Selasa, 13 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Reformasi Komando Operasi Papua: Menhan Sjafrie Incar Stabilitas Jangka Panjang

Pakar ISESS Ingatkan Risiko Tumpang Tindih Kewenangan

by Redaktur
08/01/2026
in Berita Terkini, Nasional
Reading Time: 5 mins read
A A
Jiwa Korsa Lima Perwira yang Menolak Kenaikan Pangkat - Utama

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berencana menyempurnakan komando operasi di Papua. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis negara untuk meningkatkan efektivitas penanganan keamanan, dengan fokus pada presisi, integrasi, dan stabilitas jangka panjang, namun pakar keamanan mengingatkan potensi tantangan dalam implementasinya.

Wartakita.id – Upaya Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin untuk menyempurnakan komando operasi di Papua merupakan langkah krusial yang mencerminkan pergeseran paradigma dalam arsitektur kendali keamanan nasional.

Rencana ini tidak sekadar bertujuan untuk meningkatkan efektivitas taktis semata, melainkan juga mengarah pada pembangunan stabilitas yang berakar kuat dan berkelanjutan di wilayah yang kompleks tersebut.

  • Penyempurnaan komando operasi di Papua ditujukan untuk meningkatkan presisi, integrasi, dan orientasi pada stabilitas jangka panjang.
  • Upaya ini merupakan penguatan pada aspek teritorial dan intelijen, melampaui fungsi pengendali tempur semata.
  • Negara berupaya beralih dari pola reaktif menuju pendekatan yang lebih terencana dan memahami dinamika sosial secara utuh.
  • Penguatan intelijen harus mencakup pemahaman akar persoalan, deteksi dini konflik, dan pemetaan dinamika lokal.
  • Integrasi intelijen dan pendekatan teritorial menggeser orientasi keamanan dari menghadapi musuh menjadi melindungi masyarakat.
  • Pakar ISESS, Khairul Fahmi, mengingatkan perlunya antisipasi risiko tumpang tindih kewenangan dalam implementasi reformasi ini.

Penguatan Arsitektur Keamanan: Dari Reaktif Menuju Proaktif

Menurut pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, penyempurnaan komando operasi di Papua dapat diartikan sebagai sebuah penguatan yang signifikan. Penguatan ini secara khusus menyentuh dua aspek vital: teritorial dan intelijen, sejalan dengan visi yang disampaikan oleh Menhan Sjafrie. Perubahan fundamental ini diharapkan akan mengubah fungsi komando operasi dari sekadar menjadi alat pengendali tempur, menjadi sebuah pusat pengelolaan stabilitas wilayah yang holistik.

Fahmi menjelaskan lebih lanjut, “Negara ingin keluar dari pola reaktif dan bergerak ke pendekatan yang lebih terencana, berbasis pemahaman situasi lapangan, serta mampu membaca dinamika sosial secara lebih utuh.” Pernyataan ini menyoroti ambisi besar di balik reformasi ini. Ini bukan sekadar tentang merespons ancaman yang sudah ada, tetapi lebih kepada upaya pencegahan dan pembangunan ketahanan sosial yang kuat, yang pada akhirnya akan meminimalkan potensi konflik di masa depan.

Intelijen Strategis: Membaca Akar Masalah, Bukan Sekadar Melacak Musuh

Dalam konteks penguatan komando operasi di Papua, peran intelijen menjadi sangat sentral. Namun, Fahmi menekankan bahwa penguatan intelijen tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebagai kemampuan untuk melacak kelompok bersenjata. Sebaliknya, yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk menggali lebih dalam, memahami akar persoalan yang melatarbelakangi ketidakstabilan di Papua.

Beliau merinci, “Yang dibutuhkan adalah kemampuan membaca akar persoalan, mendeteksi dini potensi konflik, serta memetakan dinamika lokal agar langkah keamanan tidak memunculkan masalah baru.” Pendekatan ini menunjukkan bahwa strategi keamanan yang efektif di Papua haruslah berbasis pada pemahaman mendalam terhadap konteks sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. Tanpa pemahaman ini, tindakan keamanan, betapapun niatnya baik, berisiko menimbulkan resistensi dan memperburuk situasi.

Pergeseran Orientasi: Dari Musuh Menjadi Perlindungan Masyarakat

Ketika fungsi intelijen terintegrasi secara optimal dengan pendekatan teritorial yang kuat, orientasi keamanan akan mengalami pergeseran yang fundamental. “Ketika fungsi intelijen terintegrasi dengan pendekatan teritorial, orientasi keamanan bergeser dari sekadar menghadapi musuh menjadi melindungi masyarakat,” jelas Fahmi.

Pergeseran ini krusial. Ini berarti bahwa setiap langkah dan kebijakan keamanan haruslah diprioritaskan pada kesejahteraan dan keamanan warga sipil. Pendekatan yang berpusat pada masyarakat ini tidak hanya lebih manusiawi, tetapi juga lebih berkelanjutan dalam membangun kepercayaan dan dukungan publik, yang merupakan elemen kunci dalam menjaga stabilitas jangka panjang.

Antisipasi Risiko Tumpang Tindih Kewenangan: Tantangan Implementasi

Meskipun rencana penyempurnaan komando operasi di Papua membawa angin segar dalam upaya penataan keamanan, pakar seperti Khairul Fahmi tidak luput dari pandangan terhadap potensi tantangan yang mungkin timbul. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius adalah potensi tumpang tindih kewenangan antarlembaga atau unit yang terlibat dalam komando operasi tersebut.

Menurut Khairul Fahmi, “Perlu antisipasi risiko tumpang tindih kewenangan.”

Dalam sebuah sistem komando yang terintegrasi dan memiliki cakupan fungsi yang lebih luas, seperti yang diimpikan oleh Menhan Sjafrie, batasan-batasan kewenangan dan koordinasi antarpihak menjadi sangat penting. Jika tidak dikelola dengan baik, tumpang tindih kewenangan dapat menimbulkan kebingungan, inefisiensi, bahkan konflik internal yang justru kontraproduktif terhadap tujuan utama stabilitas.

Oleh karena itu, dalam merumuskan dan mengimplementasikan penyempurnaan komando operasi ini, kementerian pertahanan dan instansi terkait lainnya perlu merancang mekanisme koordinasi yang jelas, pembagian tugas yang tegas, serta jalur pelaporan yang efisien. Pemetaan peran dan tanggung jawab yang presisi akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap elemen bekerja secara harmonis dan efektif, tanpa saling menghambat.

Menuju Stabilitas Jangka Panjang: Visi untuk Papua yang Lebih Baik

Rencana penyempurnaan komando operasi di Papua oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin merupakan wujud komitmen negara untuk tidak hanya meredam konflik, tetapi juga membangun fondasi stabilitas yang kokoh di wilayah tersebut. Dengan fokus pada penguatan intelijen strategis, integrasi pendekatan teritorial, dan pergeseran orientasi keamanan yang berpusat pada perlindungan masyarakat, diharapkan Papua dapat bergerak menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

Namun, kesuksesan dari inisiatif ini akan sangat bergantung pada bagaimana tantangan-tantangan implementasi, seperti potensi tumpang tindih kewenangan, dapat diatasi secara proaktif dan solutif. Kolaborasi yang erat antarlembaga, transparansi dalam pengambilan keputusan, dan keterlibatan aktif masyarakat akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi stabilitas jangka panjang di Tanah Papua.

BACA JUGA:

Bandara Khusus PT IMIP Morowali Tanpa Aparat Negara: Ancaman Kedaulatan?

Pertemuan Prabowo Subianto dan Putin: Fokus pada Kerjasama Pertahanan dan Ekonomi

Tags: ISESSKeamanan PapuaKemenhanKomando Operasi PapuaMenhan Sjafrie SjamsoeddinStabilitas Jangka Panjang
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Pemerintah Siapkan Insentif Distribusi Pangan untuk Atasi Ketimpangan Harga di Daerah Terpencil - Utama

Pemerintah Siapkan Insentif Distribusi Pangan untuk Atasi Ketimpangan Harga di Daerah Terpencil

13/01/2026
Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini - Utama

Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

13/01/2026
Kabar Gaji PNS 2026: Realita vs. Wacana Kenaikan, Ini Rincian Terbaru - Utama

Kabar Gaji PNS 2026: Realita vs. Wacana Kenaikan, Ini Rincian Terbaru

13/01/2026
Korupsi Jual Beli Gas PGN: Kerugian Negara Rp246 Miliar Terbongkar, Dua Terdakwa Divonis - Utama

Korupsi Jual Beli Gas PGN: Kerugian Negara Rp246 Miliar Terbongkar, Dua Terdakwa Divonis

13/01/2026
Siklon Senyar Menguak Kerentanan Aceh: Jejak Kolonialisme dan Pembangunan Pascakolonial - Utama

Siklon Senyar Menguak Kerentanan Aceh: Jejak Kolonialisme dan Pembangunan Pascakolonial

12/01/2026
Super Flu di AS dan Tren Kesehatan Global: Fakta, Bukan Panik - Utama

Super Flu di AS dan Tren Kesehatan Global: Fakta, Bukan Panik

12/01/2026
Ancaman Trump: Greenland di Persimpangan Jalan, UE Siapkan Sanksi, Dunia Bereaksi - Utama

Ancaman Trump: Greenland di Persimpangan Jalan, UE Siapkan Sanksi, Dunia Bereaksi

12/01/2026
Wrap-Up Sepekan: Skandal Kuota Haji Eks Menag Yaqut, Kritik Pandji, dan Duka Banjir Nasional - Utama

Wrap-Up Sepekan: Skandal Kuota Haji Eks Menag Yaqut, Kritik Pandji, dan Duka Banjir Nasional

12/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Fenomena Cahaya Biru dan Gempa Beruntun di Aceh: Kronologi dan Penjelasan Ilmiah - Utama

    Fenomena Cahaya Biru dan Gempa Beruntun di Aceh: Kronologi dan Penjelasan Ilmiah

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Halmahera Barat Maluku Utara, 2 Warga Tewas dan Puluhan Rumah Rusak

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Sistem Pertahanan Rusia Gagal Total di Venezuela, Kata Menhan AS

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3826 shares
    Share 1530 Tweet 957
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gugatan Lahan GOR Sudiang Makassar: Proyek Stadion Rp 674 M Terancam?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Vonis Bebas Driver Ojol Setelah 6 Bulan Dipenjara: Keadilan yang Tertunda dan Tuntutan Ganti Rugi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan - Utama
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My - Utama
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu? - Utama
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah! - Utama
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus - Utama
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup - Utama
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini - Utama
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming - Utama
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties - Utama
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.