Selasa, 25 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam

by Pewarta Warga
25/08/2026
in Ekonomi dan Bisnis
Reading Time: 5 mins read
A A
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

BACA JUGA:

Defile Akrab 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 Ramaikan Makassar

Imigrasi Parepare Perkuat Pengawasan Orang Asing di Tana Toraja Lewat Rapat Koordinasi TIMPORA 2026

Sumur Bor Bantuan Pemprov Sulsel untuk Petani Gowa: Solusi Atasi Krisis Air Kemarau

Ekonomi Sulawesi Menggeliat: Kawasan Industri Hijau dan Hilirisasi Mineral Pacu Pertumbuhan Nasional Menuju 2026

Coto Makassar & Konro Bakar: Jejak Kuliner Legendaris yang Mengukir Identitas Rasa Sulawesi Selatan

Lonjakan biaya pakan ternak menjadi ancaman serius bagi peternak plasma ayam di Sulawesi Selatan. Situasi ini mendorong KPPU Makassar untuk segera meninjau ulang perjanjian kemitraan, demi memastikan keadilan dan keberlanjutan usaha di sektor perunggasan.

  • KPPU Makassar bersama Pemprov Sulsel meninjau ulang perjanjian kemitraan peternak plasma ayam.
  • Fokus peninjauan adalah kesetaraan praktik dan perjanjian antara perusahaan inti dan peternak plasma.
  • Kenaikan harga pakan (Rp9.000-Rp9.500/kg) mendominasi 70% biaya produksi, menekan keuntungan peternak.
  • Harga telur anjlok di bawah HAP pemerintah, sementara produksi ayam pedaging surplus.
  • KPPU mengawasi aspek persaingan usaha, rantai pasok, dan stabilitas harga, bukan penetapan harga acuan.
  • Diharapkan kemitraan yang lebih berimbang dan melindungi posisi tawar peternak.
  • Operasi pasar dan koordinasi Satgas Pangan diimbau untuk menstabilkan harga.

Menelaah Akar Masalah: Lonjakan Biaya Pakan dan Dampaknya pada Peternak Plasma

Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta jajaran pemerintah kabupaten/kota, mengambil langkah proaktif dengan merencanakan peninjauan komprehensif terhadap perjanjian kemitraan yang terjalin antara perusahaan inti dan peternak plasma ayam. Keputusan strategis ini merupakan respons langsung terhadap fenomena kenaikan harga pakan ternak yang tak terkendali, sebuah isu krusial yang telah berujung pada anjloknya harga telur dan ayam di pasaran, memberikan pukulan telak bagi para peternak.

Analisis Mendalam Duduk Perkara dan Kronologi Situasi

Kepala Bidang Penegakan Hukum Kanwil VI KPPU Makassar, Charisma, menekankan bahwa inti dari peninjauan ini adalah pada substansi perjanjian kemitraan itu sendiri. Kami akan mendalami setiap klausul dan praktik yang berjalan, dengan tujuan memastikan bahwa prinsip kesetaraan dan keadilan benar-benar terwujud dalam hubungan kemitraan antara perusahaan induk (inti) dan peternak plasma. KPPU tidak tinggal diam; kami telah membangun koordinasi yang erat dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel serta pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota. Kolaborasi ini vital untuk mengidentifikasi dan mencegah segala bentuk manipulasi atau indikasi permainan dalam implementasi skema kemitraan yang seharusnya saling menguntungkan.

Sorotan utama yang menjadi perhatian kami adalah lonjakan dramatis harga pakan ternak. Saat ini, biaya pakan dapat menyentuh angka Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram. Angka ini sangat signifikan, karena menyumbang porsi terbesar, sekitar 70 persen, dari keseluruhan biaya produksi. Kondisi seperti ini secara efektif mengikis margin keuntungan peternak plasma hingga ke titik yang sangat tipis, bahkan meningkatkan risiko kerugian yang substansial.

Sementara itu, di sisi lain spektrum pasar, harga telur konsumsi dilaporkan anjlok hingga menyentuh kisaran Rp24.000 per kilogram. Angka ini jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp26.500 per kilogram. Ironisnya, penurunan harga ini terjadi di tengah kondisi produksi ayam pedaging di Sulawesi Selatan yang mengalami surplus. Data menunjukkan surplus produksi mencapai sekitar 174 juta kilogram, melebihi kebutuhan tahunan yang diperkirakan sekitar 134,7 juta kilogram. Ketidakseimbangan antara biaya produksi yang tinggi dan harga jual yang rendah menciptakan dilema ekonomi yang kompleks bagi peternak.

Peran KPPU: Mengawal Persaingan Usaha yang Sehat dan Berkeadilan

Perlu ditegaskan, KPPU memiliki mandat yang jelas dalam konteks ini. Penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk ayam hidup maupun telur merupakan kewenangan prerogatif pemerintah. Fokus utama KPPU adalah pada aspek persaingan usaha. Kami memastikan bahwa seluruh kebijakan, regulasi, dan kondisi pasar yang ada tidak mengarah pada praktik-praktik yang dapat mengganggu terciptanya persaingan yang sehat dan adil. Lebih dari itu, KPPU juga aktif dalam mengawasi seluruh rantai pasok serta menjaga stabilitas harga komoditas pokok, termasuk daging ayam ras dan telur ayam. Pengawasan ini mencakup pemantauan margin perdagangan, mulai dari tingkat peternak, distributor, hingga pedagang eceran.

Kami sangat mendorong agar perjanjian kemitraan yang berlaku benar-benar mencerminkan posisi tawar yang seimbang dan tidak secara sepihak merugikan para peternak. Sebagaimana diketahui, biaya pakan yang dibebankan kepada peternak plasma oleh perusahaan inti, umumnya dicatat sebagai utang yang akan dipotong langsung dari hasil panen. Besaran biaya ini terikat kuat dalam kontrak dan seringkali tidak memberikan fleksibilitas bagi peternak dalam menyikapi fluktuasi pasar.

Langkah Konkret dan Rekomendasi untuk Masa Depan Ekosistem Perunggasan

Dalam sebuah forum pertemuan yang intensif pekan lalu, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk KPPU Makassar, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Sulsel, perusahaan-perusahaan mitra, berbagai asosiasi pelaku usaha, serta organisasi profesi, terungkap jelas tekanan luar biasa yang dihadapi oleh para peternak. Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang, secara tegas mendesak agar Bulog dan Pemerintah Provinsi segera mengambil tindakan nyata dengan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Kepada para peternak, kami juga mengimbau agar proaktif berkoordinasi dengan Satgas Pangan di tingkat kabupaten dan jajaran Polres setempat guna memantau dan mengendalikan peredaran serta harga telur di pasaran.

Dengan semangat kolaborasi lintas instansi dan komitmen pengawasan yang berkelanjutan, KPPU menaruh harapan besar. Kami meyakini bahwa sinergi ini akan mampu menciptakan sebuah ekosistem perunggasan yang tidak hanya kompetitif dan transparan, tetapi juga berkeadilan. Lebih penting lagi, langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat perlindungan dan meningkatkan posisi tawar peternak plasma di seluruh Sulawesi Selatan, mewujudkan masa depan peternakan yang lebih cerah dan berkelanjutan.


Kontributor: MA. Untung

Penyunting: RR. Nur


KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: biaya pakanharga ayamharga telurkemitraan plasmaKPPUpersaingan usahapeternak ayamsatgas panganSulawesi Selatan
Share4Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

Jalan Tol Harbour Road II: Sang Raksasa Tertinggi Jakarta, Investasi Rp15 Triliun untuk Urai Macet Utara Jabodetabek

24/08/2026
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

BI-Rate Melandai ke 5,75%: Gelombang Akumulasi Ekonomi Sektor Properti dan UMKM Siap Melambung

23/08/2026
AI Visual: APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

Revolusi AI di Perbankan & Finansial Indonesia: Efisiensi 32% dan Kepercayaan Nasabah Meningkat di 2026

23/08/2026
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

Ekonomi Sulawesi Menggeliat: Kawasan Industri Hijau dan Hilirisasi Mineral Pacu Pertumbuhan Nasional Menuju 2026

23/08/2026
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

Transaksi QRIS Melonjak 100% di Semester I-2026, Capai Rp600 Triliun: Era Digital Makin Mengakar di Indonesia

09/08/2026
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

Deflasi 0,18 Persen di Sulsel Awal Juli 2026: Mengurai Penyebab dan Implikasinya

07/08/2026
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

07/08/2026
KPPU Tinjau Ulang Kemitraan Plasma Ayam di Sulsel Akibat Lonjakan Biaya Pakan: Analisis Mendalam - Featured

Presiden Prabowo Alokasikan Rp 20,5 T untuk 490 Pemda yang Terlilit Masalah Keuangan

06/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pencapaian Dwelling Time Pelindo IV 2,5 Hari

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    738 shares
    Share 295 Tweet 185
  • BI-Rate Melandai ke 5,75%: Gelombang Akumulasi Ekonomi Sektor Properti dan UMKM Siap Melambung

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar Buka Festival Hari UMKM Nasional 2026: Kolaborasi Grab & CCEP Dorong Ekonomi Digital Lokal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Rekrutmen CPNS 2027 Dibuka Awal Tahun: Peluang Emas Bagi Guru PPPK Naik Status

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • KPK Tahan Eks Pejabat Pajak Muhamad Haniv: Diduga Terima Gratifikasi Rp 20,7 Miliar

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.