Sabtu, 17 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing

by Warteknet
10/01/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1768009582-13fd59a36352b7d1

Wartakita.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras terkait potensi kebocoran dan manipulasi penerimaan negara, memicu respons cepat dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pernyataan ini mengungkap praktik merugikan negara oleh perusahaan besar, terutama di sektor kelapa sawit dan industri baja asing, sekaligus memberikan ultimatum tegas kepada jajaran Bea dan Cukai.

Poin-Poin Penting:

  • Presiden Prabowo Subianto menyindir adanya potensi manipulasi penerimaan negara melalui praktik di sektor perpajakan dan kepabeanan.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sindiran tersebut sebagai peringatan keras dan membeberkan temuan praktik under-invoicing di perusahaan sawit besar.
  • Perusahaan sawit diduga menyembunyikan hingga separuh nilai ekspornya, merugikan negara secara signifikan.
  • Industri baja dan bahan bangunan milik asing juga disorot karena diduga beroperasi liar dan menghindari kewajiban pajak, terutama PPN.
  • Menkeu memberikan ultimatum satu tahun kepada Bea dan Cukai untuk melakukan pembenahan serius, mengancam akan merumahkan pegawai yang tidak berkinerja baik.

Sindiran Keras Presiden Prabowo, Respons Menkeu Purbaya

Momen retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026), menjadi catatan penting bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Di tengah agenda konsolidasi, Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran yang tajam mengenai pengelolaan keuangan negara. Meskipun tanpa menyebut nama secara langsung, pesan tersebut terasa ditujukan kepada otoritas yang bertanggung jawab atas penerimaan negara.

Purbaya mengakui bahwa sindiran tersebut membuatnya ‘deg-degan’. Ia menafsirkan pesan Presiden sebagai peringatan keras atas isu kebocoran dan potensi manipulasi penerimaan negara yang selama ini membayangi sistem. “Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan presiden di Hambalang. Dia bilang, ‘Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?’ Itu pesan ke saya dari presiden, walaupun dia enggak melihat ke saya, tapi deg kan ke sini,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Praktik Under-Invoicing Masif di Sektor Sawit

Kegelisahan Purbaya terbukti beralasan. Ia kemudian membeberkan temuan serius terkait praktik under-invoicing yang dilakukan secara masif oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit besar. Praktik ini melibatkan pelaporan nilai ekspor yang jauh di bawah harga sebenarnya, sehingga menimbulkan kerugian negara dalam jumlah signifikan.

“Kita deteksi ada beberapa perusahaan sawit melakukan under-invoicing export separuh dari nilai ekspornya. Saya kan baru dapat 10 perusahaan besar, itu dapat sekitar 50 persen kira-kira kalau dipukul rata yang total ekspor mereka yang diakui enggak separuhnya,” ungkap Purbaya. Temuan ini mengindikasikan adanya kebocoran penerimaan negara di sektor strategis yang seharusnya menjadi penyumbang ekonomi nasional yang besar.

Industri Liar Asing di Sektor Baja dan Bahan Bangunan

Tidak hanya sektor sawit, Purbaya juga menyoroti maraknya industri liar di sektor baja dan bahan bangunan. Ia menyebutkan bahwa banyak perusahaan di sektor ini dikelola oleh pihak asing tanpa mematuhi aturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini, yang mayoritas menggunakan tenaga kerja asing, diduga kuat menghindari kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan menerapkan sistem transaksi tunai.

“Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien cash based, enggak bayar PPN, saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak dengan cepat,” tegas Purbaya. Ia menambahkan bahwa praktik semacam ini tidak bisa lagi dibiarkan karena telah menyebabkan kerugian negara yang sangat besar.

“Kalau Saya Tahu, Mereka Harusnya Lebih Tahu”

Purbaya mengaku heran bagaimana perusahaan asing yang cukup dikenal itu bisa beroperasi dalam waktu lama tanpa tersentuh oleh aparat pajak dan bea cukai. “Kalau saya tahu, mereka pasti lebih tahu dari saya,” ujar Purbaya. Pernyataan ini menjadi kritik terbuka terhadap lemahnya pengawasan internal yang seharusnya menjadi benteng utama penerimaan negara dan menegaskan bahwa kesadaran akan regulasi pajak seharusnya sudah dimiliki oleh para pelaku usaha.

Ultimatum Satu Tahun untuk Bea dan Cukai

Menanggapi sindiran Presiden Prabowo dan temuan yang ada, Purbaya mengambil langkah tegas dengan memberikan ultimatum kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ia menuntut pembenahan total dalam waktu satu tahun ke depan. Ancamannya jelas: jika tidak mampu melakukan perbaikan, akan ada konsekuensi serius.

“Kalau Bea Cukai ancamannya clear dari sana. Kalau enggak bisa betulin setahun ya betul-betul dirumahkan. Jadi saya akan selamatkan, supaya 16.000 orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya. Yang jelek-jelek kita akan rumahkan. Saya akan kotakin betul,” ucap Purbaya. Peringatan ini menekankan bahwa profesionalisme dan integritas akan menjadi tolok ukur utama dalam evaluasi kinerja Bea dan Cukai.

AI dan Data Canggih Sebagai Senjata Penutup Kebocoran

Untuk menutup celah manipulasi dan kebocoran penerimaan negara, Kementerian Keuangan menyiapkan strategi berbasis teknologi. Purbaya menyebutkan pihaknya akan mengandalkan analisis data dari Lembaga Nasional Single Window (LNSW) dan mengintegrasikannya dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Dengan sistem terpadu ini, profil risiko setiap kapal dapat dipantau secara realtime, sehingga praktik manipulasi nilai ekspor diharapkan tidak lagi mudah dilakukan.

Peringatan Terakhir untuk Pengusaha Nakal

Di akhir pernyataannya, Purbaya mengirimkan sinyal keras kepada para pengusaha yang selama ini diduga bermain curang. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif tidak akan terus digunakan jika pelanggaran terus berulang. “Mungkin saya enggak tahu level pendekatannya seperti apa. Tapi yang jelas, kita akan kasih message ke mereka ke depan enggak bisa begitu lagi. Kalau begitu lagi, kita sikat perusahaannya,” tutur Purbaya. Sindiran Presiden di Hambalang pun menjelma menjadi komando tegas: negara tak lagi mau ‘dikibulin’, dan perang terhadap kebocoran penerimaan negara resmi dimulai.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Suahasil & Dony Oskaria Tegaskan Dividen Danantara Tak Akan Masuk APBN

Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

Sejarah Lunas: Utang Krisis 1998 Berakhir Agustus 2026, Dibayar Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun

Pemecatan Menteri Lewat Telepon: Sorotan Analis Komunikasi Politik Unpad Terhadap Etika Birokrasi

Tags: bea cukaiIndustri BajaKebocoran Penerimaan NegaraMenteri KeuanganpajakPerusahaan AsingPrabowoPurbaya Yudhi SadewaSkandal SawitUnder-invoicing
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Surat Suara 1

SMRC: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak dari Dedi Mulyadi dalam Survei Capres 2026

17/10/2026
H. Gunadi, Ketua Asosiasi Pasar Modal dan Perusahaan Efek Indonesia, berdiri di depan layar besar yang menampilkan diagram dan grafik finansial. Latar belakangnya menunjukkan ruang kantor modern denga

MSCI Tetapkan Kembali Penilaian Pasar Saham RI, Apa yang Harus Diperhatikan?

17/10/2026
Dalam ruangan interrogasi yang minim cahaya di Yuzhno-Sakhalinsk, seorang pejabat berpakaian gelap duduk di hadapan seorang pria Jepang yang tampak cemas. Di latar belakang, terlihat lukisan rasis pem

Rusia Tangkap Jurnalis Jepang Yuki Imai atas Tudingan Spionase di Yuzhno-Sakhalinsk

17/10/2026
H. Gunadi, the Secretary-General of the United Nations, is seen walking through a busy Jakarta street as several lanes are temporarily closed. The scene shows a mix of modern and traditional architect

Sekjen PBB Kunjungan ke Indonesia, Beberapa Jalan di Jakarta Ditutup Sementara

17/10/2026
OJK officers questioning underwriters and securities company executives in a professional office setting, with dramatic lighting and a sharp focus, reflecting the serious nature of the financial investigation.

OJK Periksa Underwriter dan Direksi Sekuritas Terkait Dugaan Pidana Pasar Modal

17/10/2026
OJK officials in a modern office setting, discussing serious financial matters, with a large screen displaying financial data in the background.

OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

16/10/2026
H. Gunadi, seorang pria berwajah fokus, berdiri di sebuah ruangan yang minim cahaya. Dindingnya dipenuhi dengan grafik dan diagram keuangan. Cahaya dari satu lampu meja memancarkan cahaya hangat yang

Investasi Saham: Ketidakpastian Pasar dan Ancaman Finansial

16/10/2026
H. Gunadi, seorang pemimpin bisnis berwajah serius dan fokus, berdiri di depan gedung kantor modern yang memiliki latar belakang pemandangan kota. Dia berpakaian rapi dengan kemeja dan kancing, mengek

Dividen Danantara Tak Masuk Kas Negara, Diputar Lagi untuk Investasi Jangka Panjang

16/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Prabowo Sindir Kebocoran Pajak, Menkeu Bongkar Skandal Perusahaan Sawit & Industri Asing - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kelemahan Motor Listrik dan Penurunan Penjualan Merek Mobil, Wartakita.id

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.