Jumat, 17 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

by A. Burhany
08/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
sisipan-17

Pernahkah Anda merasa bahwa semakin keras Anda berdoa, semakin Anda tersesat dalam keinginan-keinginan Anda sendiri?

Saya pernah. Dan kerap masih. Dan saya rasa banyak dari kita pernah.


Doa sering kita bayangkan seperti garis lurus: dari mulut kita langsung menuju langit, membawa daftar permintaan yang mendesak. Dan tentu saja, dengan memperhatikan dan memenuhi sebanyak mungkin berbagai syarat dan ketentuan agar doa makbul dan dikabulkan.

Namun belakangan ini—di hari-hari yang tubuhnya mulai terasa lebih ringan dan pikirannya lebih sunyi—saya menyadari bahwa saya lebih sering mendikte ketimbang berdoa. Bahwa doa saya lebih menyerupai labirin daripada garis lurus.

Bukan jalan buntu ketika tidak terkabul, bukan jalan tol ketika terwujud. Labirin adalah jalan yang berliku menuju pusat. Di dalamnya, kita tidak sedang mencari jalan keluar; kita sedang mencari jalan ke dalam.


Di awal Ramadan, doa-doa saya masih riuh. Kesehatan, kelancaran rezeki, perubahan nasib bangsa—daftar panjang yang saya sodorkan ke langit dengan penuh keyakinan bahwa saya tahu apa yang saya butuhkan. Dan itu bukan hal yang salah. Harapan adalah mesin yang menggerakkan kita untuk terus mengetuk pintu.

Tapi mesin itu bisa membuat lelah jika kita tidak tahu kapan harus berhenti memompa.

Kita kecewa saat pesanan tak kunjung datang. Kita mulai mempertanyakan apakah doa kita didengar, atau apakah cara kita berdoa sudah benar, atau apakah kita layak untuk dikabulkan. Kita masuk lebih dalam ke labirin—dan di sanalah, diam-diam, sesuatu mulai bergeser.


Kepasrahan bukan menyerah kalah. Ia bukan sikap pasif seorang yang kehabisan cara. Kepasrahan adalah keberanian untuk berkata: “Inilah harapan saya, tapi Engkau tahu lebih baik dari saya tentang apa yang saya butuhkan.”

Perbedaannya halus tapi dalam. Harapan berkata, “Saya mau ini.” Kepasrahan berkata, “Saya percaya Engkau. Apa pun, selama itu mau-Mu, pasti lebih baik dari mauku.”

Katanya doa yang baik harus mendetil dan terperinci, lengkap 5W+1H-nya—semacam afirmasi, saya siap menerima atau menjadi seperti apa yang saya pinta. Walau belum tentu siap jika yang terjadi tidak harus sesuai keinginan.

Seiring waktu, perbedaan antara keinginan dan kebutuhan semakin jelas.


Dan di sanalah saya menemukan sesuatu yang tidak saya cari: bahwa doa bukan satu-satunya bahasa dalam percakapan ini.

Ada sebuah ungkapan yang baru belakangan ini saya pahami bukan sebagai kalimat motivasi, melainkan sebagai petunjuk arah yang sangat praktis: jika ingin berbicara kepada Tuhan, berdoalah. Jika ingin Tuhan berbicara kepadamu, mengajilah—bacalah Al-Quran.

Hari ini, 17 Ramadan, disepakati dalam banyak riwayat sebagai hari turunnya Al-Quran pertama kali. Sebuah momen di mana percakapan antara langit dan bumi dimulai—bukan dengan doa manusia yang naik ke atas, tapi dengan firman Tuhan yang turun ke bawah. Bukan manusia yang memulai. Tuhan yang memulai.

Selama bertahun-tahun, saya memperlakukan Al-Quran seperti saya memperlakukan doa: sebagai sesuatu yang saya baca untuk mendapatkan sesuatu—pahala, ketenangan, atau setidaknya perasaan bahwa saya sudah melakukan kewajiban. Saya berbicara, tapi tidak mendengar.

World Cup 2026

Baru belakangan ini saya mulai duduk dengan Al-Quran dengan cara yang berbeda—lebih lambat, lebih sering berhenti, lebih sering bertanya: apa yang sedang dikatakan kepada saya hari ini, bukan apa yang ingin saya dapatkan hari ini. Dan yang saya temukan mengejutkan: ayat yang sama yang sudah ratusan kali saya baca, tiba-tiba berbicara tentang sesuatu yang persis sedang saya hadapi. Seolah ia memang diturunkan hari itu, untuk saya, di titik hidup yang sedang saya jalani.

Mungkin itulah yang dimaksud dengan Tuhan yang berbicara: bukan suara dari langit, bukan mimpi yang dramatis—tapi satu ayat yang tiba-tiba terasa seperti nama kita disebut.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati


Yang menarik, setelah mulai mendengar dengan cara itu, doa saya mulai berubah sendiri—tanpa saya rencanakan. Ia mulai memendek. Tidak lagi panjang lebar menjelaskan kepada Tuhan apa yang seharusnya Ia lakukan. Kadang doa saya kini hanya berupa bisikan pendek sebelum tidur, atau napas panjang di antara dua sujud yang tidak sempat saya terjemahkan menjadi kata-kata.

Mungkin itu bukan kemunduran. Mungkin itulah yang dimaksud dengan semakin dalam.


Tuhan tidak selalu mengubah keadaan kita. Tapi Ia sering mengubah cara kita melihat keadaan itu. Dan perubahan kedua itu, saya temukan, jauh lebih bertahan lama.

Di pusat labirin ini, harapan dan kepasrahan tidak lagi saling bertarung. Keduanya melebur menjadi sesuatu yang lebih sederhana: keyakinan bahwa kita sedang ditemani—dalam keadaan apa pun, di tikungan mana pun.


Jangan takut tersesat di dalam labirin batin Anda sendiri.

Di ujungnya, Anda tidak akan menemukan dunia yang baru. Anda akan menemukan diri Anda yang baru—yang lebih tenang, lebih jujur, dan sudah tidak terlalu sibuk mengurus daftar permintaannya sendiri.

Selamat merayakan kesunyian di dalam labirin. Dan selamat mendengarkan—karena mungkin Tuhan sudah berbicara sejak lama, kita yang belum cukup diam untuk mendengarnya.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Al-Quran dan doabatin seperti labirinberbuka puasaesai Ramadanevolusi doamakna doa harapan kepasrahan ramadanmakna niat puasamendengarkan Tuhanniat puasa RamadanNuzulul Quran hari ke-17RamadanRamadan 2026spiritualitas puasatawakal total
Share19Tweet12Send

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • featured 1_tn1

    Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Pendidikan Anti-Korupsi di Sekolah: Membangun Generasi Jujur Sejak Usia Dini

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Prediksi Argentina vs Swiss: Duel Juara Bertahan Melawan Kuda Hitam di Perempat Final Piala Dunia 2026

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Mandarin Haircut vs Two Block vs French Crop: Pilih Gaya Rambut Pria Terbaik

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Ketika Anak Muda Menulis Ulang Wajah Pertanian Indonesia dengan Drone, Data, dan Determinasi

    478 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    685 shares
    Share 274 Tweet 171
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    482 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Agen Subsidi Desa Tetap Aman: Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Utama Barang Subsidi dan Bantuan Pemerintah

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.