Kabar baik bagi komuter Jakarta! Rute baru LRT Jakarta yang menghubungkan Velodrome dan Manggarai kini semakin dekat untuk diresmikan dan melayani masyarakat. Pembangunan telah rampung 100%, menandakan kesiapan penuh untuk dioperasikan.
LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Siap Mengaspal
Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung, secara langsung meninjau kesiapan infrastruktur di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2026. Peninjauan ini menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan untuk rute Velodrome-Manggarai telah mencapai 100 persen penyelesaian dan siap untuk diresmikan.
Peningkatan Aksesibilitas dan Prediksi Lonjakan Penumpang
Kehadiran rute Velodrome-Manggarai diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang LRT Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan, pada tahap awal setelah terintegrasi penuh dari Kelapa Gading hingga Manggarai, jumlah penumpang harian bisa mencapai angka antara 60.000 hingga 80.000 orang.
Sebagai catatan, rute ini akan menjadi jembatan penting yang menghubungkan kawasan pemukiman dan perkantoran, mempermudah mobilitas warga Jakarta.
Skema Tarif Transisi yang Menguntungkan
Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam merasakan kemudahan transportasi baru ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan kebijakan tarif yang menarik. Selama masa transisi, hingga bulan Oktober 2026, seluruh penumpang akan dikenakan tarif flat sebesar Rp 5.000 untuk setiap perjalanan.
Keputusan mengenai penetapan tarif LRT Jakarta pasca masa transisi ini sedang dalam tahap kajian mendalam oleh Pemprov DKI Jakarta. Targetnya, skema tarif baru akan ditetapkan pada bulan Oktober mendatang. Selain itu, Pemprov juga tengah menyiapkan berbagai skema tarif khusus yang diharapkan dapat mengakomodir berbagai kebutuhan penumpang.
Perlu dicatat, selama masa uji coba berlangsung, terdapat 15 golongan masyarakat yang berhak menikmati layanan LRT Jakarta secara gratis.
Kronologi Menuju Peresmian
Proses peresmian LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai akan dilakukan segera setelah semua persiapan dinyatakan rampung sepenuhnya. Peninjauan langsung oleh Gubernur Pramono Anung pada 24 Agustus 2026 menjadi momentum penting yang mengkonfirmasi kesiapan operasional. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengumumkan kebijakan tarif flat Rp 5.000 yang berlaku hingga Oktober 2026, sembari terus mematangkan kajian tarif selanjutnya.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: Budi S.























