Kota Makassar kembali menjadi saksi bisu kebrutalan geng motor. Dalam aksi terbarunya, seorang remaja 16 tahun menjadi korban penganiayaan sadis yang meninggalkan luka fisik mendalam serta kerugian materiil yang signifikan.
- Seorang remaja 16 tahun bernama Arya Randarman menjadi korban pembacokan dan penembakan anak panah oleh geng motor di Jalan Angkasa, Makassar.
- Korban mengalami luka parah di tangan, punggung, leher, dan pantat akibat serangan senjata tajam dan anak panah.
- Sepeda motor dan telepon genggam milik korban turut dirampas oleh para pelaku.
- Polisi Polsek Panakkukang bergerak cepat mengevakuasi korban dan melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap para pelaku.
Aksi Brutal Geng Motor Guncang Jalan Angkasa Makassar
Suasana malam yang seharusnya tenang di Jalan Angkasa, Makassar, pada Senin (20/4/2026) dini hari, pecah oleh suara teriakan ketakutan. Arya Randarman, seorang remaja berusia 16 tahun yang berprofesi sebagai tukang servis HP, menjadi sasaran empuk sekelompok geng motor yang beraksi dengan brutal. Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aksi kriminalitas yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang meresahkan warga Makassar.
Menurut laporan kronologis, Arya sedang dalam perjalanan pulang setelah berkumpul di sebuah warung kopi. Saat ia berhenti di depan Jalan Angkasa, sebuah rombongan geng motor yang datang dari arah kota menuju Daya tanpa ragu memutar balik kendaraan mereka. Dengan niat yang sudah jelas, mereka mengejar Arya yang saat itu sendirian, membawa senjata tajam berupa parang dan anak panah, siap melancarkan aksi kekerasan mereka.
Kondisi Korban yang Mengenaskan dan Kerugian yang Diderita
Warga sekitar yang mendengar jeritan korban segera berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Namun, setibanya di lokasi, pemandangan yang menyakitkan tersaji. Arya Randarman ditemukan terkapar tak berdaya, bersimbah darah di depan sebuah rumah warga. Penganiayaan yang dialaminya sungguh mengerikan.
Arya menderita luka robek yang cukup serius akibat sabetan parang di beberapa bagian tubuhnya, termasuk tangan kanan, punggung, dan leher. Lebih tragis lagi, sebuah anak panah dilaporkan masih tertancap di pantat sebelah kanan korban saat ia dievakuasi menuju rumah sakit. Selain luka fisik yang parah, para pelaku juga tidak segan merampas sepeda motor dan telepon genggam milik Arya, menambah daftar kerugian yang dideritanya.
Tindakan Cepat Kepolisian dalam Menyelidiki dan Mengejar Pelaku
Menyikapi laporan tersebut, petugas dari Polsek Panakkukang segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tindakan cepat dilakukan untuk mengevakuasi Arya Randarman ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar agar mendapatkan perawatan medis intensif atas luka-luka yang dideritanya. Korban saat ini dilaporkan dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan medis segera.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mugni, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Penyelidikan mendalam telah dilancarkan untuk mengungkap identitas para pelaku. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti di lapangan, Iptu Uji Mugni menyatakan bahwa identitas para pelaku perampokan dan penganiayaan sadis ini mulai teridentifikasi. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pengejaran guna menangkap seluruh anggota geng motor yang bertanggung jawab atas aksi biadab ini dan memberikan keadilan bagi korban. Aksi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Kontributor: M. Ridham
Penyunting: RR. Nur























