Jumat, 20 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Hari Bumi

by Redaktur
23/04/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Hari Bumi - Arsip

hari bumi

Sun spot (bintik hitam) terbesar di Matahari berbentuk “hati” pertama kali terlihat oleh NASA Solar Dynamics Observatory pada tanggal 1 Januari 2014, dan kemarin (22/4) menghadap ke salah satu sisi Bumi. Matahari menyalami “Hari Bumi” dengan menunjukkan ‘hatinya’. Manusia mestinya malu melihat bagaimana sesama komponen sistem tata surya saling mencintai.

Rasio ukuran bintik hitam Matahari dan Bumi

Bumi tanpa sistem tata surya yang berada dan beredar dalam keteraturan mustahil planet biru layak huni bagi manusia.

Bumi tanpa manusia pasti akan bertahan. Sistem tata surya tidak butuh manusia, manusia yang butuh. Menurut para ilmuwan tidak kurang 5 kali bumi telah mengalami kiamat, toh bumi tetap bertahan. Umat manusia dan mahluk hidupnya yang diganti baru.

Alam bertahan karena tidak serakah. Dari skala mikro-kosmos hingga makro-kosmos. Atom-atom yang saling mengikatkan diri dengan atom lain, tidak pernah mengikat melebihi jumlah kaki-kakinya.

Volume lambung manusia tidak lebih besar dari volume otak tapi sanggup meratakan gunung dan mengeringkan laut. Manusia sanggup menimbun harta untuk dipakainya seorang diri hingga mengalami 10 kali mati, atau 630 tahun (asumsi usia rata-rata manusia 63 tahun).

Alam tidak rasial, tidak ingin menonjolkan diri atau golongannya. Sembilan planet (asumsi Pluto masih termasuk planet) berbagai ukuran, warna, dan zat penyusun bila ada salah satunya saja sedikit sombong dan pamer, misalnya berotasi lebih cepat dari seharusnya, chaos dan kiamat.

Alih-alih rasial, 9 planet kalem mengitari satu bintang besar, Matahari. Tarian planet Bumi dan Venus saat mengelilingi Matahari membentuk pola yang indah:

Kiamat yang dulu dianggap tidak logis, ‘dongeng’ kitab-kitab suci bagian dari sistem keimanan yang ‘absurd’, makin ke sini makin masuk akal. Kutub Utara Bumi saja bisa bergeser, rotasi bumi melambat, dan sebab-sebab lain yang makin membuat kiamat logis. Semua karena ulah kita, manusia.

Bukan kiamat dari sudut pandang agama atau tafsiran-tafsiran manuskrip. Membahas dari sudut tersebut, dengan kondisi sekarang mungkin tidak akan pernah menyentuh inti persoalan bagaimana mencegah saat kesempatan masih ada. Seperti yang sudah-sudah, manusia akan lebih sibuk ‘merasa paling selamat’ atau malah bablas merasa Tuhan dan ‘mampu meyelamatkan’ ketimbang meraih kemungkinan selamat yang masih diciptakan sekarang.

Keselamatan dalam konteks beragama, andai semua umat beragama di dunia memahami ajarannya dengan baik dan benar, perubahan iklim tidak akan separah sekarang.

Jangan terburu-buru menarik kesimpulan bila agama tidak bisa menjadi jalan keluar, malah jadi sumber persoalan, maka keberadaan agama patut dipertanyakan dan atheis adalah jalan keluar.

Mengadu ketidakyakinan pada agama dan Tuhan dengan keyakinan beragama, agak anu secara logika, memposisikan ketidakyakinan pada keyakinan sebagai keyakinan baru, rancu. Padahal atheisme adalah gerbang pertama setelah menggugurkan beragam tafsiran tentang ‘tuhan’ menuju pemahaman yang lebih murni tentang Tuhan. Seperti kisah Ibrahim –bapak para nabi pembawa empat ajaran agama besar di dunia– saat ‘membunuh’ tafsiran dan persepsinya akan Tuhan.

Pada kesempatan yang lain, semoga sempat menulis mengapa penganut agama malah menjadi sumber masalah ketimbang menjadi pembawa manfaat. Masih ada hal yang bisa dikerjakan secara bersama-sama oleh umat manusia, yang tidak terpengaruh dengan perbedaan dan persepsi, menyehatkan bumi kembali.

Kiamat di sini adalah, saat alam mencari keseimbangan baru, manusia belum tentu sanggup bertahan. Saat alam menyeimbangkan diri, manusia ‘hanya’ akan dianggap sebagai materi dan komponen semesta, bukan sebagai mahluk bernyawa, yang juga (akhirnya harus) tunduk patuh pada hukum-hukum keteraturan dan keseimbangan alam semesta.

Kita lebih butuh setiap hari sepanjang tahun adalah hari khusus manusia, ketimbang hari Bumi setahun sekali. Sebelum alam menarik garis batas, tanda akumulasi kerusakan yang dibuat manusia telah melampaui ambang batasnya untuk mencari keseimbangan baru.

BACA JUGA:

Catatan Perubahan Logo Wartakita.id

Pemkot Makassar Ikut Membersihkan Pantai Losari di Hari Bumi

Selamat Hari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Komunitas Lingkungan di Makassar Meramaikan Hari Bumi

Mengejar minus 2 derajat celcius

Tags: Hari BumiSemesta Alam
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan Hari 1: Menata Niat Puasa dan Niat Merindu

19/02/2026
sd monginsidi makassar wartakita cr

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

05/02/2026
Hari Bumi - Featured

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

05/02/2026
Hari Bumi - Featured

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

03/02/2026
Hari Bumi - Featured

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

01/02/2026
Hari Bumi - Featured

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

15/01/2026
Hari Bumi - Featured

Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

08/01/2026
Hari Bumi - Featured

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

28/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Repiw Com Tips Dan Trik Menghadapi Masalah Digital Umum Cr 780x470.jpg

    Troubleshooting Teknologi 101: Tips dan Trik Menghadapi Masalah Digital Umum

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3880 shares
    Share 1552 Tweet 970
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Smoothing dan Coloring Bersamaan Bisa Merusak Rambut?

    3490 shares
    Share 1396 Tweet 873
  • Tragedi Papua: Pilot Smart Air Tewas Ditembak, Isu Tambang Ilegal dan Ancaman TPNPB Mengemuka

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • PP 50/2025: Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Perlindungan Pekerja Informal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • HOAX! Program Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis 5-28 Februari 2026 Dipastikan Tidak Ada

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Resep Ayam Geprek Bumbu Balado Ijo: Bikin Anak Kost Auto Sultan di Akhir Pekan!

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Jeritan Maut di Tol Cipali: Bus Wisata Banten Tabrak Truk, Sopir Tewas, Puluhan Luka

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Hari Bumi - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hari Bumi - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Hari Bumi - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Hari Bumi - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Hari Bumi - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Hari Bumi - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.