Sabtu, 10 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam

by Pewarta Warga
25/08/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

BACA JUGA:

Festival Pinisi Bulukumba: Warisan Budaya Mendunia Jadi Agenda Tahunan Dongkrak Pariwisata

Status Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Sidrap Diperpanjang Hingga 2026: Ancaman Berkelanjutan dan Langkah Penanganan

Bapas Makassar Gelar Kajian Rutin ‘Bersih Sebelum Beribadah’ untuk Pemahaman Keagamaan Pegawai

Bapas Makassar Perluas Ekosistem Reintegrasi dengan Kerjasama Pemerintah Kecamatan Pattallassang

Rutan Makassar Peringati Hari Batik Nasional 2026

Lonjakan biaya pakan ternak menjadi ancaman serius bagi peternak plasma ayam di Sulawesi Selatan. Situasi ini mendorong KPPU Makassar untuk segera meninjau ulang perjanjian kemitraan, demi memastikan keadilan dan keberlanjutan usaha di sektor perunggasan.

  • KPPU Makassar bersama Pemprov Sulsel meninjau ulang perjanjian kemitraan peternak plasma ayam.
  • Fokus peninjauan adalah kesetaraan praktik dan perjanjian antara perusahaan inti dan peternak plasma.
  • Kenaikan harga pakan (Rp9.000-Rp9.500/kg) mendominasi 70% biaya produksi, menekan keuntungan peternak.
  • Harga telur anjlok di bawah HAP pemerintah, sementara produksi ayam pedaging surplus.
  • KPPU mengawasi aspek persaingan usaha, rantai pasok, dan stabilitas harga, bukan penetapan harga acuan.
  • Diharapkan kemitraan yang lebih berimbang dan melindungi posisi tawar peternak.
  • Operasi pasar dan koordinasi Satgas Pangan diimbau untuk menstabilkan harga.

Menelaah Akar Masalah: Lonjakan Biaya Pakan dan Dampaknya pada Peternak Plasma

Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta jajaran pemerintah kabupaten/kota, mengambil langkah proaktif dengan merencanakan peninjauan komprehensif terhadap perjanjian kemitraan yang terjalin antara perusahaan inti dan peternak plasma ayam. Keputusan strategis ini merupakan respons langsung terhadap fenomena kenaikan harga pakan ternak yang tak terkendali, sebuah isu krusial yang telah berujung pada anjloknya harga telur dan ayam di pasaran, memberikan pukulan telak bagi para peternak.

Analisis Mendalam Duduk Perkara dan Kronologi Situasi

Kepala Bidang Penegakan Hukum Kanwil VI KPPU Makassar, Charisma, menekankan bahwa inti dari peninjauan ini adalah pada substansi perjanjian kemitraan itu sendiri. Kami akan mendalami setiap klausul dan praktik yang berjalan, dengan tujuan memastikan bahwa prinsip kesetaraan dan keadilan benar-benar terwujud dalam hubungan kemitraan antara perusahaan induk (inti) dan peternak plasma. KPPU tidak tinggal diam; kami telah membangun koordinasi yang erat dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel serta pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota. Kolaborasi ini vital untuk mengidentifikasi dan mencegah segala bentuk manipulasi atau indikasi permainan dalam implementasi skema kemitraan yang seharusnya saling menguntungkan.

Sorotan utama yang menjadi perhatian kami adalah lonjakan dramatis harga pakan ternak. Saat ini, biaya pakan dapat menyentuh angka Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram. Angka ini sangat signifikan, karena menyumbang porsi terbesar, sekitar 70 persen, dari keseluruhan biaya produksi. Kondisi seperti ini secara efektif mengikis margin keuntungan peternak plasma hingga ke titik yang sangat tipis, bahkan meningkatkan risiko kerugian yang substansial.

Sementara itu, di sisi lain spektrum pasar, harga telur konsumsi dilaporkan anjlok hingga menyentuh kisaran Rp24.000 per kilogram. Angka ini jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp26.500 per kilogram. Ironisnya, penurunan harga ini terjadi di tengah kondisi produksi ayam pedaging di Sulawesi Selatan yang mengalami surplus. Data menunjukkan surplus produksi mencapai sekitar 174 juta kilogram, melebihi kebutuhan tahunan yang diperkirakan sekitar 134,7 juta kilogram. Ketidakseimbangan antara biaya produksi yang tinggi dan harga jual yang rendah menciptakan dilema ekonomi yang kompleks bagi peternak.

Peran KPPU: Mengawal Persaingan Usaha yang Sehat dan Berkeadilan

Perlu ditegaskan, KPPU memiliki mandat yang jelas dalam konteks ini. Penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk ayam hidup maupun telur merupakan kewenangan prerogatif pemerintah. Fokus utama KPPU adalah pada aspek persaingan usaha. Kami memastikan bahwa seluruh kebijakan, regulasi, dan kondisi pasar yang ada tidak mengarah pada praktik-praktik yang dapat mengganggu terciptanya persaingan yang sehat dan adil. Lebih dari itu, KPPU juga aktif dalam mengawasi seluruh rantai pasok serta menjaga stabilitas harga komoditas pokok, termasuk daging ayam ras dan telur ayam. Pengawasan ini mencakup pemantauan margin perdagangan, mulai dari tingkat peternak, distributor, hingga pedagang eceran.

Kami sangat mendorong agar perjanjian kemitraan yang berlaku benar-benar mencerminkan posisi tawar yang seimbang dan tidak secara sepihak merugikan para peternak. Sebagaimana diketahui, biaya pakan yang dibebankan kepada peternak plasma oleh perusahaan inti, umumnya dicatat sebagai utang yang akan dipotong langsung dari hasil panen. Besaran biaya ini terikat kuat dalam kontrak dan seringkali tidak memberikan fleksibilitas bagi peternak dalam menyikapi fluktuasi pasar.

Langkah Konkret dan Rekomendasi untuk Masa Depan Ekosistem Perunggasan

Dalam sebuah forum pertemuan yang intensif pekan lalu, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk KPPU Makassar, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Sulsel, perusahaan-perusahaan mitra, berbagai asosiasi pelaku usaha, serta organisasi profesi, terungkap jelas tekanan luar biasa yang dihadapi oleh para peternak. Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang, secara tegas mendesak agar Bulog dan Pemerintah Provinsi segera mengambil tindakan nyata dengan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Kepada para peternak, kami juga mengimbau agar proaktif berkoordinasi dengan Satgas Pangan di tingkat kabupaten dan jajaran Polres setempat guna memantau dan mengendalikan peredaran serta harga telur di pasaran.

Dengan semangat kolaborasi lintas instansi dan komitmen pengawasan yang berkelanjutan, KPPU menaruh harapan besar. Kami meyakini bahwa sinergi ini akan mampu menciptakan sebuah ekosistem perunggasan yang tidak hanya kompetitif dan transparan, tetapi juga berkeadilan. Lebih penting lagi, langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat perlindungan dan meningkatkan posisi tawar peternak plasma di seluruh Sulawesi Selatan, mewujudkan masa depan peternakan yang lebih cerah dan berkelanjutan.


Kontributor: MA. Untung

Penyunting: RR. Nur


KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: biaya pakanharga ayamharga telurkemitraan plasmaKPPUpersaingan usahapeternak ayamsatgas panganSulawesi Selatan
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

H. Gunadi, seorang tokoh penting dalam industri alat kesehatan Indonesia, berdiri di depan laboratorium modern dengan peralatan teknologi terkini. Dia membawa tablet yang menampilkan diagram teknologi

Henkel Tawarkan Teknologi Perakitan untuk Industri Alat Kesehatan di Indonesia

10/10/2026
Dalam foto jurnalistik ini, terlihat sebuah gedung pemerintahan modern dengan jendela besar yang terang terangkat oleh cahaya alami. Di dalam gedung tersebut, sekelompok anak-anak muda duduk fokus di

2 Tahun Prabowo-Gibran: APBN Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

09/10/2026
Menteri Keuangan H. Gunadi berdiri di depan layar digital yang menampilkan data keuangan dan grafik ekonomi yang berkembang, dengan latar belakang kantor modern dan pemandangan kota yang sibuk. Dia te

APBN dan Danantara: Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

09/10/2026
wartakita-id_APBN-Prabowo

Suahasil & Dony Oskaria Tegaskan Dividen Danantara Tak Akan Masuk APBN

08/10/2026
Tax officials in a meeting room at Direktorat Jenderal Pajak, intensely discussing strategies to increase tax base, with dramatic lighting and sharp focus on their faces and hands.

DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

07/10/2026
H. Gunadi, seorang investor pemula, duduk di meja kerja dengan laptop terbuka, di sekitarnya berbagai dokumen dan buku keuangan. Dia fokus membaca laporan keuangan di atas lino pad, dengan cangkir kop

Panduan Membaca Laporan Keuangan Perusahaan untuk Investor Pemula

07/10/2026
H. Gunadi, seorang wirausahawan UMKM, duduk di meja kerja yang sederhana namun penuh dengan dokumen keuangan, kalkulator, dan laptop. Di belakangnya terlihat papan besar yang menampilkan grafik dan di

Strategi Manajemen Arus Kas Bisnis UMKM Hadapi Ketidakpastian Pasar

07/10/2026
H. Gunadi, seorang pejabat pemerintah berpakaian rapi, berdiri di ruang kerja modern dengan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota yang sibuk. Dia mengepalai sertifikat di tangan kiri dan tan

Sertifikasi Pejabat Perbendaharaan dan Pengelolaan APBN Yang Profesional

07/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • CEO Nvidia Ditangkap di China dalam Kasus Penyelundupan Chip Canggih

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Sikap Istana Jika MK Kabulkan Gugatan Ijazah Gibran: Serahkan pada Yudikatif

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.