Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuarakan kekecewaannya yang mendalam terkait rencana negosiasi dengan Iran yang tampaknya mandek. Pernyataannya ini muncul setelah ia kembali menolak tawaran terbaru dari Teheran sebagai syarat untuk melanjutkan pembicaraan bilateral.
- Presiden Trump menyatakan kekecewaan atas kebuntuan negosiasi dengan Iran.
- Ia mengisyaratkan kemungkinan AS tidak perlu lagi membuat kesepakatan dengan Iran.
- Trump menuduh kepemimpinan Iran terpecah belah dan tidak terkoordinasi.
- Pilihan yang dimiliki AS terkait Iran dinilai terbatas, antara konfrontasi atau negosiasi.
Trump Ungkap Kekecewaan, Rencana Negosiasi dengan Iran Mandek
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kekecewaannya atas kelanjutan rencana negosiasi dengan Iran yang dinilai mandek. Pernyataan ini muncul setelah Trump kembali menolak tawaran terbaru dari Teheran sebagai syarat untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS.
Pernyataan Donald Trump di Florida: ‘Lebih Baik Tidak Ada Kesepakatan’
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di West Palm Beach, Florida, pada Jumat (1/5), Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat mungkin tidak perlu lagi membuat kesepakatan dengan Iran. “Terus terang, mungkin lebih baik kita tidak membuat kesepakatan sama sekali,” ujar Trump, seperti dikutip dari CNN. Ia menambahkan, “Apakah Anda ingin tahu yang sebenarnya? Karena kita tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut. Sudah berlangsung terlalu lama.”
Pilihan Terbatas dan Tuduhan terhadap Iran
Sebelumnya, Trump telah menyatakan bahwa pilihan yang ia miliki terkait Iran sangat terbatas. Ia mengemukakan dilema antara “Menghancurkan mereka dan menghabisi mereka selamanya? Atau kita ingin mencoba membuat kesepakatan?”. Trump juga melontarkan tuduhan bahwa Iran tidak mampu mengakhiri konflik melalui jalur negosiasi. Menurutnya, hambatan ini disebabkan oleh kondisi kepemimpinan di negara tersebut yang terpecah belah.
Kepemimpinan Iran yang Terfragmentasi
Trump merinci pandangannya mengenai fragmentasi kepemimpinan di Iran. “Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat tidak terkoordinasi,” kata Trump. Ia melanjutkan, “Dan dengan demikian, mereka semua ingin membuat kesepakatan, tapi mereka semua kacau.” Analisis ini menyoroti pandangan Trump bahwa ketidakmampuan mencapai kesepakatan bukan semata-mata karena kurangnya keinginan, melainkan akibat disorganisasi internal di kalangan elite Iran.























