Kamis, 10 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern

by Redaktur
22/10/2025
in Ekonomi dan Bisnis, Makassar & Sulsel
Reading Time: 5 mins read
A A
urban farming cr

MAKASSAR, WartaKita.id – Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah strategis yang signifikan untuk memperkuat kemandirian pangan warganya. Proyek percontohan (pilot project) pengembangan urban farming modern di dua kawasan vital, Sudiang dan Barombong, resmi diluncurkan. Inisiatif ambisius ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga membawa semangat pemberdayaan komunitas dan pemanfaatan lahan urban secara optimal, sebuah etos yang mengingatkan semangat yang sama dalam program “Lorong Wisata” yang digagas oleh Wali Kota Makassar sebelumnya, Danny Pomanto.

Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) mengatakan, Pemkot Makassar mengimplementasikan teknologi pertanian terkini, termasuk hidroponik dan vertikultur yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT), untuk mengubah lahan kosong menjadi sumber pangan produktif. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret terhadap tantangan inflasi pangan, urbanisasi masif, serta isu keberlanjutan lingkungan yang dihadapi kota metropolitan seperti Makassar.

Transformasi Lahan Urban Menjadi Sentra Pangan Berkelanjutan

Proyek urban farming modern ini merupakan jawaban atas urgensi ketahanan pangan yang semakin terasa di tengah laju urbanisasi Makassar. Dengan pertumbuhan populasi yang pesat, ketersediaan lahan pertanian tradisional semakin menipis, mendorong ketergantungan pada pasokan pangan dari luar kota yang rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan distribusi. Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, menargetkan Kecamatan Sudiang di utara dan Barombong di selatan sebagai episentrum awal revolusi pangan urban ini.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Sudiang dan Barombong memiliki potensi lahan kosong yang dapat dioptimalkan, serta aksesibilitas yang baik untuk distribusi hasil panen ke pusat-pusat konsumsi. Di Sudiang, yang merupakan gerbang udara Makassar dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat, proyek ini akan memberikan akses mudah bagi warga sekitar, termasuk karyawan bandara dan masyarakat pemukiman baru, terhadap sayuran segar dan sehat. Sementara di Barombong, area pesisir yang juga berkembang pesat, inisiatif ini dapat mengintegrasikan pertanian urban dengan potensi ekonomi lokal lainnya.

Integrasi teknologi canggih seperti sistem hidroponik (pertanian tanpa tanah), vertikultur (pertanian vertikal), dan pemantauan berbasis IoT menjadi tulang punggung proyek ini. Teknologi tersebut memungkinkan pertanian yang lebih efisien dalam penggunaan air dan lahan, serta menghasilkan produk berkualitas tinggi secara konsisten. Hasil panen berupa sayur-sayuran dan buah-buahan segar ini akan dialokasikan untuk dapur umum, kebutuhan sekolah, serta disalurkan ke pasar-pasar lokal dengan harga terjangkau, memberikan dampak langsung pada stabilitas harga pangan di Makassar.

Semangat Pemberdayaan Komunitas

Salah satu aspek terpenting dari proyek urban farming modern ini adalah keterlibatannya dalam memberdayakan masyarakat. Lebih dari sekadar membangun lahan pertanian, Pemkot Makassar bertekad untuk menciptakan ekosistem yang melibatkan partisipasi aktif warga. Kelompok tani lokal, petani urban, dan masyarakat umum di Sudiang dan Barombong akan menjadi penerima manfaat utama melalui program pelatihan dan pendampingan intensif. Mereka akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola pertanian modern, mulai dari persiapan bibit, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen.

Spirit pemberdayaan dan pemanfaatan ruang kota secara kreatif ini sangat senada dengan filosofi “Lorong Wisata” yang sukses diimplementasikan di Makassar beberapa tahun lalu. Program “Lorong Wisata” mengubah lorong-lorong sempit kota yang tadinya kumuh menjadi kawasan yang bersih, hijau, dan memiliki daya tarik wisata, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan kebun sayur rumah tangga. Meskipun fokusnya berbeda – “Lorong Wisata” ke pariwisata dan kebersihan, sementara urban farming ke ketahanan pangan – keduanya memiliki benang merah yang kuat: optimasi aset lokal, pelibatan warga secara langsung, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Makassar.

Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci. “Kami tidak hanya membangun lahan, tetapi juga membangun kapasitas warga. Proyek ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan Makassar dan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, seperti halnya ‘Lorong Wisata’ yang memberdayakan ekonomi lorong,” ujarnya dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota Makassar, Rabu, 22 Oktober 2025. Rapat tersebut dihadiri oleh kepala dinas terkait, wakil wali kota, serta perwakilan komunitas lingkungan, menunjukkan komitmen multisektoral terhadap inisiatif ini.

Target dan Manfaat Konkret bagi Warga Makassar

Proyek percontohan ini telah dimulai sejak awal tahun 2025, dengan target penyelesaian tahap pertama pada akhir tahun. Namun, operasional pertanian dan kegiatan pemberdayaan warga akan berlangsung sepanjang tahun, didukung oleh evaluasi bulanan yang ketat. Pemerintah Kota menargetkan produksi hingga 10 ton sayuran per bulan per kawasan, sebuah angka yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan menekan laju inflasi.

Manfaatnya bagi warga Makassar sangat multi-dimensional:

  • Akses Pangan Murah dan Sehat: Warga, terutama dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, akan mendapatkan akses lebih mudah ke produk segar yang ditanam secara organik atau semi-organik, dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau dibandingkan produk impor. Ini secara langsung mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi isu gizi dan kesehatan masyarakat.
  • Peningkatan Ekonomi Lokal: Pelatihan dan pendampingan memungkinkan warga menjadi petani urban mandiri, bahkan berpotensi menjual hasil panen mereka sendiri. Ini menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi di tingkat komunitas.
  • Lingkungan yang Lebih Baik: Mengurangi kebutuhan transportasi pangan jarak jauh berarti pengurangan emisi karbon. Proyek ini juga terintegrasi dengan program lingkungan hijau kota, dengan pemanfaatan sampah organik sebagai kompos, berkontribusi pada pengelolaan limbah yang lebih baik di Makassar.
  • Pendidikan dan Kesadaran: Sekolah-sekolah dan komunitas akan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan manfaat mengonsumsi produk lokal.

Proyek ini bukan sekadar respons sesaat terhadap inflasi atau krisis pangan, melainkan bagian dari visi jangka panjang Makassar untuk menjadi kota yang mandiri, berketahanan, dan berkelanjutan. Dengan rencana ekspansi ke kawasan lain pada tahun 2026, model urban farming modern Makassar diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.

Kesimpulan: Menuju Makassar yang Lebih Mandiri dan Hijau

Inisiatif urban farming modern di Sudiang dan Barombong adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun ketahanan pangan dari dalam. Dengan memadukan teknologi canggih, prinsip keberlanjutan, dan semangat pemberdayaan komunitas yang mengingatkan pada keberhasilan “Lorong Wisata”, proyek ini bukan hanya tentang menanam sayuran, tetapi juga menanam masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warga Makassar. Ini adalah langkah maju menuju kota yang lebih hijau, lebih mandiri secara pangan, dan lebih resilien terhadap berbagai tantangan di masa depan.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

PLN Ungkap Akar Masalah Pemadaman Listrik Bergilir di Sulselrabar: Bukan Akibat El Nino, Melainkan Pemeliharaan Kritis

PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

Makassar Cooperative Expo 2026 Resmi Dibuka: Momentum Koperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan Makassar

Makassar Cooperative Expo 2026 Dibuka: Memperkuat Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

Tags: BarombongHidroponikketahanan panganLorong WisataMakassarMunafri ArifuddinPemkot MakassarPertanian ModernSudiangUrban Farming Makassar
Share22Tweet14Send

ARTIKEL TERKAIT

Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

09/09/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Polda Sulsel Bergerak: Selidiki Kelangkaan BBM Subsidi, Tak Ada Ampun untuk Penimbun

09/09/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Revitalisasi Jalan Poros Ujung Lamuru-Palattae di Bone: Fondasi Baru Konektivitas dan Kemakmuran Warga

08/09/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

RSUD La Palaloi Maros Segera Lengkapi Layanan Jantung dengan Laboratorium Kateterisasi Senilai Rp30 Miliar

08/09/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Pemkab Gowa Perkuat Kesejahteraan ASN Melalui Kemitraan Strategis dengan PT Taspen

08/09/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

PLN Sulbagsel: Optimalkan Pembangkit Pascacrisis, Pasokan Listrik Tetap Butuh Pengelolaan Hati-hati

07/09/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

Gaji ASN Gowa Tertahan: Hambatan Administratif di Sekretariat DPRD Sebabkan Penundaan Massal

07/09/2026
Makassar Perkuat Ketahanan Pangan dengan Urban Farming Modern - Featured

BRI Makassar Berdayakan 90 Difabel Lewat Program Magang Kerja: Peluang Berkarier Terbuka Lebar

06/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • img-1779506486-0d20bef54cbdc98c

    Blackout Sumatera 22 Mei 2026: Akar Masalah Teknis Transmisi dan Misteri Suara Helikopter Sebelum Gelap

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    228 shares
    Share 91 Tweet 57
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BREAKING NEWS: 8 Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak Pasca Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Polda Sulsel Bergerak: Selidiki Kelangkaan BBM Subsidi, Tak Ada Ampun untuk Penimbun

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Asap Pekat dari Gardu Listrik Pasar Baru: Analisis Mendalam Penanganan PLN

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    755 shares
    Share 302 Tweet 189
  • ANTARA Kendari Tingkatkan Kualitas Jurnalis Muda Lewat Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.