Sabtu, 10 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Mengejar minus 2 derajat celcius

by A. Burhany
14/12/2015
in Alam dan Lingkungan Hidup, Arsip 2015-2018, Internasional
Reading Time: 3 mins read
A A

Pada konferensi perubahan iklim global di Paris barusan (1/12), para negara peserta (COP21) konferensi internasional termasuk Indonesia, sepakat kenaikan suhu permukaan bumi tahun depan (2016) dipertahankan maksimal 2 derajat celcius. Beberapa negara bahkan ingin agar lebih rendah, kenaikan suhu permukaan bumi yang dibolehkan hanya 1,5 derajat celcius.

Indonesia mengambil 1.5 sebagai daerah “hati-hati” dan 2 derajat sebagai “bahaya”. Agar pembangunan fisik tetap berlangsung. Sesuai hukum fisika, setiap gerakan, aksi, dan konversi hampir selalu diikuti dengan pelepasan panas. Upaya mengerem pemanasan suhu permukaan bumi yang disepakati di Paris amat realistis. Bila belum bisa menurunkan suhunya, setidaknya perlambat.

Kita Bisa Lebih
Lebih dari sekedar perlambat kenaikan suhu permukaan bumi, sampai menurunkan. Di konferensi resmi lazim bila hanya membicarakan hal-hal formal, bila tidak bisa disebut basa-basi. Maklum, amat panjang rantai proses antara komitmen yang disepakati dengan aksi nyata, banyak kepentingan di sana. Dari kepentingan industri, pelaku bisnis, NGO sampai pertumbuhan ekonomi nasional.

Berbeda bila aksinya bersifat individu, orang-per-orang melakukan hal yang sama. Apa yang tidak terjangkau oleh kesepakatan COP21, apa yang butuh waktu dan proses panjang untuk diwujudkan COP21, ambil alih. Masih banyak penyumbang kenaikan suhu permukaan bumi yang belum terjangkau oleh COP21.

Mestinya begitu sesama penghuni bumi dalam menjaga huniannnya. Lakukan apa yang masih bisa dilakukan. Tidak pasif menunggu aksi heroik COP21, jadilah pahlawan itu sendiri. “Heroes, We Could Be.”

Keserakahan, kebencian, amarah dan dendam tidak dimasukkan karena sulit mencari bentuk konkritnya. Bagaimana semua hal tersebut menyumbang panas, bagaimana mengukurnya.

Sebenarnya mudah, dalam setiap peperangan keserakahan, kebencian, amarah dan dendam memiliki andil besar. Bisa diukur berapa derajat celcius andil setiap letupan mesiu, ledakan granat dan hantaman bom terhadap kenaikan suhu permukaan bumi.

Menghentikan peperangan yang berkecamuk di beberapa belahan bumi, COP21 belum tentu mau dan mampu, namun setiap manusia di bumi bisa mencegah dan menghentikan. Rangkul kemarahan, kebencian dan dendam di sekitar, sejukkan dengan cinta. Utopis? Tidak.

Secara personal setiap saat manusia melakukannya, bagaimana kendalikan keserakahan, amarah, kebencian, dan dendam dengan skala yang berbeda-beda tiap orang. Mereka yang bisa menahan diri tidak meletupkan amarah sebesar gunung, berbagi pengalaman pada yang sedang berjuang agar tidak membunuh semut yang menggigit pipinya.

Sambil memberi waktu pada diri sendiri memahami bagaimana keserakahan, kebencian, amarah dan dendam punya andil yang tidak kalah besar dengan deforest-sasi, emisi gas buang, dan hal nyata lain pada kenaikan suhu permukaan bumi, bisa dimulai sekarang lakukan hal-hal kecil keseharian. Kurangi penggunaan kantong plastik, lebih banyak gunakan angkutan umum, mulai gunakan sumber energi listrik yang ramah lingkungan. Dan masih banyak hal lain dari ujung kepala sampai ujung kaki yang sebenarnya menyumbang kenaikan suhu permukaan bumi.

Untuk Indonesia misalnya yang memiliki hutan hujan terbesar di dunia, sekaligus penyumbang emisi karbon terbesar musiman, saat musim membuka lahan dengan membakar hutan. Siapkan satu bibit pohon di pos pelaporan sebelum mendaki, satu orang pendaki membawa satu bibit pohon ke atas gunung yang didakinya.

Sebagai contoh, gunung Bawakaraeng di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada tahun 1998 truk pengangkut hasil hutan sudah masuk sampai pos III, kabar terakhir kini masuk sampai pos V menuju pos VI. Baru sebagian kecil pendaki yang berhasil menaikkan kadar kecintaannya pada gunung, dari eksistensi sebagai pendaki, kemudian penikmat, lalu ikut menjaga.

Bila di setiap gunung disiapkan satu bibit pohon untuk satu pendaki. Atau lebih baik lagi jadi syarat, setiap pendaki harus membawa satu bibit pohon dan menanamnya di wilayah gunung yang telah dipetakan sebelumnya, sebagai syarat untuk bisa mendaki, proses kesadaran bagaimana menjaga alam akan dipercepat. (AB)

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Kontroversi Halftime Show Final Piala Dunia 2026: FIFA Langgar Aturan Jeda Pertandingan?

Grammy Awards 2026: Ketika Panggung Musik Jadi Arena Suara Politik dan Identitas

Kaleidoskop 2025: Tahun Terobosan Hijau, Ketika 40% Listrik Dunia Berdenyut dari Energi Bersih

Hujan, Nasi Goreng, dan Proposal: Hari Pertama Konser BLACKPINK di GBK yang Literally Nggak Terlupakan

Nada Sumbang Royalti Musik: Mengurai Kebingungan Pelaku Usaha di Hadapan LMKN

Tags: Musikpemanasan globalSemesta Alam
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Mengejar minus 2 derajat celcius - Featured

Status Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Sidrap Diperpanjang Hingga 2026: Ancaman Berkelanjutan dan Langkah Penanganan

09/10/2026
Pemandangan jurnalistik profesional di Cirebon, dengan langit biru cerah berawan putih sedikit, matahari bersinar terang, dan indikator suhu di dashboard mobil menunjukkan 32°C. Gambar menangkap jalan

Prakiraan Cuaca Cirebon Hari Ini: Suhu Mencapai 32°C, Perhatikan Antisipasi Panas

09/10/2026
A professional foto jurnalistik menunjukkan langit dramatis dengan awan cumulonimbus yang membentuk, asap tebal di udara, dan awan tinggi atau gelombang udara yang terlihat. Pemandangan ini disetel pa

Waspadai Awan Cumulonimbus, Asap, dan Gelombang Tinggi di Cuaca Besok, 9 Oktober 2026

09/10/2026
Dapur rumah tangga yang rapi dengan berbagai produk dan wadah zero-waste yang rapih disusun. Terlihat filter kopi yang bisa digunakan berkali-kali, tas kain, dan botol kaca. Di latar belakang, dapur y

Panduan Praktis Memulai Gaya Hidup Zero Waste dari Dapur Rumah Tangga

08/10/2026
Seorang meteorologis BMKG sedang memberikan presentasi tentang peringatan dini cuaca di sebuah konferensi pers. Peta di depannya menunjukkan wilayah-wilayah yang terdampak dengan tanda-tanda berbeda,

Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

08/10/2026
Mengejar minus 2 derajat celcius - Featured

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Ancaman Nyata bagi Satwa Liar dan Iklim

05/10/2026
Mengejar minus 2 derajat celcius - Featured

Gempa M4,6 Guncang Laut Selatan Malang, Getaran Meluas hingga Lumajang dan Jember

05/10/2026
Children from a local community in Makassar planting trees, symbolizing the integration of eco-parenting with local culture and traditions.

Eco-Parenting Berbasis Lokal: Solusi Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim

04/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • CEO Nvidia Ditangkap di China dalam Kasus Penyelundupan Chip Canggih

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Sikap Istana Jika MK Kabulkan Gugatan Ijazah Gibran: Serahkan pada Yudikatif

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.