Jumat, 6 November 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

by A. Burhany
08/03/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
utama-16

Jelang paruh ketiga, rasa haus bukan lagi tamu asing yang mengejutkan—ia sudah menjadi penghuni tetap di tenggorokan kita sejak fajar hingga senja. Kita sudah hafal bentuknya, sudah tahu kapan ia paling keras mengetuk.

Tapi ada sesuatu yang menarik yang terjadi di balik rasa tidak nyaman itu. Sesuatu yang diam-diam sedang bekerja di dalam tubuh kita tanpa kita minta.


Beberapa tahun terakhir, setiap Ramadan saya lebih banyak menghabiskannya dengan tidur di rumah. Bangun hanya di waktu salat, lalu kembali tidur. Sedapat mungkin, menghindari aktivitas luar ruang sebelum berbuka puasa.

Saya tidak akan berdalih dengan dalil yang sanadnya lemah: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah.” Saya juga tidak akan menggunakan tugas terjaga sepanjang malam menemani Ayah yang sedang bed-rest sebagai pembenaran.

Saya melakukannya dengan sadar, karena berhutang jam istirahat yang cukup bagi tubuh, jiwa, dan pikiran di bulan-bulan selain Ramadan—dengan ber-hibernasi. Seperti beruang di musim dingin.

Saya melakukan ini dengan kesadaran penuh bahwa ia adalah kemewahan yang tidak akan selamanya tersedia. Belum ada yang menunggu sahur saya siapkan. Belum ada anak yang demam di tengah malam puasa. Belum ada tanggung jawab yang membuat tidur siang menjadi sesuatu yang harus diminta izin.

Maka saya tidur—dengan rasa syukur yang aneh, karena tahu bahwa fase hidup ini tidak akan terulang. Dan dalam tidur yang panjang itu, tanpa saya rencanakan, tubuh saya sedang bekerja.


Sains modern menyebutnya autofagi.

Dalam kondisi kelaparan yang terkendali, tubuh kita tidak menyerah—ia justru semakin cerdas. Sel-sel kita mulai mengidentifikasi sel-sel yang rusak, protein yang cacat, bahkan bakal sel kanker yang selama ini menumpang hidup secara cuma-cuma—lalu menjadikannya sumber energi. Tubuh kita, secara harfiah, sedang memakan penyakitnya sendiri untuk mempertahankan kehidupan yang sehat.

Saya selalu menemukan sesuatu yang mengharukan dalam fakta ini. Bahwa di momen kita merasa paling lemah—perut kosong, tenggorokan kering—tubuh kita justru sedang melakukan salah satu pekerjaan paling canggih yang bisa ia lakukan.

Dan saya bertanya-tanya: apakah jiwa kita bekerja dengan cara yang sama?


Jika tubuh melakukan autofagi terhadap sel kanker, mungkin jiwa yang berpuasa pun sedang melakukan sesuatu yang serupa—perlahan melahap sel-sel ego yang telah lama menjadi parasit.

Rasa haus akan validasi yang tidak pernah terpuaskan. Dendam yang mengakar dan ikut makan dari dalam. Syahwat untuk selalu menang sendiri.

Tapi berbeda dengan autofagi fisik yang bekerja tanpa kita sadari, autofagi jiwa membutuhkan satu syarat: kita harus berhenti memberi makan sel-sel parasit itu.

Sel kanker ego tumbuh subur dari satu sumber: perhatian. Setiap kali kita memeriksa berapa orang yang menyukai pendapat kita, kita sedang menyuapi sel itu. Setiap kali kita memutar ulang percakapan yang menyakitkan dan membayangkan respons yang lebih menang, kita sedang memperpanjang umurnya. Setiap kali kita membandingkan pencapaian kita dengan orang lain—ke atas dengan iri, ke bawah dengan lega—kita sedang memberinya makan.

Puasa, dalam konteks jiwa, adalah keputusan untuk berhenti menyuapi. Bukan dengan cara heroik yang dramatis—tapi dengan cara yang paling sederhana: membiarkan rasa lapar itu ada tanpa langsung mengisi, membiarkan kekosongan itu duduk tanpa langsung melarikan diri.

Dan dalam kekosongan yang cukup panjang itu, jiwa mulai bekerja seperti tubuh: mencari sumber energi dari dalam. Memakan yang tidak lagi berguna. Memurnikan yang tersisa.


Saat tenaga fisik melemah, ada sesuatu yang justru menguat di dalam—sebuah kejernihan yang hanya bisa muncul ketika kebisingan sudah cukup sunyi.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Ini mungkin sebabnya haus adalah ibadah, bukan sekadar ujian.

Haus adalah proses pengosongan. Dan ruang yang kosong, secara hukum alam, akan selalu menarik sesuatu untuk mengisinya. Jika kita mengosongkan diri dari makanan dan minuman, kita sedang menciptakan ruang—dan apa yang masuk mengisi ruang itu tergantung pada ke mana kita mengarahkan kerinduan kita.

Kerinduan adalah anatomi pencarian. Kita merasa haus karena kita sedang diingatkan bahwa kita tidak lengkap—dan ketidaklengkapan itu, ternyata, adalah pintu yang paling jujur.


Hari ini, saat lidah terasa kelu dan perut mulai melilit, saya tidak ingin mengajak kita untuk mengeluh atau untuk bersabar dengan cara yang heroik. Saya hanya ingin kita duduk sebentar dengan rasa haus itu—tanpa langsung mengalihkannya ke layar ponsel, tanpa langsung membunuhnya dengan kesibukan.

Rasakan saja ia sebentar. Biarkan ia bicara.

Karena mungkin itulah yang sedang ia coba katakan: bahwa kita masih memiliki kapasitas untuk berubah. Bahwa kita masih bisa didesain ulang. Bahwa rasa tidak lengkap ini bukan tanda kelemahan—ia adalah tanda bahwa kita masih hidup dan masih bergerak menuju sesuatu.

Selamat menikmati proses penyembuhan ini. Biarkan lapar kita menjadi doa, dan biarkan haus kita menjadi jalan pulang.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: berbuka puasaesai Ramadanfilosofi tidur saat puasaintrospeksi diri pertengahan puasamakna lapar dan haus puasamakna niat puasameruntuhkan ego ramadanniat puasa Ramadanpenyembuhan spiritual puasaRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share17Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

04/11/2026
Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Falsafah Siri na Pacce vs Bushido: Krisis Malu Pejabat Publik & Tokoh Figur Kita

29/10/2026
Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa - Featured

    Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Setoran Rutin di Kementerian ATR/BPN

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Smoothing dan Coloring Bersamaan Bisa Merusak Rambut?

    3579 shares
    Share 1432 Tweet 895
  • Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan Sulsel dan Biaya Balik Nama di Makassar 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Batu Bara Transit Singapura: Mengurai Menguapnya SDA Kita

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Presiden Prabowo dan Sejumlah Pejabat Diduga Disadap Sejak 2025

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • PSM Makassar Kalah 0-1 dari Madura United Akibat Penalti Gagal di Kandang

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Pengiriman Smartphone Global Anjlok 20%, Samsung Tetap Dominan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    255 shares
    Share 102 Tweet 64
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.