Minggu, 15 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2021

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr

by Redaktur
21/04/2021
in Arsip 2021, Opini
Reading Time: 7 mins read
A A
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Arsip

Purnama di Masjid Raya Makassar Ramadan 1433H / Juli 2015 Masehi (+ filter cosmic)

Perupa di kota Makassar awal tahun 90an hingga satu dekade setelah milenium baru sudah biasa dengan perkubuan, kubu senior dan junior juga kubu musiman karena berbeda pilihan politik, kubu aliran seni rupa, yang kental kubu seniman jalur akademik dan jalur otodidak.

Kubu-kubu ini biasanya lebur secara alami ketika bersentuhan dengan kepentingan yang lebih besar. Ketika perupa Sulawesi Selatan diundang pameran bersama, maka yang ada hanya satu kubu, yaitu kesamaan letak geografis di mana mereka lahir, besar, belajar, atau berkarya.

Agama Islam sebagai ilmu pengetahuan pun tidak luput dari dikotomi jalur akademik (juga nasab) dan jalur otodidak. Batas antara jalur-jalur tersebut lebih cair ketimbang yang dialami oleh para perupa, karena ulama kitab maupun ulama hikmah tetap saling bertukar kebaikan, hikmah dan pelajaran dengan kesamaan perspektif, semua yang baik-baik asalnya dari Allah, bukan dari kitab-kitab bacaan, mubalig dan ulama panutan, yang sesekali menjadi jalan bagi ilmu dan hikmah dari Allah Ta’ala.

Lepas dari motivasi dan niat masing-masing mengapa mendalami agama Islam berikut jalan yang dipilih sendiri atau (sebenarnya) dipilihkan Tuhan, saat bertemu tujuan akhir mengapa beragama, menggapai ridha Tuhan melalui akhlakul kharimah yang membuat hidup dan diri seorang Muslim menjadi agen kasih sayang untuk alam semesta, tidak nampak lagi dulu belajar agama agar bisa meraih ridha Tuhan, dari jalur akademik atau jalur nonformal.

Meraih Lailatul Qadr atau malam yang setara 1000 bulan di tahapan ikhtiar, bisa sangat berbeda bentuknya antara yang mengenal cara meraihnya melalui jalur akademis dengan yang jalur otodidak. Kedua model ikhtiar meraih Lailatul Qadr sama baik dan sama efektif, minimal karena keduanya mendasarkan ikhtiar pada asal muasal dan tujuan mengapa ada satu malam di bulan Ramadan yang lebih baik dari seribu bulan.

Pada sebuah riwayat disebutkan baginda Nabi Muhammad Salallahualaihiwassalam mendadak berwajah murung ketika mengetahui ada umat Nabi Musa Alaihisalam dari Bani Israil yang selama 80 tahun sanggup tidak berbuat maksiat dan dosa, di malam hari ia sibuk beribadah formal, di siang hari ia berjihad dengan urusan-urusan duniawi dengan membuat aktivitasnya bernilai ibadah. Melihat kekasih-Nya berwajah murung, Allah lalu memberi tahu baginda Nabi Muhammad Salallahualaihiwassalam bahwa umatnya, umat muslim, juga mampu meraih apa yang telah diraih oleh seorang Bani Israil tersebut, dengan menghadiahkan malam Lailatul Qadr yang bernilai lebih baik dari beribadah selama seribu bulan, adanya di bulan Ramadan. Kapan tepatnya malam Lailatul Qadr sebenarnya tidak ingin Allah rahasiakan. Namun, ketika akan disampaikan kepada Baginda Nabi, beberapa sahabat tengah berdebat dan berselisih paham, petunjuk konkret pun urung diberikan. Tidak putus asa, agar umatnya yang kerap disebut sebagai umat akhir zaman mampu meraih apa yang telah diraih oleh seorang Bani Israil selama 80 tahun istikamah, dalam waktu hanya semalam, Beliau Salallahualaihiwassalam mendapat ‘kisi-kisi’ adanya di malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Lebih terperinci lagi, antara malam 25, 27, dan 29 Ramadan setelah Rasulullah bermimpi ketika malam penuh kemuliaan itu tiba, wajahnya dipenuhi lumpur. Benar saja, di salah satu malam tersebut hujan turun dengan deras, dan wajah Beliau Salallahualaihiwassalam dipenuhi lumpur tanah masjid tempat Beliau sujud.

Secara rasa, wajar saja malamnya dirahasiakan, wong ahli ibadah dari Bani Israil butuh 80 tahun atau sekitar 960 bulan sebelum dibangga-banggakan Allah sebagai umat Musa yang saleh, kita yang diberi banyak kemudahan berkat kasih sayang Allah melalui kekasih-Nya Muhammad, sampai semua bisa masuk surga kecuali yang tidak mau, berburu semalam dari 30 malam tanpa kepastian kapan demi meraih keutamaan beribadah selama 1000 bulan, bukanlah sesuatu yang memberatkan. Harusnya.

Kami pernah mendengar penuturan dua orang yang kami yakini telah bertemu Lailatul Qadr, dan syukurnya keduanya menempuh jalan yang berbeda, satu mengikuti cara-cara akademis, dan satunya lagi dengan cara otodidak bermodalkan niat Wallahi, yang niat tersebut diakuinya juga datangnya dari Allah.

Kawan kami yang pertama, sebulan sebelum Ramadan tiba bahkan lebih lama lagi, sudah mulai melakukan sinkronisasi lahir dan batin. Menjaga asupan makanan dan minuman hanya yang baik sumber dan zatnya, begitu pula yang keluar dari tangan, lisan dan tulisannya, hanya yang baik dan bermanfaat. Infak, sedekah, puasa Rajab, Nisfu Sya’ban, salat lail dan tahajud semua ia laksanakan. Semakin intens saat memasuki bulan suci Ramadan. Di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, ia tak menyebut kapan tepatnya, seperti biasa usai salat Tarawih ia tidur sedikit sebelum bangun di sepertiga malam, melanjutkan amaliah Ramadan dengan salat tahajud. Alarm biologis membuatnya terbangun sekitar pukul satu malam.

Saat membuka mata, langit-langit dan atap rumahnya tidak ada, berganti langit malam penuh bintang bertaburan. Angin malam lembut dan sejuk membelai, membuatnya semakin bingung, apakah ia sedang bermimpi atau tidak. Sejurus kemudian dari langit ia melihat perlahan turun benang-benang cahaya, ratusan, ribuan, mungkin jutaan menjuntai dan membelai seluruh tubuhnya mengajak keluar dari selimut, bangkit dan menunaikan salat tahajud. Kawan kami yang mahir bertutur lisan dan tulisan dan memiliki kosa kata di atas rata-rata, menuturkan pengalaman bertemu malam 1000 bulan dengan indah, toh tetap menganggap keindahan pengalamannya malam itu tidak akan pernah mampu terangkum oleh kata. Wallahualam.

Kawan kami berikutnya, jika memakai kaca mata atau perspektif sebagian agamawan jalur akademik, sungguh tidak pantas meraih malam 1000 bulan. Syukurnya, cara Allah memandang manusia berbeda dengan cara kita pada umumnya, bersih dan lurusnya niat kerap kali lebih mampu mengantar menuju salat yang khusyuk ketimbang kesempurnaan bacaan dan gerakan.

Meski tidak menganggap pengalamannya tersebut sebagai pertemuan dengan malam 1000 bulan, kami beranggapan tidak demikian. Ia membantah, karena puasanya tidak sempurna, tarawihnya tidak lengkap, dan kejadian tersebut ia alami di siang hari. Kami menganggapnya bertemu malam 1000 bulan yang datang kesiangan untuknya dengan dua bukti. Pertama ia tidak sedang dalam keadaan berselisih paham atau bermusuhan dengan siapa pun, sebab petunjuk kapan tepatnya Lailatul Qadr itu turun urung disampaikan. Bukti kedua, peristiwa tersebut membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, belum sampai ke akhlakul karimah atau akhlak mulia, tetapi ada satu hal yang menjadi persamaan antara kawan kami yang pertama dengan dirinya, setiap kejadian sudah dengan sepengetahuan Allah Ta’ala, sekali pun berupa duka, derita, nestapa dan musibah, tidak menutup mata hatinya melihat sisi baik dari setiap ketetapan Allah. Cara pandang dan sikap yang rasa-rasanya hanya mampu dipahami dan diamalkan oleh para ahli ibadah yang puluhan tahun tidak lagi bermaksiat. Malamnya beribadah formal, siangnya jihad Fisabilillah bermuamalah, toh tetap mendapatkan ujian tanda perhatian dari Allah dan tetap mampu berbaik sangka.

Pada suatu siang yang terik di bulan Ramadan, sepulang dari tempat kerja, ban sepeda motornya bocor oleh paku. Qadarullah ia harus mendorong sepeda motor sembari berpuasa di bawah terik matahari tengah hari bolong. Setelah mendorong sekitar setengah jam, akhirnya bertemu bengkel tambal ban. Saat sedang menimbang-nimbang apakah akan ke warung sebelah membeli sebotol air mineral dingin atau melanjutkan puasa di bawah atap seng bengkel tambal ban yang membuat suhu udara semakin panas, tampak seorang bapak tua melintas di seberang jalan. Tanpa alas kaki menyusuri aspal panas, gelombang udara panas membuat fatamorgana berupa riak air di atasnya. Bergegas ia menyongsong si bapak, mengangsurkan sendal jepit berdebu sehabis mendorong sepeda motor, tetapi masih baru dan bagus.

“Berapa harganya? Kalau cuma sendal bekas saya mampu beli.” Jawabnya setelah melihat sepasang alas kaki yang diangsurkan kepadanya.

“Gratis.”

“Karena kasihan atau karena apa?”

“Lillahi Ta’ala, saya sedang berpuasa, bantu saya berbuat baik.”

Bapak itu tertawa terkekeh-kekeh berterima kasih lalu mengambil sepasang sendal yang kemudian ia pakai melangkah, kembali menyusuri aspal panas.

BACA JUGA:

Gowa Galakkan Program ASRI: Wujudkan Lingkungan Bersih, Nyaman, dan Bebas Banjir Sambut Ramadan

Libur Ramadhan Sebulan: Solusi atau Tantangan?

Raih Adipura, Wali Kota Makassar Apresiasi Kinerja Satgas Kebersihan

Ini Manfaat Kurma yang Belum Banyak Diketahui

Rambut tetap Sehat dan Cantik saat Berpuasa Ramadan

Satu kebaikan mengundang seribu haru yang mungkin setara dengan seribu sujud dan munajat khusyuk. Ia tidak sanggup menahan serbuan haru yang membongkar dan memasang ulang cara pandang pikiran dan perasaannya terhadap materi, kebahagiaan dan sumber kebahagiaan. Wallahualam.

Kami sendiri saat ini sedang ‘berburu’ malam 1000 bulan sejak hari pertama, ketimbang membayangkan wajah murung Baginda Nabi Muhammad Salallahualaihiwassalam adakah umatnya yang sanggup 80 tahun tanpa maksiat yang semua aktivitasnya bernilai ibadah sementara usia umatnya rata-rata 60an tahun, mending 30 hari berusaha tidak menyia-nyiakan peluang.

Walau belum seistikamah kawan kami yang pertama dan mungkin saja mendapat kesempatan seperti kawan kami yang kedua. Dapat atau pun tidak, suka-suka Allah Ta’ala. Namun, ada satu hal yang bisa diusahakan sendiri dan pasti dihargai Allah andai belum berjodoh dengan malam 1000 bulan, yaitu buah dari beribadah dan jihad Fisabilillah selama 1000 bulan berupa akhlak mulia menebar manfaat dan kasih sayang pada alam semesta.

Tags: Lailatul QadrRamadanTepekur
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

sd monginsidi makassar wartakita cr

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

05/02/2026
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

05/02/2026
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

03/02/2026
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

01/02/2026
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

15/01/2026
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

08/01/2026
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

28/12/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata

26/12/2025

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    480 shares
    Share 192 Tweet 120
  • Emas dan Perak Berfluktuasi: Lonjakan Signifikan Meski Data Ekonomi AS Mengejutkan, Apa Kata Analis?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Tragedi Chinatown: Bocah 6 Tahun WNI Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Singapura

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 102 Pohon Tumbang di Makassar Akibat Cuaca Ekstrem Januari 2026: DLH Tingkatkan Mitigasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • IHSG Diperkirakan Lanjut Koreksi Awal Pekan, Simak Prediksi dan Saham Pilihan MNC Sekuritas 9 Februari 2026

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Tragedi Papua: Pilot Smart Air Tewas Ditembak, Isu Tambang Ilegal dan Ancaman TPNPB Mengemuka

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 10 Kebiasaan Orang Tiongkok Pembawa Sukses Finansial: Bukan Hoki, Tapi Pola Pikir Jitu

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Hotel Sultan Tetap Beroperasi: Pengelolaan Dialihkan Pasca Kemenangan Negara

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Tidak Terlalu Cepat Untuk Lailatul Qadr - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.