Minggu, 16 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing

by Warteknet
10/01/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1768009582-13fd59a36352b7d1

Wartakita.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras terkait potensi kebocoran dan manipulasi penerimaan negara, memicu respons cepat dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pernyataan ini mengungkap praktik merugikan negara oleh perusahaan besar, terutama di sektor kelapa sawit dan industri baja asing, sekaligus memberikan ultimatum tegas kepada jajaran Bea dan Cukai.

Poin-Poin Penting:

  • Presiden Prabowo Subianto menyindir adanya potensi manipulasi penerimaan negara melalui praktik di sektor perpajakan dan kepabeanan.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sindiran tersebut sebagai peringatan keras dan membeberkan temuan praktik under-invoicing di perusahaan sawit besar.
  • Perusahaan sawit diduga menyembunyikan hingga separuh nilai ekspornya, merugikan negara secara signifikan.
  • Industri baja dan bahan bangunan milik asing juga disorot karena diduga beroperasi liar dan menghindari kewajiban pajak, terutama PPN.
  • Menkeu memberikan ultimatum satu tahun kepada Bea dan Cukai untuk melakukan pembenahan serius, mengancam akan merumahkan pegawai yang tidak berkinerja baik.

Sindiran Keras Presiden Prabowo, Respons Menkeu Purbaya

Momen retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026), menjadi catatan penting bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Di tengah agenda konsolidasi, Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran yang tajam mengenai pengelolaan keuangan negara. Meskipun tanpa menyebut nama secara langsung, pesan tersebut terasa ditujukan kepada otoritas yang bertanggung jawab atas penerimaan negara.

Purbaya mengakui bahwa sindiran tersebut membuatnya ‘deg-degan’. Ia menafsirkan pesan Presiden sebagai peringatan keras atas isu kebocoran dan potensi manipulasi penerimaan negara yang selama ini membayangi sistem. “Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan presiden di Hambalang. Dia bilang, ‘Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?’ Itu pesan ke saya dari presiden, walaupun dia enggak melihat ke saya, tapi deg kan ke sini,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Praktik Under-Invoicing Masif di Sektor Sawit

Kegelisahan Purbaya terbukti beralasan. Ia kemudian membeberkan temuan serius terkait praktik under-invoicing yang dilakukan secara masif oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit besar. Praktik ini melibatkan pelaporan nilai ekspor yang jauh di bawah harga sebenarnya, sehingga menimbulkan kerugian negara dalam jumlah signifikan.

“Kita deteksi ada beberapa perusahaan sawit melakukan under-invoicing export separuh dari nilai ekspornya. Saya kan baru dapat 10 perusahaan besar, itu dapat sekitar 50 persen kira-kira kalau dipukul rata yang total ekspor mereka yang diakui enggak separuhnya,” ungkap Purbaya. Temuan ini mengindikasikan adanya kebocoran penerimaan negara di sektor strategis yang seharusnya menjadi penyumbang ekonomi nasional yang besar.

Industri Liar Asing di Sektor Baja dan Bahan Bangunan

Tidak hanya sektor sawit, Purbaya juga menyoroti maraknya industri liar di sektor baja dan bahan bangunan. Ia menyebutkan bahwa banyak perusahaan di sektor ini dikelola oleh pihak asing tanpa mematuhi aturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini, yang mayoritas menggunakan tenaga kerja asing, diduga kuat menghindari kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan menerapkan sistem transaksi tunai.

“Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien cash based, enggak bayar PPN, saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak dengan cepat,” tegas Purbaya. Ia menambahkan bahwa praktik semacam ini tidak bisa lagi dibiarkan karena telah menyebabkan kerugian negara yang sangat besar.

“Kalau Saya Tahu, Mereka Harusnya Lebih Tahu”

Purbaya mengaku heran bagaimana perusahaan asing yang cukup dikenal itu bisa beroperasi dalam waktu lama tanpa tersentuh oleh aparat pajak dan bea cukai. “Kalau saya tahu, mereka pasti lebih tahu dari saya,” ujar Purbaya. Pernyataan ini menjadi kritik terbuka terhadap lemahnya pengawasan internal yang seharusnya menjadi benteng utama penerimaan negara dan menegaskan bahwa kesadaran akan regulasi pajak seharusnya sudah dimiliki oleh para pelaku usaha.

Ultimatum Satu Tahun untuk Bea dan Cukai

Menanggapi sindiran Presiden Prabowo dan temuan yang ada, Purbaya mengambil langkah tegas dengan memberikan ultimatum kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ia menuntut pembenahan total dalam waktu satu tahun ke depan. Ancamannya jelas: jika tidak mampu melakukan perbaikan, akan ada konsekuensi serius.

“Kalau Bea Cukai ancamannya clear dari sana. Kalau enggak bisa betulin setahun ya betul-betul dirumahkan. Jadi saya akan selamatkan, supaya 16.000 orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya. Yang jelek-jelek kita akan rumahkan. Saya akan kotakin betul,” ucap Purbaya. Peringatan ini menekankan bahwa profesionalisme dan integritas akan menjadi tolok ukur utama dalam evaluasi kinerja Bea dan Cukai.

AI dan Data Canggih Sebagai Senjata Penutup Kebocoran

Untuk menutup celah manipulasi dan kebocoran penerimaan negara, Kementerian Keuangan menyiapkan strategi berbasis teknologi. Purbaya menyebutkan pihaknya akan mengandalkan analisis data dari Lembaga Nasional Single Window (LNSW) dan mengintegrasikannya dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Dengan sistem terpadu ini, profil risiko setiap kapal dapat dipantau secara realtime, sehingga praktik manipulasi nilai ekspor diharapkan tidak lagi mudah dilakukan.

Peringatan Terakhir untuk Pengusaha Nakal

Di akhir pernyataannya, Purbaya mengirimkan sinyal keras kepada para pengusaha yang selama ini diduga bermain curang. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif tidak akan terus digunakan jika pelanggaran terus berulang. “Mungkin saya enggak tahu level pendekatannya seperti apa. Tapi yang jelas, kita akan kasih message ke mereka ke depan enggak bisa begitu lagi. Kalau begitu lagi, kita sikat perusahaannya,” tutur Purbaya. Sindiran Presiden di Hambalang pun menjelma menjadi komando tegas: negara tak lagi mau ‘dikibulin’, dan perang terhadap kebocoran penerimaan negara resmi dimulai.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Bea Cukai Berbenah: Djaka Budi Utama Ungkap Upaya Perbaikan Pasca Ancaman Pembekuan

Dedi Congor Diduga Terima Gratifikasi Rp 30 Miliar: KPK Tegaskan Kasusnya Berbeda dengan Polri

DJP Bisa Intip Rekening Keluarga Wajib Pajak: Analisis Mendalam Kewenangan Baru, Tujuannya, dan Perlindungan Data

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Badan Gizi Nasional Fokus Perbaiki Tata Kelola dan Kualitas Program

Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Finansial Internasional, Bali Jadi Kandidat Kuat

Tags: bea cukaiIndustri BajaKebocoran Penerimaan NegaraMenteri KeuanganpajakPerusahaan AsingPrabowoPurbaya Yudhi SadewaSkandal SawitUnder-invoicing
Share8Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Transaksi QRIS Melonjak 100% di Semester I-2026, Capai Rp600 Triliun: Era Digital Makin Mengakar di Indonesia

09/08/2026
Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Deflasi 0,18 Persen di Sulsel Awal Juli 2026: Mengurai Penyebab dan Implikasinya

07/08/2026
Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

07/08/2026
Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Presiden Prabowo Alokasikan Rp 20,5 T untuk 490 Pemda yang Terlilit Masalah Keuangan

06/08/2026
Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Pajak Marketplace Ditunda Hingga Waktu yang Belum Ditentukan: Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

06/08/2026
Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    559 shares
    Share 224 Tweet 140
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia 10 Agustus 2026: Episentrum di Chocó, Kerusakan Parah di Beberapa Kota dan Korban Jiwa

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Presiden Prabowo Alokasikan Rp 20,5 T untuk 490 Pemda yang Terlilit Masalah Keuangan

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Starlink: Internet Kencang di Orbit Rendah

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Kaleidoskop 2025: Aura Farming Dance Raih Miliaran View

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.