Sabtu, 17 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi

Membangun karakter bangsa melalui hukum yang tegak dan pendidikan yang melahirkan keteladanan

by A. Burhany
27/04/2025
in Hukum & Keadilan, Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
dewi keadilan

Ilustrasi karikatur Dewi Keadilan, oleh Grok AI

Indonesia, negeri dengan lebih dari 554.000 organisasi masyarakat (ormas), adalah cerminan semangat kolektif yang luar biasa. Dari “Persatuan Pembela Tanah Air” hingga “Paguyuban Pecinta Bakso Kuah Bening”, kreativitas ormas kita tak tertandingi.

Namun, di balik semangat itu, ada bayang-bayang gelap: ormas yang lebih mirip preman berseragam, memeras pedagang kecil dengan dalih “sumbangan sosial”.

Fenomena ini, bersama korupsi yang masih merajalela dan minimnya keteladanan pejabat publik, menunjukkan bahwa Indonesia masih berjuang menuju status negara maju.

Membawa kita pada satu kesimpulan: hukum harus menjadi panglima, dan pendidikan karakter harus menjadi fondasi. Tanpa keduanya, kemajuan ekonomi yang adil dan pemerintahan yang transparan hanyalah mimpi.

Cermin Lemahnya Penegakan Hukum

Data terbaru dari Kementerian Hukum dan HAM (2024) menunjukkan jumlah ormas di Indonesia terus bertambah, kini mendekati 560.000, jauh melebihi jumlah desa (83.000). Banyak ormas, sayangnya, menyalahgunakan statusnya. Laporan Amnesty International (2022) mencatat kasus intimidasi oleh ormas terhadap aktivis, sementara Human Rights Watch (2023) menyoroti lemahnya pengawasan terhadap organisasi yang bertindak di luar hukum. Di pasar tradisional, pedagang kerap menghadapi “pungutan keamanan” oleh ormas yang berlagak sebagai pelindung.

Bandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat, yang memiliki 1,5 juta organisasi nirlaba untuk 331 juta penduduk. Di sana, hukum ketat dan institusi seperti Southern Poverty Law Center mengawasi kelompok ekstremis, memastikan tindakan represif ditekan. Di Indonesia, UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas belum diimplementasikan secara konsisten. Hukum yang lemah memungkinkan ormas beroperasi di wilayah abu-abu, menjadi “negara dalam negara”. Untuk menjadi negara maju, Indonesia harus menjadikan hukum sebagai panglima, menindak tegas ormas yang melanggar tanpa pandang bulu.

Melawan Mental Denial: Belajar dari yang Terbaik

Ada kecenderungan di kalangan kita untuk menolak perbandingan dengan negara maju seperti Amerika, dengan dalih, “Mereka sudah maju, kita masih berkembang!” Ini adalah mental denial yang harus kita lawan. Jika kita hanya membandingkan diri dengan negara yang setara atau lebih lemah dalam penegakan hukum, seperti beberapa tetangga di Asia Tenggara, kita hanya akan stagnan. Negara maju seperti Singapura atau Jepang menjadi patokan karena mereka telah membuktikan bahwa hukum yang tegas dan pendidikan yang kuat adalah kunci kemajuan.

Membandingkan dengan yang terbaik bukanlah merendahkan diri, melainkan menantang diri untuk melangkah lebih jauh. Jika kita terus berdalih bahwa kondisi kita “berbeda”, kita hanya akan terjebak dalam zona nyaman, sementara ormas represif dan korupsi terus menggerogoti potensi bangsa.

Korupsi: Penghalang Kemajuan Ekonomi

Korupsi adalah musuh lain yang menghambat Indonesia maju. Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024 oleh Transparency International menempatkan Indonesia di peringkat 115 dari 180 negara, turun dari peringkat 110 pada 2023. Kasus korupsi pejabat publik, dari proyek infrastruktur hingga bansos, terus menciderai kepercayaan rakyat.

Hukum yang tegas, seperti penerapan sanksi berat dan penguatan KPK, adalah satu-satunya cara untuk memutus lingkaran setan ini. Tanpa penegakan hukum yang adil, pertumbuhan ekonomi tidak akan mensejahterakan rakyat, melainkan hanya menguntungkan segelintir elit.

Pendidikan Karakter: Fondasi Bangsa

Hukum saja tidak cukup. Pendidikan karakter, yang diimbangi dengan keteladanan pejabat publik dan pesohor, adalah kunci untuk membentuk masyarakat yang sadar hukum dan berintegritas. Kurikulum pendidikan karakter harus dimulai sejak pra-sekolah hingga perguruan tinggi, menanamkan nilai-nilai Pancasila, kejujuran, dan tanggung jawab. Namun, pendidikan ini akan sia-sia tanpa teladan nyata. Ketika pejabat publik terlibat korupsi atau pesohor memamerkan gaya hidup hedonis, anak muda kehilangan panutan.

Studi dari Universitas Gadjah Mada (2024) menunjukkan bahwa kurangnya keteladanan dari figur publik berkontribusi pada rendahnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Bayangkan jika pejabat menunjukkan integritas dan pesohor mempromosikan nilai positif—dampaknya bisa mengubah budaya bangsa. Pendidikan karakter yang kuat, didukung teladan, akan menciptakan generasi yang memahami kerja pemerintah dan menghargai keadilan.

Keteladanan: Jembatan Hukum dan Pendidikan

Minimnya keteladanan pejabat publik adalah luka lain dalam perjalanan Indonesia menuju kemajuan. Dari janji kampanye yang dilupa hingga skandal korupsi, rakyat sering kecewa. Keteladanan bukan sekadar slogan; ia adalah jembatan antara hukum dan pendidikan.

Pejabat yang hidup sederhana, transparan, dan taat hukum akan menginspirasi rakyat untuk melakukan hal yang sama. Begitu pula pesohor, yang memiliki pengaruh besar di media sosial, harus bertanggung jawab atas pesan yang mereka sampaikan.

Menuju Indonesia Maju

Hukum yang tegas dan pendidikan karakter yang kokoh adalah dua pilar yang saling menguatkan. Ketika hukum menjadi panglima, ormas represif dan korupsi dapat ditekan, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Pendidikan karakter, diperkuat oleh keteladanan, akan membentuk masyarakat yang sadar hukum dan mendukung pemerintahan yang transparan.

Hasilnya? Ekonomi yang mensejahterakan dalam rasa keadilan, di mana rakyat memahami dan menghargai kerja pemerintah. Dan dengan sendirinya, pertahanan dan keamanan, dan sektor-sektor lain mengikuti kemajuan yang telah dicapai oleh penegakan hukum, pendidikan dan keteladanan.

Indonesia tidak punya pilihan lain. Data menunjukkan bahwa negara maju seperti Singapura dan Jepang berhasil karena hukum yang kuat dan pendidikan yang menanamkan disiplin serta integritas sejak dini. Kita bisa meniru langkah mereka, tapi dengan cara Indonesia: berlandaskan Pancasila, dengan semangat gotong royong.

Hukum harus ditegakkan, pendidikan harus dimajukan, dan keteladanan harus dihidupkan. Hanya dengan begitu, Indonesia bisa melangkah menjadi negara maju yang kita impikan.

BACA JUGA:

KPK Ungkap Tong Isi Duit Rp 934 Juta di Klaten, Buktinya dalam Tong Biru

KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan Termasuk Sestama, Dugaan Korupsi Bencana Alami

KPK Tangkap 14 Orang di BNPB, Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai untuk Bencana

KPK Tangkap 5 Tersangka OTT BNPB, Termasuk Adik Kepala BNPB dalam Kasus Korupsi

Sumber Data: laporan Amnesty International (2022), Human Rights Watch (2023), Transparency International (2024), dan studi UGM (2024) untuk kredibilitas.

 

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: hukumIndonesia majuIndonesianaketeladanan pejabat publikkorupsiormas Indonesiapendidikan karakterpenegakan hukumRedaksianawartakita
Share24Tweet15Send

ARTIKEL TERKAIT

MA. Untung, adik dari eks kepala BNPB, berdiri di ruang kerja yang suram, di sekitarnya ada pilek dokumen dan layar komputer menampilkan data keuangan. Dia berbahu miring, ekspresinya serius dan fokus

KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana

16/10/2026
14 people are being escorted by law enforcement officers in a formal office setting. The background shows a modern office with desks and a conference room door. The scene conveys tension and importanc

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan Termasuk Sestama, Dugaan Korupsi Bencana Alami

16/10/2026
14 orang terduga korupsi dana siap pakai untuk bencana di BNPB ditempatkan di ruang konferensi, dihiasi dengan peta negara yang menunjukkan area rawan bencana, sementara petugas KPK melakukan operasi.

KPK Tangkap 14 Orang di BNPB, Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai untuk Bencana

16/10/2026
Lima orang, termasuk adik kepala BNPB, ditangkap oleh agen KPK di ruang kerja BNPB. Atmosfer tegang dengan perasaan kecepatan. Agen-agen berpakaian formal membawa para tersangka, yang berpakaian santa

KPK Tangkap 5 Tersangka OTT BNPB, Termasuk Adik Kepala BNPB dalam Kasus Korupsi

16/10/2026
Bupati Klaten, MA. Untung, diseret oleh petugas KPK saat operasi tindak lanjut. Dia berdiri di ruangan yang minim cahaya dengan latar belakang dokumen resmi dan emblema KPK. Wajahnya menunjukkan rasa

KPK OTT Bupati Klaten dalam Kasus Dugaan Suap dan Manipulasi Audit BPK

16/10/2026
Komisioner KPU Terjaring OTT KPK, Inisial WS

KPK Gelar OTT di BNPB: 4 Fakta Terkini soal Penangkapan Pejabat Tinggi dan Dugaan Korupsi

14/10/2026
Letkol Arman being escorted by military personnel outside his residence in Cijantung, Jakarta Timur, following his detention by Mabes TNI for a suspected gambling operation from his home.

Letkol Arman Ditahan Mabes TNI, Rumah Dinasnya Diduga Jadi Markas Judi Online

10/10/2026
Polisi menangkap tersangka perkelahian di minimarket Kembangan Utara, Jakarta Barat, dengan latar belakang kota malam hari

Adu Jago di Minimarket Kembangan Jakbar: Satu Tewas, Satu Ditangkap

10/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Indonesia Maju: Hukum sebagai Panglima, Pendidikan sebagai Fondasi - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Eddy Soeparno: Kepastian Investasi Kunci Transisi Energi Menuju Energi Bersih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.