Kamis, 23 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Hari Bumi

by Redaktur
23/04/2016
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Hari Bumi - Arsip

hari bumi

Sun spot (bintik hitam) terbesar di Matahari berbentuk “hati” pertama kali terlihat oleh NASA Solar Dynamics Observatory pada tanggal 1 Januari 2014, dan kemarin (22/4) menghadap ke salah satu sisi Bumi. Matahari menyalami “Hari Bumi” dengan menunjukkan ‘hatinya’. Manusia mestinya malu melihat bagaimana sesama komponen sistem tata surya saling mencintai.

Rasio ukuran bintik hitam Matahari dan Bumi

Bumi tanpa sistem tata surya yang berada dan beredar dalam keteraturan mustahil planet biru layak huni bagi manusia.

Bumi tanpa manusia pasti akan bertahan. Sistem tata surya tidak butuh manusia, manusia yang butuh. Menurut para ilmuwan tidak kurang 5 kali bumi telah mengalami kiamat, toh bumi tetap bertahan. Umat manusia dan mahluk hidupnya yang diganti baru.

Alam bertahan karena tidak serakah. Dari skala mikro-kosmos hingga makro-kosmos. Atom-atom yang saling mengikatkan diri dengan atom lain, tidak pernah mengikat melebihi jumlah kaki-kakinya.

Volume lambung manusia tidak lebih besar dari volume otak tapi sanggup meratakan gunung dan mengeringkan laut. Manusia sanggup menimbun harta untuk dipakainya seorang diri hingga mengalami 10 kali mati, atau 630 tahun (asumsi usia rata-rata manusia 63 tahun).

Alam tidak rasial, tidak ingin menonjolkan diri atau golongannya. Sembilan planet (asumsi Pluto masih termasuk planet) berbagai ukuran, warna, dan zat penyusun bila ada salah satunya saja sedikit sombong dan pamer, misalnya berotasi lebih cepat dari seharusnya, chaos dan kiamat.

Alih-alih rasial, 9 planet kalem mengitari satu bintang besar, Matahari. Tarian planet Bumi dan Venus saat mengelilingi Matahari membentuk pola yang indah:

Kiamat yang dulu dianggap tidak logis, ‘dongeng’ kitab-kitab suci bagian dari sistem keimanan yang ‘absurd’, makin ke sini makin masuk akal. Kutub Utara Bumi saja bisa bergeser, rotasi bumi melambat, dan sebab-sebab lain yang makin membuat kiamat logis. Semua karena ulah kita, manusia.

Bukan kiamat dari sudut pandang agama atau tafsiran-tafsiran manuskrip. Membahas dari sudut tersebut, dengan kondisi sekarang mungkin tidak akan pernah menyentuh inti persoalan bagaimana mencegah saat kesempatan masih ada. Seperti yang sudah-sudah, manusia akan lebih sibuk ‘merasa paling selamat’ atau malah bablas merasa Tuhan dan ‘mampu meyelamatkan’ ketimbang meraih kemungkinan selamat yang masih diciptakan sekarang.

Keselamatan dalam konteks beragama, andai semua umat beragama di dunia memahami ajarannya dengan baik dan benar, perubahan iklim tidak akan separah sekarang.

Jangan terburu-buru menarik kesimpulan bila agama tidak bisa menjadi jalan keluar, malah jadi sumber persoalan, maka keberadaan agama patut dipertanyakan dan atheis adalah jalan keluar.

Mengadu ketidakyakinan pada agama dan Tuhan dengan keyakinan beragama, agak anu secara logika, memposisikan ketidakyakinan pada keyakinan sebagai keyakinan baru, rancu. Padahal atheisme adalah gerbang pertama setelah menggugurkan beragam tafsiran tentang ‘tuhan’ menuju pemahaman yang lebih murni tentang Tuhan. Seperti kisah Ibrahim –bapak para nabi pembawa empat ajaran agama besar di dunia– saat ‘membunuh’ tafsiran dan persepsinya akan Tuhan.

Pada kesempatan yang lain, semoga sempat menulis mengapa penganut agama malah menjadi sumber masalah ketimbang menjadi pembawa manfaat. Masih ada hal yang bisa dikerjakan secara bersama-sama oleh umat manusia, yang tidak terpengaruh dengan perbedaan dan persepsi, menyehatkan bumi kembali.

Kiamat di sini adalah, saat alam mencari keseimbangan baru, manusia belum tentu sanggup bertahan. Saat alam menyeimbangkan diri, manusia ‘hanya’ akan dianggap sebagai materi dan komponen semesta, bukan sebagai mahluk bernyawa, yang juga (akhirnya harus) tunduk patuh pada hukum-hukum keteraturan dan keseimbangan alam semesta.

Kita lebih butuh setiap hari sepanjang tahun adalah hari khusus manusia, ketimbang hari Bumi setahun sekali. Sebelum alam menarik garis batas, tanda akumulasi kerusakan yang dibuat manusia telah melampaui ambang batasnya untuk mencari keseimbangan baru.

BACA JUGA:

Catatan Perubahan Logo Wartakita.id

Pemkot Makassar Ikut Membersihkan Pantai Losari di Hari Bumi

Selamat Hari Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Komunitas Lingkungan di Makassar Meramaikan Hari Bumi

Mengejar minus 2 derajat celcius

Tags: Hari BumiSemesta Alam
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Hari Bumi - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Hari Bumi - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Hari Bumi - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Hari Bumi - Featured

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Stadion Barombong Makassar: Miliar Rupiah Terbengkalai Akibat Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Prediksi Bayern Munchen vs Atletico Madrid 4 Mei 2016

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Indonesia Diguncang Rangkaian Gempa M5+ dalam 48 Jam, BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PKL Makassar Diberdayakan: Akses Kredit Usaha Rakyat Jadi Kunci Penataan Ekonomi Baru

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Jepang Timur Laut: Kronologi, Evakuasi Massal, dan Peringatan Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pete-pete Laut Makassar: Konektivitas Baru untuk Pulau, Beroperasi Mei-Juni 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Taro Waterpark CitraLand Tallasa City: Sensasi Petualangan Air Terbaru untuk Keluarga Makassar

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Tes Keseimbangan Sederhana: Kunci Menjaga Kesehatan dan Memprediksi Umur Panjang

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
Hari Bumi - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Hari Bumi - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Hari Bumi - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Hari Bumi - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Hari Bumi - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Hari Bumi - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.