Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui evaluasi komprehensif yang dipimpin oleh Dewan Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Fokus utama adalah pada pembenahan sistem operasional dan penjajakan pemanfaatan potensi gas metan.
- Evaluasi komprehensif pengelolaan TPA Makassar telah dilaksanakan oleh Dewan Lingkungan Hidup dan DLH.
- Tujuan utamanya adalah memperkuat sistem operasional TPA dan mengoptimalkan pengelolaan sampah.
- Ada penekanan pada pembenahan sistem jangka panjang, bukan hanya solusi sementara.
- Pemanfaatan potensi gas metan dari timbunan sampah menjadi salah satu poin penting yang dibahas.
- Langkah konkret meliputi penguatan pengawasan, perbaikan sistem operasional, dan pencegahan titik api.
- Perbaikan manajemen sistem penutupan sampah juga disorot sebagai kunci efektivitas.
Kajian Mendalam Pengelolaan TPA Makassar: Menuju TPA yang Berkelanjutan
Dalam upaya mempercepat penanganan masalah sampah di TPA Makassar, Pemerintah Kota Makassar, melalui Dewan Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), telah menggelar evaluasi menyeluruh terhadap progres pembenahan dan penguatan tata kelola TPA. Inisiatif ini menegaskan komitmen Pemkot untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan bagi warga Makassar.
Komitmen Jangka Panjang dan Penanganan Menyeluruh di TPA
Melinda Aksa, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam pembenahan TPA. “Perbaikan tidak hanya berfokus pada penanganan masalah yang muncul saat ini, tetapi juga harus mampu menghadirkan sistem yang lebih baik untuk jangka panjang,” ujar beliau. Menurut Melinda, proses pengelolaan harus berjalan optimal di seluruh aspek, mulai dari efisiensi sistem operasional harian, pengendalian dampak lingkungan, hingga langkah-langkah proaktif pencegahan agar tidak ada lagi insiden titik api yang mengancam.
Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Gas Metan dari Timbunan Sampah
Salah satu agenda krusial dalam rapat evaluasi adalah penggalian dan pemanfaatan potensi gas metan yang secara alami dihasilkan dari proses dekomposisi timbunan sampah di TPA. Melinda Aksa memandang serius potensi ini. “Gas metan yang dihasilkan dari proses penguraian sampah memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan. Karena itu, perlu ada upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatannya sehingga dapat memberi manfaat bagi warga sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya. Pemanfaatan gas metan ini diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif atau berkontribusi pada program lingkungan yang lebih luas di Makassar.
Penguatan Sistem Operasional dan Pencegahan Titik Api Sebagai Prioritas
Rapat evaluasi tersebut juga merumuskan kesepakatan konkret untuk melakukan pembenahan menyeluruh di TPA Makassar guna memastikan nihilnya kemunculan titik api. Berbagai langkah strategis akan diimplementasikan, di antaranya adalah:
- Penguatan Sektor Pengawasan: Meningkatkan intensitas dan efektivitas pengawasan di seluruh area TPA.
- Perbaikan Sistem Operasional: Melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh pada alur kerja operasional harian TPA.
- Penanganan Faktor Gangguan Lingkungan: Mengidentifikasi dan menangani berbagai faktor internal maupun eksternal yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar TPA.
Perbaikan Manajemen Sistem Penutupan Sampah untuk Keamanan dan Efektivitas
Melinda Aksa juga menyoroti aspek krusial dalam manajemen TPA, yaitu perbaikan sistem penutupan sampah dan peningkatan kualitas pendampingan teknis di lapangan. Beliau berpandangan bahwa sistem penutupan yang baik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan TPA yang lebih aman, tertata rapi, dan efektif. “Perlu ada penguatan pada manajemen sistem penutupan maupun pendampingan yang dilakukan di lapangan. Dengan sistem yang lebih tertata, proses penutupan sampah dapat berjalan dengan baik dan mampu meminimalkan berbagai risiko lingkungan yang mungkin terjadi,” tegasnya. Implementasi manajemen penutupan sampah yang superior diharapkan dapat menekan potensi bau tak sedap, pencemaran, dan risiko kebakaran.
Kontributor: Budi S.
Penyunting: M. Ridham
Add wartakita.id as a preferred source on Google























