Rabu, 22 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

by A. Burhany
08/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
utama-16

Jelang paruh ketiga, rasa haus bukan lagi tamu asing yang mengejutkan—ia sudah menjadi penghuni tetap di tenggorokan kita sejak fajar hingga senja. Kita sudah hafal bentuknya, sudah tahu kapan ia paling keras mengetuk.

Tapi ada sesuatu yang menarik yang terjadi di balik rasa tidak nyaman itu. Sesuatu yang diam-diam sedang bekerja di dalam tubuh kita tanpa kita minta.


Beberapa tahun terakhir, setiap Ramadan saya lebih banyak menghabiskannya dengan tidur di rumah. Bangun hanya di waktu salat, lalu kembali tidur. Sedapat mungkin, menghindari aktivitas luar ruang sebelum berbuka puasa.

Saya tidak akan berdalih dengan dalil yang sanadnya lemah: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah.” Saya juga tidak akan menggunakan tugas terjaga sepanjang malam menemani Ayah yang sedang bed-rest sebagai pembenaran.

Saya melakukannya dengan sadar, karena berhutang jam istirahat yang cukup bagi tubuh, jiwa, dan pikiran di bulan-bulan selain Ramadan—dengan ber-hibernasi. Seperti beruang di musim dingin.

Saya melakukan ini dengan kesadaran penuh bahwa ia adalah kemewahan yang tidak akan selamanya tersedia. Belum ada yang menunggu sahur saya siapkan. Belum ada anak yang demam di tengah malam puasa. Belum ada tanggung jawab yang membuat tidur siang menjadi sesuatu yang harus diminta izin.

Maka saya tidur—dengan rasa syukur yang aneh, karena tahu bahwa fase hidup ini tidak akan terulang. Dan dalam tidur yang panjang itu, tanpa saya rencanakan, tubuh saya sedang bekerja.


Sains modern menyebutnya autofagi.

Dalam kondisi kelaparan yang terkendali, tubuh kita tidak menyerah—ia justru semakin cerdas. Sel-sel kita mulai mengidentifikasi sel-sel yang rusak, protein yang cacat, bahkan bakal sel kanker yang selama ini menumpang hidup secara cuma-cuma—lalu menjadikannya sumber energi. Tubuh kita, secara harfiah, sedang memakan penyakitnya sendiri untuk mempertahankan kehidupan yang sehat.

Saya selalu menemukan sesuatu yang mengharukan dalam fakta ini. Bahwa di momen kita merasa paling lemah—perut kosong, tenggorokan kering—tubuh kita justru sedang melakukan salah satu pekerjaan paling canggih yang bisa ia lakukan.

Dan saya bertanya-tanya: apakah jiwa kita bekerja dengan cara yang sama?


Jika tubuh melakukan autofagi terhadap sel kanker, mungkin jiwa yang berpuasa pun sedang melakukan sesuatu yang serupa—perlahan melahap sel-sel ego yang telah lama menjadi parasit.

Rasa haus akan validasi yang tidak pernah terpuaskan. Dendam yang mengakar dan ikut makan dari dalam. Syahwat untuk selalu menang sendiri.

Tapi berbeda dengan autofagi fisik yang bekerja tanpa kita sadari, autofagi jiwa membutuhkan satu syarat: kita harus berhenti memberi makan sel-sel parasit itu.

Sel kanker ego tumbuh subur dari satu sumber: perhatian. Setiap kali kita memeriksa berapa orang yang menyukai pendapat kita, kita sedang menyuapi sel itu. Setiap kali kita memutar ulang percakapan yang menyakitkan dan membayangkan respons yang lebih menang, kita sedang memperpanjang umurnya. Setiap kali kita membandingkan pencapaian kita dengan orang lain—ke atas dengan iri, ke bawah dengan lega—kita sedang memberinya makan.

Puasa, dalam konteks jiwa, adalah keputusan untuk berhenti menyuapi. Bukan dengan cara heroik yang dramatis—tapi dengan cara yang paling sederhana: membiarkan rasa lapar itu ada tanpa langsung mengisi, membiarkan kekosongan itu duduk tanpa langsung melarikan diri.

Dan dalam kekosongan yang cukup panjang itu, jiwa mulai bekerja seperti tubuh: mencari sumber energi dari dalam. Memakan yang tidak lagi berguna. Memurnikan yang tersisa.


Saat tenaga fisik melemah, ada sesuatu yang justru menguat di dalam—sebuah kejernihan yang hanya bisa muncul ketika kebisingan sudah cukup sunyi.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Ini mungkin sebabnya haus adalah ibadah, bukan sekadar ujian.

Haus adalah proses pengosongan. Dan ruang yang kosong, secara hukum alam, akan selalu menarik sesuatu untuk mengisinya. Jika kita mengosongkan diri dari makanan dan minuman, kita sedang menciptakan ruang—dan apa yang masuk mengisi ruang itu tergantung pada ke mana kita mengarahkan kerinduan kita.

Kerinduan adalah anatomi pencarian. Kita merasa haus karena kita sedang diingatkan bahwa kita tidak lengkap—dan ketidaklengkapan itu, ternyata, adalah pintu yang paling jujur.


Hari ini, saat lidah terasa kelu dan perut mulai melilit, saya tidak ingin mengajak kita untuk mengeluh atau untuk bersabar dengan cara yang heroik. Saya hanya ingin kita duduk sebentar dengan rasa haus itu—tanpa langsung mengalihkannya ke layar ponsel, tanpa langsung membunuhnya dengan kesibukan.

Rasakan saja ia sebentar. Biarkan ia bicara.

Karena mungkin itulah yang sedang ia coba katakan: bahwa kita masih memiliki kapasitas untuk berubah. Bahwa kita masih bisa didesain ulang. Bahwa rasa tidak lengkap ini bukan tanda kelemahan—ia adalah tanda bahwa kita masih hidup dan masih bergerak menuju sesuatu.

Selamat menikmati proses penyembuhan ini. Biarkan lapar kita menjadi doa, dan biarkan haus kita menjadi jalan pulang.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: berbuka puasaesai Ramadanfilosofi tidur saat puasaintrospeksi diri pertengahan puasamakna lapar dan haus puasamakna niat puasameruntuhkan ego ramadanniat puasa Ramadanpenyembuhan spiritual puasaRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share16Tweet10Send

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • featured 1_tn1

    Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • PTUN Bandung Perintahkan Gubernur Jabar Pecat Bupati Bogor, Ada Apa?

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Toyota New Hilux Hadir Lebih Gahar: Mesin 1GD 2.8L Ungguli Generasi Sebelumnya, Siap Taklukkan Medan Sulsel

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 5 Rekomendasi Potongan Rambut Pria saat Melamar Kerja, Rapi, Simpel dan Stylish

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Agen Subsidi Desa Tetap Aman: Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Utama Barang Subsidi dan Bantuan Pemerintah

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Toyota Luncurkan New Hilux di Palopo

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.