Kamis, 2 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Hari Bumi

by Redaktur
23/04/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Hari Bumi - Arsip

hari bumi

Sun spot (bintik hitam) terbesar di Matahari berbentuk “hati” pertama kali terlihat oleh NASA Solar Dynamics Observatory pada tanggal 1 Januari 2014, dan kemarin (22/4) menghadap ke salah satu sisi Bumi. Matahari menyalami “Hari Bumi” dengan menunjukkan ‘hatinya’. Manusia mestinya malu melihat bagaimana sesama komponen sistem tata surya saling mencintai.

Rasio ukuran bintik hitam Matahari dan Bumi

Bumi tanpa sistem tata surya yang berada dan beredar dalam keteraturan mustahil planet biru layak huni bagi manusia.

Bumi tanpa manusia pasti akan bertahan. Sistem tata surya tidak butuh manusia, manusia yang butuh. Menurut para ilmuwan tidak kurang 5 kali bumi telah mengalami kiamat, toh bumi tetap bertahan. Umat manusia dan mahluk hidupnya yang diganti baru.

Alam bertahan karena tidak serakah. Dari skala mikro-kosmos hingga makro-kosmos. Atom-atom yang saling mengikatkan diri dengan atom lain, tidak pernah mengikat melebihi jumlah kaki-kakinya.

Volume lambung manusia tidak lebih besar dari volume otak tapi sanggup meratakan gunung dan mengeringkan laut. Manusia sanggup menimbun harta untuk dipakainya seorang diri hingga mengalami 10 kali mati, atau 630 tahun (asumsi usia rata-rata manusia 63 tahun).

Alam tidak rasial, tidak ingin menonjolkan diri atau golongannya. Sembilan planet (asumsi Pluto masih termasuk planet) berbagai ukuran, warna, dan zat penyusun bila ada salah satunya saja sedikit sombong dan pamer, misalnya berotasi lebih cepat dari seharusnya, chaos dan kiamat.

Alih-alih rasial, 9 planet kalem mengitari satu bintang besar, Matahari. Tarian planet Bumi dan Venus saat mengelilingi Matahari membentuk pola yang indah:

Kiamat yang dulu dianggap tidak logis, ‘dongeng’ kitab-kitab suci bagian dari sistem keimanan yang ‘absurd’, makin ke sini makin masuk akal. Kutub Utara Bumi saja bisa bergeser, rotasi bumi melambat, dan sebab-sebab lain yang makin membuat kiamat logis. Semua karena ulah kita, manusia.

Bukan kiamat dari sudut pandang agama atau tafsiran-tafsiran manuskrip. Membahas dari sudut tersebut, dengan kondisi sekarang mungkin tidak akan pernah menyentuh inti persoalan bagaimana mencegah saat kesempatan masih ada. Seperti yang sudah-sudah, manusia akan lebih sibuk ‘merasa paling selamat’ atau malah bablas merasa Tuhan dan ‘mampu meyelamatkan’ ketimbang meraih kemungkinan selamat yang masih diciptakan sekarang.

Keselamatan dalam konteks beragama, andai semua umat beragama di dunia memahami ajarannya dengan baik dan benar, perubahan iklim tidak akan separah sekarang.

Jangan terburu-buru menarik kesimpulan bila agama tidak bisa menjadi jalan keluar, malah jadi sumber persoalan, maka keberadaan agama patut dipertanyakan dan atheis adalah jalan keluar.

Mengadu ketidakyakinan pada agama dan Tuhan dengan keyakinan beragama, agak anu secara logika, memposisikan ketidakyakinan pada keyakinan sebagai keyakinan baru, rancu. Padahal atheisme adalah gerbang pertama setelah menggugurkan beragam tafsiran tentang ‘tuhan’ menuju pemahaman yang lebih murni tentang Tuhan. Seperti kisah Ibrahim –bapak para nabi pembawa empat ajaran agama besar di dunia– saat ‘membunuh’ tafsiran dan persepsinya akan Tuhan.

Pada kesempatan yang lain, semoga sempat menulis mengapa penganut agama malah menjadi sumber masalah ketimbang menjadi pembawa manfaat. Masih ada hal yang bisa dikerjakan secara bersama-sama oleh umat manusia, yang tidak terpengaruh dengan perbedaan dan persepsi, menyehatkan bumi kembali.

Kiamat di sini adalah, saat alam mencari keseimbangan baru, manusia belum tentu sanggup bertahan. Saat alam menyeimbangkan diri, manusia ‘hanya’ akan dianggap sebagai materi dan komponen semesta, bukan sebagai mahluk bernyawa, yang juga (akhirnya harus) tunduk patuh pada hukum-hukum keteraturan dan keseimbangan alam semesta.

Kita lebih butuh setiap hari sepanjang tahun adalah hari khusus manusia, ketimbang hari Bumi setahun sekali. Sebelum alam menarik garis batas, tanda akumulasi kerusakan yang dibuat manusia telah melampaui ambang batasnya untuk mencari keseimbangan baru.

BACA JUGA:

Catatan Perubahan Logo Wartakita.id

Pemkot Makassar Ikut Membersihkan Pantai Losari di Hari Bumi

Selamat Hari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Komunitas Lingkungan di Makassar Meramaikan Hari Bumi

Mengejar minus 2 derajat celcius

Tags: Hari BumiSemesta Alam
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Hari Bumi - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Hari Bumi - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Pembangunan Wisma Negara di Kawasan CPI Makassar - Arsip

    Pembangunan Wisma Negara di Kawasan CPI Makassar

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Sungai Rongkong Meluap, Merendam Dua Kecamatan Di Luwu Utara

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Trump Klaim Perubahan Rezim Iran, Kesepakatan Bisa Segera Tercapai di Tengah Ketegangan Regional

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Sulawesi Selatan Berhasil Tembus 2 Juta Orang Vaksinasi Sehari

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Gugatan Anggaran Pendidikan: Mahasiswa & Guru Pertanyakan Alokasi Program Makan Bergizi Gratis di APBN 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Reshuffle Jabatan dan Reformasi Pasar Modal Indonesia: Respons Atas Penilaian MSCI yang Mengguncang IHSG

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kota Makassar Memasuki Musim Penghujan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa M7,6 Guncang Sulut-Malut, Peringatan Dini Tsunami Berakhir, Tsunami Kecil Terdeteksi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jutaan Rakyat AS Protes Kebijakan Trump: Otoriterisme dan Perang di Iran Picu Gelombang Demonstrasi Ketiga

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Hari Bumi - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Hari Bumi - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Hari Bumi - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Hari Bumi - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.