari peringkat 110 pada 2023. Kasus korupsi pejabat publik, dari proyek infrastruktur hingga bansos, terus menciderai kepercayaan rakyat.

World Cup 2026

Hukum yang tegas, seperti penerapan sanksi berat dan penguatan KPK, adalah satu-satunya cara untuk memutus lingkaran setan ini. Tanpa penegakan hukum yang adil, pertumbuhan ekonomi tidak akan mensejahterakan rakyat, melainkan hanya menguntungkan segelintir elit.

Pendidikan Karakter: Fondasi Bangsa

Hukum saja tidak cukup. Pendidikan karakter, yang diimbangi dengan keteladanan pejabat publik dan pesohor, adalah kunci untuk membentuk masyarakat yang sadar hukum dan berintegritas. Kurikulum pendidikan karakter harus dimulai sejak pra-sekolah hingga perguruan tinggi, menanamkan nilai-nilai Pancasila, kejujuran, dan tanggung jawab. Namun, pendidikan ini akan sia-sia tanpa teladan nyata. Ketika pejabat publik terlibat korupsi atau pesohor memamerkan gaya hidup hedonis, anak muda kehilangan panutan.

Studi dari Universitas Gadjah Mada (2024) menunjukkan bahwa kurangnya keteladanan dari figur publik berkontribusi pada rendahnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Bayangkan jika pejabat menunjukkan integritas dan pesohor mempromosikan nilai positif—dampaknya bisa mengubah budaya bangsa. Pendidikan karakter yang kuat, didukung teladan, akan menciptakan generasi yang memahami kerja pemerintah dan menghargai keadilan.

Keteladanan: Jembatan Hukum dan Pendidikan

Minimnya keteladanan pejabat publik adalah luka lain dalam perjalanan Indonesia menuju kemajuan. Dari janji kampanye yang dilupa hingga skandal korupsi, rakyat sering kecewa. Keteladanan bukan sekadar slogan; ia adalah jembatan antara hukum dan pendidikan.

Pejabat yang hidup sederhana, transparan, dan taat hukum akan menginspirasi rakyat untuk melakukan hal yang sama. Begitu pula pesohor, yang memiliki pengaruh besar di media sosial, harus bertanggung jawab atas pesan yang mereka sampaikan.

Menuju Indonesia Maju

Hukum yang tegas dan pendidikan karakter yang kokoh adalah dua pilar yang saling menguatkan. Ketika hukum menjadi panglima, ormas represif dan korupsi dapat ditekan, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Pendidikan karakter, diperkuat oleh keteladanan, akan membentuk masyarakat yang sadar hukum dan mendukung pemerintahan yang transparan.

Hasilnya? Ekonomi yang mensejahterakan dalam rasa keadilan, di mana rakyat memahami dan menghargai kerja pemerintah. Dan dengan sendirinya, pertahanan dan keamanan, dan sektor-sektor lain mengikuti kemajuan yang telah dicapai oleh penegakan hukum, pendidikan dan keteladanan.

Indonesia tidak punya pilihan lain. Data menunjukkan bahwa negara maju seperti Singapura dan Jepang berhasil karena hukum yang kuat dan pendidikan yang menanamkan disiplin serta integritas sejak dini. Kita bisa meniru langkah mereka, tapi dengan cara Indonesia: berlandaskan Pancasila, dengan semangat gotong royong.

Hukum harus ditegakkan, pendidikan harus dimajukan, dan keteladanan harus dihidupkan. Hanya dengan begitu, Indonesia bisa melangkah menjadi negara maju yang kita impikan.

BACA JUGA:

Motor Listrik MBG Menumpuk di Sentul: Kejagung Tolak Sita, Ribuan Unit Masih Terbungkus Plastik

Koperasi Merah Putih: Bayang-Bayang Korupsi dari Kasus Makan Bergizi Gratis

Modus Canggih Korupsi Program Makan Bergizi Gratis: Kejaksaan Agung Ungkap Jaringan Bos Besar

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

Sumber Data: laporan Amnesty International (2022), Human Rights Watch (2023), Transparency International (2024), dan studi UGM (2024) untuk kredibilitas.

 

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: hukumIndonesia majuIndonesianaketeladanan pejabat publikkorupsiormas Indonesiapendidikan karakterpenegakan hukumRedaksianawartakita
Share23Tweet14Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Tutupnya Ribuan Gerai Indomaret: Karyawan Ungkap Konflik Upah Lembur dan Beban Barang Hilang

02/06/2026
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo - Arsip

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko Menang di Azteca

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Piala Dunia 2026: Jeda Minum Berujung Blok Iklan, Penonton Global Marah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pete-pete Laut: Menjangkau Pulau Makassar dengan Transportasi Laut Terjangkau dan Terjadwal

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Piala Dunia 2026 Dimulai: Sejarah Baru di Tiga Negara Tuan Rumah, Siaran Langsung TVRI

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Semuanya yang Perlu ‘Noob’ Ketahui

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemprov Sulsel dan Kodam XIV/Hasanuddin Bersinergi Tangani Banjir Luwu Utara, Perkuat Tanggap Darurat

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.