Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah signifikan pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan terjangkau bagi masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai dioperasikan di berbagai daerah. Inisiatif ini menjadi fondasi penting dalam mendorong industrialisasi dan memperkuat sendi-sendi ekonomi masyarakat pedesaan.
Strategi Ekonomi Inklusif: Koperasi Merah Putih dan Pembiayaan Murah
Dalam peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), Presiden Prabowo menegaskan peran strategis koperasi sebagai motor penggerak industrialisasi desa. “Jadi ini semua akan mendukung industrialisasi melalui Koperasi Merah Putih,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, pemerintah tengah menyiapkan skema kredit berbunga rendah yang difokuskan untuk masyarakat kecil, termasuk para pelaku usaha ultra mikro. “Juga kita salurkan nanti kredit-kredit murah untuk rakyat. Kredit murah untuk rakyat,” tegasnya.
Penurunan Drastis Bunga Kredit Mekaar
Sebagai contoh nyata dari komitmen ini, Presiden Prabowo menyoroti keberhasilan penurunan bunga pinjaman program Mekaar yang dikelola oleh Permodalan Nasional Madani (PNM). Sebelumnya, bunga pinjaman Mekaar berkisar di angka lebih dari 20 persen, bahkan mencapai 24% dan 22%. Presiden memerintahkan agar angka tersebut ditekan di bawah 10%.
“Tadinya bunganya itu 24%, 22%, saya perintahkan harus turun di bawah 10%,” tutur Presiden.
Upaya ini disambut baik oleh Menteri Keuangan dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akhirnya berhasil menetapkan suku bunga Mekaar menjadi 8 persen. Presiden Prabowo menilai ketidakadilan di masa lalu, di mana pengusaha besar dapat menikmati bunga kredit rendah sementara masyarakat kecil dibebani bunga tinggi, tidak dapat dibiarkan.
“Masa pengusaha besar dapat 9%, emak-emak di kampung-kampung dapat 24%? Nggak benar itu. Kita ubah!” serunya. Ke depan, koperasi akan dilengkapi dengan layanan lembaga keuangan untuk menyalurkan pembiayaan murah secara langsung kepada masyarakat.
Koperasi Merah Putih: Pemberdayaan Ekonomi Menyeluruh
Presiden Prabowo berharap kehadiran Koperasi Merah Putih akan menjadikan desa lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar, baik dalam distribusi hasil produksi maupun pemenuhan kebutuhan logistik. “Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi. Dia akan punya kekuatan dia sendiri,” jelasnya.
Secara klasik, persoalan petani sering kali berkutat pada pupuk, modal usaha, dan akses distribusi hasil panen. Koperasi Merah Putih hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan kepemilikan armada transportasi seperti truk dan pik-up, koperasi akan memfasilitasi distribusi hasil panen, sehingga petani tidak lagi bergantung pada pihak ketiga.
Fungsi layanan ekonomi Koperasi Merah Putih akan sangat luas, mencakup distribusi sembako, pupuk bersubsidi, gas elpiji, layanan logistik, hingga penyaluran bantuan pemerintah. Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, koperasi juga akan menyediakan fasilitas apotek dengan obat-obatan yang dijual dengan harga terjangkau.
“Akan ada apotek obat murah. Obat yang kita tekan sehingga semurah-murahnya bisa dicapai oleh rakyat di seluruh Indonesia,” tandas Presiden Prabowo, menutup pernyataannya mengenai visi penguatan ekonomi pedesaan melalui Koperasi Merah Putih dan pembiayaan yang lebih adil.























