Sabtu, 8 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

by A. Burhany
08/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
sisipan-17

Pernahkah Anda merasa bahwa semakin keras Anda berdoa, semakin Anda tersesat dalam keinginan-keinginan Anda sendiri?

Saya pernah. Dan kerap masih. Dan saya rasa banyak dari kita pernah.


Doa sering kita bayangkan seperti garis lurus: dari mulut kita langsung menuju langit, membawa daftar permintaan yang mendesak. Dan tentu saja, dengan memperhatikan dan memenuhi sebanyak mungkin berbagai syarat dan ketentuan agar doa makbul dan dikabulkan.

Namun belakangan ini—di hari-hari yang tubuhnya mulai terasa lebih ringan dan pikirannya lebih sunyi—saya menyadari bahwa saya lebih sering mendikte ketimbang berdoa. Bahwa doa saya lebih menyerupai labirin daripada garis lurus.

Bukan jalan buntu ketika tidak terkabul, bukan jalan tol ketika terwujud. Labirin adalah jalan yang berliku menuju pusat. Di dalamnya, kita tidak sedang mencari jalan keluar; kita sedang mencari jalan ke dalam.


Di awal Ramadan, doa-doa saya masih riuh. Kesehatan, kelancaran rezeki, perubahan nasib bangsa—daftar panjang yang saya sodorkan ke langit dengan penuh keyakinan bahwa saya tahu apa yang saya butuhkan. Dan itu bukan hal yang salah. Harapan adalah mesin yang menggerakkan kita untuk terus mengetuk pintu.

Tapi mesin itu bisa membuat lelah jika kita tidak tahu kapan harus berhenti memompa.

Kita kecewa saat pesanan tak kunjung datang. Kita mulai mempertanyakan apakah doa kita didengar, atau apakah cara kita berdoa sudah benar, atau apakah kita layak untuk dikabulkan. Kita masuk lebih dalam ke labirin—dan di sanalah, diam-diam, sesuatu mulai bergeser.


Kepasrahan bukan menyerah kalah. Ia bukan sikap pasif seorang yang kehabisan cara. Kepasrahan adalah keberanian untuk berkata: “Inilah harapan saya, tapi Engkau tahu lebih baik dari saya tentang apa yang saya butuhkan.”

Perbedaannya halus tapi dalam. Harapan berkata, “Saya mau ini.” Kepasrahan berkata, “Saya percaya Engkau. Apa pun, selama itu mau-Mu, pasti lebih baik dari mauku.”

Katanya doa yang baik harus mendetil dan terperinci, lengkap 5W+1H-nya—semacam afirmasi, saya siap menerima atau menjadi seperti apa yang saya pinta. Walau belum tentu siap jika yang terjadi tidak harus sesuai keinginan.

Seiring waktu, perbedaan antara keinginan dan kebutuhan semakin jelas.


Dan di sanalah saya menemukan sesuatu yang tidak saya cari: bahwa doa bukan satu-satunya bahasa dalam percakapan ini.

Ada sebuah ungkapan yang baru belakangan ini saya pahami bukan sebagai kalimat motivasi, melainkan sebagai petunjuk arah yang sangat praktis: jika ingin berbicara kepada Tuhan, berdoalah. Jika ingin Tuhan berbicara kepadamu, mengajilah—bacalah Al-Quran.

Hari ini, 17 Ramadan, disepakati dalam banyak riwayat sebagai hari turunnya Al-Quran pertama kali. Sebuah momen di mana percakapan antara langit dan bumi dimulai—bukan dengan doa manusia yang naik ke atas, tapi dengan firman Tuhan yang turun ke bawah. Bukan manusia yang memulai. Tuhan yang memulai.

Selama bertahun-tahun, saya memperlakukan Al-Quran seperti saya memperlakukan doa: sebagai sesuatu yang saya baca untuk mendapatkan sesuatu—pahala, ketenangan, atau setidaknya perasaan bahwa saya sudah melakukan kewajiban. Saya berbicara, tapi tidak mendengar.

Baru belakangan ini saya mulai duduk dengan Al-Quran dengan cara yang berbeda—lebih lambat, lebih sering berhenti, lebih sering bertanya: apa yang sedang dikatakan kepada saya hari ini, bukan apa yang ingin saya dapatkan hari ini. Dan yang saya temukan mengejutkan: ayat yang sama yang sudah ratusan kali saya baca, tiba-tiba berbicara tentang sesuatu yang persis sedang saya hadapi. Seolah ia memang diturunkan hari itu, untuk saya, di titik hidup yang sedang saya jalani.

Mungkin itulah yang dimaksud dengan Tuhan yang berbicara: bukan suara dari langit, bukan mimpi yang dramatis—tapi satu ayat yang tiba-tiba terasa seperti nama kita disebut.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati


Yang menarik, setelah mulai mendengar dengan cara itu, doa saya mulai berubah sendiri—tanpa saya rencanakan. Ia mulai memendek. Tidak lagi panjang lebar menjelaskan kepada Tuhan apa yang seharusnya Ia lakukan. Kadang doa saya kini hanya berupa bisikan pendek sebelum tidur, atau napas panjang di antara dua sujud yang tidak sempat saya terjemahkan menjadi kata-kata.

Mungkin itu bukan kemunduran. Mungkin itulah yang dimaksud dengan semakin dalam.


Tuhan tidak selalu mengubah keadaan kita. Tapi Ia sering mengubah cara kita melihat keadaan itu. Dan perubahan kedua itu, saya temukan, jauh lebih bertahan lama.

Di pusat labirin ini, harapan dan kepasrahan tidak lagi saling bertarung. Keduanya melebur menjadi sesuatu yang lebih sederhana: keyakinan bahwa kita sedang ditemani—dalam keadaan apa pun, di tikungan mana pun.


Jangan takut tersesat di dalam labirin batin Anda sendiri.

Di ujungnya, Anda tidak akan menemukan dunia yang baru. Anda akan menemukan diri Anda yang baru—yang lebih tenang, lebih jujur, dan sudah tidak terlalu sibuk mengurus daftar permintaannya sendiri.

Selamat merayakan kesunyian di dalam labirin. Dan selamat mendengarkan—karena mungkin Tuhan sudah berbicara sejak lama, kita yang belum cukup diam untuk mendengarnya.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Al-Quran dan doabatin seperti labirinberbuka puasaesai Ramadanevolusi doamakna doa harapan kepasrahan ramadanmakna niat puasamendengarkan Tuhanniat puasa RamadanNuzulul Quran hari ke-17RamadanRamadan 2026spiritualitas puasatawakal total
Share19Tweet12Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026
Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan - Featured

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

27/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • “Pejabat Anti-Kritik” dalam Data: Membedah Garis Batas Antara Masukan, Hinaan, dan Ancaman Pidana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Parfum Lokal Wangi Mewah, Harga Terjangkau!

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Jebakan Bunga Utang Rp599 Triliun: Mengapa SBN Mematikan Akses Kredit Swasta dan UMKM?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.