Sabtu, 31 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam

by Pewarta Warga
25/08/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

BACA JUGA:

Panduan Beasiswa Daerah Pemprov Sulsel dan Pendaftaran Kuliah RPL Makassar 2026

Pemotor Diduga Dianiaya Pemobil Akibat Cekcok di Jalanan Makassar

GIIAS Makassar Resmi Buka dengan Merek Global Terbaru

Hujan Lebat & Kilat Terprediksi Lonjak Di Jambi Dan Sulsel Hari Ini

Menteri UMKM Puji Inisiatif Pasar Murah Golkar Sulsel Jaga Stabilitas Harga

Lonjakan biaya pakan ternak menjadi ancaman serius bagi peternak plasma ayam di Sulawesi Selatan. Situasi ini mendorong KPPU Makassar untuk segera meninjau ulang perjanjian kemitraan, demi memastikan keadilan dan keberlanjutan usaha di sektor perunggasan.

  • KPPU Makassar bersama Pemprov Sulsel meninjau ulang perjanjian kemitraan peternak plasma ayam.
  • Fokus peninjauan adalah kesetaraan praktik dan perjanjian antara perusahaan inti dan peternak plasma.
  • Kenaikan harga pakan (Rp9.000-Rp9.500/kg) mendominasi 70% biaya produksi, menekan keuntungan peternak.
  • Harga telur anjlok di bawah HAP pemerintah, sementara produksi ayam pedaging surplus.
  • KPPU mengawasi aspek persaingan usaha, rantai pasok, dan stabilitas harga, bukan penetapan harga acuan.
  • Diharapkan kemitraan yang lebih berimbang dan melindungi posisi tawar peternak.
  • Operasi pasar dan koordinasi Satgas Pangan diimbau untuk menstabilkan harga.

Menelaah Akar Masalah: Lonjakan Biaya Pakan dan Dampaknya pada Peternak Plasma

Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta jajaran pemerintah kabupaten/kota, mengambil langkah proaktif dengan merencanakan peninjauan komprehensif terhadap perjanjian kemitraan yang terjalin antara perusahaan inti dan peternak plasma ayam. Keputusan strategis ini merupakan respons langsung terhadap fenomena kenaikan harga pakan ternak yang tak terkendali, sebuah isu krusial yang telah berujung pada anjloknya harga telur dan ayam di pasaran, memberikan pukulan telak bagi para peternak.

Analisis Mendalam Duduk Perkara dan Kronologi Situasi

Kepala Bidang Penegakan Hukum Kanwil VI KPPU Makassar, Charisma, menekankan bahwa inti dari peninjauan ini adalah pada substansi perjanjian kemitraan itu sendiri. Kami akan mendalami setiap klausul dan praktik yang berjalan, dengan tujuan memastikan bahwa prinsip kesetaraan dan keadilan benar-benar terwujud dalam hubungan kemitraan antara perusahaan induk (inti) dan peternak plasma. KPPU tidak tinggal diam; kami telah membangun koordinasi yang erat dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel serta pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota. Kolaborasi ini vital untuk mengidentifikasi dan mencegah segala bentuk manipulasi atau indikasi permainan dalam implementasi skema kemitraan yang seharusnya saling menguntungkan.

Sorotan utama yang menjadi perhatian kami adalah lonjakan dramatis harga pakan ternak. Saat ini, biaya pakan dapat menyentuh angka Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram. Angka ini sangat signifikan, karena menyumbang porsi terbesar, sekitar 70 persen, dari keseluruhan biaya produksi. Kondisi seperti ini secara efektif mengikis margin keuntungan peternak plasma hingga ke titik yang sangat tipis, bahkan meningkatkan risiko kerugian yang substansial.

Sementara itu, di sisi lain spektrum pasar, harga telur konsumsi dilaporkan anjlok hingga menyentuh kisaran Rp24.000 per kilogram. Angka ini jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp26.500 per kilogram. Ironisnya, penurunan harga ini terjadi di tengah kondisi produksi ayam pedaging di Sulawesi Selatan yang mengalami surplus. Data menunjukkan surplus produksi mencapai sekitar 174 juta kilogram, melebihi kebutuhan tahunan yang diperkirakan sekitar 134,7 juta kilogram. Ketidakseimbangan antara biaya produksi yang tinggi dan harga jual yang rendah menciptakan dilema ekonomi yang kompleks bagi peternak.

Peran KPPU: Mengawal Persaingan Usaha yang Sehat dan Berkeadilan

Perlu ditegaskan, KPPU memiliki mandat yang jelas dalam konteks ini. Penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk ayam hidup maupun telur merupakan kewenangan prerogatif pemerintah. Fokus utama KPPU adalah pada aspek persaingan usaha. Kami memastikan bahwa seluruh kebijakan, regulasi, dan kondisi pasar yang ada tidak mengarah pada praktik-praktik yang dapat mengganggu terciptanya persaingan yang sehat dan adil. Lebih dari itu, KPPU juga aktif dalam mengawasi seluruh rantai pasok serta menjaga stabilitas harga komoditas pokok, termasuk daging ayam ras dan telur ayam. Pengawasan ini mencakup pemantauan margin perdagangan, mulai dari tingkat peternak, distributor, hingga pedagang eceran.

Kami sangat mendorong agar perjanjian kemitraan yang berlaku benar-benar mencerminkan posisi tawar yang seimbang dan tidak secara sepihak merugikan para peternak. Sebagaimana diketahui, biaya pakan yang dibebankan kepada peternak plasma oleh perusahaan inti, umumnya dicatat sebagai utang yang akan dipotong langsung dari hasil panen. Besaran biaya ini terikat kuat dalam kontrak dan seringkali tidak memberikan fleksibilitas bagi peternak dalam menyikapi fluktuasi pasar.

Langkah Konkret dan Rekomendasi untuk Masa Depan Ekosistem Perunggasan

Dalam sebuah forum pertemuan yang intensif pekan lalu, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk KPPU Makassar, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Sulsel, perusahaan-perusahaan mitra, berbagai asosiasi pelaku usaha, serta organisasi profesi, terungkap jelas tekanan luar biasa yang dihadapi oleh para peternak. Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang, secara tegas mendesak agar Bulog dan Pemerintah Provinsi segera mengambil tindakan nyata dengan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Kepada para peternak, kami juga mengimbau agar proaktif berkoordinasi dengan Satgas Pangan di tingkat kabupaten dan jajaran Polres setempat guna memantau dan mengendalikan peredaran serta harga telur di pasaran.

Dengan semangat kolaborasi lintas instansi dan komitmen pengawasan yang berkelanjutan, KPPU menaruh harapan besar. Kami meyakini bahwa sinergi ini akan mampu menciptakan sebuah ekosistem perunggasan yang tidak hanya kompetitif dan transparan, tetapi juga berkeadilan. Lebih penting lagi, langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat perlindungan dan meningkatkan posisi tawar peternak plasma di seluruh Sulawesi Selatan, mewujudkan masa depan peternakan yang lebih cerah dan berkelanjutan.


Kontributor: MA. Untung

Penyunting: RR. Nur


KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: biaya pakanharga ayamharga telurkemitraan plasmaKPPUpersaingan usahapeternak ayamsatgas panganSulawesi Selatan
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

umkm fiesta

Aturan Baru KUR UMKM Tanpa Agunan Tambahan hingga Rp100 Juta: Tabel Angsuran, Syarat NIB, dan Cara Pengajuan

30/10/2026
Foto makro dokumen resmi pemerintah Indonesia dengan segel presiden merah di atas meja kayu bersanding tumpukan buku catatan keuangan berwarna-biru di bawah sinar matahari sore.

Harapan Penataan Status Guru Tahun 2027 vs Ketidakpastian Masa Depan

30/10/2026
Foto makro uang kertas rupiah berserakan di atas meja kayu dengan dokumen resmi yang buram, tanpa orang atau bangunan.

Silmy Didakwa Terima Uang Korupsi Dan Memeras WNI

29/10/2026
Mesin pengolahan limbah industri dengan panel kontrol menyala di dekat tumpukan plastik daur ulang.

Indonesia Target Tuntas Sampah 2028, Mulai Tender Teknologi

29/10/2026
"Foto makro uang kertas AS berserakan di meja kayu berkilau berdampingan dengan layar komputer yang menampilkan grafik saham naik berwarna hijau dan panah ke atas. Cahaya emas dari jam hari menyinari

Wall Street Menguat Didominasi Lonjakan Reaksi Saham Teknologi

28/10/2026
Foto makro detail kerajinan tenunanyut khas Sulteng dengan pola rumit berwarna biru tua coklat tanah serta produk kuliner kemasan kaca berisi rempah kering di atas meja kayu alami.

Pembinaan Intensif 215 UMKM Sulsel Lewat Program REWAKO 2026

28/10/2026
"Foto detail papan sirkuit emas dengan chip data holografis yang bersinar di atas meja kayu gelap"

Buka DTIIF 2026: Andara Dorong Sinergi Inovasi Digital Nasional

28/10/2026
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

Analisis The Economist: Mengapa Investor Mulai Menjauhi Indonesia?

26/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • black-framed-eyeglasses-on-computer-screen-scaled.jpg

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Analisis The Economist: Mengapa Investor Mulai Menjauhi Indonesia?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • LG Raih Predikat Mesin Cuci Nomor Satu Terpasang Pakai Teknologi AI

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Banjir Rob Hingga Nov 2026: Daftar Wilayah Rawan di Jakarta

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Iran Unveil AI-Powered Arash-3 Missile Drone With Heavy Warhead

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Falsafah Siri na Pacce vs Bushido: Krisis Malu Pejabat Publik & Tokoh Figur Kita

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Indonesia Rancang Teknologi Anti Komputer Kuantum Bersama Peruri Dan Telkom

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Xi Jinping Perketat Kampanye Anti Korupsi Di Tiongkok Saat Pleno Partai

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aturan Baru KUR UMKM Tanpa Agunan Tambahan hingga Rp100 Juta: Tabel Angsuran, Syarat NIB, dan Cara Pengajuan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Henry Desak Veronika di ‘Terikat Janji’ Eps 193: Kebenaran Ryan Terungkap

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.